Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Rebutlah hidup yang kekal?

 



KESIMPULAN EKSEGESA TERHADAP 1 TIMOTIUS 6:11-21

(fraserebutlah hidup yang kekal”)

 

1.      ANALISA GRAMATIKAL

Kesimpulan Sementara

Berdasarkan studi Analisa Gramatikal fraserebutlah hidup yang kekal”

ἐπιλαβοῦ kata kerja imperatif aorist netral orang kedua tunggal dari kata dasar “ἐπιλαμβάνω” yang artinya: Kamu telah genggamlah; peganganlah; cengkeramanlah; genggamanlah. τῆς artikel penentu genetif feminin tunggal dari kata dasar  ” yang artinya: si; itu; tersebut. αἰωνίου kata sifat normal genetif feminin tunggal dari kata dasar “αἰώνιος” yang artinya: abadi; kekal; lestari; baka; selama-lamanya. ζωῆς, kata benda genetif feminin umum tunggal dari kata dasar ζωήyang artinya: hidup: kehidupan; penghidupan; hayat; nyawa. Jadi, frase ini Kamu genggamlah hidup yang kekal itu secara terus-menerus. Tidak tau sampai waktu kapan batasnya.

 

2.      ANALISA LEKSIKAL

 

Kesimpulan Sementara

Berdasarkan studi Analisa leksikal fraserebutlah hidup yang kekal” Ada 34 kata yang berbeda-beda dalam analisa Leksikal untuk kata “rebutlah”. Penulis mengambil kata yang ke empat yaitu kata  epilambano” ( epilambanw yang artinya "untuk merebut, memegang," secara terus-menerus tidak tau sampai kapan batas waktunya.

Ada beberapa contoh yang digunakan secara harfiah, misalnya, Mark 8:23; Lukas 9:47; 14: 4 ; secara metaforis, misalnya, Ibr 8: 9 , "(kita) mengambilnya (dengan tangan)".

 

3.      ANALISA KONTEKSTUAL

 

Kesimpulan sementara:

            Secara analisa konteks  frasa “rebutlah hidup yang kekal.” Memberi pemahaman bahwa makna bagian ini sebenarnya adalah menjaga kemurnian diri  (pasal 5:22b), kamu genggamlah hidup yang kekeal yang sudah kamu miliki itu. Keselamatan yang diberikan Allah dalam iman (pasal 1: 4). Kata “Rebutlah”  hal ini dilakukan bukan untuk mendapatkan atau memperoleh hidup yang kekal (Keselamatan), tetapi bukti bahwa orang tersebut sudah punya hidup yang kekal, atau sudah diselamatkan oleh Allah. Saat percaya kepada Yesus Kristus (pasal 1:14,15). Dan keselamatan (Hidup yang kekal itu) bukan karena usaha, atau jasa manusia. namun semata-mata hanya karena kasih karunia Allah dalam Kristus Yesus (pasal 1:2, 4, 14, 16; 3:13; 4:10). Hal ini dibuktikan dari kondisi si penerima surat yaitu Timotus sendiri.

            Bagian ini juga digambarkan sebagai sebuah pertandingan iman, Adapun cara yang harus dilakukan untuk menggenggam, menjaga hidup yang kekal (bertandinglah).

 

4.      ANALISA EKSEGETIKAL

Kesimpulan Sementara

            Berdasarkan studi Analisa Eksegetikal fraserebutlah hidup yang kekal” frase ini adalah sebuah perintah kepada orang yang sudah percaya kepada Yesus artinya sudah diselamatkan. untuk membuat gerakan menggenggam atau memegang sesuatu, memegang, menangkap, menangkap, kadang-kadang dengan kekerasan.

 Kata “bertandinglah” di sini diterjemahkan dari kata Yunani “agonizomai.” Kata “agonize” dalam bahasa Inggris [yang berarti menderita] datang dari kata ini. Kehidupan Kristen adalah suatu pertandingan dari awal sampai akhir. Tensis atau bentuk waktu kekinian yang imperatif (present imperative tenses) dari kata Yunaninya menunjukkan bahwa ini adalah suatu bertandingan yang terus-menerus, peperangan yang tidak pernah berakhir dalam kehidupan ini. Ini bukan pertempuran sembarang. Ini disebut “pertandingan iman yang benar.”

           

 

5.      ANALISA LITETRATUR

 

Kesimpulan Sementara

               Berdasarkan analisa literatur, posisi peneliti memperlihatkan bahwa teks atau literatur Kitab 1 Timotius adalah kitab yang bergendre (jenis) Surat pribadi yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada Timotius dan Titus -- biasanya yang disebut sebagai "Surat-Surat

Penggembalaan", adalah surat-surat pribadi dari Paulus (1Tim 1:1; 2 Tim 1:1;

Tit 1:1) kepada Timotius (di Efesus) dan Titus (di Kreta) mengenai pelayanan pastoral di gereja. Gereja mula-mula dengan tegas menempatkannya sebagai surat-surat Paulus yang asli.

               Alasan-alasan yang menentang kepenulisan Paulus terhadap Surat-surat Penggembalaan tidak memberi alasan yang cukup untuk membuang keyakinan gereja Kristen sampai saat ini, jadi surat-surat Pastoral adalah asli tulisan Paulus. Perlu diingat juga Presuposisi sarjana liberal seperti Scleiermarcher yang berbeda, yang mempengaruhi keberatan-keberatan tentang keaslian penulisan surat-surat Pastoral.

               Sebenarnya kalau mau jujur dan dengan Presuposisi bahwa benar terhadap Alkitab, tidak sulit untuk menemukan bahwa Paulus adalah penulis kitab ini, karena kitab ini ditulis dalam bentuk surat, dan surat semi pribadi. Agak berbeda dengan surat orasi seperti kitab Ibrani yang tidak mencantumkan nama penulis dan pribadi penerima surat.

               Dalam surat-surat Pastoral, pribadi penerima dicantumkan bahkan antara pengirim dan penerima ada hubungan yang baik dan akrab. Jadi 1 Timotius 1:1-2; 2 Timotius 1:1-1-2: Titus 1:1, adalah bukti otentik bahwa kepenulisan surat-surat Pastoral adalah Paulus. Ini adalah kesaksian internal dari kitab yang tidak dibantah.

               Selain kesaksian Internal, gereja mula-mula tidak ada yang menolak ketiga kitab ini. Para tokoh gereja mula-mula menerima kitab ini sebagai kitab kanon tanpa persoalan yang terjadi dalam beberapa kitab.

 

6.      ANALISA TEKSTUAL

1 TIMOTIUS 6:11-21

                                                                                                                                        

VARIAN TEKS 1 TIMOTIUS 6:11-21

NO

PASAL

BUNYI

BYZANTYM

UNSIAL

VULGATA

SYRIA

MINISKUL

VERSI LAIN

1

6:19

ὄντως,

 

c, A,D, F, G, Y

Vgt

SYR

 

Armanea, etiopia

 

 

xἰωνίου

Byz

D, K, L, P

 

 

88, 181, 326, 436 614, 629 630, 1241

Koptik, dialek bohairi

 

 

ὄντωs αἰωνίου

 

 

 

 

69, 296, 467, 1175

 

2

6:21

H χάρις μεθ᾽ ὑμῶν.

 

c* A Fgr G

 

SYR

33, 81, 1311

 

 

 

χάρις μετὰ σοῦ

 

D*,048

 

 

1881

Armanea,

 

 

χάρις μεθ᾽ ὑμῶν aμήν

 

Xe P

 

 

 

Koptik, dialek bohairi

 

 

χάρις μετὰ σοῦ. Ἀμήν.

Byz

De K L Y

Vg

syrph

88, 104, 181, 326, 330, 436, 451, 614, 629, 630, 1877, 1962, 1984, 1985, 2127, 2492, 2495

 

 


BUKTI LUAR KRITIK TEKS 1 TIMOTIUS 6:11-21

 

No

Pasal

Bunyi

Teks yang dipilih

Alasan memilih teks

1

6:19

ὄντως

ὄντως

Lebih cocok dengan keadaan penerima surat

 

 

xἰωνίου

 

 

 

 

ὄντωs αἰωνίου

 

 

2

6:21

H χάρις μεθ᾽ ὑμῶν.

 

 

 

 

χάρις μετὰ σοῦ

 

χάρις μεθ᾽ ὑμῶν

 

Karena amin itu kata yang sering dipakai oleh penulis untuk menutup setiap surat kiriman.

 

 

χάρις μεθ᾽ ὑμῶν aμήν

 

 

 

 

χάρις μετὰ σοῦ Ἀμήν

 

 

 

 

7.      ANALISA HISTORIKAL

 

Kesimpulan Sementara

Berdasarkan analisa Historikal frase “rebutlah hidup yang kekal” ini adalah nasihat Rasul Paulus kepada gembala muda yakni Timotius sendiri sang gembala jemaat Efesus. Supaya sebagai gembala harus mampu membawa jemaat sampai pada titik tertinggi yaitu punya keyakinan yang kokoh tentang Keselamatan yang sudah mereka miliki dan dapatkan dari Allah yang adalah anugerah semata.

Paulus mau Timotius sebagai pemimpin jemaat mampu membawa jemaat pada pemahaman dan kemantapan iman dalam pengiringan mereka akan Allah di dunia ini, khususnya di Efesus sendiri. dalam menghadapi berbagai masalah, tantangan, dan persoalan yang mereka hadapi dalam jemaat tersebut. Baik dari intern ataupun dari luar seperti sinkretisme dan ajaran sesat yang merongrong kehidupan iman jemaat. Munculnya ajaran sesat oleh para pengajar palsu, Paulus menugaskan Timotius supaya ia tetap setia, semakin rajin dan terus bertekun dalam mengajar jemaat.  

8.      ANALISA STRUKTURAL

 

Dalam analisa Struktural kata bertandinglah dan rebutlah ini sejajar dalam hal tanggungjawabnya sama, di sini menggunakan kata imperativ, yang membedakan disini dari dua kata ini adalah waktunya kata bertandinglah menggunakan present=sekarang sedangkan kata rebutlah dia menggunakan aorist artinya sudah terjadi.

 

9.      ANALISA TEOLOGIKAL

 

Berdasarkan analisa teologis eksegesa terhadap surat 1 Timotius 6:12 frase “rebutlah hidup yang kekal”. bahwa hidup yang kekal itu didapatkan bukan karena manusia yang secara aktif untuk mendapatkan tetapi hidup yang kekal atau Keselamatan itu semata-mata Anugerah (pemberian Allah) bukan jasa manusia.

Jadi tidak ada lagi peluang atau celah untuk memegahkan diri akan hidup yang kekal atau keselamatan yang dimiliki. Sesuai dengan apa yang alkitab katakan dari banyak ayat yang sudah dibahas. Karena usaha manusia sama sekali tidak berkontribusi dalam proses Keselamatan atau hidup yang kekal.


KESIMPULAN DARI SEMBILAN LANGKAH ANALISA EKSEGESA KESELURUHAN TERHADAP TEKS 1 TIMOTIUS 6:12

(FRASE REBUTLAH HIDUP YANG KEKAL)

           

Perbuatan Kristen tidak pernah merupakan “hasil usaha” kita; melainkan selalu merupakan hasil pertumbuhan dari hubungan yang dinamis, yang dirancang dan diselesaikan oleh Allah.[1] Memang tidak dipungkiri bukti nyata atau ungkapan syukur bahwa ketika kita hidup dalam keselamatan maka kita diberitahukan agar “bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang” (Kolose 1:23). Akan tetapi Catechism of the catholic church yang baru mengatakan:

Bagi Allah, tidak ada hak atas jasa apapun pada pihak manusia...jasa manusia di hadapan Allah dalam kehidupan Kristen muncul dari fakta bahwa Allah telah dengan bebas memilih untuk bersekutu dengan manusia melalui karya Anugerah-Nya. Tindakan kebapaan Allah pertama-tama adalah Inisiatif-Nya sendiri,  selanjutnya diikuti oleh tindakan bebas manusia melalui kolaborasi manusia, sehingga jasa dari perbuatan baik harus ditunjukan pertama-tama kepada Anugerah Allah, kemudian kepada orang yang setia. Lagi pula, jasa manusia itu sendiri bergantung kepada Allah, karena perbuatan baiknya diwujudkan di dalam Kristus, dan berasal dari kecendrungan awal dan bimbingan yang diberikan oleh Roh Kudus.[2]

Pengangkatan anak, yang menjadikan kita berbagian melalui anugerah di dalam natur Ilahi, dapat memberikan jasa sejati kepada kita sebagai hasil kemurahan keadilan Allah...Jasa perbuatan baik kita adalah hadiah-hadiah kebaikan Ilahi... ‘jasa-jasa kita adalah pemberian Allah “”.

Luter lebih lanjut berkata:

Tidak ada yang disebut sebagai jasa; tetapi semua yang dibenarkan adalah dibenarkan dengan Cuma-Cuma (gratis), dan ini bukan jasa siapapun kecuali karena anugerah Allah... sebab hanya Kristus saja yang pantas untuk menolong dan menyelamatkan orang lain dengan jasa dan karya-Nya. Perbuatan orang lain tidak beguna bagi siapapun, bahkan tidak bagi dirinya sendiri; sebab berlaku pernyataan: “orang benar akan hidup melalui iman” (RM. 1:17). Karena iman mendasarkan kita pada karya Kristus, tanpa perbuatan kita sendiri, dan memindahkan kita dari pembuangan atas dosa kita ke dalam kerajaan kebenaran-Nya. Inilah iman; inilah Injil; Inilah Kristus.[3]

Jadi hidup yang kekal (Keselamatan) itu berpusat pada pribadi yang paling besar, yaitu Tuhan Yesus Kristus.[4]

 



[1] Brauch T, Manfred. Ucapan Paulus Yang Sulit Hard Saying’s of Paul. (Malang: literatur SAAT 1996) Hal 235.

[2] Sproul C. R, Faith alone (hanya melalui iman) : (Mitra Pustaka 1995). Hal 204-205

[3] Sproul C. R, Faith alone (hanya melalui iman) : (Mitra Pustaka 1995.) Hal 207

[4] Duty Guy. Keselamatan Bersyarat atau tanpa syarat. (Surabaya: Bukit Zaitun 1996) hal 33


Posting Komentar untuk "Rebutlah hidup yang kekal?"