Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

KRISTOLOGI YOHANES VS SAKSI YEHUWA

 

 


KRISTOLOGI YOHANES VS SAKSI YEHUWA

           Membuat sebuah bukti pledoi (pembelaan) iman menangkis segala bentuk serangan yang dilakukan oleh para pengikut Saksi yehwa. Apologenetika yang dimaksud dalam buku ini bukan untuk melakukan Propaganda atau perang ayat-ayat Alkitab menghadapi Saksi Yehuwa tetapi mengarah kepada penelitian ilmiah terhadap teks-teks Alkitab berdasarkan Bahasa asli (Ibrani, Aram, Dan Yunani). Hanya dengan cara inilah, maka kebohongan dan kekeliruan Saksi Yehuwa akan terungkap sehiangga korban penipuan di kalangan umat Kristen tidak bertambah banyak.

SUMBER DAN BUKTI

a.       Sumber Saksi Yehuwa: terjemahan bebas

         Tidak seperti Kristen lainnya (Protestan, Katolik, Presbiterian, Methodis, Pentakosta, dll. ) yang ,menggunakan Alkitab  Kristen yang diterjemahkan langsung dari Bahasa asli Alkitab (Ibrani dan Yunani), tetapi saksi Yehuwa berbeda karena mereka menilai bahwa semua terjemahan itu memiliki kelemahan dan kesalahan. Karena itu bagi Saksi Yehuwa yang dimaksudkan dengan Alkitab adalah: New World Translation of the Holy Scriptures yang bias disingkat dengan NW (Kitab suci Terjamahan Dunia Baru 1995). Dan pada awalnya Saksi Yehuwa memakai terjemahan king James Versio, dengan beberapa catatan yang meraka sesuaikan dengan ajaran khusus mereka.

b.      Sumber Yohanes: naskah yang diakui sejarah dari abad

     Garis besar singkat mengenai bagaimana naskah Yunani dibuat dan dipelihara telah ditulis oleh Dennis Clark dengan tepat sbb:

Pertama: Setelah kenaikan Yesus dari dunia, banyak saksi tentang hidup-Nya,pengajaran-Nya, kematian-Nya, penguburan-Nya, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga, terpancar-pancar keberbagai bangsa. Para pengikut Yesus telah ditunjuk oleh-Nya menjadiu rasul dan saksi mata mengenai apa yang telah dibuat dan dikatakan-Nya serta memberi amanat kepada mereka untuk memberitakan Injil keseluruh dunia dan hal itu telah mereka kerjakan. Dalam waktu 40 tahun banyak umat yang percaya kepada Yesus sebagai Mesias, telah melipat ganda keseluruh kerajaan Romawi bahkan sampai ke negeri-negeri timur.

Kedua: Catatan-catatan pertama mulai dikumpulkan dan disebar-luaskan kepada umat percaya yang pertama di Palestina dalam Bahasa yang dipakai Yesus, yaitu Bahasa Aram yang kemudian diterjemahkan kedalam Bahasa Yunani bagi umat dimana bahaasa ini dipakai secara lebih luas. Antara tahun 50-80 Masehi tiga catatan seperti ini sudah ada, Matius, Markus, Lukas. Kemudian catatan selanjutnya oleh orang yang bernama Yohanes juga disebar-luaskan seperi lainnya.

Ketiga: catatan-catatan ini terus disebar-luaskan selama lebih dari 100 tahun. Dan paada tahun 200 Masehi telah disusun sebuah daftar buku-buku suci yang teratur digunakan oleh umat percaya yang mula-mula. Mereka memasukan bagian-bagian injil suci yang disebut Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Sepanjang tahun 80-200 Masehi para pemimpin rohani dari umat percaya ini menulis buku-buku pengetahuan dan mengutip dari ketiganbuku asli dalam Bahasa Yunani diterjemahkan kedalam Koptik, Bahasa yang dipakai oleh umat percaya di Mesir, dan kedalam Bahasa Siriak yang dipakai di Timur Tengah. Dan juga kedalam Bahasa Latin dimana menjadi Bahasa umum di seluruh Kerajaan Romawi.

Keempat: Pada abad permulaan penulisan dilakukan diatas papyrus yang dibuat dari bahan teras batang papyrus dari bilah-bilah yang saling dirakitkan dan kadang-kadang digulung sepanjang 10 meter. Setelah itu perkamen yang terbuat dari kulit binatang (bomba, kambing, anak sapi atau rusa) yang dipakai. Penulisan dalam huruf besar Yunani bias dipakai sampai sekitar tahun 900 Masehi. Sebanyak 3100 naskah dan bagian-bagian naskah yang berhubungan dengan Perjanjian Baru telah ditemukan yang lebih dari 80 adalah papyrus dan 200 perkamen dengan huruf-huruf besar. Bagian perkamen yang tertua bertanggal sekitar tahun 150 Masehi dan ditemukan di Mesir. Juga beberapa papyrus kunci berisi bagian-bagian keempat Injil bertanggal sekitar tahun 350 Masehi.

Kelima: Tak ada buku lain yang menjadi sasaran serangan, kritikan, dan pertanyaan seperti Injil Suci, namun demikian setelah lebih dari 1000 tahun saat ini Injil masih tetap sama teguhnya seperti pada masa Yesus ada di dunia.

Keenam: Terjemahan kedalam lebih dari 1000 bahasa telah dibuat dari catatan-catatan Injil purba. Dalam Bahasa inggris bebagai terjemahan telah dibuat sesuai dengan perubahan dalam Bahasa inggris. Pada musim semi tahun 1947 seorang gembala Arab beragam islam bernama Muhammad Adh-Dhib, menemukan sebuah gua di pantai barat laut mati , kira-kira delapan mil di sebelah selatan Yeriko, yang sekarang dikenal diantara paara ilmuwan sebagai gua-gua Qumran. Ketika mengikuti kambingnya Muhammad Adh-Dhib menemukan salah satu Antara kelompok catatan-catatan purba yang terpenting dalam sejarah yang sampai ketangan maanusia. Catatan-catatan ini sekarang diberi nama naskah-naskah Laut mati. Pada akhirnya kita yakin bahwa naskah-naskah Injil Suci Yunani purba pada hakekatnya adalah sama di masaa kini sampai pada masa murid-murid Yesus sang Mesias hidup.

 

SANG FIRMAN (YESUS KRISTUS) adalah pencipta, bukan ciptaan

       Menurut Airus bahwa hanya Sang Bapa saja yang tidak memiliki permulaanNya atau dengan kata lain hanya Bapa saja yang bersifat kekal, sedangkan pribadi kedua yaitu Anak (Yesus Kristus) adalah hasil produk dari sang Bapa pada  masa precreated (pra –penciptaan), dan kepada-Nya diberikan sebagai sifat-sifat ilahi sebagai sebuah anugrah saja.

        Pandangan diatas jelas tidak memiliki dasar yang bertanggung jawab. Mengenai hal ini dalam Injil Yohanes 1:3 mengatakan “Segala dijadikan oleh Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Berarti Logos adalah kreator penciptaan bukan sebagai ciptaan.

 

SANG FIRMAN SEBAGAI PENCIPTA DALAM YOHANES DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN 1:1

             Teks Yohanes menegaskan bahwa Yesus Kristus bukan ciptaan melainkan pencipta. Ayatnya berbunyi “ pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Jika dibandingkan , Kitab Kejadian mengaju kepada penciptaan segala sesuatu. Oleh karena itu penggunaanya sama oleh Yohanes yang merujuk pada tema yang sama, yakni penciptaan.

INKARNASI TIDAK MENJADIKAN KRISTUS SEBAGAI CIPTAAN

          Peristiwa inkarnasi memperlihatkan kemanusiaan Yesus secara total. Sehingga inkarnasi telah disalah pahami oleh Saksi Yehuwa sehingga menganggap bahwa kemanusiaan Yesus Kristus adalah bentuk dari natur-Nya sebagai ciptaan. Penafsiran dan landasan yang dibangun oleh Saksi Yehuwa jelas keliru. Dalam Inkarnasi, Yesus Kristus adalah “Enternal glory of invisible of God.” Artinya, Dia menjadi kemuliaan kekal Allah yang dapat dilihat oleh manusia. Allah sejati yang adalah Roh,tentu tidak bias kita lihat. Tetapi Allah yang tidak tampak telah menampakan diri-Nya di dalam kemuliaan kekal-Nya melalui suatu tindakan Inkarnasi. Jadi harus dipahami bahwa peristiwa inkarnasi hanya memperlihatkan kesungguhan Allah dalam membuktikan cinta kasih-Nya kepada manusia dan dunia.

KEHADIRAN LOGOS SEBELUM DUNIA MENOLAK NATUR CIPTAAN       

          Dalam Yohanes 1:10 berbunyi “ia telah ada dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” Dengan jelas Alkitab menulis bahwa Yesus Kristus sudah ada sebelum ia dilahirkan ke dalam dunia ini ( Yoh 1:1-5; 8;58; 17:5; Kol 1:13; Ibr 1:2). Yesus Kristus tidak pernah diciptakan . ia selamanya ada, yaitu dari kekal sampai kekal. Yesus Kristus adalah Anak tunggal Allah Bapa , dari kekal yang telah lalu sampai kekal yang akan datang (Yoh 1:14; 3:16 I Yoh 4:9). Dalama perjanjian Lama Yehova ialah Yesus Kristus yang dinyatakan kepada manusia. Hanya ia yang dapat menyatakan Allah kepada manusia. Jika  Kristus terlibat dalam penciptaan, maka tentu saja Ia sudah harus ada sebelum penciptaan (Yoh 1:3; Kol 1:16; Ibr 1;2). Hubungan-Nya dengan Allah ,Ia mengaku memiliki hakekat sama dengan Allah (Yoh 10:30). Ia mengaku memiliki kemuliaan yang sama dengan Bapa sebelum dunia ini ada (Yoh 17:5). Paulus juga menyatakan bahwa di dalam Kristus berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan Ke-Allahan. Yohanes mengaku bahwa Yesus telah ada sebelum dia (Yoh 1:15,30). Secara harfiah berarti lebih dahulu dari aku tetapi menunjuk kepada Pra-eksistensi sebagai dasar untuk keunggulan Kristus terhadap Yohanes.

            Menurut Wesley Brill menambahkan  bahwa pekerjaan Kristus sebelum Ia datang ke dunia ada dua, yaitu menciptakan alam semesta (Yoh 1:3; Kol 1:16; Ibr 11:13). Dan memeliharanya (Kol 1:17; Ibr 1:3). Bahwa alam ini diteguhkan, diatur dan dipelihara oleh Yesus Kristus.

           Salah satu ayat vaforit Saksi Yehuwa yang mengakui kedudukan Yesus Kristus yang khusus dimana ia hanyalah ciptaan Allah yang diberi posisi sedemikian terhormat oleh Allah adalah Amsal 8:22, “Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan –Nya yang pertama-tama dahulu kala.” Mengingat “hikmat” di teks ini pada jaman Bapa-Bapa gereja diaplikasikan untuk Yesus hanyalah ciptaan Allah yang pertama. Jadi kesimpilannya bahwa Yohanes 1:3 menegaskan Logos (Kristus) adalah pencipta segala sesuatu dan tidak ada sesuatu pun yang tidak dijadikan oleh Dia.

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN BUKAN TUAN

            Saksi Yehuwa menganggap bahwa Yesus Kristus sebagai “tuan” (majikan) bukan sebagai Tuhan karena Dia hanya sebatas ciptaan. Dalam buku Saksi Yehuwa pun sebenarnya Yesus tadinya disebut Tuhan. Kemudian arti kata “Tuhan” diberi pengertian baru, dan diganti dengan istilah “Tuan” kita dapat melihat contoh berikut ini : Thomas berseru kepada Yesus ketika melihat bahwa Tuhan benar-benar bangkit , “Ya Tuhan (Kurios) ku dan Allah (Theos) ku” (Yoh 20:28). Namun kata Tuhan diganti menjadi Tuan dalampenerjemahan Saksi Yehuwa tanpa dasar yang berarti.

 

 

 

            Soal nama YHWH, dalam Perjanjian Lama, nama dari Tuhan ditulis YHWH atau El/Elohim/Eloah. Namun sejalan dengan kesucian nama YHWH, nama dari adonai juga sering digunakan sebagai nama diri. YHWH dalam Bahasa Indonesia oleh LAI diterjemahkan sebagai Tuhan (semua huruf besar, LORD dalam Bahasa inggris). Adonai juga digunakan sebagai nama diri Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, ketika umat Israel merasa bahwa memanggil nama diri YHWH merupakan pantangan karena terlalu kudus, maka mereka sering menggantinya dengan “Adonia” atau “El”.  Meskipun Yesus Kristus sungguh-sungguh seorang manusia, namun Ia tidak mewarisi sifat dosa, Kita telah mempusakai dosa sebab keturunan Adam ; tetapi karena kelahiran Yesus Kristus adalah oleh Roh Kudus,maka Ia tidak mempunyai dosa seperti manusia biasa. Karena kelahiran-Nya dengan cara yang demikian, maka hubungan Kristus dengan Allah tetap sempurna dan semata-mata lepas dari pada dosa. Disamping itu Yesus Kristus tidak pernah berbuat dosa (I Pet 2:22). Sepanjang kehidupan-Nya, Ia terlepas dari kesalahan; dan sebagai manusia Suci. Ia tidak bersalah, tidak bercacat, terpisah dari orang-orang berdosa dan ditinggikan lebih dari langit (Ibr 7:26). Jadi, ciri-ciri kemanusiaan Yesus Kristus sewaktu di bumi telah disalah mengerti oleh Saksi Yehuwa yang berasumsi bahwa Yesus bukan Tuhan tetapi Tuan.

 

YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH,” BUKAN SATU ALLAH”

       Saksi Yehuwa dengan tegas mengatakan Yesus Kristus bukan Allah, melainkan hanya satu allah yang memiliki kuasa diatas manusia biasa pada umumnya.Ketika ditanya tentang kepercayaan terhadap Yesus, dengan tegas pengikut Saksi Yahweh berkata: Ya, kami percaya kepada Yesus, yang mengatakan, Akulah jalan dan kebenaran dan kehidupan. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kecuali melalui Aku” (Yoh 14:6). Mereka percaya kedatangan Yesus ke dunia memberikan kehidupannya yang sempurna sebagai korban tebusan (Mat 20:28). Karena kematian dan kebangkitan-Nya, orang-orang yang beriman kepada-Nya dapat menikmati kehidupan abadi (Yoh 3:16). Mereka juga percaya bahwa Yesus Raja diatas segala raja yang akan segera membawa pendamain di atas bumi (Way 11:15). Tetapi mereka juga mempercayai saat Ia mengatakan “Bapa lebih besar dari pada Aku” (Yoh 14:28). Jadi kami tidak menyembah Yesus, dan juga tidak percaya bahwa ia adalah Allah Yang Mahakusa.

        Argumen Saksi Yehuwa Harus direspon dengan bijak supaya umat Tuhan tidak bingung. Dimana siapa saja yang membaca tulisan penulis pengikut Saksi Yehuwa ini akan bingung dan berpotensi menggoyahkan iman mereka kepada Tuhan Yesus.

 

KEKELIRUAN MENGGUNAKAN KATA SANDANG

         Permasalahan utama yang dikemukakan oleh Saksi Yehuwa adalah ketika menafsirkan Yohanes 1:1 adalah tentang penggunaan kata sandang. Dalam terjemahan Baru (TB), ayat itu berbunyi: “pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah (Bahasa Yunani ton theon) (Allah). Dan Firman itu adalah Allah (Theos).” Ayat ini membuat dua kata benda Yunani Theos (Allah) Yang pertama didahulu oleh ton, suatu bentuk kata sandang tentu dalam Bahasa Yunani, dan dalam hal ini Theon memaksudkan Allah Yang Mahakuasa. Akan tetapi theos, bentuk kedua, tidak memiliki kata sandang tentu. Apakah tidak dicantumkan kata sandang tentu ton merupakan suatu ketidak-sengajaan? Injil ditulis dalam Bahasa Koine, atau Bahasa Yunani umum, yang memiliki aturan spesifik mengenai penggunaan kata sandang tentu.

        Pakar Alkitab A. T. Robertson bahwa subjek maupun predikat memiliki kata sandang. Keduanya adalah kata sandang tentu, sehingga keduanya identic, sama, dan dapat saling dipertukarkan. Contoh Matius 13:38 “ladang:” (Bahasa Yunani, ho agros) ialah “dunia” (Bahasa Yunani, ho kosmos). Jadi dari tata Bahasanya kita bias mengerti bahwa dunia identic dengan ladang. Jadi kita dapat bandingkan dengan kasus yang terdapat dalam Yohanes 1:1. Berikut adalah beberapa argumen dari Saksi Yehuwa dan alasan mengapa mereka menyebutkan Yesus hanya sebagai “suatu Allah” Sbb:

        Seperti di Yohanes 1:1 subjeknya memiliki kata sandang tentu tetapi predikatnya tidak. Sewaktu mengutip ayat ini sebagai contoh, Cendekiawan James Allen Hawett menekankan “Dalam kontruksi seperti itu, subjek dan predikatnya tidak sama, sebanding, identic, atau sejenis.” Sebagai ilustrasi, Hawett menggunakan 1 Yohanes 1:5 yang berbunyi,” Allah adalah terang.” Dalam Bahasa Yunani, kata Allah di ayat ini adalah  ho theos dan dengan demikian memiliki kata sandang tentu. Tetapi, phos untuk “terang” tidak didahului kata sandang. Hawett menandaskan,” kita selalu bisa tentang Allah bahwa Ia bercirikan terang: kita tidak selalu bisa mengatakan terang adalah Allah.”

KETIDAK-KONSISTEN PENGGUNAAN KATA SANDANG

         Jika seandainya mengikuti argumentasi Saksi Yehuwa yang berpendapat bahwa hilangnya kata sandang merubah makna kata benda, seharusnya ada 6 kata “Theos lainnya mulai pasal 1-18 yang menuju kepada Allah Bapa yang harus diterjemahkan sebagian “suatu atau seorang” karena tidak memakai kata sandang definite (pasti). Jadi seharusnya dalam terjemahan Saksi Yehuwa (KS-TDB) dalam Yohanes 1:2,6,12,13, dan dua kali dalam ayat 18 harus menambahkan “suatu” terhadap kata yang merujuk kepada Allah Bapa sebagai konsekkuensi dari argument yang mereka bangun diatas.

         Upaya Saksi Yehuwa dalam menurunkan derajat Yesus Kristus ke-Allahan-Nya juga terlihat dalam terjemahan ayat 18, dimana kata “Allah  yang kedua dalam hikmat “Anak Tunggal Allah” (Monogenes Theos) yang berarti “Anak Tunggal-Nya Allah Bapa,” diterjemahkan oleh Saksi Yehuwa menjadi “satu-satunya allah diperanakan”. Kata “satu- satunya” yang di buat di depan “Bapa” memperlihatkan bahwa Bapa “mengeluarkan” sesuatu.Dan kata “allah” juga menggunakan hurup kecil yang menerangkan bahwa Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa. Ini menunjukan dengan jelas adanya rekayasa “hanya memanusiakan” Yesus Kristus yang adalah Allah. Saksi Yehuwa semestinya malu karena membangun dokterin Kristologi mereka diatas ketidak-konsistenan yang buruk.

 

PENGARUH PENIADAAN KATA SANDANG

        Dalam Bahasa Yunani, absennya artikel pada susatu kata benda tidak selalu berarti bahwa kata benda tersebut “tidak tertentu” (Indefinitif). Salah satu contohnya adalah dalam Colwell’s Rule. Peraturan ini mengatakan bahwa dalam suatu struktur kalimat Predikate Nomonatif dan kedunnya dihubungkan dengan kata kerja “adalah”. Absennya artikel pada benda sebelum kata kerja “adalah” merupakan fenomena yang sangat umum dan tidak selalu berarti kata tersebut bersifat ‘tidak tentu”(sebuah,seorang,dst). Kecuali konteks memang menuntut demikian.

        Dalam Yohanes 1:1 “Firman itu adalah Allah.” Bukan Firman itu bersifat ilahi, seperti dikatakan Moffat dan Goodspeed (karena dalam Bahasa aslinya tertulis “Theos” Allah; dan bukan theios bersifat ilahi, seperti dalam (Kis 17:20 dan 2 Pet 1:3) Yohanes juga tidak mengatakan bahwa Firman itu adalah suatu Allah (seperti diterjemahan oleh penganut Saksi Yehuwa). Kata benda defenitif yang mendahului kata kerja biasanya bukan kata sandang defenitif.

KEKELIRUAN EKSAGESA DAN TERJEMAHAN SAKSI YEHUWA

          Oleh karena Saksi Yehuwa secara terang-terangan menyatakan bahwa Yesus itu bukan Allah tetapi hanya “suatu Allah”. Penafsiran ini jelas tidak bertanggung jawab karena tidak didasari oleh biblika. Pendekatan ini merupakan pemecahan masalah-masalah teologis yang pada akhirnya kedaulatan sepenuhnya ditentukan oleh seluruh isi Alkitab, sepenuhnya bergantung  pada apa yang ditulis Firman Allah itu sendiri.

           Semua terjemahan Alkitab yang resmi sepakat menerjemahkan kata “Allah dan Firman” memiliki hubungan kata yang tidak terpisahkan. Tetapi hanya terjemahan Saksi Yehuwa yang berbeda bahwa Yesus (Logos/Firman) itu bukan Allah, tetapi sebuah “allah” yang lebih hakekatnya dengan Allah.

           Adanya beberapa teks dalam perjanjian Baru yang pasti mengajarkan keilahian Yesus, dan memang benar telah membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Kekeliruan Saksi Yehuwa ketika menapsirkan Yohanes 1:1 jelas terlihat baik dari sudut studi hermeneutic maupun secara hukum logika dimana mereka mengatakan bahwa Firman itu ilahi: Usulan ini tidak mungkin karena Bahasa Yunani sudah memiliki Bahasa khusus untuk “ilahi” yaitu “Theios” sedangkan kata yang dipakai di ayat ini adalah “Theos” dan Firman itu adalah allah; Argumen seperti  ini tidak cukup kuat. Sementar kata “Theos” di ayat inikan tidak memiliki definite article di depannya.

           Dalam (Yoh 1:18) Yesus disebut sebagai “satu-satunya Allah” siapapun orang yang mengeksegesa keberadaan Allah. Tetapi Saksi Yehuwa malah mengartikannya dengan cara pandang yang berbeda karena  proses eksagesa yang dilakukan tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku.

 

YESUS KRISTUS BUKAN PENGHULU MALAIKAT MIKHAEL

            Argumentasi Saksi Yehuwa menyimpulkan bahwa Yesus adalah penghulu malaikat Mikhael (1 Tes 4:6). Jadi, ada dua hal yang perlu dicatat mengenai argumentasi Saksi Yehuwa ini. Pertama, penghulu malaikat jumlahnya hanya satu, sehingga kemungkinan besar menunjuk pada

dengan penghulu Malaikat di ayat 16. Tidak mungkin menyamakan Malaikat Mikhael dengan Yesus Kristus dan menyebut Mikhael sebagai Yesus. Itulah pikiran yang bodoh. Mengapa? Yang pertama, Malaikat tidak berhak menerima sembah (Why 22:8-9), sedangkan Bapa memberi perintah dalam Ibrani 1:6 “biarlah semua Malaikat menyembah Dia (Yesus)”. Kedua, Mikhael tidak berani menghukum iblis. Ia hanya menghardik dengan nama Tuhan tetapi ini berbeda dengan Yesus. Yesus berkali-kali menghardik iblis dengan kuasa-Nya sendiri (Mar 1:25; 5:7; 9:25; Mat 17:18; Luk 4:35; 9:42). Alkitab berkali-kali mengajarkan bahwa Yesus lebih tinggi dari semua Malaikat. Salah satu contohnya terdapat dalam Ibrani 1:5, “Karena kepada siapakah di Antara Malaikat-Malaikat itu pernah Ia katakana: ‘Karena Anak-Ku Engkau Engkau telah Kuperanakan pada hari ini?”. Teks ini memberikan penjelasan yang menolak persamaan Antara Yesus Kristus dengan Malaikat. Berbagai tulisan para pakar Perjanjian Baru dan semuanya setuju bahwa Kristus bukanlah Malaikat Mikhael seperti yang disebutkan oleh Saksi Yehuwa.

YESUS KRISTUS TIDAK LEBIH RENDAH DARI PADA ALLAH

        Walau kita telah mengetahui bahwa penerjemahan awal yang dilakukan oleh Saksi Yehuwa adalah keliru dan menyalalahi perinsip-perinsip penafsiran yang ada, namun dalam hal ini argumentasi-argumentasi yang Alkitabiah tetap harus dicantumkan. Ada banyak ayat-ayat Alkitab yang digunakan oleh Saksi Yehuwa untuk memperlihatkan seolah-olah Yesus lebih rendah dari pada Allah Bapa. Tentu dalam bagian ini perlu untuk disikapi dengan bijak supaya umat yang membaca tulisan Saksi Yehuwa tidak ikut terjerumus.

SEJAJARNYA SANG FIRMAN DENGAN THEOS ( LOGOS PROS TON THEOS DALAM YOHANES 1:1)

         Melalui pembelajaran isi Alkitab secara kontekstual, kita mengetahui bahwa rahasia-rahasia inkarnasi adalah bahwa dalam tugas kemanusiaan-Nya, Yesus telah merendahkan diri (Fil 2:5-9; Yoh 14:28), sehingga menjadi sama dengan manusia. Dengan demikian Saksi Yehuwa menganggap Yesus lebih rendah dari pada Allah Bapa.

          Dalam Yohanes 1:1 “Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”, jelas dikatakan bahwa Logos (Yesus Kristus) sama dan setara dengan Allah, tetapi tidak juga, lebih tinggi dari Allah, karena beberadaan Allah dan Firman itu sama hakekatnya, tidak pada titik awalnya atau ketentuan waktu kapan ada, tahun apa, bulan apa, dan oleh siapa. Kata “en arche en ho Logos” mengungkapkan bahwa permulaan segala sesuatu adalah Firman yang adalah Kristus sendiri. Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia dan Bapa adalah satu, maka dengan demikian Kristus tidak lebih rendah dari Allah.

 

 

TINGGI RENDAH DALAM WUJUD INKARNASI

          Salah satu ayat terkenal yang bisa dipakai oleh Saksi Yehuwa untuk menolak Yesus sebagai Allah (Yohanes 14:28). Selain itu, kebingungan Saksi Yehuwa dalam memahami makna Tritunggal turut serta menjerumuskan kedalam doktrinyang menyesatkan mereka dan akhirnya mengagap ada perbedaan kualitas pribadi Antara Allah Bapa dan Yesus Kristus. Allah Bapa dan Yesus Kristus jelas sama-sama tidak memiliki awal karena hakekatnya adalah kekal. Kekekalan inilah yang harus dimengerti sebagai wujud dari kesatuan Antara Allah Bapa dan Putra sehingga tidak bisa kita mengatakan bahwa Putra lebih rendah dari pada Bapa.

           Jadi,Ryrie dengan cermat menulis bahwa dipandang secara ontologis, dapat dikatakan bahwa pribadi-pribadi Trinitas adalah: pertama, Bapa memperanakan dan juga juga tidak dimulai. Kedua, Anak diperanakan dan dari Dialah Roh Kudus datang, tetapi Ia tidak memperanakan atau dimulai. Ketiga, Roh Kudus mulai dari keduanya, Bapa dan Anak, tetapi Ia tidak memperanakan dan tidak memulai siapa saja.

TINGGI-RENDAHNYA DALAM BILANGAN EKONOMI, BUKAN HAKEKAT

            Bapa lebih besar dari pada Yesus (Yoh 14:28) dan Bapa adalah kepala Kristus (1 Kor 11:3) serta Kristus nanti akan menaklukan diri di bawah Bapa (1 Kor 15:28) ayat inilah yang termasuk beban yang digunakan untuk memaksa doktrin mereka prihal tinggi-rendahnya Antara Yesus Kristus dan Allah Bapa. Jadi respon kita terhadap ajaran Saksi Yehuwa adalah:

Pertama: Dalam konteks inkarnasi Yesus (kerendahan Kristus), Dia memang lebih rendah dari pada Bapa. Ingtlah bahwa dalam misi penyelamatan atas manusia, Dia berfungsi sebagai yang diutus, karena itu Dia lebih rendah dari Bapa yang mengutus Dia, Yoh 14:28 merupakan contoh yang tepat. Yesus mengatakan bahwa Bapa lebih besar (magas) dari pada Dia.” Lebih besar disini pasti tidak berbicara tentang perbedaan hakekat, karena kata “megas” dibandingkan lain tidak menyiratkan ide itu

Kedua: Diluar konteks inkarnasi, Yesus memang tetap subordinate terhadap Bapa, tetapi hal ini sekali lagi harus di pahami dalam arti ekonomis, bukan ontologis. Maksudnya, secara hakekat (ontologi) mereka tidak berbeda, tetapi dalam konteks relasi Antara mereka dan ciptaan (ekonomi) mereka memang berbeda. Contoh Adam dan Hawa mereka sama-sama ciptaan yang segambar dengan Allah, (tau daging dan tulang rusuk Adam yang sebelumnya diciptakan dari tanah), dan sepadan. Namun  dalam relasi keduanya tetap ada perbedaan, Adam memiliki posisi yang lebih tinggi.

PRA EKSISTENSI SANG FIRMAN: BUKTI KESATUAN DENGAN BAPA

          Hakekat kekekalan merupakan salah satu sifat Yesus Kristus. Sifst ini pula yang menjadi tanda bahwa Dia adalah pribadi yang ilahi. Dalam hal ini kekekalan Kristus terpancar dan bisa kita lihat dari keberadaan-Nya yang telah ada sebelum segala sesuatu ada (pra-Eksistensi). Tuhan Yesus sendiri berkata” Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, yang Mahakuasa” (Way 1:8). Dengan demikian Ia tidak pernah diciptakan.

            Alkitab secara menyeluruh telah menjabarkan bahwa Kristus kekal dan tidak berubah.iti berarti Ia adalah Allah karena hanya Allah yang tidak pernah berubah. Ibr 13:8; 1:12, Yesus Kristus tetap sama, dari kekal sampai kekal tidak pernah berubah Di dalam Dia berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. Oleh karena itu, menyangkali ke-Allahan Kristus sama saja menyangkali kebenaran Firman Allah. Kebiasaan Saksi Yehuwa yang suka merendahkan Kristus sama artinya kegemaran menginjak-injak kebenaran Alkitab.

KESIMPULAN: SANG FIRMAN SAMA DENGAN YEHUWA DALAM PERJANJIAN LAMA

       Ada beberapa teks Alkitab yang menyamakan Yesus dengan Yehuwa di Perjanjian Lama dan bandingannya dengan apa yang di sebutkan oleh Perjanjian Baru. Dalam Alkitab, Yesus dan Yehuwa sama-sama disebut sebsgai “Yang Awal dan Yang Akhir”(Way 1:17-18; 22:12-13; Yes 48:12; 44:6; Kis 20:28) untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah (Anak-Nya sendiri). Dalam teks Yunani dan semua “en” s kata Anak sebenarnya tidak ada. Ayat ini seharusnya diterjemahkan “untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah-Nya sendiri” dengan demikian Allah yang dimaksud jelas mengarah kepada Yesus Kristus. Yesus juga adalah Pencipta alam semesta (Yoh 1:3; Kol :15-17). Padahal dalam Perjanjian Lama hanya Yehuwa seorang diri yang menciptakan alam semesta. (Yes 44:24). Mesias adalah Yehuwa sendiri. Bukti bahwa Yesus adalah Tuhan Yahweh dalam perjanjian Lama juga dapat dilihat dengan cara lain. Yaitu penyebutan “Kurios” yang dialamatkan pada Yesus dan kutipan ayat-ayat lain dalam Perjanjian Lama yang diterapkan pada Yesus.

        Perhatikan topik-topik keilahian Yesus Kristus yang disampaikan oleh ayat-ayat Alkitab di bawah ini.

Pertama; Mat 3:3 dan Yes 40:3, Tuhan disini adalah Yahweh (Tuhan). Dalam konteks Matius 3, yang dimaksud Yohanes Pembaptis dengan Tuhan jelas adalah Yesus.

Kedua; Mat 21:15-16 & Maz 8:1, ketika orang-orang Farisi mempermasalahkan anak-anakyang memuji Yesus,Yesus mengutip Maz 8:2 untuk membenarkan tindakan anak-anak itu, padahal Maz 8 ditunjukan kepada Yahweh.

Ketiga; Yoh 12:12 & Yes 6:1-11, kita mengetahui bahwa yang dimaksud “NYA” adalah Yesus.

Keempat; Zakh 12:10, menurut ibrani yang ada kata” dia” di ayat ini seharusnya diterjemahkan “Aku”. Jika ini benar, maka Aku di sini merujuk pada Yahweh di ayat 1 (Firman Tuhan tentang Iarael).

Kelima; 1 Kor 2:8 & Maz 24:10 Yesus di Korintus disebut sebagai “Tuhan Yang Mulia” (secara hurufiah “Tuhan kemuliaan”), dalam Maz 24:10 Raja Kemuliaan adalah Tuhan.

Keenam; Yoh 1:14 & Kel 32:34, apa yang dilakukan Firman di Yohanes 1:14 identik apa yang dilakukan Yahweh di Perjanjian Lama.

Ketujuh; Way 1:17-18; 22:12-13 & Yes 48:12; 44:6, Yesus disebut sebagai Alfa dan Omega.

Kedelapan; Mat 11:10 & Mal 3:1, ada tiga pihak yang terlibat: utusan Tuhan Allah, Tuhan Allah, dan Tuhan (Adonay) yang kamu cari atau Malaikat Perjanjian. Dalam konteks Mat 11:10, terlihat jelas bahwa “Tuhan yang kamu cari adalah Yesus sendiri, sedangkan utusan itu adalah Yohanes Pembaptis”.

Kesembilan; Rom 10:9-13 & Yoel 2:32, pengakuan terhadap Yesus sebagai Tuhan di Rm 10:9 jelas bukan sekedar pengakuan biasa, menurut Paulus pengakuan ini sama dengan pengakuan kepada Tuhan (Yahweh) di Yoel 2:32.

Kesepuluh; 1 Kor 1:31 & Yer 9:24, Paulus mengatakan bahwa barang siapa mau bermegah baiklah ia bermegah dalam Tuhan, padahal di Yer 9:24 kemegahan ini di dalam Tuhan semesta alam.

 

 

Yang terakhir; 1 Kor 2:16& Yes 40:13-14. Dalam konteks Yes 40:13-14 Roh Tuhan dan Tuhan tampaknya identic, sedangkan di Kor 2:16, kata Roh Tuhan diganti dengan Tuhan saja. Sebutan Tuhan di ayat ini jelas merujuk pada Kristus. Kembali ke Injil Yohanes memulai Kitabnya dengan pernyataan bahwa Yesus adalah Allah.

PENUTUP

         Saksi Yehuwa mengalami kesulitan dalam memahami ayat-ayat tertentu dalam Alkitab dimana mereka menganggap bahwa Yesus adalah ciptaan yang sulugn, manusia biasa, rekan Allah dalam menciptakan, lebih rendah dari pada Allah, Malaikat Gabriel dan ajaran Kristologi lainnya yang pada dasarnya menurunkan derajat hakekat Kristus merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap Keagungan Kristus. Jadi, Alkitab dengan jelas mengajarakan bahwa Kristus adalah Allah yang berinkarnasi, pribadi yang alfa dan omega, pencipta segala yang ada, dan serta Allah Bapa.

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                                                           

 

 

 

 

 

 

 


Posting Komentar untuk "KRISTOLOGI YOHANES VS SAKSI YEHUWA"