Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Minggu Palm (Minggu Sengsara) Matius 21

 



Matius 21:1-12 (Minggu Palm) MINGGU SENGSARA
Konteks

Diawali 3 kisah

Matius 20:17-19

Yesus memberitakan penderitaan-Nya kepada murid2-Nya untuk yg ketiga kalinya

Yesus tahu apa yg akan terjadi terhadap diri-Nya, Yesus tahu akan hati manusia.

Yesus mengerti apa tujuan Bapa-Nya, semakin paham apa yg terjadi terhadap diri-Nya.

Para murid Bersama Yesus 3 tahun lebih, mereka terus menuntut kuasa dari Yesus.

Sama seperti hubungan pacaran, semakin mengenal satu sama lain.

Matius 20:20-28 Para murid rebutan kuasa, duduk di kiri dan kanan. Ada murid yang marah.

Yesus secara inplisit, mengumandangkan penderitaan-Nya. Marah 10 murid kepada yang lain, karena bertengkar tentang kedudukan.

Orang Kristen ingin seperti 2 murid ini, ingin perlakukan khusus, kita juga sama, ingin tempat duduk khusus, parkir khusus. Yg lain marah2 melihat kita, ke gereja mau semua khusus.

Ayt 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Yesus bukan hanya sekedar memberikan pengajaran namun peneladanan.

Ilustrasi: 

Suami isteri makan di rumah makan, suaminya tidak sengaja menumpahkan wedang jahe panas dan itu kena baju suaminya. Lalu isterinya izin ke toilet untuk membersihkan dan mengeringkan baju itu, setelah selesai makan. Di tengah perjalanan isteri berkata kepada suami, ko jika koko di posisi saya, apa yg koko lakukan jika seperti tadi, oh saya tahu pasti koko marah-marah dan ngomel-ngomel. Kita sebenarnya bisa menahan emosi kita ko, saat Roh Kudus ada dalam hati dan menguasai kehidupan. Mendengar jawaban sang isteri, suami ini hatinya seperti dikoyak, dia seorang hamba Tuhan, diajar melewati peristiwa itu oleh isterinya sendiri. 

Yesus bukan hanya sekedar memberikan pengajaran namun peneladanan.

 

Yesus memberi diri-Nya untuk disalibkan ganti kita manusia.

Konteks Matius 20:29-34 Yesus hendak berjalan dari Yerikho ke Yerusalem. Dua orang buta ingin menemui Yesus, mereka berteriak Yesus anak Daud. Yesus menyembuhkan dua orang buta itu, Yesus melihat dengan belas kasihan, orang banyak  malah menegur dua orang buta itu,

Yesus berbicara tentang penolakan-Nya.

Kita sering kali seperti orang Farisi, kita melihat namun buta, berbeda dengan dua orang buta ini, justru melihat Yesus. seperti Yoh.12:37-40 mereka tidak percaya walaupun melihat mujizat Yesus.

 

Kontras

Pengenalan orang banyak yang mengelu-elukan Yesus adalah pengenalan yang berdasar keegoisan diri, mereka melihat namun buta karena menolak percaya. Mereka mengharapkan Yesus menjadi raja secara fisik, membebaskan mereka secara fisik.

 

(Lukas 19:41-42).

41

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,

42

kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

 

Kita sering kali keliru, kita ikut Yesus karena ingin disembuhkan, bebas dari masalah. Ini pengenalan yang salah.

Di saat Yesus datang sebagai Raja YANG MEMBAWA DAMAI, orang banyak justru menginginkan seorang pejuang yang dapat berperang dan berjuang secara fisik, karena pengenalan mereka salah tentang Yesus

Bandingkan  (Matius 21:5, dengan Zakharia 9:9)

4

Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:

5

"Katakanlah kepada puteri Sion:

Lihat, Rajamu datang kepadamu,

Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai,

seekor keledai beban yang muda."

9

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

 

Keledai Pinjaman yang Yesus tunggangi, itu menggambarkan Yesus Miskin, dari lahir sampai mati, Yesus menunjukan kemiskinan kesederhanaan-Nya.

Yesus berbeda dengan raja dunia, saat pulang perang menunggangi kuda miliknya sendiri, disambut dengan meriah, karena membawa kemenangan.

Namnun Yesus berbeda, justru membawa kedamaian, kesederhanaan, kemiskinan.

Dosa membuat manusia hidup dengan dirinya sendiri, DNA dosa adalah keegosisan, kebutuhan saya, keinginan saya, dosa membuat semua tentang saya, saya dan saya.

Kejadian 3 manusia jatuh ke dalam dosa, selalu memulai dengan usaha diri sendiri, apa yg bisa saya dapat.

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. (Kejadian 3:7).

Yesus tidak sedang mencari pujian atas diri (walaupun Dia seharusnya mendapat pujian), tetapi justru dengan masuk ke Yerusalem Dia tahu bahwa saatnya akan tiba di mana Dia harus memberi diri (memberikan nyawa-Nya)

Manusia cari pengakuan diri, penerimaan diri. Ini realita saat ini, dunia menawarkan supaya kita untuk mencari pujian, pengakuan diri. Dalam keberdosaan kita, terus mencari pengakuan dan Penerimaan di luar Tuhan.

Yesus menanggung ketertolakan kita.

Kebutuhan penerimaan terdalam kita, sudah diselesaikan Yesus di kayu salib

 

Koneksi Injil (Gospel Conections)

Yesus menanggung penderitaan, karena kita.

Hari ini tidak perlu cari penerimaan di luar sana.

Yesus sudah menanggung ketertolakan kita.

Yesus sudah ketertolakkan kita. Dia menanggung pemenuhan akan penerimaan kita akan semua hal.

3

Ia dihina dan dihindari orang,

seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan;

ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia

dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

4

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,

dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,

padahal kita mengira dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah.

5

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,

dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;

ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,

dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:2-5).

 

Ini Bahasa ketertolakan, yg diterima Yesus.

Sebenarnya kita yg ditolak. Namun posisi itu diambil alih oleh Yesus karena cinta-Nya.

Allah membiarkan anak-Nya ditolak, karena kita.

Kita tidak perlu mencari pengakuan di luar sana.

Karena Yesus sudah menyelesaikan.

Kita lebih berdosa dan rusak.

Penderitaan Yesus sudah memuaskan murka Allah.

Paulus berkata:

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9).

 

Kuasa Kristus yang menaungi aku.

Ketika engkau tertolak hari ini, renungkanlah bahwa”:

Kebutuhanmu bukan tentang penerimaan lagi, karena Yesus sudah menyelesaikan buat kamu.

Supaya kami menerima penerimaan dari Allah.

Hati kami terus dikalibrasi oleh Injil Yesus Kristus setiap hari.

Penerimaan akan ketertolakan kita.

Injil bukan nasehat yang baik. Namun kabar yang Baik. Allah sudah melakukannya untuk kita, supaya kita mampu dan kita bisa (Timoty Keller).

Yesus yang ditolak supaya kita diterima, penolakan itu ditanggung oleh Yesus, supaya kami diberkati, diselamatkan, disayangi menjadi anak-anak Allah. (Yohanes 1:12)

Yesuslah harta yang berharga yang kita miliki. Bukan penerimaan, terobosan, keberhasilan, ketenaran, kekayaan, kesembuhan dll.

PRIBADI YESUS ITU CUKUP BAGI KITA.


Posting Komentar untuk "Minggu Palm (Minggu Sengsara) Matius 21"