Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

VAKSINASI DOSA






                                                             VAKSINASI DOSA

Seandainya anda membuat daftar malapetaka terhebat dalam sejarah, wabah hitam nyaris menduduki peringkat teratas. Posisinya cukup tinggi. Akan tetapi, bukan merupakan malapetaka yang paling menonjol. 

Kita dapat menyebut wabah penyakit tersebut sebagai malapetaka, bencana. Namun apakah penyakit pes adalah wabah yang paling mematikan umat manusia? Tidak. Alkitab memberikan predikat tersebut pada kuasa gelap yang lebih membinasakan, suatu pandemi purba yang jika dibandingkan akan membuat wabah hitam tidak ubahnya seperti sariawan saja. 

Tidak ada satu pun budaya yang kebal terhadapnya, tidak satupun yang sanggup melarikan diri darinya, tidak ada seorangpun yang dapat luput dari infeksi dosa.

Jika bakteri Yersinia pestis dapat dituding sebagai biang keladi wabah sampar, penyebab wabah dosa adalah keputusan yang tidak ilahi. 

Ketika Adam dan Hawa lebih tertarik pada desisan si ular, maka untuk pertama kalinya mereka tidak memedulikan Allah. Hawa tidak bertanya, “Allah, apa yang Engkau inginkan?” Adam tidak menyarankan, “mari kita berkonsultasi lebih dahulu dengan Sang pencipta. “mereka bertindak seakan-akan mereka tidak memiliki Bapa sorgawi. Kehendak-Nya diabaikan, dan dosa, dengan sengat maut di buntut jasnya, menyusup ke dalam dunia.

Dosa melihat yang tanpa Allah di dalamnya.

Boleh jika kita menganggap kejatuhan di dalam dosa hanyalah seperti tergelincir atau salah Langkah, tetapi Allah memandangnya sebagai sikap tidak ilahi yang menuntun kepada Tindakan yang tidak ilahi pula. “kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri” (Yes.53:6). 

Pikiran kita yang penuh dosa mengenyahkan Allah. Nasihat-Nya tidak lagi dipedulikan. Pendapat-Nya tidak pernah manjadi bahan rujukan. Rencana-Nya tidak lagi dipertimbangkan. Akibat infeksi dosa, rasa hormat kita terhadap Allah sama dengan rasa hormat yang ditunjukan para siswa smp terhadap guru pengganti-keberadaannya diakui, tetapi tidak dipandang serius.

Keengganan untuk menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan kita, akan mendorong kita menempatkan diri sendiri sebagai  pusat kehidupan kita. Maka, dosa yang dalam Bahasa Inggris disebut sin. Maka “I” yang berarti aku akan langsung memproklamasikan diri, “bukankah ini kehidupanmu? 

Pompakan obat terlarang ke dalam tubuhmu, letamakan ke dalam pikiranmu, isilah malam-malammu dengan kesenangan. “ketiadaan Allah menuntun kita kepada kehidupan yang diwarnai oleh keakuan, kehidupan yang kekanak-kanakkan, serta “kita hidup di dalam nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kita yang jahat” (Ef.2:3).

 

Allah memerintahkan kita untuk mengasihi. Saya lebih memilih untuk membenci.

Allah memerintahkan, “Ampuni!” saya memilih untuk membalas.

Allah memanggil kita agar dapat menahan diri. Saya justru memilih memanjakan diri.

Perbuatan dosa untuk sementara waktu, mungkin mampu menghilangkan dahaga. Sama halnya dengan air asin. Namun tunggu saja beberapa saat kemudian, anda akan Kembali didera rasa haus jauh lebih hebat daripada sebelumnya.

Sikap Allah sangatlah tegas. Wabah dosa tidak akan menyebrang tapal batas-Nya. Jiwa-jiwa yang terinfeksi dosa tidak akan pernah berjalan di jalan-jalan-Nya. “orang-orang yang tidak peduli akan Allah tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan-Nya. Allah menolak berkompromi soal kemurnian sorga.

Inilah buah dari perbuatan dosa yang mengerikan. Menjalani kehidupan yang tanpa Allah dan lebih memilih hidup tanpa Allah selama-lamanya. Anda boleh saja mengusir Allah dari kehidupan anda selama-lamanya. Dan Dia akan meluluskan permintaan anda. Dia akan memberi anda jati diri yang “tanpa Tuhan dan tanpa pengharapan” (Ef.2:12). Yesus akan “menghukum mereka yang menolak Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2 Tes.1:8-9 TEV).

Kristus tidak menutup-nutupi kenyataan seputar neraka. Gambaran yang Dia ungkapkan tentang neraka sungguh membuat jiwa kita gemetar ketakutan.

·        Tempat kegelapan (Mat.8:12)

·        Dapur api (Mat.13:42)

·        Tempat “ulat-ulat tidak akan mati dan api tidak padam” (Mar.9:48 NCV)

Penghuni neraka begitu berharap untuk segera mati, tetapi tidak dapat. Mereka merengek-rengek minta air, tetapi tidak mendapatkan setetespun. Mereka melewati malam yang tak pernah menjadi fajar.

Jadi, apa yang dapat kita lakukan? Jika semua orang telah terinfeksi dosa dan dunia telah menjadi bobrok, kepada siapa kita harus berpaling? Atau, mengutip pertanyaan terbesar dalam Alkitab: “apa yang harus aku perbuat, supaya aku diselaamatkan?” (Kis.16:30). Jawabannya tetap sama hingga sekarang: “Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kis.16:31). Mengapa Yesus? Mengapa bukan Muhammad atau Musa?. 

Joseph Smith atau Buddha? Apakah keistimewaan Yesus sehingga Dia sanggup menyelamatkan para pendosa? Jawabannya ada pada kalimat berikut ini: Kristus yang tidak bedosa dibuat menjadi berdosa, sehingga kita para pendosa dibebaskan dari dosa. 

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Kor.5:21). 

Kristus tidak hanya dijadikan sebagai kurban penebus manusia berdosa dengan menanggung murka Allah atas dosa-dosa umat manusia, tetapi juga berhasil mengalahkan hukuman dosa (kematian) melalui kebangkitan-Nya yang mulia dari kematian.

Bencana terbesar di dalam kehidupan, menurut sudut pandang Allah, adalah manusia akan mati oleh karena dosanya. Bahkan, Kristus sampai perlu mengulang pernyataan-Nya sebanyak dua kali,

“karena itu Aku berkata kepadamu bahwa kamu akan mati dalam dosamu sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu” (Yoh.8:24).

 Lupakan berbagai peristiwa gempa bumi atau krisis ekonomi yang berlangsung terus-menerus. Bencana terbesar adalah memikul beban dosa anda hingga ajal menjemput. Sorga tidak dapat menyaksikan tragedi yang lebih buruk lagi. Sorga tidak dapat menawarkan hadiah yang lebih agung daripada ini:

“Kristus… tidak pernah berbuat dosa, tetapi Dia telah mati bagi para pendosa supaya Dia bisa membawa kita kepada Allah dengan selamat” (1 Pet.3:18 NLT).

Ia dihukum supaya kita diselamatkan,

Karena bilur-bilur-Nya kita disembuhkan…

TUHAN menimpakan semua dosa kita, segala kesalahan kita kepada-Nya, kepada-Nya..

Ia memikul dosa orang banyak

Ia rela dijadikan sebagai kambing hitam.

(Yes. 53:5-5,12 MSG).

Kristus menanggapi dosa semesta dengan bersedia menjadi kurban bagi semesta, yakni dengan memikul dosa seisi dunia. Inilah karya Kristus bagi anda. Namun, nyanyian keselamatan yang berkumandang tersebut terdiri dari dua bait. Dia tidak hanya menggantikan posisi anda di kayu salib, tetapi Dia juga mengambil tempat di dalam hati anda. Beginilah bunyi bait keduanya: Karya Kristus di dalam diri anda.

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,” kata Rasul Paulus, “melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal.2:20).

Posting Komentar untuk " VAKSINASI DOSA"