Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

KASIH ALLAH, ANAK-NYA YANG TUNGGAL, PERCAYA, TIDAK BINASA, HIDUP YANG KEKAL

 





KASIH ALLAH, ANAK-NYA YANG TUNGGAL,

PERCAYA, TIDAK BINASA, HIDUP YANG KEKAL.

Pendahuluan:


Yohanes 3: 16 adalah satu dari ayat-ayat yang paling banyak dikutip dari Alkitab, dan merupakan ayat yang paling popular. “The greatest verse in the bible”. Martin Luther menyebutnya “Miniature of Gospel” atau Injil dalam bentuk mini. “Gospel in a nutshell”.

 

Dalam teks Yunani ayat ini terdiri dari 25 kata,begitu ringkasnya namun merangkum intisari Injil, doktrin sentral Kristen.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”

Seorang pengkotbah menyebutkan Yoh 3: 16 seperti sebuah surat cinta dari Allah yang tertulis dengan darah yang dialamatkan kepada seluruh manusia. Jika ada ayat Alkitab yang setan ingin hapus dari Alkitab adalah ayat ini. Jika ada ayat yg membuat neraka gemetar adalah ayat ini. Jika ada ayat yang telah menerangi jalan ke surga adalah ayat ini. Jika ada ayat yang paling banyak diperdebatkan antara golongan Calvinis dengan Armenian adalah ayat ini, Siapakah yang dimaksud dengan kata “dunia ini?, dan ” setiap orang yang percaya” ? Ayat ini hal”kasih Allah yang memilih” atau” hal kasih Allah yang menawarkan” ? Yesus mati untuk hanya orang yang terpilih atau semua orang ? Maksud kata “dunia” (kosmos) apakah dunianya orang percaya saja atau dunia dalam arti semua orang berdosa di dunia ini? Satu hal yang penting yang saya mau tekankan adalah biarkanlah Yoh 3: 16 ini dipahami sebagaimana adanya, dengan eksegese yang obyektif prinsip-prinsip hermeneutic yang benar tanpa kecenderungan untuk memasukkan presuposi-presuposi doctrinal teologis yang sudah ada dalam pikiran penafsir (eisegese).


Bagaimana latar belakang munculnya ayat 16 ini? Ayat ini termasuk dalam Yoh 3 yang mencatat percakapan Yesus dengan Nikodemus di Yerusalem. Nikodemus, seorang Farisi, seorang pemimnpin agama Yahudi datang kepada Yesus pada malam hari, dan memanggil Yesus Rabi. Mukjizat-mukjizat yang Yesus lakukan telah meyakinkan Nikodemus bahwa Yesus diutus Allah, sebagai jawaban Yesus berkata, ‘Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah’ ( 3,5,7). Kemudian sampai pada ayat 16 Yesus menyimpulkan pengajaran-Nya kepada Nikodemus yaitu: Hanya percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju hidup yg kekal.


Melihat konteks dekat ay. 16 ini yaitu ayat 8 : “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Kaitannya dengan ay. 16 adalah Roh Kudus itu bebas, berdaulat untuk melahirkan kembali , tidak bisa diatur, Angin bertiup kemana Ia mau…Anda bisa lahir baru, memiliki hati dan roh yang baru, beriman kepada Yesus adalah karya Roh Kudus yang berdaulat . Kaitan antara Yoh 3 ay. 8 dan ay. 16 bisa disimpulkan yaitu ay.8 berbicara kedaulatan Roh Kudus dalam mengubah kodrat manusia berdosa yang mati secara rohani dan ayat 16 adalah respon, efek, akibat, dari orang yang mendengarkan Injil (“engkau mendengar bunyinya”) yaitu menjadi percaya kepada Anak Tunggal Allah, Yesus Kristus.

 

Jadi jelas kalau kita membaca dan memahami sungguh-sungguh kontek jauh dalam Yoh 1: 12-13: 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Bahwa manusia yang telah jatuh dalam dosa, buta, memilki kodrat dosa (sinful nature) , hati yang berontak tidaklah mungkin menyelamatkan dirinya sendiri dari belenggu dosa. 


Jika anda bisa percaya, diselamatkan, Allah yang melakukannya. Maksud saya adalah hal percaya dalam ay. 16 adalah percaya yang timbul karena pengalaman supranatural kelahiran kembali yang merupakan karya Roh Kudus. Setiap orang yang percaya. Siapapun, suku apapun, sejahat apapun, tidak ada diskriminasi moral, ras, sosial disini, Roh Kudus sanggup ubahkan. Kedaulatan Allah dalam melahirkan kembali digambarkan seperti angin yang bertiup kemana Ia mau. Jadi ketika Injil diberitakan (“engkau mendengar bunyinya”), Firman Tuhan disampaikan, Roh Kudus sedang bekerja, jangan keraskan hatimu. Dia mau menyelamatkanmu.


Mari kita lihat ay. 14-15, Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Mengapa Musa meninggikan ular di padang gurun? Apa hubungannya dengan Yesus, Anak manusia harus ditinggikan?
Ini adalah suatu peristiwa sejarah dalam Bilangan 21:9 ketika bangsa Israel yang dipimpin Musa berjalan di padang gurun bosan dengan roti manna bersungut-sungut kepada Allah dan Musa. Tuhan menghukum bangsa Israel dengan mengirim ular-ular tedung, banyak orang Israel yang mati digigit. Bangsa Israel minta ampun kepada Musa dan Musa berdoa kepada Allah.

 

Allah memerintahkan Musa untuk membuat ular tembaga, dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada Ular tembaga itu, ia tetap hidup. Maksudnya sebagaimana Allah menjanjikan pembebasan dari kematian oleh gigitan ular kepada mereka (bangsa Israel) yang percaya Firman Allah dan memandang kepada ular tembaga itu, demikian pula mereka ( orang-orang saat Yesus dan sekarang) percaya kepada Firman Allah ( Injil tentang Kristus) dan percaya kepada Yesus dan Kristus akan diselamatkan dari gigitan ular jahat Injil. Mau selamat? Lihat Yesus! Pandang Yesus yang disalibkan untuk menebus dosamu! ( Maksud Anak Manusia harus ditinggikan menunjuk kepada penyaliban Yesus dikayu salib, ini adalah penasiran mayoritas para komentator


Kembali ke ayat 16 : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”


Mari kita akan belajar 8 kata yang penting dari 30 kata yang terdapat dalam ayat ini:

 

1. Allah ( God, Theo, Elohim)

 

Subject yang pertama dari ayat ini adalah Allah. God. Theo. Elohim. Rancangan keselamatan bagi dunia ini bersumber dari Allah, bukan karangan murid-murid Yesus, para rasul, bapa-bapa gereja, tapi karena Allah, dari Allah. Dari Allah saja rancangan keselamatan bagi manusia yang berdosa agar diselamatkan tidak binasa. Dunia mulai dengan Allah. Dunia bergantung kepada Allah. Anda memilki hati nurani, moral, kepekaan dengan hal-hal rohani, kemampuan untuk mencintai, berbicara, dll.

 

Semua kapasitas itu karena anda diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Apakah arti hidupmu? Arti hidupmu adalah mengenal Allah dan memuliakan Allah. Berapapun harta yang anda miliki kalau anda gagal untuk mengenal Allah, hidupmu tidak ada artinya sama sekali dimata Allah. Karena kejatuhan manusia dalam dosa manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3: 23; 6:23) Gambar dan rupa Allah telah rusak. Kita berada dibawah murka Allah. Manusia memiliki kodrat dosa yang lebih suka menghina Allah daripada memuliakan Allah, pencipta-Nya.

 

Karena itulah kita semua membutuhkan Yoh 3: 16 ini. Ayat ini menunjukkan cara Allah bertindak menyelamatkan kita dari kebinasaan akibat dosa. Ayat ini juga menun jukan intesitas kasih Allah kepada manusia. Dalam terjemahan bahasa Inggris, For God so loved the world , dan terjemahan dari teks Yunani tidak ada kata “besar” seperti dalam terjemahan bahasa Indonesia. Hal ini karena kata “besar” ini maksud yang tersirat dari gabungan kata Outos (for) dan oste (that) untuk menekankan kata kasih Allah. Beberapa komentator lebih menafsirkan kata Outos sebagai metode atau cara Allah mengasihi yaitu dengan cara memberikan Anak-Nya Tunggal. Saya kira dalam ayat 16 ini kita bisa melihat tidak hanya cara Allah mengasihi dunia tapi juga besarnya kasih Allah. Jadi dua penafisran ini saling melengkapi.

 

2. KASIH (LOVE, HEGAPESEN).

 

Begitu besar kasih Allah (Dalam teks Yunani kata kasih adalah kata kerja, HEGAPESEN, bukan kata benda seperti dalam teks TB). Kata kasih disini merupakan kata yang yang dipakai untuk kasih Allah kepada manusia. Allah adalah kasih. Kasih yang tidak bersyarat, yang walaupun, yang tidak terbatas. Kata agape dipakai untuk kasih kepada musuh. Akibat dosa, manusia yang adalah ciptaan Allah menjadi musuh Allah, manusia layak untuk mendapat hukuman Allah murka Allah. Tapi karena kasih-Nya, Allah berinisiatif memperdamaikan diri-Nya dengan kita, manusia berdosa, dengan mengutus anak-Nya yang tunggal. Tidak salah pesan-pesan natal banyak yang mengutip Luk 2: 11 “ Kemuliaan bagi Allah ditempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera dibumi, diantara manusia yang berkenan kepada-Nya. Allah yang berinisiatif dalam rekonsiliasi dengan manusia yang telah berontak kepada Allah. Allah lebih dahulu mengasihi kita.

 

3. Dunia ini (the world, kosmos).

 

Dunia ini bukanlah bumi, planet, atau alam semesta tapi seluruh manusia ciptaan yang telah jatuh dalam dosa . “The race that had rebelled and that deserved to die” (ISBN Ensiklopedia). Kata kosmos disini memiliki arti semua manusia yang telah jatuh dalam dosa di dunia ini, bukan “dunianya orang-orang yang percaya”, atau eksklusif orang-orang pilihan. Berapa banyak penduduk dunia saat ini? Sekitar 6 miliar. Ada sekitar hampir 2 miliar orang Kristen, digabungkan dengan Katolik dan Prostestan. Berapakah persenkah orang-orang yang benar-benar terpilih, mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus, mengalami percaya yang mengubah hidup, pertobatan dan iman yang sejati.?

 

4. Mengaruniakan. Ia telah mengaruniakan, memberikan.

 

Allah mengutusAnak-Nya ke bumi untuk misi mati.disalibkan. Yesus taat sampai mati di kayu salib. Adakah seorang ayah yang membiarkan anaknya disiksa, dibunuh orang-orang jahat, didepan matanya, padahal sang ayah mampu untuk mencegahnya tetapi tetap diam saja? Begitulah besarnya kasih Bapa yang rela membiarkan orang- orang jahat menyiksa Yesus sampai mati supaya orang-orang berdosa itu memperoleh hidup yang kekal. Murka Allah kepada orang-orang berdosa ditimpakan kepada Anak-Nya yang dikasihi-Nya justru supaya orang-orang berdosa itu memperoleh hidup yang kekal. Itulah makna kata mengaruniakan sama dengan penderitaan Bapa, pengorbanan Bapa yang besar.

 

5. Anak-Nya yang tunggal.

 

Ada orang yang tersandung dengan istilah Anak ini. Apakah Allah beranak? Apa maksud kata “Anak-Nya yang Tunggal”? Allah tidak melakukan hubungan seksual kepada Maria untuk mendapatkan Yesus sebagai anak. Yesus sebagai Anak Allah bukanlah hasil dari hubungan biologis. Yesus Anak Allah memiliki esensi yang sama dengan Allah. Baca Yoh 1: 1 dan 14. Yesus Anak Allah , Anak itu selalu ada, kekal, tidak diciptakan, tidak berawal, sudah ada sebelum dunia ini ada. 

Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan ghambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan ( Ibrani 1: 35). Yesus adalah inkarnasi Allah, seratus persen Allah, seratus persen manusia. Yesus sepenuhnya Allah, sepenuhnya manusia. Yesus sebagai manusia tidak ada dosa dalam diri-Nya. Yang tunggal (monogene) artinya Yesus sebagai Anak Allah adalah unik, satu-satunya, tidak ada duanya yang sama. Anak Allah itu memilki atribut yang sama dengan Allah yaitu kudus, tanpa dosa, kekal. Inilah misteri Inkarnasi yang agung.

 

6. Percaya ( believe, pisteon).

 

Begitu banyak orang Kristen yang mengaku percaya kepada Kristus, tapi hidup tanpa hubungan yang hidup dengan Kristus, begitu banyak orang yang mengaku dan mengklaim beriman kepada Kristus, tapi tidak menunjukkan buah atau bukti dari imannya. Mengaku percaya siapapun bisa, tapi membuktikan apakah percayanya atau imannya itu menyelamatkan tidak semua bisa atau mau. Setiap orang yang percaya bukan berarti setiap orang bisa percaya, setiap orang percaya bukan berarti setiap orang percayanya itu percaya yang sejati. Yakobus berkata ada iman yang hidup dan iman yang mati (Ibrani 2: 14-26).


Percaya adalah kata kerja aktif bukan pasif, yang terus menerus percaya bukan percaya satu sekali dan selesai (ongoing believing). Bob Utley komentar: Believing is an ongoing condition of the heart and mind, not a one-time act . Biblical faith is in both a person and a message! It is evidenced by obedience, love, and perseverance. Tidak hanya percaya kepada Firman Tuhan tapi juga Pribadi Tuhan. 

Percaya itu disertai ketataatan, kasih, dan ketekunan. Diawali dengan percaya dan diakhiri dengan percaya. Yang diselamatkan adalah yang terus menerus percaya bukan sekali percaya waktu dibaptis, kemudian tidak pernah beribadah lagi atau malas ibadah apalagi pelayanan. Yang diselamatkan adalah dalam percayanya kepada Yesus melalui hidupnya dibuktikan adanya ketaatan, kasih, ketekunan. 

Kecuali untuk penjahat disebelah salib Tuhan Yesus. Ujilah dirimu sendiri apakah Kristus hidup didalam hatimu, ujilah dirimu sendiri apakah imanmu kepada Yesus adalah iman yang menyelamatkan? Ujilah dirimu apakah imanmu itu iman plastik atau iman emas asli ? Bisakah hidupmu menunjukkan buah-buah iman yg sejati? Bisakah hidupmu membuktilkan engkau memiliki iman yang menyelamatkan? ( 1 Yoh 2:3-6; 1 Yoh 3:3).

 

7. Binasa (perish, apoletai).

 

Binasa berarti dihukum (ay.18). Lihat Yoh 3: 36. Bagi yang tidak percaya murka Allah tetap ada. Manusia walau sudah mati tetap ada, bukan sekedar mati jadi abu walaupun dibakar, atau jadi nihil, hilang. Pohon dibakar mati tak ada pertanggungjawaban. Anjing dipotong mati lenyap begitu saja. Berbeda dengan manusia kalau mati. Jiwa dan rohnya tetap ada dan harus mempertanggungjawabkan dirinya kepada Allah. Dimanakah engkau menghabiskan kekekalan? Di surga bersama Allah atau di neraka dengan api yang bernyala-nyala?

 

8. Hdup yang kekal ( everlasting life, zoen aionion).

 

Kata hidup (zoe) untuk konteks ayat ini dalam arti hidup yang kita miliki ketika kita dilahirkan kembali, kita memilki kehidupan rohani. Roh Kudus lah yang member hidup ( Yoh 6:63). Ini adalah hidup yang bisa melihat dan menikmati Allah. Inilah kaitannya ay. 8 dengan ay. 16, Karya Roh Kudus yang memberikan kelahiran baru, menerangi mata rohani kita yang buta sehingga kita bisa melihat atau percaya kepada Yesus. Roh Kudus menyatukan kita kepada Kristus yang adalah hidup. Lahir baru, percaya, dipersatukan dengan Anak Allah, mempunyai hidup. Hidup ini adalah hidupnya Yesus, Anak Allah, maka akan kekal selama-lamanya.

 

Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada Aku ia akan hidup walupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup yang percaya kepada-Ku Ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yoh 11: 25).

“KASIH KARUNIA ALLAH ADALAH HIDUP YANG KEKAL DALAM KRISTUS YESUS BAGI SETIAP ORANG YANG PERCAYA”


Kasih Allah dalam perspektif Yohanes 3:16 

– Alkitab menegaskan bahwa salah satu karakter Allah yang paling luhur ialah kasih. Dalam suratnya, Yohanes menegaskan tentang karakter Allah adalah kasih demikian: Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” – 1 Yohanes 4:7-10

Penulis surat Yohanes ini mengundang kita untuk saling mengasihi sebagai representasi dari karakter Allah yaitu kasih. Kasih Allahlah yang menjadi dinamika dan motivasi utama bagi kita di dalam mempraktekkan kasih satu terhadap yang lain sebagai tubuh Kristus. Karena setiap kita yang mengasihi menandakan bahwa kita lahir dari Allah dan mengenal Allah.

 

Salah satu fakta penting tentang Allah yang adalah kasih ialah dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini. Penulis Injil Yohanes menulis demikian: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” – Yohanes 3:16-17.


1. Ukuran kasih Allah.

Berdasarkan Yohanes 3:16 di atas, ukuran kasih Allah itu tidak terhingga “begitu besar kasih Allah”. Artinya kasih Allah itu sempurna, melampaui ruang, waktu dan tempat. Bahkan melampaui kegagalan manusia menaati perintah-perintah-Nya. 

Ukuran manusia relatif, tapi ukuran Allah adalah mutlak; dan standar itulah seharusnya menjadi acuan bagi setiap orang percaya untuk mengasihi orang lain. Kita tidak bisa memakai ukuran kasih kita untuk mengenakan hal itu kepada sesama kita. 

Mengapa demikian? Karena kasih kita itu tidak sempurna, terbatas dalam ruang, waktu dan tempat, sehingga tidak bisa dijadikan landasan untuk mengukur kedalaman kasih kita kepada orang lain. Hanya kasih Allah sajalah yang bisa menjadi nilai terbesar yang mendorong kita untuk mengasihi karena hanya Allah yang sanggup mengasihi dengan kasih yang sempurna melampaui dosa dan kejahatan kita.

 
2. Sasaran kasih Allah.

Allah tidak mengasihi dalam ruang hampa, kosong dan nihil. Allah punya sasaran atau obyek untuk Dia menaruh kasih-Nya yang sempurna itu. Sasaran kasih Allah ialah dunia. Ditegaskan demikian: “Karena begitu besar kasih akan dunia ini”. Kata “dunia” yang digunakan dalam Yohanes 3:16 menunjuk kepada jagad raya ciptaan Allah dan juga kepada manusia berdosa.

 

Ketika Alkitab berbicara tentang dunia, Alkitab sedang menunjuk pada kondisi yang tidak sesuai kehendak Allah/menyimpang (hamartia). Dunia yang telah jatuh dalam dosa. Mansuai yang hati cenderung melakukan yang jahat. Dalam tulisan Musa dikatakan demikian: Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya” – Kejadian 6:5-6.

 

Dalm situasi dan kondisi manusia yang telah jatuh dalam dosa dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan, Allah menaruh kasih kepada manusia berdosa yang sebenarnya tidak layak dikasihi. Pantasnya ialah manusia itu dihukum. Kendati demikian, Allah yang adalah kasih tetap menjadikan manusia sasaran kasih-Nya atau penerima kasih Allah.


3. Bukti kasih Allah.

Allah tidak hanya berteori tentang Dia mengasihi manusia. Allah membuktikan kasih-Nya dengan hadirnya Yesus ke dalam dunia ini. Inkarnasi Yesus menjadi manusia merupakan klimaks kasih Allah kepada manusia. Penulis Injil Yohanes menulias demikian: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” – Yohanes 1:14.

 

AnakNya yang tunggal diberikan. AnakNya yang tunggal memakai kata "monogenes", artinya, satu-satunya dari jenisnya, satu-satunya keturunan. Yesus adalah pribadi yang unik, tidak ada yang serupa dengan Dia.

 

Rasul Paulus dalam suratnya kepada orang Kristen yang ada di kota Roma, menulis demikian: Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” – Roma 5:8. Kasih Allah kepada kita merupakan sebuah pengorbanan yang sangat mahal karena dosa menuntut harga yang sangat mahal juga. Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa merupakan bukti dari kesempurnaan kasih Allah kepada kita. Itulah kasih dalam pengorbanan.


4. Tanggapan atas kasih Allah.

 Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengalami kasih Allah. Satu-satunya ialah dengan percaya dan menerima serta mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Penulis Injil Yohanes menegaskan itu demikian: setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Hidup kekal bisa diperoleh hanya dengan percaya kepada Yesus satu-satunya Tuhan dan Juruselamat.

 

Dokter Lukas menulis demikian: Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga  selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” – Kisah Para Rasul 4:12. Tidak ada keselamatan di luar Yesus. Jadi, keselamatan dan hidup kekal hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

 

Kasih Allah diberikan bukan berdasarkan kelayakan, tetapi berdasarkan anugerah yang disambut dengan iman. Dan setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya menjadi anak-anak Allah. Penulis Injil Yohanes menulis demikian: Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” – Yohanes 1:12-13. Hasil kasih Allah ialah hidup yang kekal. Hidup dalam perspektif Alkitab adalah adanya persekutuan antara manusia dengan Allah. 

 

Hidup yang diperdamaikan dengan Allah. Rasul Paulus menulis dalam suratnya kepada orang Kristen di kota Roma demikian: “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah,Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan  dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu” 

(– Roma 5:1-11-)

 

 


Posting Komentar untuk "KASIH ALLAH, ANAK-NYA YANG TUNGGAL, PERCAYA, TIDAK BINASA, HIDUP YANG KEKAL"