Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

SURAT EFESUS

 



EKSPOSISI KITAB EFESUS



BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Surat Efesus ini, ditulis oleh Paulus ketika dia sedang berada dalam penjara. Ketika Paulus surat kepada jemaat Efesus, tentu saja dia mempunyai tujuan dan ada hal yang menjadi motifasi dia untuk menulis surat tersebut. Tujuan Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus, didukung oleh keadaan masyarakat Efesus pada saat itu. Keadaan masyarakat Efesus pada saat itu adalah masih melakukan penyembahan terhadap Dewa Yunani. Dewa yang mereka sembah pada saat itu adalah mereka sebut dewi Artemis. Mereka memahami dan mempercayai bahwa Dewi Artemis ini adalah Dewa kesuburan. Selain itu juga mereka melakukan penyembahan dan tunduk kepada Kaisar. Melihat keadaan ini tergeraklah hati Paulus untuk mengirimkan suratnya kepada jemaat di Efesus.

Surat ini berisikan nasihat, perintah, dan himbauan untuk hidup dalam Kristus. Dalam surat ini penulisnya, kalimat Rencana Tuhan agar "Seluruh alam, baik yang di surga maupun yang di bumi, menjadi satu dengan Kristus sebagai kepala" (1:10). Surat ini juga merupakan seruan kepada umat Tuhan bersama mereka menghayati rencana agung dari Tuhan itu untuk mempersatukan seluruh umat manusia melalui Yesus Kristus.

Di dalam bagian pertama surat Efesus ini dikemukakan bagaimana penyatuan itu terjadi. Untuk menjelaskan hal itu ia menceritakan bagaimana Tuhantelah memilih umat-Nya, bagaimana Tuhan melalui Yesus Kristus, Anak-Nya, mengampuni dan membebaskan umat-Nya dari dosa, dan bagaimana janji Tuhan itu dijamin oleh Roh Kudus. Di bagian kedua, diserukan kepada para pembacanya yang mengarungi hidup rukun dalam kesatuan mereka sebagai umat yang percaya kepada Kristus dapat terlaksana.

Untuk menunjukkan bahwa umat Tuhan sudah menjadi satu karena bersatu dengan Kristus, penulis memakai beberapa kiasan. Jemaat adalah seperti tubuh dengan Kristus sebagai sebuah, atau seperti sebuah bangunan yang batu sendinya ada Kristus, atau seperti seorang isteri dengan Kristus sebagai suaminya. Penulis sangat terharu ketika mengingat akan rahmat Tuhan melalui Kristus, sehingga ungkapan-ungkapan yang dipakainya dalam suratnya menunjukkan bahwa dia semakin meluap dengan perasaan syukur dan pujian kepada Tuhan. Segala sesuatu ditinjaunya dari segi kasih Kristus, dari segi pengurbanan-Nya, pengampunan-Nya, hati-Nya dan kesucian-Nya.

UNTUK SIAPA SURAT INI DITULIS?

Banyak orang berpendapat bahwa surat ini untuk diedarkan secara luas, bukan hanya untuk gereja di Efesus saja. Surat ini mungkin semacam surat edaran yang ditulis untuk digunakan oleh berbagai kelompok Kristen di daerah Efesus dan sekitamya. Apa yang ditulis Paulus dalam surat ini dapat diterapkan oleh umat Allah pada umumnya dan tidak melayani untuk suatu gereja tertentu. Tidak ada salam pribadi. Mungkin surat ini sebenarnya yang dimaksud oleh Rasul Paulus dalam Kolose 4:16 sebagai 'surat dari Laodikia'. Tikhikus dipercayakan untuk menyampaikan surat ini kepada alamat yang dituju. (Efe 6:21, 22). Surat ini, seperti surat-surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi dan Kolose, ditulis dari dalam penjara dan tema yang terdiri dari sifat, ciri-ciri dan tujuan dari gereja Kristen, yaitu terciptanya apa yang disebut '

GEREJA DI EFESUS.

Paulus tinggal di Efesus selama 3 tahun (Kis 19: 8, 10; 20:31). Efesus merupakan suatu kota yang banyak menyediakan sarana untuk penyembahan berhala. Kuil Dewi Diana (Artemis) terletak di kota itu. Di sana banyak terdapat orang-orang yang mempraktekkan ilmu sihir. Namun, waktu kita membaca surat ini kita tidak dapat melihat latar belakang gereja yang menjadi tujuan surat ini, karena bersifat umum.

PESAN.

Surat ini tidak berhubungan dengan masalah-masalah yang khusus, tetapi bayi adalah untuk meninggikan nama Yesus Kristus dan menunjukkan pentingnya gereja Kristen sebagai alat Allah di dunia ini. Seperti halnya dengan surat-surat Paulus lainnya, doktrin yang diberikan disusul dengan penerapan praktis. Iman Kristen dan kehidupan Kristen harus berjalan secara seimbang. Surat ini ditutup dengan peringatan bahwa Kristen selalu berada dalam konflik yang terus-menerus dengan setan dan kejahatan, tetapi Allah telah memberikan senjata yang diperlukan untuk memampukan Kristen bertahan dalam menghadapi semua serangan musuh.

Garis Besar

1. SEBUAH PESAN UNTUK ORANG-ORANG KUDUS YANG SETIA DALAM YESUS KRISTUS DI

EFESUS Efe 1: 1, 2


2. WARISAN KITA SEBAGAI ORANG KRISTEN Efe 1: 3-2: 22

                    Efe 1: 3-6 Dipilih untuk suatu maksud

                    Efe 1: 7-14 Diselamatkan untuk suatu maksud

                    Efe 1: 15-23 Diterangi untuk suatu maksud

                    Efe 2: 1-10 Dihidupkan untuk suatu maksud

                    Efe 2: 11-22 Didamaikan untuk suatu maksud


3. SUATU MISTERI YANG DISINGKAPKAN Efe 3: 1-21

                    Efe 3: 1-6 Orang-orang yang bukan Yahudi juga disertakan

                    Efe 3: 7-12 Pelayanan Paulus yang strategis

                    Efe 3: 13-21 Pengertian penuh sangat penting


4. SIFAT GEREJA Efe 4: 1-32

                    Efe 4: 1-6 Dipersatukan di dalam Roh

                    Efe 4: 7-12 Diberkati dengan karunia-karunia Roh

                    Efe 4: 13-16 Diperlengkapi untuk bertumbuh

                    Efe 4: 17-24 ikon-cirinya

                    Efe 4: 25-32 Diubahkan penampilannya

5. CIRI-CIRI, TINGKAH LAKU DAN KONFLIK KRISTEN Efe 5: 1-6: 24

                    Efe 5: 1-20 Mengikut Kristus

                    Efe 5: 21-6: 9 Hidup dengan sesama

                    Efe 6: 10-24 Menghadapi musuh

Pesan

1. Warisan kekayaan untuk dinikmati.

o Tiga Pribadi Keallahan yang berperan dalam penyelamatan kita:

- Allah Bapa. Efe 1: 4-6

- Allah Putra. Efe 1: 7-12

- Allah Roh Kudus. 1:13, 14

o Perhatikan permohonan doa Paulus bagi orang-orang Efesus

- untuk penerangan kita sampai sejauh apa pun. Efe 1: 17-19

- untuk kuasa bahaya sampai sampai besar keagungan Allah. Efe 1: 19-21


2. Kasih karunia dan damai sejahtera untuk melayani.

o Dari keadaan apa kita diselamatkan. Efe 2: 1-3, 11, 12

o Oleh siapa kita diselamatkan. Efe 2: 4-9, 13-18

o Untuk apa kita diselamatkan. 2:10, 19-22


3. Sumber-sumber rohani untuk dijajaki.

o Kekayaan yang tidak dapat dicari. Efe 3: 8-13

o Kekuatan Ilahi. Efe 3: 14-21

4. Persatuan rohani yang harus dipelihara.

o Sikap yang benar itu penting. Efe 4: 1-3

o Dasar yang sama itu penting. Efe 4: 4-6

o Persatuan dalam kelompok harus berada. 4:11

o Kedewasaan Kristen diharapkan. 4:13


5. Hubungan harmonis yang harus diusahakan.

o Terang sebagai ganti kegelapan. Efe 5: 3-6

o Hikmat sebagai ganti kebodohan. Efe 5: 15-17

o Kerohanian sebagai ganti hawa nafsu.Efe 5: 18-20

o Kepatuhan sebagai ganti pengiriman.Efe 5: 21-33


6. Senjata rohani untuk dipakai.

o Musuh yang kita hadapi. Efe 6: 10-12

o Perlengkapan senjata yang kita punyai.Efe 6: 13-20

Penerapan

Efesus mengajar kita tentang:

1. Betapa murah hati Allah

o dalam memberi kita seorang Penyelamat

o dalam mengirim kepada kita Roh Kudus

o dalam memberi jaminan kepada kita rumah surgawi

2. Betapa besar hak kita

untuk menjadi anggota keluarga Allah untuk mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah

3. Betapa kita perlu tenggang rasa

o dalam sikap kita terhadap orang lain

o dalam hubungan kita dengan orang lain

4. Betapa praktisnya kekristenan dalam hal

o perkawinan

o ditempatkan sebagai orang-tua

o pekerjaan

5. Betapa nyatanya setan dalam

o pengaruhnya

o kegiatannya

6. Bagaimana kita perlu bersiap-siap

o dengan perlengkapan senjata Allah

o dengan doa

Tema-tema Kunci

1. Kasih karunia.

Kasih karunia merupakan kata kunci dalam Alkitab, karena hal itu sifat Allah yang mendukung adanya keselamatan bagi kita. Oleh karena dosa manusia, jika tidak ada kasih karunia, tidak akan ada pengharapan. Kasih karunia berarti hadiah yang diberikan cuma-cuma. Respons manusia terhadap kasih karunia iman, tetapi ini pun yang diberikan oleh Allah kepada kita. Lihatlah khususnya Efe 2: 1-10. Perhatikan bahwa kasih karunia selalu dipertentangkan dengan hukum Taurat (Rom 6:14). Pembenaran dimungkinkan oleh dua alasan, yaitu kasih karunia Allah (Rom 3:24) dan kematian Kristus (Rom 5: 9).

2. Keesaan.

Paulus telah menjelaskan bahwa umat Allah di bawah perjanjian baru mengikutsertakan baik Yahudi maupun bukan Yahudi, dan sekarang ia menekankan perlunya kita keesaan sejati. Sebagai Kristen kita tidak dapat menciptakan keesaan oleh karena hal ini adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi kita bekerja untuk memeliharanya. Kesatuan yang kita punyai kecocokan sama dengan keseragaman. Ada keanekaragaman di antara umat Allah, tetapi hanya ada satu dasar kesatuan. Lihat juga pada perikop lain yang terbaik yang menekankan kesatuan - Yohanes pasal 17.

3. Hubungan.

Kita tidak hidup di dalam suatu ruangan hampa, tetapi di dalam serentetan hubungan - di dalam rumah, dalam pekerjaan, di dalam gereja dan di dalam masyarakat pada umumnya. Iman Kristen kita terutama bergantung pada hubungan-hubungan tersebut. Kita sering menemukan bahwa pada suatu saat, standar kehidupan ajaran Alkitab bertentangan dengan standar kehidupan yang sementara ini diterima dalam masyarakat. Dalam kasus seperti itu kita harus lebih menaati Allah memberikan penilaian. Bandingkan perikop dalam Efesus tentang masalah ini dengan ayat-ayat yang serupa dalam Kolose. Juga bagaimana dalam memilih pemimpin Kristen, masalah hubungan kekeluargaan sangat mendapat perhatian (1Tim 3: 1-5; Tit 1: 6-8).

4. Konflik.

Paulus menyebut seorang Kristen sebagai prajurit (2 Tim. 2: 3, 4). Baginya selalu berlangsung peperangan, dan Kristen benar-benar terlibat di dalamnya. Alkitab tidak pernah meragukan keberadaan setan. Setan begitu nyata dalam pengalaman Tuhan Yesus, dan nyata juga bagi para murid.Dalam Efesus Paulus mengingatkan kita tentang kecerdikan musuh itu.Kita tidak dapat menghadapinya tanpa senjata atau tanpa perlindungan. Carilah hal-hal yang berhubungan dengan Iblis yang ditunjukkan oleh Kristus - Matius 4: 1-11; 12:24; 13:39; 25:41; Lukas 8:12; 10:18; Yohanes 8:44.


BAB III

KESIMPULAN


Menurut hasil dari pembahasan saya diatas mengenai garis besar dari isi kitab Efesus dan melalui Kitab Efesus, jelaslah kita lihat bahwa orang-orang percaya adalah Gereja yang disebut juga Tubuh Kristus. Dan melalui Kitab ini juga tentang cara-cara kehidupan Gereja itu.

Posting Komentar untuk "SURAT EFESUS"