Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Gerakan TUHAN pada masa kini

 



Gerakan TUHAN pada masa kini.

1

BELUM PERNAH TERJADI

 Anda harus kembali lagi ke sini! Gelombang dahsyat menyerbu!

Orang-orang Kedar datang kepada Isa al-Masih bagaikan air bah. Datang dan

bantulah kami!

- permohonan mantan pemimpin orang Kedar regional

yang sekarang menjadi perintis jemaat

Mimpi Sang Kyai

Mimpi Kyai 4 Hanif sungguh sangat menggugah rasa ingin tahu, memenuhi pikiran, namun sekaligus penuh harapan. Mimpinya kali ini tidak seperti mimpi-mimpinya yang biasanya menakutkan dan membuatnya gelisah. Tidak, mimpi kali ini sangat berbeda, dan hanya ada sedikit waktu untuk merenungkan mimpi kali ini sebab di dalam mimpinya itu, sesuatu yang sangat penting akan terjadi hari itu juga, sesuatu yang mengharuskan ia berada di satu tempat sebelum sinar matahari pertama menerangi langit. Kyai Hanif adalah seorang pemimpin agama Kedar yang berpengalaman. Sama seperti ayahnya, ia telah mempelajari Alquran selama bertahun-tahun. Seorang yang lebih tinggi kedudukannya telah mengamati keterampilan orang-orangnya Kyai Hanif sehingga ia akhirnya direkrut untuk mengorganisasikan komunitas orang Kedar dan mendirikan tempat-tempat ibadah baru. Selama delapan tahun ia melakukan tugasnya ini dengan memuaskan. Bagi komunitas ini, sang kyai ini adalah suara dan karakter agama Kedar, seorang pria sopan/baik yang mewakili apa artinya menjadi orang Kedar yang baik.

Gerakan Ajaib Menyebar Di Berbagai Penjuru Dunia orang Kedar Bagi ratusan pelayanan yang melayani populasi orang Kedar di seluruh dunia saat ini, kisah kyai Hanif bukanlah satu-satunya kisah yang tidak lazim. Laporan-laporan yang dikumpulkan dari berbagai organisasi yang melayani dunia orang Kedar menunjukkan bahwa mungkin ada sekitar satu juta atau lebih orang yang berbalik dari agama Kedar kepada Isa al-Masih setiap tahunnya. Berapa pun angka globalnya, tidak ada keraguan bahwa Allah sedang menciptakan momentum yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya tentang pelayanan di beberapa tempat yang paling tidak diduga di dunia orang Kedar, sebuah pelayanan yang memiliki banyak kemiripan dan seakan merupakan kelanjutan dari kitab Kisah Para Rasul. Dalam konteks pelayanan kami, "belum pernah terjadi" digunakan untuk menggambarkan hal-hal berikut:

· kasus-kasus di mana seluruh jemaah suatu tempat ibadah menjadi percaya;

 · ribuan orang biasa dipakai oleh Allah untuk mencapai hasil yang tampaknya mustahil;

· puluhan ribu pengikut Isa berlatar belakang agama Kedar menjadi pendoa syafaat yang berdedikasi, berpuasa dan berdoa agar Kabar Baik dapat menembus komunitas berikutnya;

· kelompok-kelompok orang Kedar yang tidak pernah memiliki bahkan satu jemaat pun di antara mereka, sekarang telah memiliki lebih dari lima puluh jemaat, dan dalam 10 Daftar Isi beberapa kasus lebih dari seratus jemaat--dalam waktu dua tahun sejak keterlibatan awal; dan · mantan kyai, imam dan militan dari agama Kedar menyusun sekitar 20 persen atau lebih para pemimpin baru pengikut Isa al-Masih di berbagai wilayah orang Kedar. Dan karya Allah yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia orang Kedar telah mengetengahkan berbagai kisah menawan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti:

 · dua orang yang suka memuridkan menolak berputus asa atas sebuah kota yang sudah membunuh lima orang pengikut Isa, dan dalam beberapa tahun saja sudah tertanam tujuh jemaat di dalam komunitas tersebut;

· para pemimpin dari lebih dari dua puluh komunitas orang Kedar yang berbeda di salah satu negara mengamati transformasi dramatis yang terjadi dalam keluarga-keluarga dan klan keluarga di kota tetangga sesudah mereka menjadi pengikut Isa. Pemimpin-pemimpin ini justru mulai mencari seseorang yang bersedia datang dan menceritakan kisah-kisah yang telah mengubahkan hidup orang-orang tersebut (kisah-kisah Kitab Suci yang disampaikan dalam bentuk cerita yang dimulai dari penciptaan serta pembahasan ayat-ayat yang menceritakan tentang Isa al-Masih); dan

· Orang Kedar yang dulunya melemparkan bom ke berbagai tempat ibadah pengikut Isa, sekarang menghabiskan hidupnya berdoa untuk tetangga-tetangganya yang orang Kedar, merangkul mereka dengan kasih sayang yang tulus, memuridkan dan menanam jemaat. Namun, tantangan itu sama sekali tidak mengurangi keyakinan Nadirah bahwa hidupnya diberkati oleh Allah.

Ia tahu bahwa tangan Allah telah menyertainya sejak kecil, membawanya bertemu dan hidup bersama Charles, seorang suami pengikut Isa yang memberinya kehidupan dan keluarga yang bahagia. Namun, yang lebih penting dari semua itu, Charles mengenalkan Nadirah kepada Isa al-Masih Sang Mesias. Sedihnya, sesudah bertahun-tahun menikah dan membangun keluarga, Charles meninggal sekitar waktunya anakanak mereka meninggalkan rumah. Namun, dengan cepat Nadirah menemukan bahwa bahkan dalam dukacitanya ia tidak sendirian, ia menemukan bahwa ia memiliki Roh Kudus dari Allah untuk menguatkan dan memimpinnya, dan ia juga menemukan kuasa doa. Nadirah tidak pernah bisa duduk diam dan mengasihani diri sendiri. Ia mengambil keputusan bahwa karena ia tidak bisa membaca Firman Allah, ia akan minta seseorang membacakan untuknya dan ia akan menghafalkannya, kata per kata. Dan ini ia lakukan dengan keterampilan yang luas dan lengkap, menghafalkan Kitab Suci demikian mendalam sehingga orang sering heran waktu mengetahui bahwa ia sesungguhnya tidak pernah membaca Kitab Suci sendiri.

Namun, yang terpenting ialah pelayanan yang dibangun Allah melalui Nadirah karena hatinya yang rela, sebuah pelayanan doa dan kasih sayang bagi mereka yang membutuhkan. Akhirnya, Joseph, anaknya memperkenalkan Nadirah kepada prinsip-prinsip Kitab Suci tentang Gerakan Pelipatgandaan Murid, dan Nadirah pun menyadari bahwa Allah bisa menggunakan orang-orang biasa seperti dirinya untuk memuridkan orang lain dan bahkan menanam jemaat. Ini benarbenar berita yang revolusioner! Seiring waktu, Nadirah mulai berdoa dengan tingkat iman yang baru, kemudian meningkat menjadi doa yang khusuk, doa puasa, dan bahkan doa semalam suntuk. Ia hidup untuk berdoa dan untuk memperkenalkan teman-temannya kepada hidup di hadapan Allah, melatih dan membina mereka dalam proses tersebut. Meskipun ia tidak bisa membaca, Nadirah mengikuti semua pelatihan yang bisa dia dapatkan dalam hal berdoa, memuridkan dan perintisan jemaat, dan dia berkembang luar biasa. Ia membuka rumah dan hatinya bagi siapa saja yang datang membutuhkan doa, kesembuhan, nasehat, persahabatan, atau datang hanya untuk sekedar mendapatkan makanan panas. Tak lama kemudian, Tuhan memberinya keluarga baru, orang tua dan muda, yang datang untuk tinggal di rumahnya.

Pada suatu malam, Isa al-Masih menampakan diri-Nya kepada Zamil dalam sebuah mimpi dan berkata kepadanya bahwa Dia (Isa al-Masih) adalah Terang Dunia. Ironisnya, waktu Zamil terbangun, ia menemukan kenyataan mengerikan bahwa ia tidak bisa melihat. Waktu berlalu, selama itu Zamil bertemu beberapa pengikut Isa yang kemudian membawanya ke sebuah kamp doa, sebuah pertemuan pengikut Isa al-Masih yang telah mempersembahkan lima malam untuk belajar bagaimana berdoa, dan pendekatan yang mereka lakukan untuk belajar berdoa adalah dengan melakukannya. Orang-orang percaya itu berdoa untuk Zamil, tetapi penglihatannya tidak kembali. Sebaliknya, ada dua hal yang terjadi yang kemudian sangat dihargai oleh Zamil lebih dari penglihatannya: ia memberikan hidupnya kepada Isa al-Masih, dan ia bertemu Ibu Nadirah, penyelenggara kamp doa itu. Ketika keluarga Zamil mengetahui bahwa ia telah menjadi seorang pengikut Isa, mereka segera bereaksi. Dia diusir oleh keluarganya. Istrinya meninggalkan dia. Ia kehilangan rumah. Barang-barang pribadinya dilempar keluar. Tetapi, dia tidak goyah dalam keputusannya untuk mengikuti Isa al-Masih, Terang Dunia. Zamil lari kepada Ibu Nadirah, yang kemudian memberinya tempat tinggal, dan Zamil mulai menghadiri pertemuan-pertemuan Metode PA Penemuan. Ia belajar apa artinya menjadi murid Isa alMasih yang taat, orang yang mendengar Firman Allah dan mematuhinya, dan ia tahu bahwa Isa al-Masih telah memerintahkannya untuk pergi keluar dan memimpin orang-orang lain menjadi murid-Nya. Roh Allah bergerak di dalam dirinya, dan ia menemukan semangat dan ketekunan baru untuk mencapai 6 Kami akan mendefinisikan dan membahas Metode PA Penemuan di Bab 2. kesuksesan dalam bisnis Allah sama seperti dia pernah sukses dalam bisnisnya. Oleh karena itu, dia mengatakan kepada Ibu Nadirah bahwa ia akan ke desa-desa lain untuk memuridkan orang-orang bagi Isa alMasih, dan Ibu berkata kepadanya bahwa dia tidak bisa melakukan keinginannya itu karena dia buta. Ia kemudian mendekati tim misi yang telah melatihnya, meminta untuk dikirim keluar memuridkan orang-orang bagi Isa al-Masih, dan dengan lemah-lembut mereka juga mengingatkannya bahwa dia tidak bisa melihat.

Demikianlah, pada suatu pagi yang cerah, Zamil masuk ke dalam taksi dan pergi ke sebuah komunitas orang Kedar yang telah ditaruh Allah di hatinya tanpa memberitahu siapa pun ke mana dia pergi. Tanpa bisa melihat dengan matanya, ia pergi mencari orang damai (Lukas 10), seseorang yang telah Tuhan siapkan untuk menjembatani pesan Isa al-Masih ke dalam komunitasnya . Beberapa hari kemudian, Zamil menelepon Ibu Nadirah. Ibu Nadirah sangat lega. Dia menceritakan pada Ibu Nadirah di mana dia berada dan apa yang dilakukannya. Sekitar sebulan setelah itu, ia menelepon kembali dengan berita yang luar biasa bahwa sudah ada jemaat yang telah berhasil ditanam di komunitas yang dilayaninya, dan dia berencana pulang, tetapi hanya untuk waktu yang singkat; ada banyak pekerjaan lain yang harus dilakukannya. Dan hanya sekitar enam minggu kemudian, jemaat lain ditanam di komunitas lain setelah Zamil berhasil menemukan jalan untuk ke sana. Kami akan membahas prinsip-prinsip Kitab Suci tentang “orang damai” di Bab 5.

Seorang janda buta huruf memuridkan seorang pengusaha sukses yang sebelumnya telah berkomitmen sebagai orang Kedar sampai ia dijadikan buta oleh Terang Dunia. Keajaiban-keajaiban dan pembalikan seperti inilah yang terjadi setiap hari, meluncurkan gerakan pengikut baru Isa al-Masih di seluruh dunia. Dan ceritanya tidak berakhir di sini. Allah terus menggunakan baik Ibu Nadirah maupun Zamil dalam cara yang berkuasa untuk kerajaan-Nya. Orang-orang percaya di jemaat Ibu Nadirah telah membuat komitmen bersama untuk menjangkau masyarakat orang Kedar di negara mereka dan menanam jemaat baru di seluruh negara. Ibu Nadirah diberi tanggung jawab untuk membangun pelayanan doa dan melipatgandakan pelayanan doa ini untuk bersyafaat meminta bimbingan Allah dalam proyek ambisius jemaat mereka ini. Dia juga memuridkan perempuan-perempuan yang lebih muda, melatih mereka menjadi pendoa syafaat dan memuridkan orang lain. Dia juga melatih dan membimbing pria dan wanita yang telah mengambil tanggung jawab untuk pelayanan-pelayanan doa baru di bawah arahannya. Beberapa dari pelayanan doa itu mencakup:

· tim-tim pendoa syafaat yang sudah mapan dikerahkan untuk melakukan penelitian tentang berbagai wilayah pelayanan baru dan meletakkan doa sebagai fondasi dasar di daerah tersebut

· para pendoa syafaat yang khusus mendoakan tim-tim pelopor yang masuk ke daerah-daerah orang Kedar, sering dengan resiko mempertaruhkan nyawa mereka sendiri

· para pendoa syafaat yang melatih para pengikut baru Isa untuk berdoa secara efektif di setiap jemaat baru. Pelayanan ini dimulai dengan melatih ratusan pengikut baru Isa dan dalam tujuh tahun telah terlihat tuaian lebih dari dua ratus ribu pengikut baru Isa Tujuannya adalah dan (tujuan ini terus berlanjut) setiap pengikut baru Isa dalam Gerakan Pelipatgandaan Murid akan berpuasa dan berdoa bersama-sama setiap minggu, dan bahwa setiap keluarga atau individu/perorangan akan meluangkan waktunya setiap hari untuk berdoa dan mempelajari Firman Allah.

Oleh sebab itu, kami merasa istilah mandi taubat yang sekarang ini sering dipakai di lapangan oleh para perintis sangat sesuai dengan arti aslinya dari Alkitab dan juga tidak menimbulkan syak-wasangka (kesangsian/kecurigaan) di masyarakat non-Kristen (rujuk I Kor. 10:32). 19 Daftar Isi namun setiap hari ia membawa Terang Dunia ke mana pun Terang itu hendak pergi. Terus terang saja, ketika seseorang membaca atau mendengar tentang semua yang telah terjadi dan yang terus terjadi— pertumbuhan yang cepat dan mengesankan dari gerakan ini, orang lahir baru dalam jumlah sebesar itu dalam waktu yang begitu singkat, cara-cara yang fantastis dan tak terduga yang dilakukan oleh orang-orang yang kelihatannya tidak mungkin melakukannya, bersama-sama mereka membuat jalan untuk menyebarkan Firman Allah--semua ini nampaknya benar-benar tidak mungkin. Namun, semua yang Anda baca dalam buku ini terjadi melalui fokus yang sangat tinggi dalam menjadikan murid-murid sebagaimana yang dilakukan oleh Isa al-Masih, dituntun oleh Kitab Suci, dan bagi sebagian besar dari kita, agak berlawanan dengan cara pelayanan yang telah kita alami sebelumnya. Setiap bab dari buku ini mengungkapkan tentang apa yang sedang dikerjakan Allah, termasuk:

· Memanggil pengikut Isa untuk berdoa syafaat bagi orang Kedar,

· Mempersiapkan hati umat agama Kedar untuk menjembatani Kabar Baik ke dalam komunitas mereka,

· Mengungkapkan Isa al-Masih dan Kitab Suci dalam mimpi dan penglihatan,

· Membuat hati para pemimpin utama dalam komunitas orang Kedar berbalik kepada Isa al-Masih,

· Mempercepat proses penyampaian Kabar Baik dengan mujizat, dan

· Secara dramatis mengubah orang yang dulunya adalah penganiaya dan teroris.

Yang pasti, kisah-kisah ini mengetengahkan orang-orang yang merupakan pahlawan-pahlawan iman yang luar biasa, pria dan wanita yang hidup di tempat-tempat yang sangat sulit, bertekun di bawah resiko ekstrim untuk membawa Kabar Baik tentang Isa alMasih kepada komunitas berikutnya. Namun, pesan utamanya bagi kita adalah: undangan yang luar biasa untuk bekerja sama dengan Allah guna menyatakan kemuliaan-Nya di antara orang-orang Kedar sebab Dia mencurahkan kasih-Nya dengan berlimpah dan menarik mereka untuk menjadi umat-Nya. 


BAGIAN 2

STRATEGI PEMURIDAN ISA YANG PARADOKSIAL

 

Penggembala kambing ini tidak perlu waktu lama. Apa saja yang telah dia pelajari, ia bawa keluar dan bagikan; setiap hari, apa pun yang dia pelajari, ia pergi keluar dan membagikannya. Dengan cara itu, jemaat pertama ditanam di rumahnya.

-Seorang pemimpin regional berlatar belakang orang Kedar.

 

Tersembunyi di Depan Mata,

di Dalam Kitab Suci

Jika menoleh ke belakang, intensitas gairah perlawanan Thomas saat pertama kali ia terpapar Gerakan Pelipatgandaan Murid sungguh menarik. Tetapi reaksinya menggambarkan bagaimana sulitnya bagi kebanyakan orang untuk mengevaluasi diri sendiri apakah upaya pelayanan kita sangat efektif atau tidak, apalagi menilai apakah upaya pelayanan kita itu dibentuk oleh nilai-nilai dan prinsip-prinsip Kitab Suci atau tidak. Untungnya, kebanyakan pemimpin melalui proses ini dengan cara yang tidak setraumatis apa yang dialami Thomas. Namun bagi kita semua, jelas tidak pernah mudah menghadapi saat ketika kerangka berpikir kita ditantang, bahkan jika yang menantangnya adalah Kitab Suci sendiri. Faktanya adalah kita telah melihat model Gerakan Pelipatgandaan Murid ini sebelumnya, terutama dalam keempat kitab dalam Injil dan kitab Kisah Para Rasul, bahkan sebenarnya di seluruh Kitab Suci. Saat organisasi kami dan organisasi mitra kami melakukan pelatihan global, para pemimpin pengikut Isa kadang-kadang terkejut karena kami tidak menyediakan silabus, hanya Kitab Suci.

Itu saja! Dan kami biasanya tidak memberitahu orang-orang tentang kesimpulan apa yang perlu diambil. Kami hanya mengumpulkan para pengikut Isa itu ke dalam kelompokkelompok. Mereka membawa Kitab Suci masing-masing dan kami mengajak mereka melihat perikop-perikop berbeda dalam Kitab Suci dan membiarkan mereka bersama-sama menemukan dari perikop tersebut bagaimana caranya mereka dapat lebih berfokus dalam menerapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Kitab Suci untuk merangkul orang-orang yang terbuka dan menjadikannya murid. Sampai beberapa tahun terakhir, pendekatan ini cenderung diabaikan karena sangat sederhana dan sangat berlawanan dengan cara yang biasanya kita lakukan dalam pelayanan. Ringkasan paling sederhana dari tema yang dikemukakan Isa al-Masih dalam Matius 24 dan Matius 28 dapat disampaikan sebagai berikut: "Selesaikanlah tugas yang sudah Kuberikan kepadamu untuk membentuk murid-murid yang taat dari semua bangsa di dunia. Aku akan selalu menyertaimu dalam menyelesaikan tugas ini. Dan ketika tugasmu selesai, Aku akan datang kembali menjemputmu!" Bagaimana kita bisa membentuk murid-murid yang taat? Nah, jawabannya lagi-lagi tersembunyi di depan mata kita, di dalam Kitab Suci. Langkah-langkah yang kami uraikan dalam buku ini mungkin tampak berlawanan dengan langkah yang diambil para pengikut Isa dari Barat, di mana model komunikasi moderen sering lebih mempengaruhi jemaat dibandingkan nilai-nilai, prinsip-prinsip dan praktek-praktek dalam Kitab Suci. Terlalu sering, pelayanan berfokus pada memasarkan Injil secara masal, menciptakan kesan yang cukup di hati konsumen untuk mendorong meningkatnya permintaan, menebarkan jala lebar dengan harapan dapat menahan persentase ikan yang melompat keluar dari perahu kita, menurunkan derajat Kabar Baik sampai ke denominator bersama di titik terendah yaitu lebih ke mengalihkan seseorang menjadi pengikut Isa (conversion) dan bukannya pemuridan (discipleship), dengan harapan (tetapi bukan dengan rencana) untuk akhirnya mencapai kedewasaan.

Tanpa bermaksud mengencerkan Kabar Baik, pendekatan tradisional pemberitaan Kabar Baik kadang berakhir pada upaya membuat orang bertobat/berpindah keyakinan dan bukannya berujung pada perintah terakhir Isa untuk "menjadikan murid. . . dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu "(Mat. 28:19-20). Ironisnya adalah bahwa umat Kedar di sejumlah kelompok orang (grup) yang berbeda sedang menyerahkan hidup mereka kepada Isa al-Masih dengan kecepatan yang jauh di atas pertumbuhan kebanyakan jemaat di Amerika Utara. Dan itu terjadi bukan dengan cara membuat perjalanan Kabar Baik menjadi lebih mudah  ditempuh, tetapi dengan berfokus pada membentuk murid yang taat sejak hari pertama. Murid yang setiap hari berusaha mengikuti Isa al-Masih dan mematuhi kehendak-Nya. Inilah jalur yang dilalui ratusan ribu orang Kedar yang telah datang kepada Isa al-Masih.

 

 

 

Strategi Pemuridan Isa yang Paradoksial

Seperti yang sudah kami sampaikan, pemuridan yang berhasil di kalangan orang Kedar sering sangat berlawanan dengan cara pemuridan yang dipikirkan oleh pengikut Isa abad ke dua puluh satu ini. Itulah sebabnya Thomas menghadapi masalah besar (saat pertama kali mendengarkan pelatihan Andy). Tetapi orang-orang yang kisahnya akan Anda baca di bab-bab selanjutnya, semuanya harus menemukan cara ini dengan menjalaninya sendiri. Yang mengagumkan, ketika mantan orang Kedar pengikut Isa mulai membawa Kabar Baik ke tempat ibadah kaum Kedar berikutnya, pendekatan Gerakan Pelipatgandaan Murid ini terasa begitu alami karena didasarkan pada Kitab Suci dan karena itu mencerminkan apa yang telah mereka baca dalam Kitab Suci.

1.      Mulai dengan langkah lambat supaya nantinya bisa berlari cepat.

Dalam melayani orang banyak, kita tahu bahwa Isa al-Masih memiliki agenda pelayanan. Isa hanya mempunyai waktu tiga tahun untuk mempersiapkan orang-orang yang nantinya akan meluncurkan sebuah gerakan yang telah direncanakan sebelum dunia dijadikan. Jadi Ia memilih pemuridan sebagai strategi-Nya, sebuah strategi paling memakan waktu yang bisa dibayangkan orang. Namun, dalam tujuh puluh tahun, para kader yang adalah orang-orang di sekitar Isa al-Masih telah mengusung Kabar Baik dari-Nya ke seluruh wilayah pemerintahan Romawi masa itu. Apakah di antara kita ada yang sanggup memikirkan strategi yang lebih efisien daripada itu?

2.      Berfokus pada sedikit orang sehingga bisa memenangkan banyak orang.

Orang-orang Barat jatuh cinta kepada pemasaran masal Kabar Baik yang dikemas dengan indah. Di gereja, seperti dalam iklan, pertumbuhan merupakan permainan angka bagaimana mendapatkan kesan massa sebanyak mungkin. Komunikasi dan penginjilan masal mungkin memang memiliki tempat tersendiri, namun tidak menunjukkan tanda-tanda keberhasilan yang secara dramatis mengubah dunia. Tetapi, Isa al-Masih dengan sengaja mencurahkan hampir semua perhatian-Nya untuk memuridkan dua belas orang saja. Bahkan perhatian utamanya difokuskan hanya pada empat di antara mereka. Hasilnya berbicara sendiri! Apakah menanamkan investasi dalam penyampaian pesan Kristen secara masal dan pelayanan khotbah sekali dalam satu minggu terbukti memberikan hasil yang lebih baik?

3.      Melibatkan seluruh keluarga atau kelompok, bukan hanya individu.

Catatan Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Isa al-Masih dan jemaat mula-mula memiliki fokus yang kuat pada seluruh keluarga menjadi orang percaya. Hanya berbagi di tempat dan di saat orang siap mendengar. Dunia orang Kedar benar-benar meyakini bahwa mereka tidak ingin mendengar pesan yang disampaikan pengikut Isa. Hal yang sama berlaku di dunia Hindu, dunia Buda, dunia Amerika sekuler dan Eropa. Ada masalah keterpaparan selektif/selective exposure; orang tidak mendengarkan apa yang tidak ingin mereka percayai. Ada masalah persepsi selektif/selective perception: orang menafsirkan ulang apa yang mereka dengar sesuai dengan pra-wacana yang telah mereka miliki sebelumnya. Ada masalah memori selektif/selective memory: orang sering lupa akan sesuatu yang mereka ketahui tetapi tidak mereka setujui. Ketika merangkul orang-orang yang terhilang, investasikan waktu Anda hanya pada orang-orang yang telah disiapkan Allah untuk menjembatani Kabar Baik masuk ke dalam oikos mereka: keluarga, sanak saudara dan teman-teman. Berikan semua waktu yang mereka perlukan, tetapi jika mereka tidak menanggapi Kabar Baik tersebut, teruslah mencari orang yang tepat.

4.      Mulailah dari kisah penciptaan, bukan dari kisah Isa.

Kita semua menyukai jalan pintas dalam komunikasi. Sayangnya, pemeluk agama Kedar perlu mulai dari Kitab Kejadian untuk menemukan karakter sejati dari Allah Maha Tinggi yang berkuasa atas alam semesta. Orang Kedar percaya bahwa Allah menciptakan langit dan bumi, dan dalam mengawali diskusi, hal ini memberikan dasar awal yang sama-sama disetujui. Meskipun demikian, ada perbedaan besar antara bagaimana Alquran menggambarkan Allah dan bagaimana Kitab Suci menyatakan-Nya. Tanpa fondasi dari Perjanjian Lama, sangat sulit untuk mengubah cara pandang dari sudut agama Kedar kepada sudut pandang Kitab Suci. Secara mendasar ada pandangan yang sangat berbeda tentang umat manusia dan Allah. Setiap orang perlu memahami kebenaran tentang Allah yang menciptakan alam semesta: tentang cinta-Nya dan tentang dosa yang menjadi penghalang yang memisahkan kita dari Allah. Pesan ini terpotong kecuali kita memulainya dari titik awal kisah Allah, bukan memulainya dari tengah.

5.      Gerakan Pelipatgandaan Murid adalah tentang menemukan dan menaati, bukan tentang ajaran dan pengetahuan.

Pernahkah perumpamaan-perumpamaan Isa membuat Anda bertanya-tanya mengapa Isa tidak langsung saja memberitahu orang apa yang dimaksudkannya dan apa yang harus mereka lakukan, lalu beranjak ke topik berikutnya? Nah, Anda tidak sendirian. Cerita-cerita Isa bahkan juga membingungkan muridmurid-Nya! Isa tidak langsung memberikan jawaban lugas tetapi Ia sabar dan tampaknya cukup puas membiarkan mereka memproses informasi, merenungkannya dan akhirnya memahami dengan sendirinya apa yang dituntut dari hidup mereka. Demikian juga proses yang berlangsung dalam metode PA Penemuan dari Kitab Suci. Suatu kelompok memproses bersamasama dan saling bertanggung jawab untuk menaati Allah. Metode tersebut membutuhkan waktu lebih lama daripada yang diperlukan untuk mengajar dan berkhotbah, tetapi menghasilkan transformasi luar biasa dari seluruh keluarga dan komunitas, bila hal ini dibarengi dengan ketaatan.

6.      Memuridkan seseorang untuk menjadi Pengikut Isa alMasih, bukan sebaliknya, menjadi Pengikut Isa al-Masih baru dimuridkan.

Para pengikut Isa di seluruh dunia mengetahui bahwa menjadi pengikut Isa al-Masih menuntut adanya pertobatan dari dosa dan penegasan lisan akan iman kepada Allah dan pengorbanan darah Isa al-Masih bagi dosa-dosa kita. Dan karenanya, sebagian besar pelayanan untuk merangkul orang-orang yang terhilang dimulai dari titik ini. Orang-orang yang baru percaya ini kemudian didorong untuk bergerak maju dari titik pertobatan ke arah pemuridan, mengikuti permandian taubat dan bergabung dengan sebuah jemaat yang percaya pada Kitab Suci di mana kelas pemuridan disediakan bagi mereka. Mulai dari situ, sebagian besarnya terserah kepada pengikut baru Isa itu sendiri untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan. Tetapi Isa al-Masih memberikan teladan yang sangat berbeda dalam membentuk murid: malahan pendekatan-Nya hampir merupakan kebalikan.

Isa memilih beberapa orang biasa dan meminta mereka berjalan bersama-Nya sementara Ia mengungkapkan kebenaran Allah dan meminta mereka untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan nilai-nilai Allah. Akhirnya, mereka mulai melakukan apa yang dilakukan Isa dan mereka juga mulai mengalami kuasa dan berkat Allah dalam kehidupan mereka sendiri. Kemudian mereka sampai ke titik pemahaman bahwa keputusan untuk menjadi pengikut Isa al-Masih akan membuat mereka harus mengorbankan segalanya. Sebelas dari mereka mengatakan ya, dan sebelas orang ini kemudian mengubah dunia. Model pemuridan semacam ini-- yang dimulai dengan pemuridan dan bergerak menuju titik pertobatan -- adalah model pemuridan yang membuat banyak orang pemeluk agama Kedar beralih menjadi pengikut Isa al-Masih. Hawa terseret jatuh ke dalam dosa karena secara tragis ia lebih memilih pengetahuan daripada ketaatan.

Pilihan untuk lebih menyembah pengetahuan ini terus bergulir bagaikan riak air yang bersambungan melintasi ribuan tahun pengalaman hidup manusia. Mungkin itulah sebabnya mengapa perumpamaan-perumpamaan yang diberikan Isa menegaskan soal betapa bodohnya mengetahui kehendak Allah namun mengabaikannya. Beberapa dari kita, saat kecil menyanyikan lagu anak-anak, "Orang pandai membangun rumahnya di atas batu," tanpa memahami bahwa "batu” itu bukan hanya Firman Allah akan tetapi “batu” itu adalah tindakan menaati Firman Allah. Komputer kita bisa diisi dengan program alat bantu Kitab Suci untuk membantu mengurai dan membaca dengan teliti kedalaman Kitab Suci dengan kecepatan mengagumkan, tetapi pemuridan menuntut kita membuat pilihan setiap hari untuk secara sengaja dan konsisten menaati kehendak Allah.

7.      Dari sejak awal membina orang-orang yang terhilang untuk menemukan dan menaati kebenaran Kitab Suci.

Dapatkah orang-orang yang terhilang benar-benar membaca ayatayat dari Kitab Suci, merenungkan pesannya, dan sepakat untuk menaati Tuhan dalam apa pun yang ditunjukkan oleh perikop Kitab Suci yang sedang mereka baca? Sekali lagi, banyak di antara orang– orang Kedar yang akan Anda temui dalam buku ini menemukan kehendak Allah dan belajar untuk bersama-sama menaati Allah dalam kelompok seperti itu. Hampir selalu, seseorang yang sudah berpengalaman dalam memuridkan akan membina dari dekat orang yang menjadi fasilitator bagi kelompok penemuan tersebut. Pada saat kelompok PA Penemuan seperti ini sampai ke kisah kematian Isa, mereka sudah mulai melihat bagaimana Allah mengubah hidup mereka karena mereka mematuhi hal-hal kecil apa pun yang sudah mereka pelajari. Ketika mereka menemukan bahwa dosa-dosa mereka telah dibayar oleh darah Isa, tidak perlu ada panggilan untuk maju ke mimbar, justru seringkali yang kita lihat adalah seluruh keluarga atau seluruh marga/klan bersukacita dimandi taubatkan bersama.

8.      Sediakan banyak waktu untuk membentuk murid-murid yang handal, namun nantikan munculnya tingkat percepatan yang ajaib.

Ketika mujizat-mujizat terjadi di awal proses ini, maka kita mungkin perlu melompati beberapa bagian dari Kitab Suci dan langsung masuk ke Perjanjian Baru sehingga mereka bisa dengan cepat belajar tentang Isa al-Masih, Sang Pembuat Mujizat. Menemukan mujizat-mujizat Kitab Suci akan menyediakan konteks bagi orang-orang yang baru percaya dan membantu mereka memahami mujizat yang mereka alami ketika mereka mulai mengenal Isa Allah ulung dalam strategi, tetapi Ia juga luar biasa indah tidak dapat diduga. Ketika Anda membiarkan orang bergerak leluasa dengan memberinya Kitab Suci untuk ditaati, Anda tidak dapat memperkirakan apa yang akan mereka lakukan saat mereka menemukan bahwa Allah sungguh menjawab doa-doa mereka, dan betapa melimpahnya berkat Tuhan yang disediakan bagi iman baru semacam ini. Bahkan sulit sekali mencoba melacak/mencatat aliran berkat luar biasa dramatis yang terus mengalir atas komunitas orang Kedar yang sedang berjuang untuk menemukan dan menaati Sang Allah yang dijelaskan oleh Kitab Suci. Bersiaplah memiliki komitmen jangka panjang untuk menolong murid-murid ini bertumbuh dalam iman dan perhatikan dengan baik penyediaan ajaib dari Tuhan di sepanjang jalan yang harus dilalui.

9.      Hasil paling besar diperoleh dari tempat yang paling sulit.

Hebatnya, komunitas orang Kedar yang paling memusuhi dan paling membahayakan sering menjadi yang paling cepat mengikuti Gerakan Kelompok Pemuridan, dibandingkan komunitas yang telah memiliki banyak jemaat tradisional di tengah-tengah mereka. Kami tidak yakin mengapa hal ini terjadi, tetapi kami merasa bahwa itu ada hubungannya dengan fakta ini: jemaat-jemaat sederhana di kalangan orang Kedar bertindak tanpa mengundang perhatian dan sesuai dengan budaya setempat, sedangkan orangorang yang terpapar Kekristenan tradisional langsung menolak budaya Barat yang melapisinya. Orang Kedar yang hanya mengenal keyakinan fundamentalisme mereka, dalam situasi yang tepat akan sangat terbuka terhadap sukacita, kebebasan, pengampunan, dan jaminan yang didapat kalau menjadi pengikut Isa. Orang-orang ini memiliki keinginan dan keberanian yang luar biasa dalam membawa pesan Isa kepada seluruh komunitas mereka.

3 MINTALAH KEPADA TUHAN YANG EMPUNYA TUAIAN

Isa al-Masih adalah Tuhan, tetapi sebelum Ia memulai pelayanan-Nya, Ia pergi ke padang gurun untuk berpuasa dan berdoa. Ia tahu kedudukan dan kekuatan doa bagi perluasan dan transformasi kerajaan Allah. Anda tidak mungkin akan sukses dalam pelayanan jika Anda tidak percaya pada kekuatan doa, jika Anda tidak mempraktekkan apa itu doa.

 -Yakub, yang kisahnya diceritakan dalam Bab ini Beberapa tahun yang lalu, saya mendapat kehormatan untuk berada di salah satu wilayah Orang Kedar yang sangat keras, tepat pada saat di situ dijadwalkan acara permandian taubat yang melibatkan sekitar tiga ratus orang percaya. Permandian taubat seperti ini dilakukan secara rutin di wilayah ini, namun kerahasiaannya dijaga ketat.

Gerakan doa yang dimulai di rumah Jirani dan Hadhi akhirnya menghasilkan ratusan pendoa syafaat serta banyak kesempatan berpuasa dan berdoa dengan penuh gairah untuk penyediaan, perlindungan, dan intervensi ajaib dari Allah. Dan doa-doa tersebut dijawab dalam wujud tujuh generasi murid yang melahirkan murid dan jemaat yang melahirkan jemaat. Ada lebih dari lima ratus jemaat sederhana yang anggotanya mencakup 26.000 mantan orang Kedar yang telah memberikan hidup mereka kepada Isa al-Masih. Permandian taubat rutin dijalankan di berbagai tempat, saat di mana ratusan orang datang menyembah dengan penuh sukacita untuk memenuhi janji temu mereka dengan Isa al-Masih. Sementara itu, Hadhi, wanita pendoa bagi Yappa-- "ibu dari gerakan ini" tersenyum-berdiri di bawah sebatang pohon, menikmati saat-saat itu.

Inilah kisah Allah untuk suku Yappa: perubahan yang dipercepat oleh doa, ditopang oleh doa, dan kisahnya terus dituliskan hingga hari ini. Di Balik Setiap Kisah Dramatis, Ada Banyak Doa Kebangkitan rohani yang dramatis berlangsung di seluruh dunia, saat beribu–ribu orang Kedar bergerak keluar dari perbudakan legalisme yang tanpa harapan untuk merangkul satu-satunya cara memperoleh keselamatan dan hidup kekal, yang tersedia sebagai anugerah cuma-cuma melalui pengorbanan Isa al-Masih. Pertanyaan yang banyak ditanyakan adalah: “Mengapa hal ini terjadi sekarang? Mengapa dan bagaimana seluruh jemaah di satu tempat ibadah bisa bersama-sama menjadi pengikut Isa?” Jawaban akhirnya, tentu saja, adalah ini: Allah telah memilih untuk melakukannya sekarang ini. Tetapi dari sisi manusia, ada satu tema konstan yang terus muncul dalam wawancara-wawancara yang kami lakukan dengan para pengikut Isa dari latar belakang orang Kedar: banyaknya doa. Doa adalah senjata terbesar yang bisa digunakan oleh setiap orang yang memuridkan dan bahkan dalam menit sekarang ini pun umat Allah di seluruh dunia menggunakannya secara efektif. Doa mengambil peperangan rohani keluar dari alam manusia dan menempatkan sepenuhnya ke tangan Allah, dan bahkan kuasa neraka pun tidak akan sanggup berdiri melawan Roh-Nya yang perkasa. Doalah yang membuka pintu-pintu rumah ibadah, merobohkan dinding kefanatikan, dan mematahkan senjata kebencian. Ketika umat Allah berlutut dalam doa, kehendak Allah dilaksanakan di bumi seperti di surga (Matius 6:10).

Para Pahlawan Tersembunyi: Orang-orang yang Berdoa

Di seluruh dunia, keluarga-keluarga Kedar, tempat-tempat ibadah, dan masyarakat Kedar sedang secara dramatis diubah oleh kasih Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi pengikut Isa al-Masih yang setia. Proses ini berulang dari satu tempat ke tempat berikutnya. Sebuah perjuangan rohani besar sedang mengamuk, dan para pahlawan perjuangan adalah orang-orang yang ulet dalam doa. Pria dan wanita yang namanya tidak dikenali ini memiliki gairah dan iman untuk berdoa tanpa henti demi terjadinya hal-hal mustahil, tidak tidur sampai tengah malam atau bahkan sepanjang malam dalam doa yang sungguh-sungguh. Mereka meminta kepada Tuhan untuk membangkitkan orang-orang yang dapat menjadi jembatan bagi Injil sukacita, yang menembus rumah, tempat ibadah dan hati para imam dan orang-orang yang dipimpinnya, dan bahkan hati orang-orang yang menganiaya pengikut Isa.

Di mana ada banyak orang yang berdoa dan berpuasa, orang yang rela merangkul mereka yang terhilang, orang yang secara sengaja menerapkan nilai-nilai dan prinsip pemuridan yang sesuai dengan Kitab Suci, di situlah Allah dari segala sesuatu yang mustahil sedang berkarya menyelamatkan ribuan orang Kedar yang paling sulit dijangkau, lebih dari yang dapat kita bayangkan. Kita, para pengikut Isa abad dua puluh satu diberi hak istimewa untuk melihat buah –buah tuaian ini, tuaian yang dihasilkan oleh pundak pria dan wanita pemberani yang tak terhitung banyaknya, yang mendahului kita dalam mengabdi kepada Allah. Mereka telah membajak dan menanam selama berabad-abad di kalangan orang Kedar tanpa melihat panen yang dihasilkan oleh pengorbanan mereka.

Kerja keras yang dicurahkan untuk menggarap tanah, menanam dan menyiram itu tidaklah sia-sia. Jika sekarang ini kita melihat awal dari "tuaian memang banyak" di kalangan orang Kedar, maka sebagian dari buah-buah tersebut terkait dengan pelayanan setia mereka selama bertahun-tahun, dan doa orangorang kudus (Mat. 9:37,38; 1 Kor. 3:5-7). Ada unsur-unsur penting dalam pelipatgandaan murid yang akan kita gali dalam buku ini, namun ada satu unsur yang selalu menjadi titik awal dan penopang: doa. Salah satu studi empiris yang dilakukan terhadap Gerakan Pelipatgandaan Murid dan banyak sekali cerita yang tidak diriset secara resmi menunjukkan bahwa unsur utama dalam pelayanan yang sukses di kalangan orang Kedar adalah ukuran dari dukungan doa yang diberikan. Prasyarat mutlak bagi kemajuan dalam upaya ini adalah berdoa sampai halhal yang mustahil terjadi.

Sumber daya Isa: Meraih yang Tidak Mungkin Melalui Doa.

Dalam pesan-pesan terakhirnya sebelum naik ke surga, Isa memerintahkan agar setiap pengikut Isa bermitra dengan-Nya dalam merangkul orang yang terhilang di mana pun mereka berada, dengan janji bahwa Dia akan selalu bersama kita dalam menjalankan tugas itu. Jadi kita harus mulai dan menopang pekerjaan kita dengan banyak doa, sebagaimana Isa berdoa akan adanya tuaian berlimpah di kalangan penganut agama Kedar, mendoakan agar Allah memulihkan mereka dan membebaskan mereka dari kegelapan. Kemudian Isa al-Masih berkeliling ke semua kota dan desa, mengajar di rumah-rumah ibadah, memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan segala penyakit dan segala kelemahan yang ada di kalangan masyarakat. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Isa oleh belas kasihan kepada mereka karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu" (Mat. 9:35-38).

Dan ketika Ia memanggil dua belas murid-Nya untuk datang kepada-Nya, Dia memberi mereka kekuasaan atas roh jahat, untuk mengusir mereka, dan untuk menyembuhkan segala penyakit dan segala macam kelemahan. Pergilah dan beritakanlah: “Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat.10:1, 7-8). Kisah Para Rasul 16:14 menjelaskan tujuan sebuah doa syafaat: untuk mengungkapkan adanya orang damai. Perhatikan bahwa hasil dari doa, kami cetak dalam huruf miring, "Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan.

Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Anda akan menemukan bahwa kesaksian dari ribuan mantan orang Kedar yang telah menerima Isa mempunyai satu kesamaan yaitu adanya sukacita luar biasa dan jaminan memiliki Juru Selamat yang penuh kasih, kemampuan untuk menghirup udara kemerdekaan pribadi, dan ucapan syukur atas pemulihan yang datang dari tangan Isa al-Masih. Agar semua hal ini terjadi, seseorang perlu berdoa: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Bapa, jawablah doa yang mereka naikkan setiap hari untuk meminta jalan yang benar; kiranya mereka melihat-Nya dan percaya. “Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah” (Rm.10:3).

BANYAKNYA DOA BAGI ORANG KEDAR

AKAN KELIHATAN SEPERTI APA?

Berikut adalah beberapa karakteristik doa yang telah kami lihat di tengah-tengah ratusan pelayanan yang telah kami bina dan latih, dan di tengah tim kami sendiri yang melayani di antara orang Kedar:

· Banyak orang yang sudah lebih dulu mengikut Isa berdoa untuk umat Kedar, dan para murid baru yang dulunya berlatar belakang orang Kedar berpuasa setiap minggu, setidaknya tidak menyantap dua kali hidangan makan dalam satu hari.

· Di seluruh Afrika, banyak para pengikut baru Isa al-Masih yang berkumpul secara teratur untuk berdoa semalam suntuk atau berdoa selama enam jam, kadang mendoakan orang Kedar yang ada di tengah komunitas mereka dengan menyebutkan nama-nama mereka.

· Umum ditemukan bahwa anggota jemaat dan tim-tim pelayanan berdoa tengah hari (jam kerja).

· Disiplin pribadi untuk berdoa pagi-pagi benar umum dijumpai. Berdoa selama satu sampai dua atau tiga jam cukup sering ditemukan.

· Mezbah keluarga yang berfokus pada bagaimana keluarga bersama-sama mempelajari Alkitab dan berdoa bersama, umum dijumpai.

· Setiap pengikut Isa yang baru selalu dimuridkan, bagaimana mereka mulai mencurahkan isi hatinya kepada Allah bahkan sebelum mereka sepenuhnya memahami Isa al-Masih. Ketika orang Kedar menemukan bahwa Allah menyambut doa hati kita dan menjawabnya, roh mereka mulai bersukacita. Disiplin lama mereka yang memaksakan puasa dan mengulang hafalan doa yang sama tujuh belas kali sehari ditinggalkan dengan rela saat orang menemukan kebebasan untuk berdoa sewaktu Allah memimpin mereka. Hal ini terjadi bahkan sebelum mereka benar-benar memahami Isa al-Masih, sebagiannya karena mereka melihat bagaimana pembina/mentor mereka dalam pemberitaan Kabar Baik ternyata menjalankan hidupnya dengan dipenuhi banyak doa.

Empat Unsur Strategi Doa

Ada empat unsur kunci dalam mengembangkan strategi doa dalam pelayanan kepada orang Kedar.

1.      Pemimpin Menjalani dan Memberikan Teladan Disiplin Doa Pribadi

Seorang pengikut Isa berlatar belakang Kedar telah membantu mengatalisasi lebih dari tiga ratus jemaat di wilayah anti-pengikut Isa yang radikal dan keras. Posisi paling aman baginya adalah ketika ia berbicara bahasa Arab dan memperhatikan penampilan luarnya sedemikian rupa sehingga cocok dengan komunitasnya. Ia berdoa setidaknya satu jam setiap pagi, kemudian mengumpulkan keluarganya bersama-sama untuk membaca Kitab Suci, beribadah, dan berdoa. Sesudah itu ia bertemu dengan rekan pelayanannya, dan keduanya menghabiskan satu jam berikutnya untuk membaca Kitab Suci dan berdoa. "Sungguh," katanya kepada kami, "doa adalah bagian dari hidup kami sehari-hari, setiap saat sepanjang hari. Ke mana pun kami pergi, hati kami selalu menaikkan doa.” Kami menemukan bahwa disiplin ini sangat khas kami dengar dari ratusan orang yang secara aktif membawa Kabar Baik kepada orang Kedar di seluruh dunia: hidup mereka ditandai dengan doa. Pemimpin lain mengatakan, "Dengan berdoa bersama-sama, kami berdoa bagi kelompok orang yang belum terjangkau, dan mobilisator doa mendapatkan berbagai gagasan tentang bagaimana mereka harus berdoa. Kami ingin memberikan teladan dalam berdoa, bukan hanya sekedar mengajarkannya, jadi kami berdoa bersama. Itulah teladan."

2.      Berdoa untuk Daerah-daerah Baru dan Tim-tim Perintis

Istilah "rasul" dalam Kitab Suci menunjuk kepada orang-orang yang dikirim keluar ke tempat-tempat yang memerlukan Kabar Baik, seringnya mereka dikirim berdua-dua. Sekarang ini, tim-tim yang dikirim ke daerah-daerah orang Kedar sering disebut sebagai "tim perintis." Sebelum para pengikut Isa yang gagah berani ini memasuki suatu wilayah pelayanan yang baru, sebelum dasar diletakkan, bahkan sebelum penelitian dilakukan untuk meletakkan dasar-dasar itu, pendoa syafaat berkumpul secara teratur untuk berdoa. Seorang pemimpin mengatakan kepada kami, "Dalam pelatihan mobilisasi doa yang kami lakukan, kami mengajar selama satu hari dan satu hari berikutnya berdoa.

Pemetaan Rohani dan Doa Syafaat untuk Mendukung Tim

Perintis di Kalangan Orang Kedar

Proses pemetaan rohani melibatkan tindakan mendapatkan pemahaman sejarah, sosial, kebudayaan, dan gagasan-gagasan spiritual yang mungkin menjadi hambatan atau aset dalam proses pemuridan dan perintisan jemaat di wilayah tertentu. Proses ini mungkin melibatkan penelitian langsung tentang latar belakang bagaimana sebuah komunitas terbentuk, masalah sosial utama yang dihadapinya, hal-hal yang menopang kebersamaan/keutuhan komunitas tersebut, lokasi-lokasi yang bermasalah, kelompok-kelompok masyarakat di daerah tersebut, tradisi yang menyatukan sebuah kota dan sebagainya. Juga sangat penting untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan fisik, kesehatan, pendidikan, pertanian, bisnis, dan kebutuhan sosial masyarakat yang paling mendesak. Pemetaan rohani juga dapat melibatkan "doa keliling" (berjalan melalui jalan-jalan kota dan mendoakan orang-orang yang tinggal dan bekerja di banyak bangunan yang dilewati) dan juga menaikkan doa-doa untuk mengenali benteng-benteng spiritual yang menguasai daerah tersebut. Juga melihat isu-isu dosa apa saja yang mencengkeram, perbudakan rohani yang berlangsung dan perjanjian-perjanjian apa saja yang sudah dilakukan dengan berbagai kekuatan spiritual yang ada. Melatih Pengikut Isa yang Baru untuk Berdoa

Penting untuk memahami bahwa kami melatih para pengikut baru Isa untuk berdoa, jadi kami tidak mengajar mereka. Proses ini dijalankan bukan melalui seminar, materi pelatihan dan kuliah, tetapi hanya dengan melakukannya dan, yang lebih penting, dengan menyaksikan bagaimana hal itu dijalankan. Para pengikut baru belajar bagaimana berdoa dengan ikut berdoa bersama orang percaya yang telah lebih matang.

3.      Mengembangkan Doa Syafaat di Setiap Jemaat

Disiplin "banyak doa" adalah cara biasa dalam kehidupan pengikut Isa berlatar belakang orang Kedar. Jemaat rumah yang tak terhitung jumlahnya setidaknya menjalankan satu malam doa per minggu, di mana orang percaya berkumpul untuk menghabiskan sepanjang malam (atau kadang-kadang setengah malam) menjadi perantara/syafaat bagi keluarga, desa, tetangga, dan bangsa mereka. Seorang pemimpin pelayanan berkata kepada kami, "Tiga kali seminggu kami mengadakan doa semalam suntuk. Doa dimulai jam 8 malam dan berakhir jam 6 dini hari. Kami berdoa untuk seluruh dunia, kami berdoa untuk bangsa kami, kami berdoa untuk komunitas kami, kami berdoa untuk jemaat kami, dan kami berdoa bagi pelayanan kami. Kami juga berdoa untuk kebutuhan dan masalah individu. Kami berdoa agar setiap orang mendengar Kabar Baik dan terlibat dalam peperangan rohani. "Tengah malam ada istirahat minum teh. Setiap kelompok biasanya terdiri atas sepuluh sampai dua belas orang jemaat yang berdoa bersama di salah satu rumah. Kami juga mengadakan doa semalam suntuk setiap bulan untuk para perintis jemaat. Di dalamnya kami saling berbagi dan berdoa tentang berbagai visi dan pelayananpelayanan kami. Dalam malam doa bulanan ini, kami saling menguatkan satu sama lain, mendiskusikan pergumulan dan membuat rencana-rencana untuk bulan-bulan mendatang. "

4 AGAMA KEDAR DARI DALAM:

KEKECEWAAN DAN KETIDAKPUASAN

Tidak ada yang pasti dalam agama Kedar. Bahkan kyai pun tidak yakin apakah mereka nantinya akan berada di surga, mereka bahkan memberitahu Anda bahwa hanya Allah yang tahu.

 -Seorang mantan penganut Kedar, sekarang menjadi perintis jemaat

Kyai Ali

Ali terlahir dalam keluarga yang istimewa dan berpengaruh. Saat usianya mendekati separuh baya, ia mempunyai kehidupan yang sangat baik. Sampai di usia itu, Ali sudah memegang berbagai peran dan telah mengalami terwujudnya apa yang diangan-angankannya, namun juga telah mengalami berbagai kekecewaan besar. Ia rajin belajar dan sangat tekun bekerja sehingga kedudukannya meningkat dengan cepat di masyarakat. Ia pernah berkecimpung dalam dunia politik dan saat gelombang revolusi tiba-tiba berubah arah, untuk sementara waktu, Ali dan ribuan pejabat lainnya menukar kekuasaan mereka dengan kurungan penjara. Saya juga menemukan bahwa banyak orang Kedar yang sesungguhnya tidak tahu apa yang ditulis dalam Alquran, mereka hanya menerima apa saja yang disampaikan para pemimpin tempat ibadah kepada mereka.

Sebenarnya, kami terkejut menemukan tingginya persentase para pemimpin Kedar yang putus asa dan kecewa karena berjuang untuk memenuhi kebutuhan rohani yang mendalam di sebuah sistem yang dibangun di atas pandangan mereka tentang Allah. Allah dalam konsep mereka sangat berbeda dengan Allah penuh kasih yang dikisahkan dalam Kitab Suci Alkitab. Selain itu, kami mendengar orang Kedar menyatakan keputusasaan mereka tentang sistem Syariah yang pada akhirnya hanya memberikan jaminan yang benar-benar nol tentang surga setelah kematian. Sebuah hubungan pribadi yang penuh kasih dengan Allah bukan hanya tidak mungkin dalam agama Kedar. Hal tersebut bahkan bukan merupakan tujuan yang diinginkan.

 

 

 

 

Ketika Allah Bukan

Bapa yang Maha Pengasih

Orang Kedar yang tinggal di negara-negara yang mewarisi Kekristenan, seperti Amerika Serikat, menemukan bahwa dibutuhkan keberanian untuk menjalani setiap hari kehidupan mereka di depan umum. Meskipun banyak sekali usaha umum untuk memberi kesan yang lebih positif, namun dalam berbagai cara, setiap hari pesan berikut ini disampaikan kepada umat penganut agama Kedar: "Karena Anda memilih menganut agama yang penuh intimidasi dan kekerasan, maka Anda kurang diterima di sini." Namun banyak orang Kedar yang menyukai kedamaian, secara pribadi menguatirkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan pandangan hidup agama Kedar yang penuh kekerasan. Sayangnya, kebanyakan pengikut Isa mengalami kesulitan dalam memandang melampaui kekuatiran dan kebingungan mereka atas berbagai berita dari dunia agama Kedar. Jadi mereka tidak bisa membayangkan apa yang dapat terjadi ketika sebuah keluarga Kedar menemukan dan mematuhi kebenaran dalam Kitab Suci.

Di mana pun, tidak ada orang Kedar saleh yang mempunyai konsep tentang apa artinya memanggil Allah sebagai "Ayah." Apalagi memanggil dengan sebutan akrab sebagai “Abba” (Bapa). Dalam teologi agama Kedar, tidak ada ruang untuk konsep Anak Allah, bagaimana Allah menjadi manusia, soal keselamatan dari dosa, tentang Roh Kudus Allah berdiam di dalam manusia; ajaran inti dari Kitab Suci ini jauh di luar jalur pemikiran orang Kedar. Tetapi ketika mereka menemukan dan menaati kebenaran-kebenaran ini, kehidupan mereka berubah dengan cara yang tak terbayangkan.

Dalam Bab 3, kita melihat Matius 9:35-38 di mana Isa al-Masih membicarakan orang-orang yang terhilang dan para pekerja. Ingatlah beberapa kata dan frase yang menggambarkan pandangan Isa al-Masih mengenai orang-orang di sekeliling-Nya: "tergeraklah hati Isa oleh belas kasihan," "lelah," "terlantar," "tidak bergembala." Jika kita mengikuti teladan Isa al-Masih, maka akan baik jika kita belajar memberikan tanggapan serupa terhadap umat agama Kedar yang berdiam di tengah komunitas kita sendiri. Kita harus tergerak oleh belas kasihan terhadap mereka yang terhilang, mereka yang setiap hari berdoa tanpa henti bahwa Allah akan menunjukkan kepada mereka "jalan yang benar."

 

 

Putus asa dalam Menggapai

Jaminan, Kasih, dan Kebebasan

Jika bukan karena Isa al-Masih yang berbelas kasih menciptakan lingkungan yang mempersiapkan hati orang-orang Kedar, maka dalam tujuh tahun terakhir ini, kita tidak akan pernah melihat transformasi dramatis seperti ini di dalam dunia agama Kedar-- lebih dari dua ratus ribu orang Kedar menjadi pengikut Isa. Pasti Allah sedang mempersiapkan lebih banyak dan lebih banyak lagi pengikut Isa yang akan merangkul orang Kedar dengan Kabar Baik. Allah juga yang memulai proses bahkan sebelum ada para perintis jemaat yang muncul. Dari awal sampai akhir, semua gerakan ini adalah tentang Allah yang melakukan apa yang hanya Allah saja dapat melakukannya.

Dan Ia mengundang umat-Nya untuk bergabung dengan-Nya dalam proses ini. Allah mengambil inisiatif sehingga pada saat pengikut Isa sampai di tempat kejadian, Isa al- Masih secara strategis sudah menyiapkan hati orang-orang yang siap dirangkul. Tanpa dapat disangkal, ini adalah "tanah yang berbatu-batu" (Matius 13), tetapi tampaknya Isa al-Masih sedang melembutkan tanahnya dan menggali keluar batu-batu itu sehingga tanah tersebut siap untuk menerima benih dan siap dituai. Isa alMasih memiliki belas kasih, dan Ia masih tetap mengundang para pekerja untuk tuaian-Nya. Isa mengundang mereka untuk berdoa dan untuk terlibat. Umat-Nya perlu belajar bagaimana caranya bekerja sama dengan karya-Nya dalam merangkul mereka yang seakan-akan mustahil untuk disentuh dengan penuh kasih. Bagi seorang pengikut Isa, agama Kedar dapat muncul sebagai sekumpulan besar manusia yang menakutkan, yang berbaris berderap seirama dengan komitmen tegas untuk mendominasi dunia, di mana semua orang di bumi akhirnya akan tunduk pada hukum Syariah. Kenyataannya memang demikianlah sesungguhnya narasi di dalam agama Kedar.

Dan narasi ini bukan hanya menjadi tujuan politik, tetapi juga tujuan agama. Di mana pun sistem agama Kedar memperoleh pijakan, meskipun dalam jumlah minimal di dalam suatu masyarakat, maka pijakan ini akan dipakai untuk menjadi sebuah sistem politik. Ini bukan tanpa disengaja, melainkan ini adalah tatanan dasar dari pandangan hidup agama Kedar. Namun, realitas Agama Kedar abad dua puluh satu ini tidaklah sekokoh ataupun sebegitu kuatnya sehingga tidak bisa ditembus; sebagaimana yang ada di pikiran orang-orang Barat. Inilah pesan yang kami dengar dari hampir semua wawancara kami dengan mantan para pemimpin orang Kedar yang sekarang menjadi pengikut Isa. Ada beberapa tataran diskoneksi antara apa yang diajarkan dan dijanjikan agama Kedar kepada umat Kedar, dengan harapan-harapan dan impian-impian yang sesungguhnya mereka rindukan. Orang Kedar merindukan keamanan rohani di luar jihad. Mereka merindukan Allah yang peduli dan yang menjawab doa-doa, masyarakat yang penuh damai, belas kasih dan rahmat, kesetaraan pria dan wanita di mata Allah, mengakhiri sektarianisme kekerasan agama Kedar, kebebasan perorangan untuk memilih, dan bantuan praktis serta jawaban-jawaban selain "harus lebih taat menjalankan kewajiban agama"; untuk menghadapi tantangan kehidupan seharihari. Kami sangat terkejut melihat kedalaman serta tingkat kekecewaan dan ketidakpuasan yang diungkapkan oleh hampir setiap mantan orang Kedar yang kami wawancarai. Mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang sangat positif dan menyenangkan. Kami tidak merekayasa pertanyaannya sedemikian rupa sehingga mendapatkan jawaban-jawaban tersebut; kebenarannya muncul sendiri melalui narasi kehidupan mereka.

Mereka juga melaporkan bahwa banyak teman dari kalangan orang Kedar yang memiliki perasaan yang sama. Mungkin hasil yang paling luar biasa dari 14 “Jihad” mengacu kepada kewajiban agama orang Kedar yang bisa diterjemahkan menjadi berperang atau bergulat.

Dunia yang Penuh dengan Dominasi dan Kontradiksi

Satu hal lain yang mendatangkan ketidakpuasan di kalangan umat Kedar berasal dari perlakuan terhadap perempuan dalam budaya Kedar. Para mantan orang Kedar mengatakan kepada kami bahwa perlakuan buruk terhadap istri dan anak-anak hampir-hampir seperti norma budaya dalam masyarakat Kedar.

Selain itu, ada masalah imperialisme budaya Kedar: perkawinan agama Kedar dengan bahasa dan budaya Arab sering membuat orang Kedar nonArab (mayoritas orang Kedar) merasa dalam hal iman mereka bagaikan peserta kelas dua. Agama Kedar juga memiliki pembatasan yang sangat ketat terhadap makanan dan alkohol. Dan meskipun alkohol dan makanan tertentu dilarang, namun secara meluas di beberapa daerah di Timur Tengah mereka kecanduan khat (tanaman berdaun dengan pengaruh serupa amfetamin), bahkan kecanduan alkohol itu sendiri. Salah satu dari Rukun Agama Kedar adalah zakat (sedekah). Zakat mensyaratkan bahwa seseorang menyerahkan setidaknya 2,5 persen kekayaannya untuk dibagikan kepada masyarakat setempat guna mengurangi penderitaan dan mencukupi mereka yang kekurangan. Dalam ajaran agama Kedar, demonstrasi rahmat bagi mereka yang membutuhkan ini sama pentingnya dengan perjalanan ibadah ke Mekkah, berpuasa selama bulan Ramadhan, mengucapkan kalimat syahadat tentang Allah dan Muhammad, dan kewajiban shalat. Zakat adalah landasan yang sangat penting dalam agama ini. Namun, kami mendengar banyak laporan mantan orang Kedar bahwa saat mereka menjadi penganut agama Kedar, mereka menemukan bahwa entah bagaimana agama mereka tidak mendorong berkembangnya semangat untuk bermurah hati dan berbelas kasih, meskipun ada kewajiban zakat.

Selain itu, mereka sering memperhatikan dengan kagum bahwa para pengikut Isa tampaknya adalah orang-orang yang dapat diandalkan untuk menjadi teman dan membantu orang-orang yang kekurangan, termasuk dari pihak umat agama Kedar. Ajaran tentang Isa menjadi lebih menarik bagi orang-orang Kedar ketika mereka dapat merasakan secara pribadi bagaimana pengikut Isa menyediakan waktu untuk berteman dengan mereka atau memberikan pertolongan kepada mereka. Tema-tema yang terus berulang ini, yaitu kekecewaan terhadap agama Kedar dan ketertarikan untuk memperhatikan para pengikut Isa yang murah hati; bisa ditemukan dalam persentase yang sangat tinggi di antara orang Kedar yang kemudian menjadi pengikut Isa al-Masih.

Memahami Alquran

Suatu hal lain yang mendatangkan frustrasi dengan persentase tinggi di antara mantan para pemimpin orang Kedar yang kami wawancarai adalah Alquran. Sebagai sebuah agama, agama Kedar terkenal karena obsesi menjunjung tinggi kesempurnaan Alquran sebagai firman Allah. Namun mayoritas orang Kedar tidak bisa membaca Alquran, dan mereka yang dapat membaca masih tetap tidak membaca Alquran. Terlihat jelas secara signifikan bahwa sebagian pemimpin orang Kedar tidak menginginkan keadaan ini mengalami perubahan. Para pengikut Isa memprioritaskan penerjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa modern. Orang Kedar mengagungkan Alquran sebagai sebuah keajaiban yang tidak dapat disalin atau ditiru, namun harus tetap dalam bahasa Arab. Terjemahan hanya dipandang sebagai tafsiran. Banyak mantan pemimpin senior dari kalangan Kedar yang kami wawancarai meyakini bahwa praktek membatasi terjemahan Alquran ini secara efektif mencegah orang Kedar menemukan kontradiksi Alquran dengan tulisan-tulisan orang Kedar lainnya dan beberapa praktek agama Kedar.Tindakan ini juga menyembunyikan berbagai bagian teks yang menegaskan status khusus Isa al-Masih (Isa, Sang Mesias). 

Kurangnya Jaminan Kepastian dalam Agama Kedar

Kami telah mendengar berulang kali bahwa mereka yang ada di dalam agama Kedar--bahkan para kyai dan imam--terganggu oleh fakta bahwa mereka tidak memiliki jaminan keselamatan. Setelah bertahun-tahun berdoa setiap hari "tuntunlah saya di jalan yang benar," orang Kedar banyak yang sampai ke satu titik di mana mereka bertanya-tanya mengapa mereka mengucapkan doa tersebut jika mereka memang sudah berada di “jalan yang benar.” Ketika mereka mulai mengajukan pertanyaan tersebut, mereka menyadari bahwa mereka tidak sedang berada di jalan yang benar, dan mereka akhirnya menemukan Isa al-Masih dan datang kepadaNya.

Salah satu masalah paling serius dalam agama Kedar adalah pengakuan Muhammad menjelang ajalnya sendiri. Ia menyatakan bahwa bahkan dia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi padanya setelah kematian. Banyak pemikir orang Kedar yang akhirnya memutuskan bahwa mereka tidak bisa mengikuti seorang nabi yang tidak memiliki keyakinan akan nasibnya sendiri di dunia keabadian, terutama ketika Kitab Suci mengajak orang kepada pengampunan, kedamaian, dan jaminan yang meyakinkan akan istirahat kekal di dalam Isa al-Masih. Perjanjian Baru, Kitab Suci yang dibagikan oleh The Gideon –dan ia berkata kepada saya, "Selama ini saya telah berkhotbah kepada Anda, tetapi sekarang mulailah membaca Kitab Suci ini dan mulailah dari Kitab Yohanes.” Saya suka membaca Kitab Suci itu karena saya ingin memilih beberapa hal yang bisa saya pakai untuk menantang para pengikut Isa. Tetapi ketika saya sedang membaca Kitab Suci itu, saya menjumpai bagian di mana Isa al-Masih berkata, "Aku pergi kepada Bapa," dan "Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."

Allah yang Menjawab Doa

Bagi orang Kedar, gagasan ini terasa sangat asing: bahwa seseorang dapat mendekati Allah dan meminta hal-hal, sebagaimana seorang anak meminta kepada ayahnya. Keterlibatan semacam ini dari Allah yang Maha Tinggi terhadap kebutuhan orang-orang melalui doa–doa pengikut Isa yang sederhana adalah alasan tunggal yang paling kuat yang membuat orang Kedar berpaling dari agama Kedar kepada Allah yang penuh kasih dari Kitab Suci.

 

 


Posting Komentar untuk "Gerakan TUHAN pada masa kini"