Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

REFLEKSI TEOLOGIS SURAT GALATIA

                                                                          



                                                                            BAB III

REFLEKSI TEOLOGIS

Saling membantu dan bertolong-tolongan merupakan pola hidup anak-anak Tuhan yang memiliki nilai-nilai kasih dan kepedulian terhadap “beban atau persoalan saudara seiman”. Hukum kasih Kristus merupakan pola hidup anak-anak Allah dalam kerajaan-Nya di dunia. Ini berarti, ketika kita melihat saudara seiman jatuh di dalam dosa atau berbeban berat, hal ini tidak serta merta membuat kita mengucilkan atau memusuhinya, tanpa adanya kepedulian dan kasih terhadapnya. 

Sebaliknya, kejatuhannya adalah kesedihan dan beban kita untuk memperhatikan dan menolongnya, sehingga ia memperoleh pemulihan dan pertumbuhan rohani yang baik seperti semula. Tindakan menolong sudara seiman tersebut tentu saja tidak diikuti dengan motif mencari keuntungan atau pujian bagi diri sendiri, tetapi karena status dan fungsional orang percaya sebagai anggota tubuh Kristus yang mengaktualisasikan hukum Kristus. Sikap ini mencerminkan keunikan orang Kristen yang telah hidup baru dalam Kristus.

Orang Kristen yang telah bertumbuh dalam kasih Kristus harus memiliki cara berpikir “kasih di dalam kebenaran” dan “kebenaran di dalam kasih,” sehingga seseorang yang menasihati atau menolong orang lain akan berusaha menolong dan mengingatkan tanpa melupakan kasih, dan memberikan kasih tanpa menghilangkan keharusan untuk mengingatkan kesalahan. 

Demikian pula hal ini mengingatkan kepada kita bahwa, ketika kita menasihati atau menolong orang lain, sebenarnya kita sedang menasihati dan menolong diri sendiri; sebab dengan menasihati atau menolong orang lain, kita menyadari bahwa kita juga membutuhkan nasihat dan pertolongan dari pihak lain. Dengan sikap demikian, kita tidak akan pernah membanggakan diri karena kelemahan orang lain, sebaliknya kita akan hidup saling tolong menolong dalam menanggung beban kita.

 


Posting Komentar untuk "REFLEKSI TEOLOGIS SURAT GALATIA"