Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kata Alkitab tentang Berbuah Lebat di dalam TUHAN

 



BERBUAH LEBAT DI DALAM TUHAN

 

Harry Emerson Fosdick pernah mengunjungi seorang temannya yang bekerja sebagai petani apel,‎

Ia menyaksikan pohon² apel yang buahnya begitu lebat, ‎sehingga perlu di topang agar tidak patah.

Kemudian Harry bertanya kepada temannya bagaimana apel itu bisa berbuah lebat,‎

Temannya menjawab,

"Kami telah mempelajari sesuatu tentang pohon apel,‎

Jika sebuah pohon apel cenderung tinggi, berdaun lebat namun tidak menghasilkan buah, ‎maka kami akan mulai melukai dan mem-bacok² batangnya.

 

Ternyata cara itu selalu membawa hasil yang memuaskan,

karena apel itu akan menghasilkan buah yang lebat."

Kadangkala TUHAN melakukan hal yang sama terhadap anakNYA,

agar mereka menjadi lebih dewasa dan menghasilkan buah yang lebat di dalam hidupnya.

 

TUHAN mengijinkan tekanan dan penderitaan terjadi dalam hidup kita, supaya‎ kita belajar taat, sabar, rendah hati, dan tidak sombong.

 

Setiap bacokan atau proses pemangkasan selalu mendatangkan rasa sakit,‎

tetapi satu²nya alasan untuk kita tidak meronta ketika TUHAN membacok dan membersihkan kita adalah maksud yang indah di balik semua itu.‎

 

Jika saat ini kita merasakan bahwa TUHAN sedang melakukan suatu proses pendewasaan melalui masalah² yang timbul, konflik, tekanan, sakit penyakit dan penderitaan lainnya, tekunlah menjalaninya,

karena TUHAN sedang membawa kita pada tingkat kedewasaan yang di kehendakiNYA.

 

DIA mengajar kita untuk bergantung kepadaNYA,‎

DIA akan mendidik kita sampai kita berbuah dengan lebat di dalam hidup kita.

 

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

(Yohanes 15:4-5).

 

JANGAN HIRAUKAN SAAT KITA DI ANGGAP REMEH

Pada usia 16 tahun , Richard Branson, pendiri perusahaan wisata Virgin and Virgin Galactic, di keluarkan dari sekolahnya karena di anggap menderita Disklesia dan Buta Angka,

sebab ia tidak mampu mengerjakan perhitungan matematika yang paling sederhana sekalipun.

 

Namun beberapa tahun kemudian, Richard dikenal dan di akui sebagai Pria paling Cerdas di Inggris,

Perusahaan yang ia bangun menjadi salah satu dari 40 perusahaan besar dunia yang bisa meraup pendapatan sebesar 4 Miliar US $ atau setara dengan 35 Triliun rupiah per tahunnya.

 

Banyak orang cenderung selalu meremehkan orang lain, ketika orang itu belum berhasil mencapai sesuatu yang besar,

Cibiran, Cercaan, bahkan Tertawaan selalu Mewarnai hari-hari seseorang yang Memiliki Visi Besar namun belum berhasil mewujudkannya.

 

Namun sebaliknya, ketika mereka sudah bisa melihat hasilnya, mereka baru mengakui kehebatan orang tersebut,

Memang terasa menyakitkan, namun itulah yang selalu terjadi.

 

Di remehkan adalah hal yang biasa terjadi pada setiap orang apalagi kita belum melakukan sesuatu yang besar, namun demikian kita tidak perlu menghiraukannya.

 

Kita tidak perlu Marah, Rendah diri dan Berkecil hati, jika ada orang yang meremehkan kita,

Kita hanya perlu berfokus pada apa yang perlu kita lakukan.

 

Ketika semua mimpi kita terwujud, maka penilaian orang lain akan berubah dengan sendirinya,

Jadikanlah sikap mereka itu sbg Pemacu Semangat kita untuk membuktikan bahwa kita bisa melakukannya,

Tetaplah berusaha semaksimal mungkin dan satu hal yang tidak boleh kita lupakan, Tetaplah Rendah Hati jika kita sudah Berhasil.

 

KERENDAHAN HATI LAH YANG AKAN MENGANGKAT KITA KE DERAJAT KEHIDUPAN YANG LEBIH TINGGI.

 

“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

(Matius 23:12)‎.

 

LAKUKAN APA YANG MENJADI BAGIANMU, DAN ‎JANGAN BERPIKIR APA YANG AKAN KITA DAPAT

 

Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus,‎

Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil berkata,

“aku lapar, bolehkah aku makan daunmu?”

 

Pohon mangga menjawab,

“Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak.

 

Apabila kau makan daunku,

nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi,‎

Lalu aku mungkin akan mati kekeringan.

 

Hmmm…

tapi baiklah, kau boleh naik dan memakan daunku,‎

Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali.”

 

Ulat naik dan mulai makan daun²an,‎

Ia hidup di atas pohon itu sampai menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu² yang cantik.

 

Ulat berkata,

“Hai pohon mangga, ‎lihatlah aku sudah menjadi kupu²,‎

Terima kasih karena telah mengizinkan aku hidup di tubuhmu,‎

Sebagai balas budi, ‎aku akan membawa serbuk sari hingga bungamu dapat berbuah.”‎

 

Mengapa hidup kita tidak bahagia?‎

 

Karena kita hanya memikirkan diri kita sendiri,‎

Kita hanya memperhatikan perasaan kita sendiri,

Kita hanya memikirkan kebutuhan sendiri,‎

Kita hanya mengkuatirkan keselamatan kita ‎sendiri.

 

SEMAKIN KITA HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI,

SEMAKIN TIDAK BAHAGIA HIDUP KITA.‎

 

Kita sering memperhitungkan untung rugi pengorbanan yang kita lakukan,‎

“Jika saya memberi, saya akan kekurangan, ‎Bagaimana mengatasinya?”

 

Atau

 

“Bagaimana kalau ternyata saya di tipu?”

 

Tapi sadarkah kita, ‎setiap kita memberi, ada sepercik SUKACITA di hati?

 

Mother Teresa pernah berkata,

“LAKUKAN APA YANG MENJADI BAGIANMU, DAN ‎JANGAN BERPIKIR APA YANG AKAN KITA DAPAT.”

 

“Camkanlah ini:

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga,

dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”

(2 Korintus 9:6).

 

PELAJARAN PENTING DARI SEMUT

 

Ada 6 hal yang patut kita pelajari dari semut:

 

1. Semut TAK PERNAH PUTUS ASA

Coba bentangkan tangan untuk menutup jalan yang di lalui semut.

 

Semut tak akan putus asa, apalagi berhenti, tetapi ‎terus mencari rute lain.

 

Sudahkah kita Memaksimalkan ‎Kerja dan Tak Pernah Putus Asa dalam menjalani hidup ini?‎

 

2. Semut RAJIN LUAR BIASA

Pernahkah melihat semut tiduran dan santai-santai?

 

Semut selalu aktif bekerja mengangkut makanan,‎

Bekerja merupakan bagian penting dari hidup semut.

 

Semut tidak pernah merasa bosan dengan apa yang dia lakukan setiap hari, sebab‎ semut Mempunyai TUJUAN dan ARAH HIDUP.

 

Apakah kita sudah mempunyai arah dan tujuan di dalam hidup kita sekarang?‎

 

3. Semut itu KUAT

Semut sanggup mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya.

 

Semut Tak Pernah Mengeluh, apalagi menyerah.

 

Mampukah kita menghadapi masalah hidup dan Tetap Optimis seperti semut?

4. Semut BERJIWA SOSIAL

Apa yang di lakukan semut ketika makanan yang hendak di angkut terlalu berat?

 

Semut tidak mempunyai sifat egois, ‎mereka akan tolong menolong dan mengangkatnya ber-sama².

 

Apakah kita egois atau Berjiwa ‎Sosial seperti semut?‎

 

5. Semut CEPAT MELIHAT PELUANG

Semut cepat hadir ketika dia mengetahui ada peluang untuk mendapatkan makanan.

 

Semut tak akan menyiakannya, sebab ‎semut tahu peluang hanya datang sekali saja.

 

Apakah anda termasuk orang yang bisa menggunakan peluang dengan baik?‎

 

Semoga kita bisa mencontoh sifat semut dan mengembangkan menjadi kebiasaan yang positif untuk hidup yang lebih baik.‎

 

6. Semut SELALU MENYALAMI semut lain saat berpapasan

Begitu juga dengan kita, ‎belajar untuk selalu menyapa orang² yang ada di sekitar kita.

 

Apa anda termasuk orang sombong atau selalu menyapa orang² di sekitar kita?

“Hai pemalas, pergilah kepada semut,

perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.”

(Amsal 6:6)

 

 

 


Posting Komentar untuk "Kata Alkitab tentang Berbuah Lebat di dalam TUHAN"