Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kata Alkitab tentang TUHAN memberi jalan keluar

 



TUHAN memberi jalan keluar

 

Banyaklah beban hidup yang kita hadapi setiap hari, terkadang kita sudah merasa berjuang untuk keluar dari beban hidup tersebut, tapi belum juga ada jalan keluarnya sehingga kita merasa jalan sudah buntu.

Kemanakah lagi kita mencari jalan keluarnya..?

Seperti Nabi Musa yang membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian, ketika mereka menemui jalan buntu di tepi laut Teberau, mereka tidak boleh lari kemana-mana lagi, sementara tentara-tentara Mesir yang mengejar hendak membunuh dan memusnahkan mereka sudah semakin mendekat.

Bangsa Israel yang di bawa Nabi Musa itu sangat ketakutan karena di depan mereka Laut Terberau, jalan mereka buntu.

dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini ? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir ?"

(Kel 14: 11)

Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Kel 14: 13-14).

-TUHAN akan berperang untuk kamu...

-TUHAN akan berperang untuk kita semua..

Beban hidup boleh silih berganti ganti, tetapi kita yakin dan percaya hanya di tangan TUHAN semua beban hidup itu dapat kita lewati.

Berjalan bersama TUHAN, kita Pasti menemui jalan keluar.

Seperti Nabi Musa yang membawa bangsa Israel, ketika dia mengalami jalan buntu di tepi Laut Teberau.

Nabi Musa berseru meminta pertolongan kepada TUHAN dan TUHAN menjawab dan memberi jalan keluar.

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku ? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering."_(Kel. 14: 15-16).

Laut Teberau terbelah...

Bangsa Israel yang di tuntun oleh TUHAN itu berjalan seperti di atas tanah yang kering.

TUHAN memberi 'jalan keluar' dari permasalahan hidup mereka.

Bukan hanya saya, -kamu,

-kita semua terkadang lupa berseru kepada TUHAN, ketika kita menemui jalan buntu di dalam kehidupan kita sehari hari.

Mari kita belajar hidup selalu berjalan dan berseru kepada TUHAN dan mengandalkan TUHAN dalam setiap beban hidup yang kita alami, dan TUHAN Pasti akan memberi kita jalan keluar.

"Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan !"

(Yeremia 17: 7).

 

(Pandanglah ke masa depan)

 

Kebanyakan orang dijaman sekarang, tidak mau mengarahkan pandangan mereka kemasa depan yakni kehidupan kekal.

Mereka sibuk memuaskan hawa nafsu mereka dan mengejar suka cita dan kebahagiaan dunia tanpa mau mencari Tuhan.

Meskipun bergelimang harta,  kemewahan dan kesenangan, mereka tidak pernah puas.

Mereka hidup tanpa tujuan dan pengharapan.

Mereka sudah " tua dan mati " sebelum waktunya.

Sebaliknya mereka yang mengarahkan hidup mereka kepada kehidupan kekal akan berpegang pada janji janji Tuhan, mereka akan selalu berjiwa muda dan segar.

Mereka akan tetap hidup dan abadi, meski telah sudah tidak lagi ada didunia ini.

Mereka akan selalu tergerak untuk melakukan sesuatu yang berkenan bagi Tuhan, hingga akhir hayat mereka.

-Kini, bagaimana dengan kita ?

-Apakah kita tidak ingin mendapatkan keselamatan dan masa depan yang penuh harapan seperti yang dijanjikan Tuhan ?

Oleh karena itu saudara, jangan sia-siakan hidup kita.

Arahkan Pikiran dan hati kita senantiasa kepada Tuhan dan berjalanlah didalam terang Nya.

"Di berkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17: 7).

 

ASINNYA tuh DISINI

 

Semua orang membutuhkan garam. Walaupun harganya murah, tapi hal itu tidak mengurangi fungsi yang dimilikinya.

 

Tuhan menciptakan kita dengan status sosial yang berbeda,t e t a p i walaupun demikian, Dia menciptakan kita dengan maksud dan tujuan yang sama, yaitu agar dapat menjadi berkat bagi orang lain dan kemuliaan bagi namaNya.

 

I r o n i s n y a, yang sering terjadi justru sebaliknya; Hidup kita tidak dapat menjadi berkat bagi mereka.

 

Ucapan kita selalu menyinggung perasaan mereka.., dan perilaku kitapun menjadi batu sandungan bagi mereka...

 

Kalau apa yang terjadi atas hidup kita tidak sesuai dengan maksud dan tujuan Allah, m a k a hidup kita tidak lagi berguna, baik untuk orang lain m a u p u n untuk Tuhan.

 

Karena itu, mari kita mengingat kembali pada tujuan awal Tuhan menciptakan kita, supaya kita menjadi berguna.

 

Segala sesuatu kalau dipergunakan sesuai dengan fungsinya akan membuahkan hasil yang Ruarrr Biasaaa.

 

PEDAGANG KUE APE...

 

Siang itu jam menunjukkan pukul 12, sementara hujan turun disertai angin kencang...

 

Saat itu kebetulan saya sedang berteduh di sebuah pasar dekat rumah.

 

Ada sebuah pemandangan menarik yg terjadi ; sebuah pikulan Penjual Kue Ape kebasahan diterpa hujan..., s e m e n t a r a si penjualnya tidak kelihatan , karena sedang melakukan Ibadah...

 

Melihat itu , seorang pedagang hiasan yg kebetulan berada disitu , segera memindahkan perangkat tukang kue itu ke tempat yg lebih aman supaya tidak kehujanan

 

Tak lama kemudian hujan mulai reda..., si penjual kue pun muncul dan mengembalikan pikulannya ketempat semula dan mulai beraksi membuat kue...

 

Dalam benak saya berpikir, Pasti kompornya akan sulit dipakai akibat basah terkena siraman air hujan...

 

T e r n y a t a dugaan saya meleset..., karena dengan mudahnya si pedagang kue menyalakan kompornya..., p a d a h a l beberapa saat sebelumnya saya lihat dengan mata kepala sendiri kompornya sempat basah akibat siraman air hujan...

 

Dari kejadian ini saya mendapat pembelajaran : Jika kita mau mengutamakan Ibadah, m a k a Tuhan akan selalu menyertai kita...

 

T e r b u k t i pada waktu si pedagang sedang Ibadah , ada seorang pedagang lain yg memindahkan alat untuk berjualannya..., daaan yg lebih Hebat lagi : Kompor yg basah pun masih bisa berfungsi dengan baik...

 

Hal itu terjadi karena Tuhan begitu mempedulikan orang2 yg mau Mengutamakan Dia...

 

          MIRACLE STILL HAPPEN !

 

               ( Matius 6 : 33 ).

 

(Manisnya madu lebah)

 

“Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.” (Mazmur 81: 17).

Membahas tentang madu tak lepas dari si penghasil madu itu sendiri iaitu lebah. Ada hal-hal menarik yang dapat kita pelajari dari kehidupan lebah, yang termasuk dalam golongan serangga.

Lebah suka sekali berada di suasana yang indah,

-selalu mencari, -menemukan

-dan hinggap pada setiap bunga

untuk menghisap sari madu bunga-bunga tersebut.

Lebah hinggap dari satu bunga ke bunga lain untuk menjemput sari madu dan mengumpulkannya di sarang.

Dengan kata lain lebah tertarik pada aroma yang harum dan sama sekali tidak tertarik pada sesuatu yang kotor.  Selain itu lebah hidup rukun dalam satu koloni dan patuh pada seekor ratu lebah selaku pemimpin koloni itu. Lebah taat kepada pembagian kerja:

-ada yang bertugas membuat sarang,

-ada yang khusus bertugas mencari madu, -ada yang menjaga sarang,

-dan ada juga yang menjaga ratu lebah. Lebah madu adalah serangga sosial.

Begitu pula dengan orang percaya yang hidup bersungguh-sungguh di dalam TUHAN. Ia memiliki gaya hidup seperti lebah yang tidak lagi tertarik dengan hal-hal yang kotor dan busuk, melainkan lebih tertarik kepada hal-hal yang baik dan indah, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kecemaran (dosa), sebab “ALLAH memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."

(1 Tesalonika 4:7). Selain itu IA akan suka 'tinggal' di dalam Firman:  dengan merenungkannya siang dan malam, sebab Taurat TUHAN itu “... lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah”

(Mazmur 19:11).

Tinggal di dalam firman-Nya ini juga berbicara tentang ketaatan !  Karena senantiasa melekat kepada TUHAN dan mau taat dipimpin oleh ROH KUDUS, orang percaya pun dibekali 'sengat' yang mematikan untuk melawan tipu muslihat si Iblis yang berusaha untuk menghancurkan kehidupan rohaninya.

“TUHAN akan mengenyangkan kita dengan hal-hal yang manis seperti madu ketika kita hidup seturut dengan kehendak-Nya dan menjauhkan diri dari kecemaran.”


Posting Komentar untuk "Kata Alkitab tentang TUHAN memberi jalan keluar"