Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Seri kitab IMAMAT






                                                        Seri kitab IMAMAT-saat teduh 

Imamat 1:17 (TB)  Dan ia harus mencabik burung itu pada pangkal sayapnya, tetapi tidak sampai terpisah; lalu imam harus membakarnya di atas mezbah, di atas kayu yang sedang terbakar; itulah korban bakaran, suatu korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN."

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya, betapa disiplin, ruet dan ketatnya sistem korban dalam perjanjian lama, saya belajar dari pasal pertama kitab imamat ini tentang Korban Bakaran, begitu detail yg Tuhan minta dan syarat2 yg perlu serta harus dipenuhi oleh umat, Allah mau bahkan menuntut semuanya perfek dan sempurna. Saya merenung ulang betapa repotnya saya seandainya saya hidup zaman PL, untuk masalah dosa saya harus mempersembahkan korban itupun bersifat MENUTUPI bukan MENGHAPUS makanya perlu dilakukan secara berulang kali. Tapi bersyukur saya hidup di zaman dan masa anugerah, Yesus Kristus Domba Allah KORBAN yg SEMPURNA sekali mengorbankan DIRI-NYA Untuk selamanya, kematian-Nya menghidupkan saya orang berdosa.

 

Imamat 4:35 (TB)  Tetapi segala lemak haruslah dipisahkannya, seperti juga lemak domba korban keselamatan dipisahkan, lalu imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah di atas segala korban api-apian TUHAN. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia menerima pengampunan.

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya, melalui tiga pasal ini

Pasal 2 tentang Korban sajian

Pasal 3 tentang Korban Keselamatan

Pasal 4 Korban penghapus dosa

Mata saya dibukakan untuk melihat betapa disiplin dan detailnya Allah dg sistem korban ini, semua harus sesuai dengan ketentuan, dan standar Allah, semua apa saja yg boleh, dan yg tdk boleh diambil, langkah dan cara sesuai dengan SOP-NYA Tuhan. Saya membayangkan bagaimana kalau hal ini sampai sekarang tetap dilakukan, dan dijalankan saya rasa akan kacau semua, tdk ada yg bisa memenuhi standar Allah itu, bersyukur berita baik dan bahagia untuk saya di hari ini, saya tidak perlu repot-repot untuk membawa korban2 ini, ke hadapan Allah, namun saya membawa seluruh kehidupan saya sebagai persembahan yg hidup dan yg berkenan kepada Allah. Semua karena Anugerah dalam Yesus Kristus melalui Pengorbanan-Nya, saya yg berdosa dilayakan untuk bersekutu langsung dg Dia tanpa perantara apapun.

 

Imamat 8:35-36 (TB)  Di depan pintu Kemah Pertemuan haruslah kamu tinggal siang malam tujuh hari lamanya, dan kamu harus lakukan kewajibanmu terhadap TUHAN dengan setia, supaya janganlah kamu mati, karena demikianlah diperintahkan kepadaku."  Maka Harun dan anak-anaknya melakukan segala firman yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa.

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya bahwa saya sebisa mungkin melakukan kewajiban saya untuk melayani Tuhan dengan setia, dan penuh tanggung jawab, karena itu yg sdh Tuhan percayakan  kepada saya, seperti Harun dan anak-anaknya, yg sdh ditugaskan untuk urusan peribadatan, dan mengurus hal2 yg berkaitan dengan persembahan dll, jadi sudah punya tugas masing-masing, tdk boleh melakukan sesuatu yg bukan Bagian saya. Saya harus fokus dg apa yg Tuhan telah percayakan untuk saya kerjakan. Sama seperti imam, sebagai perantara antara manusia dengan Allah, saya juga bagaimana nama Yesus bisa disampaikan kepada org lain, sampai kepada Pemuridan, dan mampu membawa jiwa2 ini mengenal Allah dg baik.

 

Imamat 16:34 (TBItulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka." Maka Harun melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Dari pasal 9-16 ini membahas tentang berbagai aturan, larangan, ketetapan dan kurban.

Saya belajar tentang sosok Musa yg Allah pakai untuk menyampaikan informasi kepada Harun dan umat Israel, banyak sekali yg harus Tuhan sampaikan, dan Musa dengan sabar dan penuh ketaatan melakukan tanpa mengurangi dan memotong apa yg sdh Menjadi ketetapan Allah, karena konsekuensinya adalah kematian apabila tidak sesuai dengan ketentuan dan standar yg Allah sudah tetapkan. Saya juga belajar taat dan mendengarkan tuntunan Tuhan dalam menjalani kehidupan khususnya ke depan ini, apa yg Tuhan mau saya kerjakan.

 

Imamat 19:1-2, 37 (TB)  TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus. Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN."

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya tentang peraturan, perintah dan ketetapan untuk dilakukan dan menjadi perhatian, dan dibagian ini saya belajar tentang kekudusan, Allah dg tegas berkata "Kuduslah kamu sebab Aku Kudus" penyataan sekaligus perintah untuk saya hidupi, saya juga diminta untuk berpegang pada peraturan dan ketetapan Allah serta melakukannya dg setia. Firman Allah begitu relevan, tidak hanya berbicara kepada Israel zaman dahulu namun berlaku juga untuk kehidupan saya di masa Anugerah ini.

 

Imamat 22:31-33 (TB)  Dengan demikian kamu harus berpegang pada perintah-Ku dan melakukannya; Akulah TUHAN. Janganlah melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus, supaya Aku dikuduskan di tengah-tengah orang Israel, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allahmu; Akulah TUHAN."

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya bahwa saya harus berpegang pada perintah-perintah-Nya serta melakukan, saya juga diminta untuk tidak melanggar kekudusan Allah dg hal2 yg tentunya tidak berkenan di hadapan-Nya, berlaku jahat, dan berobah yakni tidak setia, serta memilih dunia ini, Tuhan mau saya hidup terus memperkenankan hati-Nya, kalau bangsa Israel diberikan begitu banyak ketetapan dan peraturan yg harus mereka ikuti jalani, dan patuhi. tetapi saya bersyukur di zaman anugerah ini, semua tetek-bengek di dalam PL sudah dihilangkan, Yesus Sang Juruselamat datang sebagai korban yg sempurna, menyelesaikan segala bentuk aturan dan kebiasaan-kebiasaan di PL yg malah membuat umat menjadi tdk fokus pada Allah, Yesus menjembatani dan menyempurnakan semua yg Allah tetapkan di PL dg DIRI-NYA sebagai korban yg sempurna. Mati di kayu salib, untuk merekonsiliasi kembali hubungan yg tidak elok antara Allah dan manusia. PL dan tetek-bengek kehidupan mereka adalah gambaran hidup saya yg dulu tanpa Yesus, hidup di bawah kuasa dosa, namun Yesus datang menyelamatkan saya.

 

Imamat 26:3-4 (TB)  Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.

 

Pagi ini Tuhan berbicara kepada saya melalui Firman-Nya bahwa Penyertaan Tuhan itu BERSYARAT yaitu JIKA saya taat, menuruti perintah, melakukan ketetapan Allah, hidup setia serta berkenan kepada-Nya, MAKA berkat penyertaan Tuhan, kasih sayang dan perhatian limpah, serta tuntunan-Nya akan menjadi bagian dalam kehidupan saya.

Hal ini supaya saya tau bahwa Anugerah itu harus ada respons timbal balik dari saya, bukan pasif.

Sehingga saya menghargai kasih dan anugerah yang sudah digenapi dalam diri Tuhan Yesus Sang Juruselamat. 

Posting Komentar untuk "Seri kitab IMAMAT"