Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Valentine day setiap hari di kalender kita






 Valentine day (setiap hari di kalender kita)


Bulan Februari adalah bulan yang sangat dinantikan khususnya para kaum muda/mudi. Bagaimana tidak? Bulan yang dijuluki bulan kasih saying dan cinta itu selalu berkesan di sepanjang masa. Terlebih bila mendekati tanggal 14 Februari, hari yang disebut Valentine day, atau hari kasih sayang.

Respons para kaula muda juga berbeda-beda, ada yang sudah mempersiapkan diri, sejak tanggal 13 Februari, sudah membeli cokelat, kertas kado, lem, dan bunga. Ini untuk apa? Iya ini untuk kado kepada orang yang dikasihi, dicintai dan disayangi pada moment valentine day tanggal 14.

Ada yang sudah pacaran, lalu mengajak pacarnya makan malam, menginap di hotel impian, lalu bermalam di sana.  Yang sudah berkeluarga atau sudah menikah, mereka akan berkumpul dengan keluarga dan pasangan mereka, makan dan memadu kasih mesra dengan keluarga.

 

Apakah semua ekspresi dan respons di atas sudah pas? Adakah sesuatu yang janggal? Atau semua baik-baik saja? Mari kita lihat apa sebenarnya latar belakang perayaan valentine day

Valentine’s Day atau yang umumnya di kenal sebagai Hari Kasih Sayang di rayakan setiap 14 Februari tiap tahunnya. Momen ini membudaya di Indonesia dan turut diramaikan masyarakat sekali pun bukan perayaan wajib bagi tiap orang. Ada banyak versi yang bercerita mengenai asal mula perayaan valentine.

Salah satu versi mengatakan valentine berasal dari nama seorang pastor, yaitu St. Valentine. Kala itu Romawi dibawah kekuasaan Kaisar Claudius II. Di masa kepemimpinannya pernah terjadi perang besar dan semua laki-laki diharuskan mengikuti wajib militer. Mayoritas rakyatnya menentang kebijakan ini.

Alasan masyarakat yang paling logis pada saat itu adalah mereka sudah berkeluarga dan tidak mau hal buruk terjadi pada mereka di kemudian hari, sebagai akibat dari mengikuti perang tersebut. Ada juga yang beralasan karena dalam waktu dekat, mereka akan segera bertunangan ataupun menikah. Mendengar hal itu, Kaisar Claudius II menjadi murka. Akhirnya, ia mengeluarkan peraturan bahwa di seluruh kerajaan Roma dilarang adanya pertunangan dan/atau pernikahan.

Kebijakan kaisar ini mengakibatkan banyak sekali kekacauan. Banyak keluarga yang kehilangan suami dan/atau anak laki-laki mereka karena kesewenang-wenangan Kaisar Claudius II pada saat itu. Seorang pastor dari biara kecil di daerah Roma, secara diam-diam memberikan pemberkatan pernikahan bagi pasangan-pasangan yang berniat untuk menikah dan menyembunyikan sertifikat mereka dengan baik.

Hal ini terus berlangsung, sampai akhirnya rahasia ini terbongkar dan pastor tersebut ditangkap, lalu dijebloskan ke dalam penjara. Karena kebaikan hati dan pertolongan yang telah diberikan oleh pastor tersebut, masyarakat pada saat itu menuntut pembebasannya. Namun, Kaisar Claudius II tak bergeming dan akhirnya menjatuhkan hukuman mati pada tanggal 14 Februari. Duka mendalam menyelimuti setiap rakyat yang merasakan kebaikan St. Valentine Semenjak itu, rakyat mendeklarasikan bahwa setiap tanggal 14 Februari adalah St. Valentine’s Day.

Budaya Valentine’s Day ini mulai masuk ke Indonesia diperkirakan pada akhir abad 19. Biasanya, penyataan-penyataan ini diungkapkan dengan memberikan bunga mawar, bingkisan cokelat, boneka, dan pernak-pernik lucu lainnya. Lalu apa makna Valentine bagi umat Kristen? Bagi kita umat Kristen, Hari Kasih Sayang bisa kita maknai dengan memberikan ungkapan kasih yang tulus dan mendalam kepada setiap orang sebagai ucapan syukur atas anugerah keselamatan yang telah diberikan Yesus kepada seluruh umat manusia, tanpa kecuali.

Berkat pengaruh sastra Inggris dan Amerika-lah, maka Valentine’s Day berkembang menjadi hari untuk memperingati kasih sayang.Bagi orang Kristen, merayakan Hari Kasih Sayang pada tanggal 14 Februari tidaklah dilarang dan juga bukanlah sebuah keharusan.


Boleh saja kita merayakannya supaya tidak terkesan bahwa orang Kristen gemar menolak segala sesuatu yang tidak tercatat di dalam Alkitab. Dalam koridor Valentine’s Day, kita boleh merayakan Hari Kasih Sayang pada tanggal 14 Februari dengan orang-orang yang kita kasihi, seperti orangtua, kakak dan adik, serta sanak keluarga lainnya.


Tetapi untuk memperingati Valentine’s Day ini, marilah kita semua jangan berfokus kepada harinya saja, yaitu tanggal 14 Februari, tetapi marilah kita berfokus kepada inti dari kehidupan kekristenan itu, yaitu menyebarkan kasih Kristus kepada semua orang.


Aplikasi. Untuk menyebarkan kasih Kristus kepada semua orang tidak harus jatuh pada tanggal 14 Februari saja, tetapi bisa jatuh pada hari dan tanggal kapan saja.


Alkitab mencatat pesan terakhir Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya di saat malam terakhir sebelum Ia disalibkan, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yoh. 13:34-35).


Dari pesan Tuhan itu dapat dilihat bahwa Ia berpesan kepada murid-murid-Nya untuk saling mengasihi. Tuhan tidak berpesan untuk saling mengasihi pada Valentine’s Day saja, tetapi setiap hari dan setiap waktu.


Kemudian murid-murid juga telah mendapat pengajaran dari Tuhan Yesus untuk mengasihi musuh. Matius 4 ayat 44 dan 45 berkata, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”


Di sini Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya agar mengasihi orang bukan hanya mengasihi orang-orang yang baik saja, tetapi juga harus mengasihi orang-orang yang tidak baik. Dengan kata lain, Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk mengasihi semua orang tanpa ada pengecualian.


Pada perayaan Valentine’s Day, semua orang menunjukkan perasaan sayangnya kepada orang-orang yang memiliki hubungan yang khusus, dan tidak menunjukkannya kepada orang-orang lain. Melihat hal ini, bukanlah salah orang Kristen menunjukkan kasihnya kepada orang-orang tertentu, tetapi Tuhan memerintahkan kita bukan untuk melakukan itu saja.


Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi musuh kita dan orang-orang yang menganiaya kita. Bila kita hanya mengasihi orang-orang yang mengasihi kita, maka belum sempurnalah kasih kita kepada orang lain, karena Tuhan menuntut kita untuk mengasihi musuh kita. Oleh sebab itu, marilah kita terus menyebarkan kasih Kristus kepada semua orang tanpa pandang bulu.


Kasih yang benar adalah di mana kita bisa menunjukkannya kepada semua orang di setiap saat. Ada kalanya kasih kita ditentukan oleh perasaan hati (mood) kita saja. Bila perasaan hati kita sedang tidak baik maka kita tidak menunjukkan kasih. Paulus mengatakan kepada jemaat Galatia bahwa kasih itu merupakan bagian dari buah Roh (Gal. 5:22).


Apabila kita hidup di dalam Roh, maka kasih itu adalah suatu hal yang otomatis kita hasilkan dari diri kita kepada orang lain.Oleh sebab itu, sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita terus menyebarkan kasih Kristus kepada semua orang, baik kepada saudara-saudara seiman, maupun kepada orang-orang lain.


Sehingga mereka semua tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan. Apabila kita sudah menghasilkan kasih, maka tidaklah sulit untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan, karena orang-orang akan diberkati oleh kasih yang kita pancarkan sehingga merekapun tertarik untuk ikut Tuhan.

 

Rasul Yohanes menulis dalam 1 Yohanes 4:7-11, “Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, kita juga harus saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.”

Inilah makna dari Hari Kasih Sayang bagi umat kristiani di seluruh dunia sebagai penghargaan tertinggi kepada Allah yang sudah menjadi manusia, dalam diri Yesus Kristus. Bukti kasih Allah sangat nyata bagi manusia. Firman Tuhan sangat tegas mengatakan bahwa Kasih berasal dari Allah, dan mengasihi merupakan respons kita terhadap kasih yang sudah diberikan kepada kita. Dan, Tuhan tidak mengatakannya hanya pada satu momen atau hanya beberapa kali saja, tetapi selalu karena saat kita mengasihi, sosok Kristus terpancar dalam diri kita.

Inilah ungkapan syukur sebagai orang percaya, bahwa Allah menunjukan dan membuktikan cinta serta kasih sayang-Nya bagi manusia yang percaya dan menerima Dia, sebagai Tuhan dan satu-satunya juruselamat dalam kehidupannya secara pribadi.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma.5:8).

Mari kita mengekspresikan kasih Allah kepada sesama kita, tanpa dibatasi hari dan satu moment tertentu, tetapi setiap hari di kalender kita.

 

Posting Komentar untuk "Valentine day setiap hari di kalender kita"