Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tumbal dosa renungan jumat agung dan paskah April 2022

 



Pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai tumbal dosa renungan jumat agung dan paskah April 2022

 

Markus 15:24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.

Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 94 ; Lukas 6 ; Ulangan 33-34
Jika membaca ayat di atas proses penyaliban Yesus Kristus sepertinya singkat, hanya dituliskan dalam satu kalimat, “Kemudian mereka menyalibkan Dia.” Namun apakah pada kenyataanya sesingkat dan semudah itu?


Proses penyaliban yang sesungguhnya terjadi adalah seperti ini : salib dengan berat sekitar 50 kilogram yang sebelumnya dipikul oleh Yesus di taruh ke tanah. Yesus yang telah kelelahan dan penuh luka akibat dicambuk, gesekan kayu, terjatuh dan kesakitan akibat mahkota berduri yang tertancap dikepalanya kemudian dibaringkan di atas kayu salib itu.


Prajurit kemudian mengambil paku dan merentangkan tangan-Nya dan memaku-Nya di kayu salib pada pergelangan tangannya. Hal yang serupa dilakukan pada tangan yang satunya. Kemudian kayu itu didirikan, ketika salib itu sudah berdiri, salah satu kakinya ditaruh di atas kaki yang lainnya baru kemudian di paku. Saat itu berat badannya ditahan oleh paku yang ada di pergelangan tangnnya membuat rasa sakitnya tidak tertahankan.'

Setelah itu, setiap otot pada tubuhnya seperti ditarik setiap Ia menarik nafas. Dalam kondisi hampir kehabisan darah, Yesus menahan rasa sakit selama berjam-jam dibawah terik matahari. Secara berlahan-lahan dan penuh rasa sakit, Yesus pun menghembuskan nafas-Nya yang terakhir.


Seringkali kita tidak menyadari bahwa penderitaan yang dialami Yesus Kristus di kayu salib begitu hebat, dan prosesnya sangat panjang. Semua itu Yesus lakukan karena cinta-Nya kepada manusia, termasuk Anda dan saya. Di hari Jumat Agung ini, mari kita merenungkan kembali pengorbanannya dan menghargai anugrah keselamatan yang telah Ia berikan bagi kita dengan hidup berkenan di hadapan-Nya.


Dosa kita dibayar lunas bukan dengan emas perak, namun dengan darah Yesus melalui proses penyiksaan yang menyakitkan. Mari kita hargai anugrah-Nya.

 

MAKNA PENGORBANAN YESUS BAGI ORANG PERCAYA

Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat DENGAN DARAH, dan TANPA PENUMPAHAN DARAH tidak ada pengampunan.

Ibrani 9 : 22

Allah mengasihi umat manusia, siapapun dan bagaimanapun keadaan kita. Akan tetapi KEKUDUSAN Allah menuntut HUKUMAN MATI (Penumpahan Darah) atas setiap dosa yang dilakukan oleh manusia. Roma 6 : 23 : Sebab upah dosa adalah MAUT, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal didalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Salah satu tujuan kedatangan Yesus ke dalam dunia ini adalah MATI (Menumpahkan darah-Nya) untuk mendamaikan Allah dengan manusia yang berdosa. Sebagai Allah dan manusia, Yesus sesungguhnya bukanlah MATI DIBUNUH oleh manusia, tetapi YESUS MENYERAHKAN NYAWA-NYA (Matius 27 : 50; Markus 15 : 37; Lukas 23 : 46 dan Yohanes 19 : 30). Artinya Yesus menggantikan kita ditempat hukuman yang seharusnya kita jalani. Oleh sebab itu, bagi setiap orang yang memutuskan untuk Menerima Perdamaian yang telah dilakukan oleh Yesus (Percaya dan menerima Yesus), akan MENGALAMI dan MERASAKAN manfaat dari pengorbanan Kristus.

Berikut ini adalah beberapa manfaat secara langsung yang pasti akan dialami dan dirasakan oleh setiap orang yang percaya, yaitu :

1.      Dosa kita diampuni oleh Allah.

Allah tidak lagi memandang dosa kita, tetapi Allah memandang darah Yesus yang telah dikorbankan bagi kita. Yesus sudah menanggung segala kesalahan kita.

2.      Hubungan kita dengan Allah dipulihkan.

Ketika manusia pertama (Adam dan Hawa) jatuh kedalam dosa, hubungan manusia dan Allah terputus. Dosa memisahkan manusia dengan Allah. (Yesaya 59 : 1-2).

3.      Kita dibebaskan dari Kematian Kekal (Roma 6 : 23) dan diberikan Hidup yang Kekal (Yohanes 3 : 16).

4.      Kita Mati bagi dosa dan Hidup bagi Allah.

Karena Yesus telah mati karena dosa kita, maka kita telah ditebus-Nya (Telah dibeli dan dibayar lunas) dari dosa, maka kita menjadi milikNya. Oleh sebab itu setiap orang yang sungguh telah Percaya dan Menerima Yesus seharusnya telah mati bagi dosa dan hidup hanya bagi Kristus. Dosa tidak lagi memiliki kuasa atas sebagian apalagi seluruh hidupnya.

5.      Kita dibebaskan dari TUNTUTAN hukum Taurat.

Yesus datang ke dunia untuk menggenapi SELURUH hukum Taurat. Menggenapi artinya Yesus telah melakukan hukum Taurat secara sempurna ( Matius 5 : 17 ). Kita tidak lagi harus hidup menurut hukum Taurat, tetapi kita harus hidup dalam kasih karunia oleh Yesus Kristus.

6.      Orang Yahudi dan Non-Yahudi dipersatukan.

Yesus mempersatukan bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa non-Yahudi dengan membatalkan hukum Taurat yang menjadi pemisah antara bangsa Yahudi dengan bangsa-bangsa lain.

7.      Manusia diberi martabat yang tinggi.

Mereka yang percaya kepada Yesus harus dihargai karena Yesus telah mati bagi mereka. Jika Tuhan Yesus menganggap manusia sangat berharga, maka kitapun harus menghargaiNya. Kita menghargai manusia karena Kristus telah mati untuk dia.

Pertanyaan bagi kita saat ini, apakah kita telah merasakan dan mengalami manfaat ini didalam hidup pribadi kita ? Kalau belum, periksa diri kita apakah kita sungguh-sungguh telah Percaya dan menerima Yesus yang telah mengorbankan diri-Nya bagi kita. Apakah kita menghargai pengorbanan Kristus bagi kita ? Dengan cara apakah kita menghargai pengorbanan Kristus yang telah mati mencurahkan darah-Nya untuk kita? Pengorbanan Kristus seharusnya menjadi DASAR dan UKURAN pengorbanan dan pelayanan kita.

 

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah (Rom 8:8-9).

Pada momen perayaan Paskah ditahun ini, marilah kita renungkan sejenak kasih Bapa yang dinyatakan melalui Karya Agung Yesus Kristus bagi dosa kita orang berdosa. Kematian Yesus memberi hidup kepada kita yang percaya kepadanya, namun kematian yang seperti apa? Dan kehidupan yang mana ?

Kematian Yesus

Alkitab secara jelas menyatakan bahwa manusia telah jatuh dalam dosa sejak Adam melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, kejatuhan manusia dalam dosa (Roma 5:14).

Kematian Kristus Yesus sebagai Anak domba Allah adalah pengorbanan yang sempurna dan tanpa cacat cela.

Kejatuhan manusia dalam dosa mengakibatkan kecendrungannya yang jahat dimata Allah. Allah adalah kudus dan suci, sehingga Dia menginginkan setiap umatnya pun harus hidup dengan penuh kekudusan. Saat musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, dalam perjalanannya Allah menuntun umat-Nya, dan banyak dari mereka umat Israel yang mati karena hidup tidak kudus dengan melawan perintah Allah, setiap kali umat manusia berbuat dosa, ia harus disucikan dengan melakukan pengorbanan penghabus dosa dan penghapus salah dengan mengorbankan anak lembu atau domba yang tidak bercacat cela, dosa kita manusia ditanggung oleh domba atau lembu yang dipersembahkan, dan hal ini terjadi terus menerus sampai Kristus datang ke dunia.

Tanpa kematian domba atau lembu yang dipersembahkan manusia akan hidup dalam dosa dan Allah mengatakan kepada musa orang -- rang tersebut harus dilenyapkan dari antara bangsanya (Imamat 18:29). Tanpa pengorbanan tidak akan ada pengampunan dan tanpa pengampunan dari Allah adalah kematian kita manusia.

Kematian Kristus Yesus sebagai Anak domba Allah adalah pengorbanan yang sempurna dan tanpa cacat celah, Yesus mengalami penderitaan, orang mengira Dia kena Tulah, dipukul, ditindas, tertikam, diremukkan oleh karena kejahatan kita (Yesaya 53:4-5).

Besarnya kasih Allah kepada kita ditunjukkan melalui dua hal. Pertama, melalui besarnya pengorbanan-Nya untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Kedua, besarnya ketidaklayakan kita dalam mendapatkan keselamatan. Kita layak mendapatkan hukuman Allah, bukan pengorbanan Allah. Allah berkorban bagi kita. Bukan karena kita melainkan karena menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Ef 1:7). Allah menunjukkan kasih-Nya ketika kita masih berdosa, yaitu dengan bersedia menggantikan kita di kayu salib, kematian-Nya sekali untuk selamanya (1 Pet 3:18).

Memberi Hidup

Apakah maksud hidup dalam pengorbanan Yesus ?

Mendapat keselamatan / Hidup yang kekal (Yoh 3:16; 1 Yoh 5:11-13; Yoh 6:47)

Keselamatan jiwa yang diberikan oleh Yesus kepada setiap orang yang percaya dan mengandalkanNya sebagai Tuhan dan Juruslamat. Kita sudah pindah dari dalam maut kedalam hidup, kita yang seharusnya dihukup di penyiksaan kekal tetapi menerima kehidupan kekal.

Diperdamaikan dengan Allah (Roma 5:10; 2 Kor 5:18-21; Kol1:20). Akibat dosa diri kita telah terpisah dengan Allah sehingga kita telah kehilangan kemuliaanNya. Melalui Yesus kita diperdamaikan dengan Allah sehingga hubungan kita dengan Allah kembali pulih dan Dia akan mendengar doa-doa kita. Kita punya jalan kepada Bapa di Sorga. Yesus adalah imam besar yang membuka jalan kepada Allah. Pengampunan Dosa dan penyucian (Matius 26:28; 1 Yoh 1:7; Kisah 5:31; Kisah 10: 43; Ef 1:7; Roma 6:10). Sebab oleh dan di dalam Kristus kita semua beroleh pengampunan dosa, dan penyucian dosa, sehingga kita beroleh persekutuan dengan Bapa. Karena upah dosa adalah maut sehingga manusia perlu mendapat pengampunan dosa untuk diselamatkan. Yesus mampu mengampuni dosa manusia.

Menerima Roh Kudus (Kis 2:38;)

Saat kita mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan maka Roh Kudus akan memeteraikan kita dan kita akan menerima Roh Kudus, beroleh Keberanian masuk ke tempat kudus (Ibr 10:19). Saat Yesus belum mati di Kayu salib untuk dosa-dosa kita kita tidak mungkin masuk menghadap Bapa, dan tidak mungkin Allah yang Maha Kudus mau menemui kita, tetapi melalui Kristus kita dapat langsung berbicara kepada Bapa.

Maka sekarang berita pendamaian telah dipercayakan kepada kita supaya kita menjadi duta-duta kerajaan Allah bagi dunia ini (2 Kor 5:18-21). Kiranya kita diberi hati berbelas kasihan dan kerelaan untuk membawa kabar baik --cerita yang memberi hiidup ini, sebagaimana Ia menginginkan dan memampukan kita.

 


Posting Komentar untuk "Tumbal dosa renungan jumat agung dan paskah April 2022"