Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Seri KITAB 1 SAMUEL






                                                     Seri KITAB 1 SAMUEL-saat teduh

1 Samuel 1:26-28 (TB)  lalu kata perempuan itu: "Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.  Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.

 

Saya belajar dari sosok seorang perempuan yg bernama Hana melalui cerita atau kisah di kitab 1 Samuel ini, saat ia berdoa untuk meminta seorang anak, dan ia berjanji kalau Tuhan mengabulkan permohonan dan permintaannya, maka anak itu akan diserahkan untuk Allah dan diinginkan untuk menjadi pelayan Tuhan di bait Allah, itulah kisah lahirnya Nabi Samuel kecil, saya memetik pelajaran berharga dari sosok Hana yg setia dan tidak ingkar terhadap janji, namun ia menepatinya.

 

1 Samuel 2:35 (TB)  Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi.

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya Pemuridan begitu penting, terlihat dari kisah Imam Eli sebagai sosok ayah yg gagal memuridkan anak2nya, Mereka berlaku dursila dan tidak sesuai dengan ketentuan Allah. Sehingga Allah menjadi murka, dan mengalihkan perhatian-Nya dari keluarga Eli dan akan berjanji mengangkat seorang Imam bagi-Nya yaitu Samuel yg di katakan pada bagian ini "yang berlalu sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku" kata Allah.

Kegagalan Imam Eli menjadi seorang ayah yg tidak memuridkan, adalah tanda awas bagi saya ke depannya. Bahwa Pemuridan dari lingkar dalam yaitu keluarga Inti begitu penting, baru saya memuridkan ke luar.

 

1 Samuel 3:9-10 (TB)  Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya, melewati cerita Samuel kecil yg tinggal di rumah Allah, tiga kali Tuhan berbicara kepada dia, bahkan untuk yg ke empat kali dan baru dia paham serta berkata "berbicaralah sebab hamba-Mu ini mendengar"

Mendengar itu sesuatu yang sangat penting, supaya saya paham pesan apa yg disampaikan, seperti cerita Samuel ini, dalam Pemuridan mendengar itu sesuatu yg sangat penting, baik mendengar nasihat, mendengar org lain menyampaikan saran, masukan, terlebih mendengar dan peka akan suara Tuhan yg menuntun kehidupan, seperti  cerita ini.

 

1 Samuel 5:11-12 (TB)  Sebab itu mereka memanggil berkumpul semua raja kota orang Filistin itu dan berkata: "Antarkanlah tabut Allah Israel itu; biarlah itu kembali ke tempatnya, supaya jangan dimatikannya kita dan bangsa kita." Sebab di seluruh kota itu ada kegemparan maut; tangan Allah menekan orang-orang di sana dengan sangat berat: orang-orang yang tidak mati, dihajar dengan borok-borok, sehingga teriakan kota itu naik ke langit.

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya lewat cerita tabut perjanjian dirampas dan direbut oleh orang filistin dari Israel, semua kota filistin dan sekitarnya kena malapetaka, borok dan penyakit lainnya.

Saya melihat pekerjaan tangan Allah menekan bangsa lain yg berusaha untuk melawan Dia, termasuk melanggar ketentuan dan kekudusan-Nya, saya juga belajar bahwa Allah yg di sembah oleh Israel adalah Allah yang berkuasa jauh melebihi allah lain, tidak ada yg mampu menandingi kekuatan dan kuasa Allah.

 

1 Samuel 7:12 (TB)  Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita."

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya melewati kisah orang Israel mengalahkan orang filistin, karena ada hubungan yg baik dg Allah sesuai dengan instruksi nabi Samuel, Israel memusnahkan segala berhala2 mereka, kemudian memohon ampun kepada Allah, dan mempersembahkan korban. Akhirnya dalam pertempuran Israel menang, satu kalimat yang saya ambil dari peristiwa ini yaitu "sampai di dini TUHAN menolong kita"" sampai di sini dan saat ini Tuhan menolong saya juga, seperti bangsa Israel.

Dia Allah yg sama dulu Sekarang dan selamanya tidak berubah.

 

1 Samuel 8:6-7 (TB)  Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

 

Hari ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya saat Israel menginginkan ada seorang raja yang nyata memerintah atas mereka, yang awalnya Allah sendiri memerintah dan raja atas mereka, kini Israel meminta raja, Tuhan berkata kepada nabi Samuel bukan kamu yg mereka tolak Tetapi Aku,

Peristiwa ini memberikan saya pelajaran bahwa, saat saya menolak Tuhan sebagai pengendali dan penguasa tunggal dalam kehidupan, maka saya akan hidup tanpa arah dan tujuan.

Penolakan terhadap Allah adalah suatu penghinaan nyata.

Saya bersyukur melalui cerita dan Firman Tuhan pagi ini, saya diingatkan kembali tentang sebuah penyerahan diri kepada Allah yg berkuasa, bukan saya yg berkuasa, namun Dia.

Keberserahan total saya adalah bukti kebergantungan saya kepada Allah.

Bukti saya lemah dan tidak berdaya tanpa Dia.

 

1 Samuel 9:21 (TB)  Tetapi jawab Saul: "Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?"

 

Hari ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya bahwa, seringkali saya seperti Saul saat Tuhan mau pakai dan memilih, Saul minder dan banyak alasan ingin mengelak pilihan Tuhan, namun Samuel yg Tuhan pakai untuk menyampaikan pesan kepada Saul bahwa Allah yg memilih Saul untuk menjadi raja atas Israel.

Akhirnya Saul siap untuk diurapi.

Pada bagian ini saya diingatkan kembali bahwa kalau Tuhan yg memilih dan berkehendak maka saya harus TAAT, tidak berusaha membuat alasan yang tidak perlu.

Tuhan butuh kesiapan hati saya, dan kesediaan untuk Dia pakai menjadi alat-Nya.

 

1 Samuel 12:24 (TB)

Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya bahwa Tuhan mau saya hidup setia dan takut akan Dia serta beribadah dengan segenap hati dan jiwa.

Khususnya dalam keadaan apapun di dunia ini, banyak tantangan, dan persoalan silih berganti. Namun satu hal yang saya pegang dan percaya bahwa tangan kuat Allah akan terus menopang serta memberikan kekuatan pada saya.

 

1 Samuel 13:11-12 (TB)  Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."

 

Pagi ini saya belajar dari kisah Saul yg mempersembahkan korban kepada Allah, karena situasi sulit dan terdesak, Saul melakukan yg bukan tugasnya, melakukan pekerjaan orang lain, mempersembahkan korban itu HAK Imam, selain imam tidak bisa mempersembahkan korban, karena Allah sudah menetapkan Imamlah yg berhak, Karena Imam sudah diberikan SOP yg jelas.

Saul melakukan kesalahan besar, dia memberontak terhadap Allah, tidak taat. itu sebabnya, kerajaannya akan berakhir, kakuasaannya akan dilengserkan.

 

Penerapan:

Saya tidak akan melakukan sesuatu yg bukan HAK saya.

Saya tidak akan melakukan sesuatu yg bukan bagian atau tugas saya.

 

1 Samuel 14:41 (TB)  Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput. 

 

Pagi ini saya belajar dari kisah Saul yg berseru kepada Allah namun tidak dijawab. Meskipun beberapa kali Saul bertanya dan memanggil Tuhan, meminta petunjuk-Nya, saya diajarkan kembali bahwa tidak selalu Tuhan menjawab semua apa yg saya tanyakan dan butuhkan, karena waktu saya dengan waktu Tuhan sungguh berbeda, itu sebabnya saya diajarkan juga untuk bersabar dan menanti janji Tuhan, karena waktu-Nya selalu yg terbaik.

Saya juga tidak memaksa kehendak bahwa harus ini itu, tetapi ketundukan total saya kepada Tuhan Sang pemilik kehidupan.

 

1 Samuel 15:23 (TB)  Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

 

Hari ini saya belajar dari kisah Saul yg ditolak oleh Allah sebagai raja karena kedegilan dan ketidaktaatan hatinya, Saul memberontak terhadap Allah, tidak mengindahkan peringatan dan perintah Allah, padahal Samuel sdh mengingatkan Saul, namun ia tetap bersikeras untuk tidak mendengarkan.

 

Penerapan:

Jangan sampai Tuhan benar2 marahh dan tidak perduli dengan saya, karena kedegilan hati dan ketidaktaatan saya, tetapi saya mau belajar untuk lebih peka akan suara Tuhan dan kehendak Dia.

 

1 Samuel 16:7 (TB)  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya lewat kisah Daud diurapi Menjadi raja atas Israel, Samuel selaku nabi melihat paras, dan perawakan dan penampilan postur tubuh yang besar tinggi dan semampai, namun Tuhan melihat jauh di kedalaman hati, paras elok dan hati hamba yg Tuhan cari.

Melalui kisah ini, saya belajar bahwa penampilan bukanlah tolak ukur atau faktor penentu seseorang dipakai Tuhan, namun hati yg terpaut kepada Allah, dan memiliki kehidupan yang berpusat kepada Tuhan saja, seperti Daud.

 

1 Samuel 17:45 (TB)  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya melewati kisah Daud yg mengalahkan Goliat, mengajarkan saya tentang arti sebuah keyakinan diri, dan kepercayaan serta kebergantungan total kepada Allah.

Daud datang dengan percaya diri berkata kepada Goliat, saya datang dengan nama Allah Israel yg kau tantang itu.

Terbukti Daud memenangkan pertandingan itu, meskipun dia dihina dan direndahkan oleh lawan namun Daud tetap berbesar hati dan tidak terpengaruh sama sekali, justru hinaan dan cemoohan itu membuat semangat jiwanya membara.

 

Penerapan

Saya tidak akan terpengaruh dengan lingkungan dan perkataan orang lain disekitar saya yg TIDAK baik, namun saya memilih untuk tetap pada pendirian.

 

1 Samuel 18:12, 14 (TB)  Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur. Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya bahwa keberhasilan, kesusksesan dan pencapaian seseorang ditentukan karena org tersebut dg Allah bukan karena kekuatan dirinya sendiri, demikian juga dg Daud, dia berhasil dalam Medan perang, mengalahkan berlaksa-laksa musuh dan berhasil kemanapun dia pergi karena Daud punya relasi yang baik dg Allah.

Saya juga rindu terus punya hubungan yg indah dg Allah setiap waktu.

 

1 Samuel 24:6 (TB)  (24-7) lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."

 

Sepanjang Samuel  pasal 19-24 ini cerita tentang Daud di kerjar oleh Saud dan Daud ingin dibunuh oleh Saul karena kebencian.

Tetapi menarik sekali ketika sampai di pasal 24 ayat 7 ada kesempatan sebenarnya untuk Daud membunuh Saul yg selama ini terlebih dahulu menginginkan kematiannya, tetapi karena Daud takut akan Allah, dia tidak melakukan hal itu. Daud membiarkan Saul tetap hidup, sehingga Saul sadar bahwa daud tidak bersalah, akhirnya Saul berubah dan berhenti mengejar2 Daud.

 

Penerapan

Saya belajar berbesar hati, tidak menyimpan kesalahan orang lain, meskipun orang itu jahat.

Dalam Matius Yesus mengajarkan tentang mengampuni dan mendoakan musuh2 yg jahat sekalipun.

 

1 Samuel 25:34, 36 (TB)  Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu — jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing."  Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah kata pun kepadanya, sampai fajar menyingsing.

Isteri atau wanita idaman, itulah julukan yg pantas untuk Abigail Istri Nabal. Yg bijak, baik serta berhikmat sehingga saat tau ada masalah dalam keluarga, dia yg menyelesaikan dg baik, dia tau kapan harus berbicara kepada suaminya untuk memberikan nasihat.

 

Penerapan

Saya belajar untuk berkhidmat untuk tau kapan harus berbicara kapan harus bertindak, kapan harus berdiam diri.

Posting Komentar untuk "Seri KITAB 1 SAMUEL"