Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

NATAL 2021







                                                 Shalom rekan-rekan selamat Natal 2021

“. . . dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"

(Sebuah permenungan)


Allah beserta kita (Mat 1:23) bukanlah sekadar slogan pelipur lara.  Ada wujud, alasan dan tujuan yang dirancang dan dikerjakan oleh Allah sendiri di balik penyertaaan-Nya itu. 


Wujudnya. Malaikat Gabriel menyatakan bahwa penyertaan Allah itu mewujud dalam pribadi Yesus Kristus (Mat. 1:21).  Rasul Yohanes menuliskan: "Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita" (Yoh. 1:14).  Bayi Yesus merupakan wujud kesediaan Allah untuk menyertai umat-Nya dengan cara merendahkan diri-Nya, menjadi sama dengan manusia.  Bayi Yesus juga merupakan wujud kesetiaan Allah pada janji-Nya.  TUHAN pernah berkata kepada ular “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Kej 3:15).  Nubuatan ini merujuk kepada Mesias,  sebagaimana juga dituliskan nabi Yesaya: "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel" (Yes. 7:14).  Bayi Yesus merupakan perwujudan dari kedua nubuatan tersebut. 


Alasannya. Mengapa Allah mau beserta dengan kita? Malaikat Gabriel menyatakan maksud penyertaan Sang Imanuel itu demikian: “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Mat 1:21). Allah beserta kita agar kita menang melawan dosa. Allah sangat hubungan kita, Dia tak mau hidup kita terpuruk dan binasa karena dosa. Dia sumber daya karena kita adalah milik kepunyaan-Nya dan Allah begitu modal milik kepunyaan-Nya! (Yoh 1: 11; 3:16). Kasih Allah melampaui keberdosaan kita. Hal ini kita lihat dari pihak yang menerima berita (dan berkat) dari Imanuel. Adam dan Hawa menerima janji ini justru ketika mereka sedang terpuruk akibat kesombongan mereka yang ingin menjadi seperti Allah. Raja Ahaz menerima janji Imanuel melalui nabi Yesaya, justru ketika Ahaz menolak Tuhan dan menyakiti hati Tuhan dengan berbagai perbuatan dosanya. Tetapi Allah tidak menyerah dan tidak tinggal diam. Dia menyediakan jalan melalui Sang Imanuel, agar manusia yang berdosa dapat kembali kepada-Nya. 


Tujuannya. Apa tujuan Allah beserta kita? Penyertaan Allah bukan berarti jalan mulus bebas hambatan. Terkadang bahkan acapkali, seperti yang dialami oleh Maria dan Yusuf, penyertaan Allah dinyatakan pada jalan yang tidak nyaman. Penyertaan Allah tidak selalu berarti kemapanan dan tak cukup hanya direspon dengan ucapan syukur saja. Kita bertanya perlu apa maksud Tuhan dalam setiap situasi yang Dia ijinkan kita alami. Maria dan Yusuf menunjukkan bahwa penyertaan Allah mereka bertujuan mewujudkan rencana keselamatan Allah bagi dunia ini melalui Yesus Kristus. Penyertaan Allah memampukan mereka menunaikan fungsi dan peran mereka meskipun dalam situasi yang tidak mudah. Rasul Paulus menyatakan bahwa setiap orang pilihan Allah ditentukan untuk menjadi serupa dengan Kristus (Rm 8:29), dan bahwa penderitaan yang diijinkan oleh Tuhan merupakan sarana bagi kita untuk menjadi serupa dengan Dia (Ef 3:10). Penyertaan Tuhan bertujuan agar kita mampu bersaksi tentang keselamatan dan hidup berkemenangan di dalam Kristus.


Imanuel, Allah beserta dengan kita.  Tetaplah sedia dan setia berjalan bersama-Nya! 

Posting Komentar untuk "NATAL 2021"