Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Seri KITAB NABI YESAYA Pasal 21-40

 






                                        Seri KITAB NABI YESAYA Pasal 21-40-saat teduh

Yesaya 21:17 (TB)  Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya."

Dari pasal 17 sampai pasal 23 ini saya mempelajari tentang Ucapan Ilahi.

Pasal 15:1 dimulai dengan, “Ucapan Ilahi terhadap Moab.” Kitab Yesaya 17:1 dimulai dengan, “Ucapan Ilahi terhadap Damsyik.” Kitab Yesaya 19:1 dimulai dengan, “Ucapan Ilahi terhadap Mesir.” Kitab Yesaya 21 dimulai dengan, “Ucapan Ilahi terhadap padang gurun di tepi laut.” Kitab Yesaya 21:11 dimulai dengan: “Ucapan Ilahi terhadap Duma” – Gunung Seir, Edom. Ayat yang ke 13: “Ucapan Ilahi terhadap Arabia.” Kitab Yesaya 22:1 dimulai dengan: “Ucapan Ilahi terhadap lembah penglihatan” - Yerusalem terlihat di lembah Kidron. Kitab Yesaya 23:1 dimulai dengan: “Ucapan Ilahi terhadap Tirus” – kota maritim yang besar di zaman dahulu. 

Lihatlah akan semuanya itu; dengan segera, saya menjadi peka terhadap penyingkapan Tuhan Allah bahwa Dia adalah Tuhan dari segala bangsa di dunia ini. Di dalam pengungkapan pada lembaran-lembaran Kitab Suci, karena semuanya sampai melalui bangsa Israel, saya yg cenderung berfikir bahwa hati dan kasih karunia Allah terpusat di kota Yerusalem dan dalam suku Yehuda saja.

Namun ternyata tidak.

Allah juga yg memegang kendali, peduli dan memperhatikan juga nasib bangsa-bangsa lain.

Penerapan

Saya belajar menerapkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari saya hidup tidak egois dan eksklusif.

Karena Allah sudah memberikan contoh bahwa Semua bangsa berharga bagi Dia. Inilah saya juga, seperti di Yesaya pasal 6 Ini *Aku,  Utuslah Aku.

 

Yesaya 24:23 (TB)  Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.

Yesaya 27:3 (TB)  Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya;

Seri 24-27

Nubuat tentang akhir Zaman

4 pasal ini merupakan janji dan pengharapan Masa depan.

Setelah melalui perjalanan panjang masa suram, akhirnya Israel menerima Janji Tuhan tentang masa depan yang Gemilang. Di Kitab Wahyu 22 di sana juga menubuatkan tentang Masa depan yg Cemerlang, dan gemilang. Kota Impian semua orang.

Pembelajaran bagi saya

Meskipun Perjalanan kehidupan bangsa Israel dan bangsa2 lain. Di sepanjang pasal 17-23 seakan-akan kelam dan tidak ada harapan. Ternyata Tuhan terlalu baik. Harapan itu masih ada Dia janjikan dan sediakan.

Penerapan

Saya harus hidup senantiasa berharap, dan berani mengklaim janji Tuhan melalui Firman-Nya.

Karena saya tau Allah terlalu baik dan setia tidak pernah ingkar janji. Saya juga harus setia.

Kasih Allah Sang Imanuel terus menjadi bagian dalam kehidupan kita

 

Yesaya 32:17-18 (TB)  Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman.

Yesaya 35:1-2, 5-7, 10 (TB)  Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Di seri pasal 28-35

Judul besarnya Yerusalem terdesak dan terlepas Sepanjang delapan pasal ini saya mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan sifat-sifat manusia.

Bahkan betapa uniknya variasi kehidupan. Ada kesedihan, kegagalan, kesuksesan, keberhasilan, tangis dan tawa, kebahagiaan dan kesedihan.

Namun selalu di dalamnya terselip Sebuah Janji dari Allah bahwa masih ada harapan masa depan. Yg jauh di depan sana, yakni yg akan terjadi nanti. Yg mengubah apa yg menyakitkan menjadi sebuah kebahagiaan yg tidak terlukiskan. Yg saya ambil untuk hidup saya pembelajarannya. Sering kali dalam menjalani kehidupan saya lupa melihat bahwa Allah sanggup mengubah air mata menjadi kebahagiaan.

I' mpossible tidak ada yg tak mungkin bagi Dia.

Bahkan apa yg tidak saya pikirkan itu bisa terjadi.

Khususnya di pasal 35 ini janji Tuhan tentang kota Kudus Yerusalem baru rumah impian masa depan yang Gemilang.

Penerapan

Saya terus berdoa kepada Tuhan supaya diberi kepekaan rohani yang mantap.

Untuk mampu melihat dg cara pandang Allah.

Out of the boxs.

Melihat bukan seperti biasanya.

 

Yesaya 37:15-17, 20 (TB)  Hizkia berdoa di hadapan TUHAN, katanya: "Ya TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah segala perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mencela Allah yang hidup. Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN."

Yesaya 38:2-6 (TB)  Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini.

Pasal 36-39 Thema Besarnya adalah Yesaya dalam zaman raja Hizkia.

Setelah saya mempelajari tentang kisah kehidupan raja Hizkia ada dua hal yg saya pelajari:

1. Hizkia memiliki hubungan yg intim dg Tuhan. Hal ini terbukti ketika ada masalah yg dihadapi hal pertama yang dilakukan oleh raja Hizkia adalah berdoa.

2. Hizkia ada seorang pribadi yang tenang, tidak gegabah. saat menghadapi masalah (artinya tidak mudah baper)

Kedua hal ini sangat mencolok ketika Kerajaan Yehuda ingin diserang oleh asyur dan saat Hizkia menerima kabar pahit yakni umur hidupnya sudah tidak lama lagi. Namun justru saat2 sulit seperti ini, Hizkia mencari Allahnya. Yakni Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Bahkan Daud nenek moyangnya.

 

Penerapan

Saya belajar menerapkan kedua hal di atas.

Bahwa dalam kehidupan sehari-hari hal yg paling utama adalah hubungan yg intim, personal dan indah dg Allah. (Melalui Firman-Nya). Serta memiliki ketenangan jiwa saat merespon segala sesuatu, baik besar maupun kecil. Suka atau sepele.

(Tidak gegabah, grasak-grusuk, baper dan panik)....

 

Yesaya 40:8, 31 (TB)  Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya." tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

 

Di pasal 40 ini khususnya di ayat 8 saya mempelajari tentang

Firman Allah yg kekal. Beberapa waktu lalu saya sdh belajar tentang hal-hal yang bernilai kekekalan salah satunya adalah Firman Allah. Segala sesuatu akan hilang lenyap dan pudar namun Firman Allah akan Abadi dan kekal.

 

Penerapan

Saya harus hidup selalu sesuai firman yg sudah saya pelajari.

Pada bagian ini di ayat 31 saya juga mempelajari tentang sebuah penantian bahwa ketika saya menantikan Tuhan maka dalam penantian itu saya akan diberikan kekuatan. Supaya ibarat berjalan dan berlari saya tdk lelah dan goyah.

Penerapan

Saya harus hidup setia dalam hal apapun. Seperti saya menantikan Tuhan. Karena di sana ada kekuatan

Posting Komentar untuk "Seri KITAB NABI YESAYA Pasal 21-40"