Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Penyakit Asam Lambung serta cara mengobatinya

 



Sebagai orang percaya kita bertanggungjawab menjaga, merawat dan melatih tubuh kita dengan sebaik-baiknya.

Rasul Paulus dalam suratnya ke pada jemaat di Korintus menuliskan bahwa:

19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:19-20).

 

Melalui tulisan ini, kita akan belajar dan mengetahui ap aitu penyakit lambung, gejala, diaknosis dan cara mengobatinya. Tulisan ini dikuti dari beberapa sumber, tentu baik untuk kita semua, supaya bisa berhati-hati dan menjaga tubuh kita sebagai titipan Tuhan ini.

Ada satu Quotes berkata

“Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”

Selamat belajar:

Penyakit Asam Lambung

Asam lambung telah menjadi salah satu penyakit yang sudah umum dijumpai saat ini atau lebih sering disebut sebagai gerd. Gastroesophageal reflux disease sendiri cukup rentan terhadap beberapa jenis makanan sehingga Anda wajib memilih makanan yang aman bagi lambung.

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu.

Asam lambung naik atau penyakit asam lambung bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala penyakit pada lambung ini sering diduga sebagai serangan jantung atau penyakit jantung koroner, karena gejalanya yang hampir mirip dengan nyeri dada. Walaupun tidak mematikan seperti serangan jantung, penyakit asam lambung perlu ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.

 

Selain makanan, ada beberapa kebiasaan buruk yang tanpa disadari menjadi penyebab asam lambung naik sehingga perlu Anda hindari. Lalu, apa saja kebiasaan yang dapat menjadi penyebab asam lambung naik? Ada beberapa kegiatan yang wajib Anda hindari agar tidak membuat asam lambung naik.

Penyebab Asam Lambung Naik

Lalu, apa saja kebiasaan yang dapat menjadi penyebab asam lambung naik? Ada beberapa kegiatan yang wajib Anda hindari agar tidak membuat asam lambung naik. 

1.   Jadwal Makan Malam yang Tidak Teratur
Salah satu aktivitas yang tidak kita sadari dapat menjadi penyebab asam lambung naik yaitu pola makan tidak teratur, khususnya di malam hari. Hal ini disebabkan karena setelah makan, Anda tidak menyediakan cukup waktu untuk tubuh mencerna makanan dengan langsung tidur.Oleh sebab itu, untuk mengatasi asam lambung yang naik, sebaiknya hindari makan dua jam sebelum tidur. Selain itu, makanlah secara teratur agar lambung dapat bekerja dengan baik untuk mencerna makanan yang dikonsumsi sesuai waktunya.

2.   Menjalani Gaya Hidup yang Tidak Sehat
Kebiasaan menjalani gaya hidup tidak sehat juga dapat mempengaruhi gejala asam lambung naikMulai dari kebiasaan merokok, minum-minuman beralkohol, kopi, hingga minuman bersoda. Jika tetap dilakukan secara berlebihan akan memicu asam lambung menjadi sering naik.

3.   Tidak Mengontrol Jumlah Makanan yang Dikonsumsi
Penyebab asam lambung naik tidak hanya disebabkan oleh telat makan, namun, kekenyangan juga akan menyebabkan hal yang sama. Semakin banyak Anda makan, produksi asam lambung pun akan diproduksi lebih banyak, sehingga semakin besar kemungkinannya untuk naik.

4.   Kelebihan Berat Badan atau ObesitasKetika seseorang mengalami obesitas maka lemak perut yang berlebih mengakibatkan tekanan pada area perut sehingga berisiko terjadinya GERD dan asam lambung naik.

5.   Makan Cemilan Sebelum Tidur
Faktanya tidak menjadi masalah apabila ngemil sebelum waktu tidur asalkan porsinya tidak berlebihan.

6.   Konsumsi Makanan Pedas dan Asam
Makanan pedas, asam dan berlemak dapat memicu produksi asam pada lambung.

Itulah beberapa kebiasaan buruk yang menjadi penyebab asam lambung naik sehingga harus dihindari. Selain mencegah penyakit asam lambung naik dengan menjaga gaya hidup yang lebih baik, Anda juga wajib memberikan perlindungan ekstra terhadap tubuh melalui tambahan manfaat Asuransi Kesehatan.

Anda dapat menambah manfaat dari PRUPrime Healthcare Plus dari polis dasar yang dimiliki berupa pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit, sehingga Anda dapat lebih fokus memulihkan kondisi kesehatan tanpa memusingkan tagihan yang perlu dibayar.

Anda bisa memperoleh informasi lebih lengkap mengenai tambahan manfaat PRUPrime Healthcare Plus hanya di website resmi Prudential.

 

 

Gejala Penyakit Asam Lambung

Gejala utama dari asam lambung naik adalah rasa seperti terbakar di dada (heartburn), yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring. Gejala ini dapat disertai dengan keluhan gangguan pencernaan lainnya, seperti sering bersendawa, mual dan muntah, serta maag dan sesak napas. Penyakit asam lambung juga dapat menimbulkan keluhan mulut terasa asam.

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Asam lambung naik ke kerongkongan (refluks asam lambung) terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Otot LES ini seharusnya berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Bila otot ini lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.

Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada orang lanjut usia (lansia), orang dengan obesitas, perokok, orang yang sering berbaring atau tidur setelah makan, dan wanita hamil.

Diagnosis Penyakit Asam Lambung

Keluhan heartburn pada penderita asam lambung akan dirasakan paling tidak 2 kali dalam seminggu. Bila pasien datang dengan keluhan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian tes penunjang. Pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah gastroskopi, foto Rontgen, pemeriksaan pH kerongkongan, serta tes kekuatan otot kerongkongan (manometri).

Pengobatan Penyakit Asam Lambung 

GERD dapat diatasi dengan mengubah perilaku sehari-hari, seperti menurunkan berat badan, tidak langsung berbaring setelah makan, menjauhi makanan tertentu, termasuk buah yang asamdan berhenti merokok. Beberapa tanaman herbal, seperti jahe, juga diklaim bermanfaat untuk mengatasi penyakit asam lambung.

Dokter gastroenterologi juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengatasi penyakit asam lambung dan meringankan maag akibat asam lambung. Obat yang diberikan adalah obat yang dapat menetralkan asam lambung, menurunkan produksi asam lambung, dan obat yang mempercepat pengosongan lambung. Jika cara tersebut belum dapat mengatasi penyakit asam lambung, operasi dapat dilakukan.

Pengobatan asam lambung cukup bervariasi mulai dari perubahan gaya hidup hingga langkah operasi, yang memerlukan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu, memiliki asuransi kesehatan bisa menjadi solusi praktis untuk menghemat kemungkinan biaya pengobatan kondisi saat ini, maupun nanti.

Komplikasi Penyakit Asam Lambung 

Penanganan penyakit asam lambung yang tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berupa peradangan pada saluran kerongkongan atau esofagus. Peradangan tersebut dapat menyebabkan munculnya luka hingga jaringan parut di kerongkongan, sehingga penderita jadi sulit menelan.

Kondisi  ini juga dapat memicu terjadinya esofagus Barrett, yaitu penyakit yang berisiko menimbulkan kanker esofagus.

 

Gejala Penyakit Asam Lambung

Saat asam lambung naik, dinding kerongkongan dan mulut dapat mengalami iritasi. Gejala yang biasa terjadi adalah rasa asam di bagian belakang mulut dan sensasi terbakar di dada (heartburn) dengan atau tanpa disertai dengan sesak napas. Kedua gejala tersebut dapat bertambah parah saat penderita berbaring atau membungkuk, dan terutama terjadi setelah makan.

Selain rasa asam di belakang mulut dan heartburn, penyakit asam lambung atau GERD juga ditandai dengan:

  • Perasaan ada yang mengganjal di kerongkongan, terutama saat menelan.
  • Mudah kenyang.
  • Sering bersendawa dan suara menjadi serak.
  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang dan sakit saat menelan.
  • Mual dan muntah.
  • Bau mulut.
  • Batuk kronis tanpa dahak, terutama di malam hari.

Gejala asam lambung naik atau refluks asam lambung lebih sering terjadi di malam hari, sehingga menimbulkan gangguan tidur. Penyakit GERD juga dapat mencetuskan gejala asma dan menimbulkan peradangan pada saluran pita suara (laringitis).

Kapan Harus ke Dokter

GERD atau penyakit asam lambung berisiko terjadi pada seseorang yang mengalami obesitas. Berkonsultasilah dengan dokter gizi untuk mendapatkan pola makan yang sehat, guna menurunkan berat badan. Ibu hamil juga sering mengalami asam lambung naik, konsultasikan dengan dokter kandungan bila Anda mengalami gejala GERD.

Setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, makanan yang sulit dicerna, atau makanan yang meningkatkan produksi asam lambung, seperti makanan berlemak, pedas, dan asam.

Namun kondisi tersebut tidak serta-merta menandakan bahwa seseorang menderita GERD atau penyakit asam lambung. Asam lambung naik dianggap sebuah penyakit bila gejala tersebut timbul paling tidak 2 kali dalam seminggu.

Gejala penyakit asam lambung yang hanya terjadi 1-2 kali dalam sebulan, juga belum memerlukan pengobatan dari dokter. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengubah pola makan dan mengonsumsi obat maag yang dijual bebas untuk meredakan gejala.

Anda dianjurkan untuk periksa ke dokter jika gejala asam lambung naik terjadi secara terus-menerus dan tidak kunjung membaik. Pemeriksaan juga diperlukan jika mengalami muntah dalam jumlah banyak, terlebih bila muntah mengandung darah.

Bila Anda mengalami nyeri dada yang menjalar ke rahang dan lengan disertai sesak napas dan keringat dingin, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat. Gejala tersebut bisa menandakan terjadinya serangan jantung , jadi jangan menganggapnya sakit maag biasa.

 

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung disebabkan oleh melemahnya otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal sphincter (LES).

Otot ini berbentuk seperti cincin yang dapat membuka dan menutup saluran kerongkongan. Pada saat makan, otot LES akan mengendur sehingga makanan dapat masuk dari kerongkongan ke dalam lambung. Setelah makanan turun ke lambung, otot LES akan menegang dan menutup.

Pada penderita GERD, otot LES melemah sehingga tidak dapat menutup. Akibatnya, isi lambung dan asam lambung naik ke kerongkongan.

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan otot LES melemah, yaitu:

  • Obesitas.
  • Kehamilan.
  • Usia lanjut.
  • Gastroparesis, yaitu melemahnya otot dinding lambung sehingga pengosongan lambung melambat.
  • Scleroderma, yaitu suatu penyakit pada jaringan ikat.
  • Hernia hiatus, yaitu masuknya bagian lambung ke rongga dada.

Pada bayi, asam lambung naik atau refluks asam lambung biasanya terjadi karena otot LES masih dalam pertumbuhan, sehingga dapat sembuh sendiri seiring pertumbuhan anak. Gejala asam lambung naik pada bayi, seperti gumoh atau sendawa setelah menyusu atau makan, perlu diwaspadai jika gejala tak kunjung menghilang setelah usia 1 tahun.

 

Diagnosis Penyakit Asam Lambung

Dalam mendiagnosis penyakit asam lambung, dokter akan menanyakan gejala yang dialami penderita. Gejala asam lambung naik atau refluks asam lambung ini dianggap sebuah penyakit bila gejalanya muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit dan melihat kemungkinan terjadinya komplikasi . Pemeriksaan lanjutan tersebut berupa:

  • Elektrokardiogram (EKG)
    Pemeriksaan EKG bertujuan untuk melihat adanya penyakit jantung koroner atau serangan jantung, karena kedua penyakit ini menimbulkan gejala yang mirip dengan GERD, yaitu nyeri dada.
  • Gastroskopi
    Gastroskopi atau endoskopi menggunakan alat khusus seperti selang berkamera, untuk mendeteksi peradangan pada esofagus atau kerongkongan (esofagitis) akibat asam lambung naik. Dengan pemeriksaan ini, sampel jaringan dari esofagus dapat diambil dan diperiksa di bawah mikroskop (biopsi esofagus).
  • Manometri esofagus
    Tes ini dilakukan untuk memeriksa irama gerakan otot saat menelan, serta mengukur kekuatan otot kerongkongan.
  • Foto Rontgen saluran pencernaan bagian atas (foto Rontgen OMD)
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat rongga saluran pencernaan atas dan lapisannya. Bila ada peradangan atau penyempitan kerongkongan akan terlihat pada foto tersebut.
  • Pengukuran tingkat keasaman (pH) kerongkongan
    Pengukuran ini dilakukan dengan memasukkan selang atau kateter ke dalam kerongkongan. Selang ini terhubung ke komputer untuk mengukur tingkat keasaman kerongkongan saat penderita melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan atau tidur.

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

 

Pengobatan penyakit asam lambung atau GERD dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup, konsumi obat-obatan, serta operasi. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

Perubahan Gaya Hidup

Untuk meredakan gejala asam lambung naik atau refluks asam lambung, dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan perubahan gaya hidup terlebih dulu. Perubahan yang dimaksud antara lain:

  • Menurunkan berat badan, bila berat badan berlebih.
  • Menghindari makanan dan minuman penyebab asam lambung naik, seperti kafein dan alkohol.
  • Makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering.
  • Tidak merokok.
  • Membatasi atau mengurangi konsumsi obat-obatan tertentu, seperti aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Tidak mengenakan pakaian yang sempit.
  • Tidak membungkuk, duduk bersandar, atau berbaring, minimal 3 jam setelah makan.
  • Tidak mengenakan pakaian yang sempit.
  • Tidak membungkuk, duduk bersandar, atau berbaring, minimal 3 jam setelah makan
  • Tidur menyamping ke kiri atau menggunakan bantal tambahan untuk meninggikan posisi tubuh dari pinggang ke atas.

Konsumsi Obat

Obat yang diberikan untuk mengatasi asam lambung naik (GERD) antara lain:

Obat yang menetralkan asam lambung

Obat ini disebut  antasida dan dijual bebas. Obat antasida dapat meredakan gejala penyakit asam lambung dengan cepat.

Obat yang menurunkan jumlah asam lambung

Berbeda dengan antasida yang langsung menetralkan asam lambung, obat ini bekerja lebih lambat tetapi dapat meredakan gejala untuk waktu yang lebih lama, karena tidak sekadar menetralkan asam lambung. Dengan menurunkan produksi asam lambung, peradangan di kerongkongan juga dapat membaik.

Contoh obat yang menurunkan produksi asam lambung adalah obat antagonis H2 (contohnya cimetidine, famotidine, atau ranitidin) dan obat penghambat pompa proton (contohnya lansoprazole atau omeprazole).

Obat yang mempercepat proses pengosongan lambung

Obat ini disebut dengan obat prokinetik dan hanya boleh dikonsumsi sesuai resep dokter. Contoh obat ini adalah metoclopramide atau cisapridePengosongan isi lambung yang lebih cepat, dapat mencegah naiknya isi lambung ke kerongkongan.

Operasi

Operasi merupakan langkah penanganan terakhir untuk mengatasi GERD atau asam lambung naik, terutama jika perubahan gaya hidup dan obat-obatan tidak dapat mengatasi gejala.

Operasi juga dilakukan jika penderita penyakit asam lambung sudah mengalami komplikasi, seperti penyempitan kerongkongan yang menyebabkan makanan susah turun ke lambung. Jenis operasi yang dapat dilakukan, antara lain:

Operasi pengikatan otot LES atau fundoplication

Operasi ini bertujuan untuk mencegah asam lambung naik, dengan mengikat bagian atas lambung atau area di sekitar otot LES.

Operasi pemasangan alat LINX

Alat berbentuk cincin magnetik ini dililitkan pada area otot LES, agar area tersebut hanya terbuka saat makanan atau minuman melewati kerongkongan.

Selain operasi, tindakan untuk memperkuat area LES dapat dilakukan dengan alat khusus berbentuk selang berkamera, yang dimasukkan melalui mulut. Tindakan ini dinamakan endoskopi. Dengan tindakan endoskopi, bagian bawah kerongkongan (area LES) akan dijahit dan diikat.

 

Sumber data:

https://www.alodokter.com/penyakit-asam-lambung/pengobatan

 

Terakhir diperbarui: 12 Juli 2019

Ditinjau oleh: dr. Tjin Willy

Referensi:

Ness-Jensen, et al. (2016). Lifestyle Intervention in Gastroesophageal Reflux Disease. Clin Gastroenterol Hepatol., 14 (2), pp. 175-82.
Badillo, R. & Francis, D. (2014). Diagnosis and Treatment of Gastroesophageal Reflux Disease. World J Gastrointest Pharmacol Ther., 5 (3), pp. 105-12.
National Institute of Health (2014). The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Acid Reflux (GER and GERD) in Adults
American Gastroenterological Association (2019). Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
Mayo Clinic (2018). Disease and Conditions. Gastroesophageal Reflux Disease
American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (2019). Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
WebMD (2017). Heartburn Surgery

 

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Penyakit Asam Lambung serta cara mengobatinya"