Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 hal yang membuat kita mempercayai Allah sepenuhnya


 


5 hal yang membuat kita mempercayai Allah sepenuhnya

Dia Pencipta

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." (Kejadian 1:1-6).

Dia yang menjadikan langit dan bumi,

laut dan segala isinya;

yang tetap setia untuk selama-lamanya, (Mazmur 146:6)

 

Dia Juruselamat

28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. (Yohanes 10:28-29)

 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

 

12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12)

11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. (1 Yohanes 5:11-13).

 

Dia setia


tetapi setinggi langit di atas bumi,

demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; (Maz.103:11).

 

Tetapi kasih setia TUHAN

dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia,

dan keadilan-Nya bagi anak cucu, (Mazmur 103:17)

jika kita tidak setia, Dia tetap setia,

karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." (2 Timotius 2:13)

 

Dia menyertai

23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil. (Kejadian 29:23).

21 Kemudian berkatalah Israel kepada Yusuf: "Tidak lama lagi aku akan mati, tetapi Allah akan menyertai kamu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek moyangmu. (Kej.48:21).

 

6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." 

Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."

 (Ulangan 31:6,8)

 

Dia Penghibur

26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:26-27)

 

Kita tidak mungkin mempercayai orang yang kita tidak kenal. Itulah kunci untuk bisa sepenuhnya mempercayai Allah. Ketika seseorang berkata, “Percaya saya,” kita cuma punya dua pilihan. Kita bisa berkata, “Ya, saya percaya padamu,” atau malah bertanya, “Mengapa saya harus mempercayaimu?” Dalam perkara ini, secara alami kita akan sepenuhnya percaya kepada-Nya jika kita sudah memahami kenapa kita harus mempercayai-Nya.

Alasan utama mengapa kita harus percaya kepada Allah karena Dia layak untuk kita percaya. Tidak seperti manusia, Allah tidak pernah berdusta dan tidak pernah gagal menggenapkan apa yang Ia janjikan. “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta. Juga bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya? Atau berjanji dan tidak menepatinya? (Bil 23:19; Mzm 89:34). Tidak seperti manusia, Allah memiliki kuasa untuk menggenapkan apa yang sudah Ia rencanakan dan tentukan.

Yesaya 14:24 (AYT) juga menyakinkan kita, “TUHAN semesta alam telah berjanji, firman-Nya: ‘Sesungguhnya, seperti yang Aku maksudkan, demikianlah hal itu akan terjadi; dan seperti yang telah aku rencanakan, demikianlah hal itu akan terlaksana.’” Apalagi, rencana-Nya itu sempurna, kudus, dan benar-adil. Allah bekerja dalam segala sesuatu bagi kebaikan mereka yang mengasihi-Nya dan yang dipanggil menurut rencana-Nya (Rom 8:28).

Jika kita betul-betul ingin mengenal Allah, melalui firman-Nya, kita akan bisa melihat kalau Allah layak untuk dipercaya. Rasa percaya kita kepada-Nya akan semakin bertumbuh, dari hari ke hari. Mengenal-Nya berarti juga mempercayai-Nya.

Kita bisa belajar mempercayai Allah karena Allah telah membuktikan diri-Nya bisa dipercaya dalam hidup kita, termasuk hidup orang lain. Di kitab 1 Raja-raja 8:56 (AYT) dinyatakan, “Terpujilah TUHAN yang memberi tempat perhentian kepada seluruh umat Israel seperti yang difirmankan-Nya. Tidak ada satu pun firman yang tidak dipenuhi dari segala firman yang baik yang telah dijanjikan-Nya melalui perantaraan Musa, hamba-Nya.”

Catatan mengenai janji-janji Allah bisa kita lihat di Alkitab, termasuk pengenapannya. Catatan sejarah membuktikan peristiwa itu dan membuktikan kesetiaan Allah kepada umat-Nya. Setiap orang Kristen bisa memberi kesaksian pribadi mengenai layak-tidaknya Allah untuk dipercaya sepenuhnya mengingat karya-Nya dalam hidup kita, dengan menepati janji-Nya untuk menyelamatkan jiwa kita dan menggunakan hidup kita untuk tujuan-Nya (Efe 2:8-10).

Allah juga menguatkan kita dengan damai sejahtera yang melampaui semua pemahaman kita, tatkala kita menjalani “pertandingan” yang sudah Ia tentukan bagi kita (Fil 4:6-7; Ibr 12:1). Semakin kita mengalami anugerah-Nya, kesetiaan-Nya, dan kebaikan-Nya, maka kita akan semakin mempercayai-Nya (Mzm 100:5; Yes 25:1).

Alasan ketiga untuk mempercayai Allah dikarenakan kita tidak mempunyai opsi yang lebih baik. Haruskah kita percaya kepada diri sendiri atau orang lain yang berdosa, tak terduga, tak bisa diandalkan, terbatas bijaksananya, dan yang mungkin seringkali membuat keputusan dan pilihan yang salah karena terbawa emosi? Atau, sebaiknya kita percaya kepada Allah yang Mahabijaksana, Mahakuasa, penuh dengan kasih karunia, belas kasihan, dan kasih, yang punya maksud baik atas hidup kita? Pilihannya sudah jelas.

Kita seringkali gagal mempercayai Allah karena kita tidak mengenal-Nya. Kita tidak bisa mempercayai orang asing, tapi hanya orang yang sudah kita kenal baik. Allah tidak membuat diri-Nya susah ditemukan dan dicari. Apapun yang perlu kita ketahui dari Allah, Dia sudah menyediakannya melalui Alkitab, firman-Nya yang memang ditujukan kepada umat-Nya. Mengenal Allah berarti mempercayai-Nya.


Posting Komentar untuk "5 hal yang membuat kita mempercayai Allah sepenuhnya"