Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

menangis-pantun

 




Menangis


Jangan menulis di atas kaca

Menulislah di atas meja

Jangan menangis karena cinta

Menangislah karena dosa


Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol.

Beli kentang dibuat rujak
biar mantap ditambah sambal
tidur terlentang tiada nyenyak
tidur tengkurap ada yang mengganjal.

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menggosok gigi
kalau anda di warung padang
Bolehkah kita ditraktir lagi.

Hari minggu sudahlah siang
Setelah siang menuju petang
Ditunggu tunggu nggak jua datang
Sekali datang kok nagih utang.

Satu titik dua koma
Anak monyet pakai gincu
Lihat anak kelas lima
Suka ngebanyol dan melucu.

Kera bermain lempar gelas
Kancil membuat tali anyaman
Ayo teman kita bersihkan kelas
Agar belajar makin nyaman.

Kertas putih untuk ditulis
Benang putih dibuat katun
Jika orang suka menulis
Sampai tua tak akan pikun.

Kue rangin rasanya manis
Kue tart bukanlah lapis
malam dingin hujan gerimis
Sebentar bentar kebelet pipis.

Kain beludru untuk bahan
Dibuat baju sangat mewahnya
Pantun jenaka tentang kebersihan
Agar bercanda ada manfaatnya.

Hendak mengisi biodata
Pena hilang entah kemana
Hai teman yang duduk disana
Jangan pada melamun saja.

Jangan suka cemberut
Jangan suka kuatir
Itu suara kentut
Bukan suara petir.

Pohon manggis di tepi rawa
tempat orang mengadu banteng
Nenek menangis sambil tertawa
melihat kakek bermain kelereng.


Sungguh sedap makan ketupat
Kiriman dari kakak ipar
Kami anak kelas empat
Rajin belajar dan pintar-pintar.

Ada banyak undur undur
Carinya muter muter
Ada anak suka tidur
Tidurnya sambil ngiler.

Katak jantan berkaca
Si betina merasa malu
Anak yang malas membaca
Pasti dimarahi ibu.

Pintu hancur dinding belah
Bola satu jatuh ke kolam
Terburu-buru ke sekolah
Lupa hanya pakai celana dalam.

Pahlawan perang lawan Belanda,
Kakek santai baca koran.
Memang dia rada-rada,
Kepala botak sukanya sisiran.

Duduk santai membaca koran
Membacanya sambil makan petisan
Seenak-enaknya makan di restoran
Lebih enak makan gratisan.

Mertua sayang menantu
Senangnya bukan kepalang
Seseram - seramnya hantu
Lebih serem kecoa terbang.

Pergi sekolah minta diantar
Hati-hati jalan licin
Bagaimana mau pintar
Makan aja di kasih micin.

Jalan-jalan ke Surabaya
jangan lupa oleh-olehnya
Bila wajah kita ceria
hidup ini pun terasa bahagia.

Hujan-hujan beli kojek
masa bebek dalam kuali
Hidung pesek jangan diejek
yang pesek manis sekali.

Kalau suka arang gosong
mari tanam kacang polong
Kalau kamu suka berbohong
nanti celananya bolong-bolong.


Posting Komentar untuk "menangis-pantun"