Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kumpulan Renungan Singkat Firman Tuhan; Bahan Saat Teduh Pagi Hari

 



STOP SALING MENYALAHKAN!

Baca:  Yakobus 5:7-11


"Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum."  Yakobus 5:9a


Bersungut-sungut dan saling menyalahkan adalah sifat yang sangat menonjol dari bangsa Israel.  Setiap menghadapi kesulitan atau masalah mereka tidak pernah mengoreksi diri terlebih dahulu sebab-musababnya, melainkan langsung menyalahkan orang lain dan bersungut-sungut.  "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan Tuhan ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."  (Keluaran 16:3).  


Mereka menyalahkan Musa, menyalahkan keadaan dan selalu membanding-bandingkan dengan keadaan sebelumnya.  Melihat apa yang diperbuat oleh bangsa Israel ini Tuhan menjadi sangat marah sehingga mereka harus langsung menanggung akibatnya:  mati dipagut ular, dibinasakan oleh malaikat maut, dan puncaknya gagal memasuki Tanah Perjanjian, kecuali Yosua dan Kaleb.


     Bukankah tindakan ini juga sering dilakukan oleh banyak orang Kristen?  Memang lebih mudah menyalahkan orang lain daripada melihat keberadaan diri sendiri.  Kita cenderung tidak mau dipersalahkan.  Kita merasa paling benar!  Ketika penyakit, suami isteri saling menyalahkan, orangtua dan anak saling menyalahkan, bahkan tidak jarang kita juga menyalahkan Tuhan.  


Yakobus menasihati,  "Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan."  (Yakobus 5:10-11).


     Mari belajar dari Ayub, ketika dalam ujian dan penderitaan ia dipersalahkan oleh isterinya,  "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"  (Ayun 2:9), namun ia mampu menjaga hatinya dan tidak menyalahkan Tuhan karena ia sadar itu adalah proses yang diijinkan Tuhan terjadi.


Ingaaat !!!!

Bersungut-sungut dan suka menyalahkan orang lain adalah tanda ketidakdewasaan rohani seseorang!!!!

MENGEMBANGKAN KREATIVITAS


Konon ada 2 Pelukis yang sangat terkenal,‎

Pelukis pertama sangat ahli dan teliti dalam melukis, ‎sehingga ia mendapat julukan "Pelukis Detail",‎

Namun sayang, ‎lama² ia mendapat komentar sinis dari banyak orang.


Mereka mengatakan, ‎"Lukisannya memang sangat persis dengan objek gambarnya, ‎tapi sekarang kan zaman sudah canggih, ‎sudah ada kamera.‎

Jadi tak perlu lagi memintanya untuk melukis sesuatu, ‎kita tinggal menjepret kamera dan hasil gambar yang kita inginkan langsung kita dapatkan",

Alhasil, pelukis pertama sepi pesanan dan tak lama usahanya bangkrut.


Berbeda dengan pelukis pertama, ‎pelukis kedua selalu menghasilkan lukisan yang abstrak,‎

Orang tidak bisa menebak apa yang sedang ia lukis di atas kanvas,‎

Namun demikian, ‎banyak orang menyukai karyanya karena di anggap unik, mempunyai ciri khas dan tak dapat di hasilkan oleh sebuah kamera,‎

Maka tak heran bila usahanya berkembang dan sukses.

Semakin hari semakin berkembang,‎

pelanggan dan konsumen membutuhkan inovasi produk dan  jasa,‎

sesuatu yang berbeda yang tak hanya memudahkan hidup mereka, namun ‎ sesuatu yang membuat mereka tidak bosan.


Di sinilah kita perlu pintar² memutar otak,‎

menemukan strategi untuk membuat sesuatu yang belum ada menjadi produk dan jasa baru,‎

atau mengelola sumber daya yang ada dan menggabungkannya dengan  ide lama, sehingga ‎tercipta hal yang belum pernah ada.

Ber-lomba²lah untuk mengekpresikan diri dan menciptakan image yang berbeda dari kebanyakan orang,‎

Yakinlah kreativitas yang semakin kita gali dan kembangkan akan membuat usaha kita survive di tengah ekonomi yang tak menentu ini.


“Pandangan orang berhikmat tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi.” (Amsal 17:24)


HARGA SEBUAH KASIH


Ketika hendak pulang dari ladangnya,

pria tua itu mendengar suara seorang anak minta tolong.

Dia segera berlari ke arah sumber suara itu,‎

di lihatnya kaki anak itu telah di gigit oleh ular berbisa.

Dengan cepat pria tua itu mengeluarkan bisa ular itu dari kakinya,‎

Anak itu tinggal beberapa hari di rumahnya sampai pada akhirnya berpamitan untuk pergi.


Tak lama kemudian, ‎ada 2 orang suami istri kaya yang mendatangi rumahnya,‎

Mereka berniat untuk memberikan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih, namun‎ pria tua itu menolaknya,‎

“Maaf, tuan.. ‎Saya tulus menolong anak anda...‎

Saya juga merawatnya sampai dia bisa berjalan...‎

Saya melakukannya karena saya mengasihinya, ‎sama seperti saya mengasihi anak saya sendiri.”


Kedua orang kaya itu tidak bisa berkata apa²,‎

sampai pada akhirnya dia melihat ada seorang gadis kecil yang keluar dari pintu rumahnya.


Kedua orang kaya itu meminta agar pria itu mengijinkan anaknya untuk ikut bersekolah dengan anak mereka.


Gadis kecil itu tumbuh menjadi wanita yang pintar dan juga memiliki kedudukan yang tinggi di tempatnya bekerja,‎

Wanita itu juga tidak pernah lupa dengan pria tua itu.

Seperti itulah harga sebuah kasih yang akan di berikan di kemudian hari,‎

Kasihilah sesama kita tanpa kita memandang siapa mereka,‎

Kasihilah dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan dari orang lain. 


Karena sesungguhnya bukan mereka yang akan menilai seberapa besar pengorbanan yang kita berikan, namun‎ TUHANlah yang berhak menilai sebarapa besar kasih yang telah kita lakukan untuk orang lain.


“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.” (Amsal 22 :1)


NATS : MATIUS  10 : 16.

 " Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. " 


" HATI2 SERIGALA SIAP MENERKAM * 


Saya mendengar sebuah cerita dari teman saya tentang " MUSIBAH " yang dialami adiknya. Adiknya belanja di sebuah online shop. Penjual tersebut sepertinya baik karena memberi garansi, jika barang tidak cocok, uang bisa ditransfer balik ke pihak pembeli. Itu sebabnya penjual minta foto rekening dan foto KTP. 


Tak disangka, tiga bulan kemudian tiba-tiba debt collector menagih utang ke adik teman saya tersebut. Tentu saja adik teman saya kaget karena ia tidak merasa berutang. Selidik punya selidik, penjual kongkalikong dengan PINJOL ( pinjaman online ) ILEGAL. 


Tanpa sepengetahuan adik teman saya, mereka mentransfer uang ke rekening adik teman saya tersebut, dan menganggap itu adalah Pinjaman Online. Bunganya selangit ! Dari 1,8 juta dalam waktu 3 bulan menjadi 24 juta !


Benar kata TUHAN YESUS , kita ini bak domba di tengah-tengah kawanan serigala yang buas dan kejam. 


Apalagi jika bicara tentang dunia kerja, banyak praktik kotor dilakukan demi mengeruk uang dan keuntungan sebesar-besarnya. 


Seperti halnya Pinjol yang sedang menjamur hari-hari ini. Praktik itu tidak hanya kotor karena ilegal, tapi juga sangat KEJI. 

Bunganya MENCEKIK, jauh lebih mencekik dari para LINTAH DARAT di waktu-waktu dulu. 


Jika tidak segera DIBAYAR, maka data Peminjam disebar bahkan ada yang DIPERMALUKAN dengan SANGAT KEJAM.


Maka, jika kebetulan ada dari antara kita BERBISNIS dengan CARA yang KOTOR, melalui FIRMAN TUHAN hari ini saya mengingatkan agar kita BERTOBAT. 


Apa gunanya kita mendapatkan banyak uang tapi kita tidak pernah merasa DAMAI, bahkan membuat kita justru berdosa ?


 Sebaliknya, FIRMAN TUHAN hari ini juga mengingatkan kita semua untuk BERSIKAP HATI-HATI. 


Kita harus CERDIK supaya tidak  GAMPANG DITIPU oleh " SERIGALA - SERIGALA " BUAS yang ada di sekitar kita. 


YESUS sendiri berkata, 

" Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati ." ( ay. 16 ).

 

Tetaplah TULUS seperti Merpati, jangan Meniru cara kerja orang-orang dunia. 


Tapi juga jangan terlalu LUGU dan BODOH sehingga kita jadi santapan empuk mereka. 


Jadilah cerdik seperti ular !


Tulus bukan berarti LUGU dan BODOH,  sehingga kita jadi SANTAPAN EMPUK PARA SERIGALA.


Yang Terutama dan Pertama, LIBATKAN TUHAN Sebelum Memutuskan Sesuatu Hal. 


BACAAN : 

YOHANES  13 : 31- 35


NATS : 

 " Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid murid Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." 

YOHANES  13 : 35.


* BUKTI KITA MURID2 KRISTUS * 


Hidup sebagai orang orang Kristen sebenarnya tidaklah mudah. Mengapa ? Karena kehidupan kita akan lebih disorot dan diperhatikan oleh orang lain, terutama dalam hal praktik atau tingkah laku kita sehari hari. Mereka tidak terlalu memperhatikan apakah kita beribadah atau tidak, apakah memberikan persembahan atau tidak, tetapi akan lebih melihat apakah kita mengasihi atau tidak.


Orang akan mengukur kehidupan kita dengan apa yang mereka dengar dan tahu tentang TUHAN YESUS. 

YESUS mau datang ke dalam dunia karena mengasihi manusia yang berdosa, yang lemah, dan yang papa.


Jadi, ketika hidup kita tidak mempratikkan KASIH, tidak mau MENGAMPUNI, tidak ada KEPEDULIAN, tidak punya niat MENOLONG mereka yang sedang dalam KESUSAHAN, maka mereka akan berkata bahwa kita adalah orang orang KRISTEN MUNAFIK yang mengaku sebagai MURID KRISTUS. 


Kita TIDAK PUNYA BUKTI sebagai anak TUHAN. Kita dianggap hanya RAJIN BERIBADAH dan membaca Alkitab tetapi tidak pernah mau melakukan PERINTAH -  PERINTAH TUHAN YESUS.


Apa yang orang lain lihat di dalam kehidupan kita, sudah diperingatkan oleh YESUS. TUHAN menyatakan bahwa semua orang akan tahu dan mengenal kita sebagai MURID2-NYA kalau kita MENGASIHI, baik kepada  Keluarga kita, Sesama orang Percaya, maupun Kepada Orang Lain.


 KASIH merupakan DASAR dari PENGAJARAN YESUS kepada kita semua. Karena KASIH, ALLAH juga rela memberikan ANAK-NYA yang TUNGGAL, yaitu KRISTUS YESUS untuk Hadir ke dalam dunia.


 PERINGATAN NATAL dan JUMAT AGUNG, semua DIDASARI oleh KASIH ALLAH yang ingin Menebus kita dari Kebinasaan.


Saudara2 yang Terkasih, saya mengajak kita semua untuk SALING MENGASIHI.


* MENGASIHI dengan BUKTI, BUKAN DENGAN JANJI. 

* MENGASIHI dengan TINDAKAN NYATA dan BUKAN SEKADAR PERKATAAN Saja.


 Lihatlah Keluarga, Saudara2 Seiman, Lihatlah Tetangga Kita, apakah mereka BUTUH PERTOLONGAN dan PERHATIAN ?


Mari Melihat diri Kita, apakah Kita sudah menjadi BERKAT melalui Perkataan dan Perbuatan Kita ? 


Saat ini ada banyak orang sedang Bergumul dengan Kehidupan sehari-hari, Dunia sedang dilanda Kekhawatiran dan Ketakutan, marilah kita hadir bagi mereka seperti KRISTUS YESUS yang telah dan selalu Hadir Menolong dan Memberkati hidup kita.


 * Mari .....Sdr2.....

Kehadiran Sdr dan saya 

di lingkungan sekitar Kita AKAN Membuktikan bahwa kita adalah MURID2 KRISTUS.


* UNTUK Melakukan atau Bertindak bagi Orang2 yang membutuhkan Pertolongan Melalui Kehidupan Kita.


AMSAL  28 : 27

 " Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki. " 


BACAAN :  

MAZMUR  47 : 1 - 10


NATS : 

  " Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi."  

MAZMUR  47 : 3


*  JANGAN TAKUT DAN GENTAR  * 


Kita harus bangga memiliki ALLAH yang hidup di dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS, sebab DIA adalah RAJA seluruh bumi. 

 Jika TUHAN semesta alam menyertai kita, tidak ada alasan bagi kita untuk TAKUT dan Gentar.  


Seringkali ketika menghadapi masalah dan tantangan dalam hidup, kita merasa sangat tak berdaya dan lemah.  Memang, kita tidak akan mampu mengatasi situasi yang sedang kita hadapi dengan kekuatan sendiri.  

Mengapa pula kita harus menghadapi situasi yang sulit tersebut sendirian dan dengan kekuatan sendiri ??.


 Alkitab menegaskan,  "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN !"  

( YEREMIA  17 : 7 ). 


 Bukankah kita memiliki SANG PENOLONG yang memiliki KUASA tak TERBATAS ?  

Kita harus YAKIN bahwa TUHAN bukan hanya sebagai Perlindungan dan Kekuatan kita saja, tetapi DIA juga adalah PENOLONG yang MAHADIRGA dalam setiap Masalah dan Pergumulan kita.


Janganlah lupa dengan kesadaran penuh bahwa di dalam diri kita ada ROH KUDUS, SANG PENGHIBUR, PENOLONG dan PENASIHAT kita.  


Kita boleh saja Menghadapi Pencobaan Terbesar dalam hidup,  tetapi kita tidak boleh Lupa bahwa kita Mempunyai ROH KUDUS yang selalu SIAP sedia MENOLONG kita.  


Tidak perlu Kuatir hari esok karena kita telah Diperlengkapi oleh ROH KUDUS untuk Menghadapi masa Depan.  

Tidak ada yang perlu ditakuti,  "...sebab ROH yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia."  

(1 YOHANES  4 : 4 ). 


 ROH KUDUS SELALU ADA, beserta kita setiap saat, PENOLONG dan PENJAGA kita. 

Mari selalu Berpegang pada ROH KUDUS.


Jika kita Mengerti Tentang Kebenaran ini kita akan Mampu berkata-kata seperti pemazmur,  " Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut ;  sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya ."  

( MAZMUR  46 : 3 - 4 ).  Ini tentang hal-hal buruk yang terjadi di alam semesta.


Kita mungkin tidak sedang berada di tengah-tengah bencana seperti itu, tetapi kita mungkin sedang menghadapi berbagai bencana lain di hidup kita.  Apa pun yang terjadi, FIRMAN TUHAN Menasihati kita untuk TIDAK TAKUT.  


Tetapi jika kita Mengalami Ketakutan, apa yang harus kita lakukan ?


Inilah yang dilakukan Daud,  " Waktu aku takut, aku ini PERCAYA KEPADA-NYA ;  kepada ALLAH, yang FIRMAN-NYA Kupuji, kepada ALLAH aku PERCAYA, aku TIDAK TAKUT."  MAZMUR  56 : 4 - 5a.


MAZMUR  55 : 22 

( 55 : 23 )

"  Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau ! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. "  


BACAAN :

 2 Korintus 9 : 6 - 15


NATS : 

 " Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga ."

 ( 2 KORINTUS  9 : 6 )


* HUKUM TABUR TUAI * 


Tak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan ini berlaku hukum tabur-tuai : siapa yang menabur, dia yang akan menuai; apa yang ditabur itu juga yang akan dituai . 


Rasul Paulus memperingatkan, "Jangan sesat ! ALLAH tidak membiarkan diri-NYA dipermainkan.


A Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu ."

 ( GALATIA 6 : 7 - 8 ).


Bila kita menabur kebaikan kita pasti akan menuai kebaikan. Kalau kita menabur keburukan, maka hal-hal yang buruk pula yang akan kita tuai. CONTOH konkret menabur adalah Tindakan Memberi: Memberi Persembahan untuk TUHAN maupun Memberi Sesuatu kepada orang lain.


 Dalam HAL MEMBERI SIKAP HATI HARUS DIPERHATIKAN. 


Jangan sampai kita memberi semata-mata karena Mengharapkan balasan atau Imbalan.


Bagaimanapun juga tindakan memberi itu bagaikan menabur benih yang suatu saat nanti akan menghasilkan buah.


 Jadi tindakan memberi BUKANLAH TINDAKAN SIA-SIA atau PERCUMA, justru merupakan TINDAKAN yang BAIK dan TEPAT. "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman." 

( GALATIA 6 : 9 - 10 ).


*  Jangan pernah menunda-nunda waktu untuk berbuat baik. Biarlah kebaikan itu terus mengalir dari hari ke sehari, sehingga "...kebaikan hatimu diketahui semua orang. TUHAN sudah dekat !" 

( FILIPI  4 : 5 ). * 


Memberi harus dengan Kerelaan Hati : bukan berarti memberi dengan sesuka hati, tapi memberi sepantasnya sesuai dengan Berkat TUHAN yang telah kita terima. 

Namun bukanlah hal yang mudah bagi orang yang hatinya Melekat pada uang dan harta.


Buanglah Sifat Kikir, EGOIS dan MATERIALISTIS dalam diri kita, dan JADILAH BERKAT bagi orang lain, karena apa yang kita TABUR TIDAK AKAN PERNAH SIA-SIA !


 * TUHAN YESUS SENANTIASA MEMBERKATI APA YANG TABUR BUAT KEMULIAAN NAMA-NYA. * TUHAN AKAN  MEMENUHI  LUMBUNG2 SDR DAN TAK BERKEKURANGAN.

SIAPA TUHAN❓


Suatu hari di kelas

seorang guru bertanya kepada murid-muridnya  siapa itu TUHAN?


Steven yang ayahnya Hakim,

menjawab: TUHAN itu adalah Hakim yang mengadili orang jahat.


Albert yang ayahnya seorang Dokter,

menjawab: TUHAN adalah dokter yang bisa menyembuhkan segala penyakit.


Michael yang papanya konglomerat,

menjawab: Bahwa TUHAN adalah yang bisa memberikan segalanya.


Semua anak yg ditanya, jawabnya menurut perspektif mereka terhadap pekerjaan bapanya di dunia.


Tibalah giliran Sarjo yang akan ditanya oleh guru,

Guru tahu bahwa Sarjo tidak semapan teman temannya yang hidupnya serba kecukupan. Kepala Sarjo menunduk, tidak berani menatap gurunya.


Sang guru lalu bertanya kepada Sarjo, siapakah TUHAN itu?


Dengan suara lemah Sarjo menjawab bahwa TUHAN itu adalah seorang PEMULUNG.


Tiba-tiba kelas menjadi riuh dan ribut dengan jawaban Sarjo. bagaimana bisa TUHAN itu seperti "PEMULUNG"

Lalu guru pun bertanya, kenapa Sarjo bilang kalau TUHAN itu PEMULUNG?


Lalu Sarjo menjawab dengan menengadahkan mukanya, Sarjo berkata bahwa seorang pemulung memungut barang-barang yang tidak berguna dikumpulkannya dan dibersihkannya sehingga menjadi berguna,

Bapa saya juga memungut saya dari jalanan dan membawa pulang kerumahnya, saya diasuhnya, disekolahkan, dididiknya supaya kelak menjadi orang yang berguna.


Jika bapa saya tidak mengambil saya, entah jadi apa nasib saya sekarang di jalan.

Demikian juga TUHAN menjadi seperti seorang PEMULUNG yang kerjanya memungut yang tidak berguna dan menjadikan berguna.


Semua hanya terdiam dan tanpa terasa sang guru meneteskan air mata. 

Lalu dipeluknya Sarjo dengan erat sambil menangis terharu.


Suasana kelas yang semula hening, mulai terdengar isakan tangis di semua bangku sampai sesenggukan.


TUHAN sangat mengasihi kita, meskipun kita adalah barang rongsokan, buta secara rohani, penuh kesombongan dan haus pujian.

Ketahuilah bahwa kita hidup, tetapi sebenarnya kita mati, tetapi hanya karena Belas Kasih-NYA, kita tetap berharga dihadapan-Nya.


DAMAI SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA.....

FIRMAN ALLAH Berkata :
 " Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk AKU ."
 MATIUS  25 : 40 .

* TIDAK MASUK AKAL, JIKA KITA IBADAH, TIDAK MENGASIHI SESAMA * 

Ibu Teresa berkisah tentang seorang laki-laki yang diangkatnya dari selokan dan membawanya ke rumah. Separuh badannya telah dimakan belatung. 

Saat Ibu Teresa merawatnya, laki-laki itu berkata, " Saya telah hidup seperti binatang di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan ."

 Ibu Teresa berkata, " Sungguh luar biasa saya melihat kebesaran jiwa laki-laki itu yang dapat berbicara dan mati seperti itu, tanpa mempersalahkan orang lain dan lingkungannya ataupun membanding-bandingkan ."

Dalam berbagai kesempatan terkadang kita menghindari mereka yang demikian, padahal itulah yang paling ALLAH PEDULI.

 TUHAN mengajarkan MURID-MURID-NYA untuk Peduli kepada mereka yang Lapar, Haus, Telanjang, Dipenjara, orang asing dan yang Paling Hina.

 Bahkan TUHAN menyebut hal tersebut sebagai SYARAT BERKENAN di HADAPAN ALLAH SAAT PENGGALIAN TERAKHIR TIBA.

ALLAH Memanggil kita untuk Mengasihi Orang Lain dengan KASIH yang tidak MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI. 
Sebab dalam DIRI ORANG-ORANG SEKARAT, LUMPUH, HINA, tidak diinginkan dan tidak dikasihi-mereka itu adalah wujud-wujud Penyamaran ALLAH.

 TUHAN BERKATA :  
" Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-KU yang paling hina ini, kamu Melakukannya untuk AKU."

Sebagai bentuk KETAATAN kita KEPADA-NYA, MARILAH kita MELAKUKAN HAL ini.

 BERBICARALAH dengan LEMAH LEMBUT kepada Mereka. 

TUNJUKKANLAH KEBAIKAN Wajah, SENYUM dan KEHANGATAN SALAM kita. 

Berikanlah SUKACITA. PANCARKAN LAH KASIH yang NYATA SEBAGAI BUKTI bahwa ALLAH BERADA dalam HATI KITA. --

DALAM SETIAP PRIBADI ADA TUHAN / ALLAH . 
JADI TIDAK MASUK AKAL JIKA KITA BERKATA
MENGASIHI ALLAH,  TETAPI TAK MENGASIHI SEMUA ORANG.

* PENGHUNI KERAJAAN  SORGA ADALAH ORANG2 YANG TAAT PERINTAH ALLAH. *

LUKAS 10 : 27
Jawab orang itu : 
 " Kasihilah TUHAN, ALLAH mu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, DAN KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI ."  



Posting Komentar untuk "Kumpulan Renungan Singkat Firman Tuhan; Bahan Saat Teduh Pagi Hari"