Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

GAYA KEPEMIMPINAN YESUS DALAM KITAB PERJANJIAN BARU


 

GAYA KEPEMIMPINAN YESUS
DALAM KITAB PERJANJIAN BARU

 

PERTANYAAN.

Jelaskan Yesus melakukan ke-4 gaya kepemimpinan itu?

Sertakan ayat-ayat dan bagian Alkitab khususnya di dalam Perjanjian Baru yang membahas dan mendukung.

1.      Mengikutsertakan (Participating).

2.      Menawarkan (Selling).

3.      Memberitahukan (Telling).

4.      Mendelegasikan (Delegating).


JAWABAN.

Ø  Mengikutsertakan (Participating).

Adapun ayat Alkitab yang membahas tentang mengikutsertakan atau Participating adalah Matius 14:13-21

(YESUS MEMBERI MAKAN 5000 orang).

15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." 16  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." 19  Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

 

Ø  Menawarkan (Selling).

Adapun ayat Alkitab yang membahas tentang Menawarkan (Selling).

·         (Lukas 5;1-11.)

10  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 11  Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.


·         (Matius 4:18-22;)

19  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."20  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 22  dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

·         (Lukas 5:27-33.)

27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" 28  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

 

Ø  Memberitahukan (Telling).

Adapun ayat Alkitab yang membahas tentang Memberitahukan (Telling).

·         Lukas 9:43b-45.

44  "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." 45  Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Di acara-Nya yang terakhir bersama seluruh murid, yaitu Perjamuan Terakhir, Yesus membasuh kaki para murid, termasuk Yudas yang nantinya akan berkhianat. Yesus mengetahui posisi-Nya sebagai pemimpin, tetapi tidak melupakan panggilan-Nya untuk melayani. Ia patuh dan setia pada tujuan pelayanan-Nya. Ia mengetahui masa depan dan Ia bersedia menerimanya. (Markus 8:35; Matius 20:25; Matius 23:11). Yesus memiliki produk yang paling dahsyat yang pernah ada, yaitu: KESELAMATAN. Ia menawarkan kesempatan pada manusia untuk memiliki hubungan baik dengan Tuhan. Ia berbicara tentang sorga dan malaikat, kegembiraan dan kedamaian, Ia memberi peringatan kepada pengikut-Nya bahwa nanti akan terjadi penyiksaan dan kesulitan hidup pada diri mereka. Namun, Yesus tidak pernah lupa mempersiapkan para pengikut-Nya untuk saat-saat berat seperti itu. (Yohanes 6:53; Matius 16:24).

Pada masa awal pelayanan-Nya, Yesus memberitahukan para pengikut-Nya bahwa Ia hanya akan berada bersama-sama mereka untuk waktu yang sangat singkat. Dari waktu ke waktu, mereka sering mempermasalahkan masa pelayanan-Nya yang terbatas itu. Ia menjelaskan, tetapi juga tetap meyakinkan mereka bahwa kepergian-Nya nanti bukan sesuatu yang salah. Dari sejak awal, Yesus telah mempersiapkan mereka untuk tetap hidup meskipun Ia telah pergi ke sorga. Ia memberi teladan untuk selalu mengandalkan Roh Kudus dan terus memengaruhi sesama. Tongkat estafet harus diteruskan kepada pelari berikutnya, bukan dibawa pulang. (Matius 28:18-20; Yohanes 20:21-22).

 

Ø  Mendelegasikan (Delegating).

Adapun ayat Alkitab yang membahas tentang Mendelegasikan (Delegating).

·         (Matius 28:18-20)

18  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

·         (Lukas 9:1-6;)

1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. 2  Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,

·         (Lukas 10:1-12;)

1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2  Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3  Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

·         (Yohanes 17).

18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

 

Kesimpulan

Yesus adalah seorang pemimpin yang hebat, kalau tidak bisa disebut yang paling menakjubkan. Selama masa hidup-Nya di bumi, Yesus telah memulai tiga tahun pelayanan-Nya menjadi sesuatu yang saat ini telah menjadi sebuah gerakan mendunia yang mengubah sejarah. Saat ini, lebih banyak orang yang mengikuti Dia daripada pemimpin-pemimpin lainnya yang pernah dan masih hidup di dunia. Sebagai teladan, Yesus telah memberikan berbagai prinsip yang penting dalam membentuk seorang pemimpin, dan lewat hidup-Nya, terkuaklah contoh-contoh nyata yang dapat kita tiru dan terapkan dalam hidup kita. Yesus tahu bagaimana melibatkan murid-muridnya dalam proses kehidupan. Dia memberi mereka hal penting dan spesifik untuk dilakukan demi perkembangan mereka.

Disaat kecenderungan pemimpin lainnya telah berusaha untuk menjadi sangat mahir dengan mengetahui bahwa mereka telah mencoba melakukan semuanya sendiri, yang menghasilkan sedikit pertumbuhan pada orang lain. Yesus mempercayai pengikutnya cukup untuk membagikan karya-Nya kepada mereka sehingga mereka dapat bertumbuh. Itulah salah satu pelajaran terbesar dari kepemimpinannya. Alkitab adalah Tulisan suci berisi banyak studi kasus yang luar biasa dari para pemimpin yang, tidak seperti Yesus, tidak sempurna namun masih sangat efektif. Itu akan membuat kita semua baik jika kita membacanya - dan sering membacanya. Kita lupa bahwa tulisan suci memberi kita pengalaman berabad-abad dalam kepemimpinan, dan, yang lebih penting lagi, prinsip-prinsip tetap yang harus dihadapi kepemimpinan sejati jika ingin berhasil. Tulisan suci adalah buku petunjuk untuk calon pemimpin.

Yesus tidak pernah mengambil keputusan dengan cara voting; Ia selalu memikirkan setiap pilihan yang akan diambil-Nya dengan matang terlebih dahulu. Ia bahkan berdoa sepanjang malam sebelum Ia memilih kedua belas rasul. Secara konsisten, Yesus menantang orang-orang untuk mengambil langkah-langkah komitmen yang lebih dalam untuk memberitakan Kerajaan-Nya. Yesus memiliki prinsip dalam membentuk tim. Prinsip ini melibatkan seleksi yang serius, komunikasi yang intens, pemberian tanggung jawab, pengawasan yang ketat, dan keteladanan yang harus ditiru dan dilaksanakan oleh setiap anggota tim-Nya. (Lukas 10:1; Matius 10:1).

 

 

 


Posting Komentar untuk "GAYA KEPEMIMPINAN YESUS DALAM KITAB PERJANJIAN BARU"