Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Saat Teduh Tentang menjadi Pemenang Kehidupan

 

 


TEKANAN HIDUP AKAN MEMUNCULKAN KITA MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN‎

 

Pohon korma lazim di jumpai di Timur Tengah,‎

dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap di hantam badai gurun yang dahsyat,‎

hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup.

 

Tak berlebihan kalau pohon korma di anggap sebagai pohon yang tahan banting,‎

Kekuatan pohon kurma ada di Akar²nya.

 

Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dalam lubang pasir lalu di tutup dengan batu.

Mengapa biji itu harus di tutup batu?‎

Ternyata batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas.

 

Justru karena pertumbuhan batang mengalami HAMBATAN,‎

hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.

 

Setelah akarnya menjadi kuat,‎

barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan‎ bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.

Di tekan dari atas, supaya‎ bisa mengakar kuat ke bawah.

 

Bukankah itu PRINSIP Kehidupan yang luar biasa?

 

Sekarang kita tahu mengapa TUHAN kerapkali mengijinkan tekanan hidup selalu datang,‎

Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya‎ TUHAN mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita BERAKAR semakin KUAT.

 

Tak sekedar bertahan, tap‎i ada waktunya benih yg sudah mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yang selama ini menekan kita.

 

Kita akan keluar menjadi Pemenang Kehidupan (Peraih Reward), dan‎ TUHAN sudah mendesain kita seperti pohon korma.

 

“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma.”

(Mazmur 92:13)

 

MILIKILAH SELALU POSITIF THINKING BAHWA TEKANAN HIDUP TAK AKAN PERNAH BISA MELEMAHKAN,‎

JUSTRU TEKANAN HIDUP AKAN MEMUNCULKAN KITA MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN.

“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”

(Roma 8:37)

 

BERKAT YANG TUHAN SEDIAKAN SELALU DI LUAR NALAR DAN LOGIKA‎


Seorang Pria yang kelak di kenal dengan nama St. Augustine, suatu ketika merasa frustasi, sebab‎ ia Berusaha dengan Segenap Pikirannya untuk Memahami Hakikat TUHAN, namun‎ pada akhirnya ia tetap tak dapat mengetahui misteri tentang TUHAN.

 

Bagaimana TUHAN itu pada mulanya, dan‎ terdiri dari apakah TUHAN itu ?

 

Suatu hari sambil merenungkan hal itu, ‎ia ber-jalan² di pantai dan melihat seorang anak kecil dengan tempurung, sedang mengisi sebuah lubang kecil di pasir dengan air laut.

 

Karena keheranan dengan perbuatan si anak kecil itu, ‎Augustine lalu bertanya,

"Apa yang sedang kau lakukan, nak?"

 

"aku akan menguras air laut itu, dan ‎mengisinya ke dalam lubang kecil ini."

 

Mendengar jawaban itu, ‎Augustine langsung tersenyum, karena kini ia sadar bahwa TUHAN telah memberinya jawaban melalui anak kecil itu,‎ atas Penyelidikannya selama ini akan Hakikat TUHAN.

 

Kini ia sadar bahwa sama seperti sebuah lubang kecil yang tak dapat menampung air laut yang begitu besar dan luas,

demikian pula Pikiran kita yang Kecil dan Terbatas tak akan Mampu Menampung dan Memahami TUHAN yang Begitu Besar.

 

Apakah saat ini kita Masih saja selalu Berusaha untuk Memahami TUHAN sebelum kita Melakukan dan Mentaati Perintah²NYA ?

Kalau itu yang kita Lakukan, maka‎ kita akan Frustasi,

karena Pikiran kita yang Sangat Kecil tak akan dapat Memahami Hikmat TUHAN yang Begitu Besar, dan‎ justru karena itulah maka DIA di sebut TUHAN.

 

Yang dapat kita Lakukan adalah Percaya dan Beriman bahwa Segala Rancangan dan Segala Keputusan TUHAN dalam Hidup kita adalah yang Terbaik bagi kita.‎

 

JANGAN TERLALU BANYAK BERPIKIR DAN BERNALAR SECARA LOGIKA UNTUK MELAKUKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN,‎

KARENA BERKAT YANG TUHAN SEDIAKAN SELALU DI LUAR NALAR DAN LOGIKA KITA.

 

“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”

(Roma 11:33).

 

MENGAMPUNI DAN MELUPAKAN

 

Ketika ada seseorang yang dengan sengaja mengkhianati kita di masa lalu, ‎lalu dia datang kembali untuk meminta maaf,

maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak memaafkannya.

 

Akan tetapi...

Dengan apa yang telah kita alami,

Sudah cukup alasan bagi kita untuk tidak mempercayainya kembali.

 

Berhentilah memikirkan orang² yang telah mengecewakan kita,‎

Berhentilah berharap kepada orang² yang telah dengan sengaja menyakiti kita,

karena itu hanya akan membuat banyak waktu kita terbuang percuma.

 

Banyak hal yang membuat kita sakit,‎

Banyak hal yang membuat kita meneteskan airmata,

Tetapi ada dua hal yang mampu menyelesaikannya: ‎MENGAMPUNI DAN MELUPAKAN.‎

 

”Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

(Matius 6:14-15)

 

MENGAMPUNI bukan berarti melupakan semua yang terjadi, namun‎ Belajar dengan Ikhlas menerima semua yang terjadi dan mengambil HIKMAT yang POSITIF dari setiap PENGALAMAN PAHIT tersebut.‎

Apa yang menjadi masa lalu kita tetaplah merupakan bagian dari hidup kita yang tidak mungkin di lupakan,‎

Hanya biarlah semua menjadi KENANGAN yang sudah kita taruh ke dalam ALBUM KENANGAN dan di simpan dalam lemari yang pada akhirnya dengan sendirinya kita melupakan semua itu,‎

Kalau pun ALBUM itu di buka itu tetap hanyalah sebuah KENANGAN yang memberikan banyak HIKMAT kepada kita.

 

KITA HARUS PERCAYA BAHWA SELALU ADA HAL POSITIF DI SETIAP MASALAH YANG KITA HADAPI.

 

”Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.”

(1 Yohanes 3:15)

 

JANGAN PERNAH MENGASIHANI DIRI SENDIRI

 

Dave Dravecky adalah pelempar bola yang gemilang dari tim bisbol San Diego Padres dan San Francisco Giants,‎

Tapi tangan yang di pakainya untuk melempar makin lama terasa sakit.

 

Tes medis menunjukkan bahwa ia terkena kanker,

karena itu ia harus menjalani pembedahan dan rehabilitasi selama ber-bulan².

 

Selanjutnya ‎Dave kembali menjadi pelempar bola dalam beberapa liga kecil, ‎kemudian juga dalam liga² utama.

 

Tetapi suatu kali di Montreal, ‎tangannya terasa ngilu saat melempar bola,‎

Kanker itu ternyata belum lenyap.

Untuk menyelamatkan nyawanya, ‎para dokter memotong lengan dan sebagian besar bahunya.

Sebagai seorang Kristen yang sungguh², ‎Dave tidak tenggelam dalam rasa kasihan pada diri sendiri, i‎a berkata,‎

"Saya tak perlu mengasihani diri sendiri.

 

Saya tidak bertanya,

'Mengapa harus saya, TUHAN?'

 

Pertanyaan saya adalah,

'Apa rencana-MU bagi saya?'"

 

Lalu ia menyambung,

"Saya melihat peristiwa ini sebagai kesempatan yang di berikan TUHAN kepada saya untuk memberitakan Injil kepada banyak orang."

 

Sebagaimana Rasul Paulus melihat bahwa kesengsaraan dapat menjadi sebuah kesempatan (Filipi 1:12),

Dave juga melihat bahwa TUHAN tlah membuka pintu agar ia dapat berbicara tentang imannya kepada Kristus.

 

Orang mau mendengarkan Dave karena ia adalah kesaksian hidup tentang ketabahan manusia dan anugerah TUHAN.

 

Saat kesulitan datang dan menghancurkan impian kita atau membuat tubuh kita cacat, ‎apakah kita akan mengasihani diri sendiri?

 

Ataukah kita akan melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Anugerah TUHAN itu cukup bagi kita?

 

KESULITAN DI BERIKAN BERSAMAAN DENGAN ANUGERAH UNTUK MENANGGUNGNYA.‎

 

“Dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”

(2Korintus 12:9b)


Posting Komentar untuk "Saat Teduh Tentang menjadi Pemenang Kehidupan"