Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Panggilan Simon Petrus Lukas 5



 Saudara Menemukan keindahan di dalam panggilan Tuhan.

Tuhan punya jawaban terhadap dosa-dosa kita, itu sebabnya jawablah penggilan Tuhan itu.

Tuhan sudah memberikan kuasa dan otoritas.

Dengarkan Tuhan dan jawablah panggilan-Nya.

Di tengah dunia yang sibuk ini, kami mau memiliki telinga yg mendengar, hati yang terbuka akan panggilan Tuhan. Dan menjawab Ya terhadap panggilan-Mu ya Tuhan. Akan bersaksi, bahwa tangan Tuhan yang memampukan kita untuk menjalaninya. Supaya kami bisa berguna bagi generasi kami, dalam setiap tempat di mana Tuhan tempatkan kami. Roh Kudus jamahlah kami, ketika kami membukan hati kami, penuhi kami dg urapan yang baru. Mari datang pada Yesus.

Jawablah panggilan Tuhan, dan di dalam panggilan Tuhan.

Engkau diubah, diberkati dan diperlengkapi. Sebagaimana adanya kamu sekarang, saudara tdk bisa sama seperti ini terus, sesuatu yang Ilahi akan mengubah dan memperlengkapi saudara,

Lukas 5:1-11 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dariku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

 (Simon Nelayan). Apa arti seorang nelayan. Sepanjang malam Simon tdk dapat ikan sepanjang malam, karena tdk dapat ikan. Dalam kesulitan, kegagalan, namun Yesus datang kepada Simon. Yesus tidak mengembalikan perahu Simon dalam keadaan kosong, namun penuh ikan hampir tenggelam, perahu lain juga.

Berikan hidup kita kepada Tuhan. Saudara akan mengalami itu saat kita memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

Selesai mengajar orang banyak di Danau Genezaret, Yesus dengan penuh kuasa mengarahkan Petrus untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan. Arahan ini ditaati Petrus meski kontras dengan pengalamannya, sebab sepanjang malam ia sudah bekerja keras tetapi tidak berhasil menangkap apa-apa. Tanggapan Petrus menunjukkan kesediaan dan kepatuhan dirinya untuk mempercayai kata-kata Yesus.

Setelah mengalami mujizat karena mendapat ikan yang sangat banyak, Petrus bersujud di depan kaki Yesus. Sambil berlutut, ia mengakui dosa-dosanya kepada Yesus yang kini dihormatinya sebagai Tuhan. Petrus meminta Yesus untuk pergi dari hadapannya “karena aku ini seorang berdosa.” Dengan mengakui dosa-dosanya, Petrus secara tidak langsung mengakui kekudusan Allah yang hadir dalam diri Yesus. Namun, Yesus tidak mengikuti permintaan Petrus.

Ia memiliki misi khusus bagi Petrus, yakni menjadikannya sebagai penjala manusia. Panggilan ini menentukan masa depan Petrus. Dalam kerangka narasi Injil Lukas, panggilan ini mengantisipasi peran penting yang kelak akan dimainkan Petrus dalam memperkuat rasul-rasul lain dan melawan Iblis.

Panggilan untuk menjadi penjala manusia ditanggapi Petrus dengan segera. Dia membawa perahunya ke tepi pantai dan meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus. Tanggapan ini menjadi model bagi setiap orang yang ingin menjadi murid Yesus. Siapa pun yang ingin menjadi murid Yesus harus bersikap lepas bebas supaya dapat mengikuti-Nya secara total.

Sebagai murid-murid Yesus, kita juga dipanggil untuk meninggalkan atau melepaskan segala sesuatu yang dapat menjadi penghalang bagi kita untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kita harus hidup lepas bebas dari harta kekayaan duniawi, sehingga kita bisa mengambil bagian dalam gaya hidup Yesus dan bisa menjadi penjala manusia. Sudahkah kita melakukannya?

Aku memanggil engkau Simon dengan segala keberadaannya, Aku akan bekerja dalam hidupmu Simon.

Daud gembala biasa, Tuhan pakai menjadi raja besar Israel.

Paulus orang jahat Tuhan pakai secara luar biasa.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yoh 15:16).

 

Ada Tujuan Tuhan dalam hidup kita.

Di dalam panggilan Tuhan ada jawaban Tuhan dalam hidup saudara.

Tuhan menjadi jawaban itu.

Dialah jawaban untuk hidup kita.

Siapa yang menjadi isteri saya nanti?

Bagaiaman saya bisa bekerja?

Jawablah panggilan Tuhan,

Ketika Tuhan memanggil kita.

Sudara menjadi jawaban bagi orang lain.

Nuh, Abraham, Musa, Ester, Maria. Dll

Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abed Nego

Semua menjadi berkat bagi orang lain.

Hidup menjadi jawabn bagi orang lain.

Engkau akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Saya berdoa supaya kita menjadi jawaban bagi dunia ini.

 

Ketika Simon berbicara kepada Tuhan yang memanggil kita, Simon takut.

Karena berdosa.

Anak2 takut saat ayah memanggil

Adam memanggil, Adam dan Hawa,

Adam di mana engkau, Adam takut.

 

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." (Kej.3:9-10)

 

Petrus saat dipanggil Tuhan, dia sujud, karena saya orang berdosa.

Tuhan berkata kepada Petrus, jangan takut Petrus.

Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dariku, karena aku ini seorang berdosa.”

 

Karena Aku akan menjadikan engkau penjala manusia.

Banyak orang berpikir Tuhan takut Tuhan memanggil, kita akan kehilangan pekerjaan.

Tuhan memangil Petrus tetap menangkap ikan sama, obyek yg di tanggkap beda, tujuannya beda.

Petrus tdk lagi melayani kepentingan sendiri, dia melayani kepentingan Tuhan, bukan nelayan biasa. Nelayan yg menangkap manusia.

Kita masih bisa menjadi sebagaimana kita sekarang. Bisa melayani untuk Angkatan kita, membawa orang lain datang kepada Tuhan.

Jadilah guru yg baik, jadilah dosen yg baik, jadilah direktur yg baik, jadilah bos yg baik, jadilah, karyawan yg baik.

Jadilah dokter yg baik, jadilah profesional2 yg baik.

Jadilah orang yg baik di mana kita berada.

Bawa jiwa2 untuk Tuhan, tdk perlu jadi pdt dulu.

Bukan apa panggilan kita.

Kalau kita menjawab panggilan Tuhan kita akan tetap menjadi nelayan, namun yang kita tangkap bukan lagi ikan, melainkan jiwa2 untuk kemuliaan Tuhan.

 

Panggilan Kita

Bagian pertama pada panggilanmu.

 

Sebelum mengetahui apa panggilan kita masing-masing, kita harus punya hubungan yang dekat dengan Tuhan Yesus terlebih dahulu. Karena Tuhan ingin hubungan yang intim dengan jemaatnya.

Dalam Yohanes 14: 6 disebutkan bahwa,”Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Sepanjang hidup kita, panggilan Tuhan akan membawa tantangan luar biasa, stress, dan frustasi.

Kita tidak akan sukses kalau setiap apa yang dilakukan tidak melalui bimbingan Tuhan Yesus. Serahkan semuanya kepada Tuhan dan bimbingan Roh Kudus. Janganlah berpegang pada pengertian kita sendiri.

 

 Pekerjaanmu bukanlah panggilanmu!

 

Kamu pasti terkejut saat tahu bahwa pekerjaanmu saat ini bukanlah panggilanmu. Banyak orang berganti-ganti pekerjaan semasa hidupnya. Toh nantinya saat hari tuapun mereka akan pensiun dari pekerjaannya. Lalu kalau begitu apakah panggilannya sudah selesai? Bukan.

Pekerjaan kita saat ini hanya instrumen atau sarana yang membantu kita untuk mengetahui panggilan hidup kita. Misalnya saja, seorang montir punya peralatan untuk membetulkan kerusakan pada mesin. Apabila alatnya rusak atau hilang, ia dapat membeli yang baru supaya bisa tetap bekerja bukan.

Sama seperti seseorang yang menjadi pelayan di restoran. Dia sebenarnya punya panggilan untuk melayani orang lain, karena dengan melayani dia merasa senang dan puas. Jadi jika dia berhenti dari pekerjaannya dan mencari tempat yang baru, ia akan terus mencari tempat dimana ia juga bisa melayani orang lain.

Terkadang manusia menggunakan pekerjaan atau karir sebagai tolak ukur kesuksesan. Jika sudah bisa menghasilkan uang yang banyak, maka kita sukses. Padahal Tuhan tidak menginginkan uang. Ia ingin agar kita mampu mengerjakan tugas yang sudah Ia berikan pada kita.

Hal yang paling penting dan perlu kita ingat adalah pekerjaan atau karir bisa datang dan pergi. Tapi untuk panggilan hidup, Tuhan sudah menentukan misinya dari awal, tetaplah melakukannya sampai kita kembali dipanggil-Nya.

 

Bagaimana kita yakin pada panggilan hidup kita?

 

Suatu hari kamu membuka email dan tiba-tiba mendapatkan email yang menyatakan panggilan kita di dalamnya. Atau tiba-tiba ada suara dari langit yang berbicara tentang tujuan hidup kita. Apakah kamu percaya hal itu begitu saja? Bagaimana kita bisa yakin?

Kapanpun dimanapun kita mau mendengar suara Tuhan, metode yang digunakan biasanya: berdoa, membaca Firman Tuhan atau Alkitab, mendengar dari orang lain, dan masih banyak lagi. Sebenarnya Tuhan sudah memberikan setiap kita kemampuan yang unik untuk mengetahui panggilan Tuhan pada hidup kita.

Bacalah Roma 12:6-8

“Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. iapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”

Memang sulit bagi kita untuk mengetahui panggilan Tuhan. Sewaktu kita menggunakan bakat dan karunia kita untuk melayani orang lain, kita akan mengenali karya yang sesuai. Hal itu akan membuat kita merasa penuh rasa bahagia. Disinilah kita akan tahu tujuan atau panggilan hidup yang sebenarnya.

 

Jika kamu melakukan sikap itu, kita tidak hanya akan mengetahui panggilan hidup tapi juga melakukannya dengan penuh passion (gairah) sepanjang hidup kita.   

 


Posting Komentar untuk "Panggilan Simon Petrus Lukas 5"