Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Takhta Pengadilan Kristus

 




Pengadilan pertama didapat dari 2 bagian Akitab dimana istilah “Tahta Pengadilan Kristus” muncul:
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. (Romans 14:10).
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus (2 Corinthians 5:10).

Pengadilan ini jangan dibingungkan dengan pengadilan lain karena Roh Kudus menggunakan kata Yunani untuk menggambarkan Tahta Pengadilan Kristus berbeda dari kata Yunani yang digunakan untuk pengadilan lainnya. 

Di sini kata yang digunakan adalah bema. Ini muncul dalam Yunani Klasik untuk mengidentifikasi tahta hakim dalam arena Olimpiade. Kata bema adalah tahta dimana hakim duduk, bukan untuk menghukum peserta, tapi untuk memberikan hadiah bagi pemenang. Saat orang Kristen berdiri dihadapan bema Kristus, itu untuk memberikan hadiah sesuai pekerjaan mereka. Tidak untuk menghukum.

Hakim. Tuhan kita sendiri berkata: “Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak” (John 5:22). Paulus berkata pada orang Atena “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” (Acts 17:31). Dalam hal ini setiap tahta pengadilan bisa dipikir sebagai tahta pengadilan Kristus, karena Anak Allah yang dibangkitkan, Dia telah ditunjuk oleh Bapa untuk mengadili semuanya. Tapi, hanya ada satu bema, satu tahta bagi Kristus untuk memberikan hadiah bagi orang kudus sebagai pemenang.

Karena Kristus adalah hakim, dan waktu serta tempat telah ditetapkan untuk mengadili orang percaya, kita diperingatkan untuk tidak saling menghakimi dalam hidup ini. “Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah” (Romans 14:10). Kita bukan hakim. 

Maka dari itu kita tidak punya hak untuk menghakimi atau merendahkan saudara seiman kita. Tidak mungkin bagi kita untuk menghakimi dengan benar dan adil karena kita tidak tahu hati setiap kita. Yesus memperingatkan para murid: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” (Matthew 7:1). Kita harus menjalankan hal ini disetiap hal, dimana sikap kita tidak mencari kesalahan. Kita diharapkan menggunakan seluruh akal sehat dan kemampuan membedakan, tapi jangan pernah membalas, mengutuk, atau menghakimi yang lain. Abraham Kuyper pernah berkata: “Semua pengadilan manusia tidak sempurna. Tidak bisa memuaskan rasa keadilan kita.” 

Pengadilan manusia tidak bisa membawa keadilan atas mereka yang sudah melakukan kejahatan tersembunyi. Sering yang bersalah dibebaskan dan yang tidak bersalah dihukum. “jangan pernah lupa para martirmu.” Karena keterbatasan kita, kita salah menyimpulkan. Maka dari itu kita harus menyerahkan semua pengadilan kepada Hakim yang Maha Tahu yang akan mengadili dengan adil, dan tidak bisa salah. 

Saat Yesus datang, setiap orang Kristen yang hidup dan yang mati, akan masuk kedalam suatu pengadilan besar dihadapan bema Kristus. Kita semua akan ada disana, tidak sebagai penonton atau saksi. Hakim Kudus tidak membutuhkan saksi apapun. Disaat itu FirmanNya tetap. “Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia” (John 2:24-25).

Yang Dihakimi. Hanya orang percaya yang muncul dihadapan Tahta Pengadilan Kristus. Dikedua ayat dimana pengadilan ini disebutkan (Romans 14:10; 2 Corinthians 5:10), kata-katanya ditujukan untuk orang Kristen. Semua orang yang diluar Kristus akan diadili di Tahta Putih setelah seribu tahun pemerintahan Kristus didunia. Tapi hal yang ingin dikatakan Paulus adalah, “Kita akan muncul” secara khusus menunjuk pada orang kudus dimana Paulus memasukan dirinya. Seseorang mungkin mempertanyakan kemungkinan dimana jumlah begitu besar orang kudus berdiri disuatu ruang, atau masalah waktu seperti “begitu banyak keputusan yang harus dibuat.” 

Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang detil lokasi pengadilan. Apakah disorga atau diudara kita tidak bisa katakan. Bagaimanapun, satu hal sudah pasti, seperti yang pernah Henry W. Frost katakan: “Pengadilan Ilahi tidak akan lama.” Sangat konyol mempermasalahkan ruang saat kita berpikir tentang surga. “Mungkin saja pengadilan orang kudus ini akan terjadi pada satu saat, dan setiap orang Kristen akan diangkat keudara ketempatnya masing-masing yang sudah ditetapkan.” Jika masih ada masalah tentang lokasi pasti dan cara pengadilannya, tidak ada masalah dengan kepastiannya, “Karena kita harus muncul dihadapan tahta pengadilan Kristus.”

Tahta Pengadilan Kristus sangat penting bagi penulis. Memikirkan tentang orang percaya, seluruh anggota tubuh Kristus, yang terbagi-bagi karena perbedaan. Dalam organisasi, gereja, dan dalam keluarga, saya tidak melihat orang Kristen berlaku sesuai. Orang yang dulu dekat sekarang terpisah dan ada kepahitan diantara mereka. 

Masing-masing menyalahkan orang lain, mencoba melayani Tuhan, tapi perbedaan mereka tidak bisa disesuaikan. Sekarang jika Tuhan kita kembali sebelum ada rekonsiliasi didunia, penting mereka kembali berbaikan karena mereka tidak bisa seterusnya bermusuhan. Sorga tidak mengenal hal seperti itu. Kebencian dan tidak mau memaafkan adalah dosa. Itulah pentingnya Tahta Pengadilan Kristus.

Tahta Pengadilan Kristus penting bukan karena orang percaya akan menerima hadiah atas pelayanannya dalam hidup. Sering kali, disaat penguburan, kita mendengar bahwa yang meninggal akan menerima hadiah kekal. Ini secara Alkitab tidak benar. Orang kudus yang pergi ada dengan Tuhan, tapi belum menerima hadiah. Tidak satupun dari para murid dan rasul menerima hadiahnya, tidak sampai Yesus datang kembali dan semua orang kudus berkumpul bersama. Yesus berkata pada orang farisi ditempat dia makan: “Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” (Luke 14:14).

Teman Kristen yang terkasih, “, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Corinthians 15:58). “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu” (Hebrews 6:10). “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” (Colossians 3:23, 24).

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu (Revelation 3:11).

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya (Revelation 22:12).

Tahta Pengadilan Kristus merupakan hari pemberian mahkota bagi orang Kristen yang menerima hadiah atas kerja mereka. PB mengajarkan bahwa ini disebut “mahkota” Ada 5 macam/jenis mahkota.


1. Mahkota yang Abadi.

 “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi” (1 Corinthians 9:25).

Disini Paulu sedang berpikir tentang atlit diRoma. Sebelum pertandingan setiap peserta berdisiplin, mencukupi segala sesuatu. Jelas ada banyak hal menyenangkan yang ingin dilakukan atlit tapi mereka menolak semuanya untuk menjadi yang terbaik.

Mahkota menunggu pemenang. Mahkota abadi bagi kemenangan orang Kristen bagi yang tunduk. Ada beberapa kesenangan, cara berpakaian, dan kosmetik yang bisa mengganggu perkembangan seseorang dalam menyebarkan Injil dan memenangkan yang terhilang bagi Krisus.

Jika saya hidup berkemenangan atas segala hal, “mengindahkan pemenuhan nafsu,” saya akan mendapat hadiah kehidupan yaitu Mahkota Abadi. Jika seorang atlit harus tunduk berbulan-bulan dalam disiplin dan Latihan untuk mendapat mahkota fana, betapa lebih lagi kita harus hidup untuk mendapat mahkota abadi!

2. Mahkota Sukacita. 

“Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami” (1 Thessalonians 2:19, 20). Ini mahkota untuk yang memenangkan jiwa. Hal pertama yang harus didoakan orang Kristen adalah keinginan, kemampuan dan hikmat untuk memenangkan jiwa yang hilang kepada Yesus Kristus.

Paulus yakin bahwa saat dia berdiri dihadapan Tahta Pengadilan Kristus, jemaat Tesalonika akan menjami suatu mahkota semua yang berbagi dengan mereka dalam membawa mereka kepada Kristus. Setiap seseorang bertobat, ada sukacita disorga; tapi saat pemberian hadiah mahkota bagi yang memenangkan jiwa akan ada sukacita besar saat mereka yang dibawa kehadapan Tuhan bersama yang membawa mereka kepada Kristus. Apa harapan hadiah kita sebagai saksi Kristus? Jawabannya ada dalam mereka yang disorga karena doa, pemberitaan, dan pelayanan pribadimu.

 



3. Mahkota Kebenaran.

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya” (2 Timothy 4:8). Disini karakter hadiah selaras dengan karakter Pemberi. Keduanya adalah benar. Pengajaran tentang kedatangan Tuhan sangat dihargai Tuhan. Selain fakta bahwa Yesus akan datang kembali diejek banyak orang. Kebenaran ini membawa penderitaan dan kesulitan, dan tidak jarang kematian, bagi mereka yang berkeras memberitakan dan mengajar mereka. Tapi betapa indah mengetahui bahwa Tuhan telah menyiapkan hadiah khusus bagi semua yang berharap, yang menanti AnakNya dari sorga.

4. Mahkota Kehidupan.

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (James 1:12). “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Revelation 2:10).

Mahkota Kehidupan diperuntukan bagi mereka yang memberikan hidupnya untuk Injil. Tidak semua saksi Tuhan dipanggil menjadi martir. Tidak semua mau membayar dengan nyawa mereka untuk pesan keselamatan bagi yang terhilang. Betapa adil Bapa kita disorga karena Dia telah menyiapkan mahkota bagi martir karena menderita untuk Kristus! Walau sebagian dari kita tidak akan menerima Mahkota Kehidupan, kita akan bersukacita bersama mereka yang mau mati demi pengabaran Injil Kristus.

5. Mahkota Kemuliaan.

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (1 Peter 5:2-5). Ada banyak yang dipanggil dan diurapi Tuhan untuk mengabarkan dan mengajarkan Firman-Nya. Mereka yang peduli pada kawanan domba Tuhan selama Gembala Agung tidak ada. Saudara sepelayanan, mari kita memberikan diri kita tanpa pura-pura untuk menjaga domba-Nya dipadangNya, karena mahkota kemuliaan kekal menanti ktia saat Gembala Agung muncul.

Jika ini merupakan sukacita bagi mereka yang menerima mahkota, pasti akan ada kekecewaan dan kepedihan bagi mereka yang tidak menerima. Tuhan tahu dosa dan pekerjaan anak-Nya. Catatan-Nya termasuk motivasi dan tindakan, respon kita dan penolakan terhadap panggilan pelayanan Tuhan. 

Saat orang Kristen yang tidak setia mendengar dan melihat catatan ketidaksetiaannya; saat dia diingatkan bagian yang harus dilakukannya; saat dia melihat bagiamana Kristus menderita akibat kelalaiannya dikala orang Kristen bersalah pada saudaranya dan tidak pernah bertobat dari dosanya. Apakah tidak ada penyesalan, malu dan ketakutan? Dengan kembali pernyataan Tuhan yang tetap: “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.”

Kalimat terakhir! “Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya” (1 John 2:28). Malu akan kedatangan-Nya! Suatu akhir hidup yang disayangkan bagi setiap orang percaya! Betapa malu kita jika kita terlibat dalam usaha yang tidak jujur, pembicaraan yang kotor, atau hidup yang tidak kudus. Marilah kita, dengan satu tujuan, menyerahkan diri kita pada kehendakNya yang sempurna bagi hidup kita agar kita bisa mendengar Dia berkata: “Well done.”


Posting Komentar untuk "Takhta Pengadilan Kristus"