Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

wawasan kehidupan







Seperti tukang periuk, Allah membentuk manusia dari tanah (Yesaya 64: 8) dan “menghembuskan napas hidup” ke dalam hidungnya (Kejadian 2: 7, Ayub 33: 4, Pengkhotbah 12: 7). Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberikan "napas Yang Mahakuasa", sehingga ia berbeda dari makhluk makhluk lain yang Allah ciptakan, karena hanya manusia yang diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27).


Setiap orang adalah individu yang unik, diciptakan dengan “dahsyat dan ajaib” (Mazmur 139: 14), dengan kesadaran mental, emosi, dan rohani dari Sang Pencipta, dan dengan kemampuan untuk memiliki hubungan pribadi dengan Pencipta (Ayub 32: 8; 38: 36). Ayub mungkin orang pertama yang mengakui bahwa “Tangan [Allah] yang membentuk dan membuat [nya]. . . pemeliharaan kulit dan daging kepada [nya], serta menjalin [nya] dengan tulang dan urat ”(Ayub 10: 8,11-12).


Dalam Mazmur 8, dengan rendah hati Daud menyatakan bahwa manusia secara khusus (ay.5), dan menyatakan dengan indah bahwa Allah telah memahkotai manusia sebagai puncak karya cipta-Nya (ay.6-7). –KTSim


(Santapan Rohani, 20 Des 2020)

Posting Komentar untuk "wawasan kehidupan "