Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Refleksi Jumat Agung dan Paskah, LUKA MENCABIK TUBUH-MU AKIBAT DOSAKU

 




LUKA MENCABIK TUBUH-MU AKIBAT DOSAKU

Diri-Mu ditolak supaya aku yang seharusnya ditolak dapat diterima.

Murka yang menyala-nyala dari Allah Bapa, diri-Mu yang tertimpa.

Dosa pada otakkulah yang membuat mahkota duri terpasang di kepala-Mu, cucuran darah yang menetes keluar dari kepala, alis dan mata-Mu akibat kekejianku.

 

Telapak tangan-Mu yang tertancap paku, hingga berlobang, akibat ulahku yang menyimpang.

Kaki-Mu yang tertancap paku akibat nistaku yang cela dan jijik berjalan menuju kejahatan.

Tikaman tombak menusuk lambung-Mu akibat kekejaman dan pengkhianatanku.

 

Di taman Getsemani peluh-Mu menetes bak titik-titik darah menetes ke tanah, menggambarkan betapa mengerikannya dosa, dan kematian itu. Aku yang seharusnya di sana, namun ragaku Kau gantikan ya Tuhanku.

 

Murka dari Sang Bapa, Kau terima dengan lapang dada. Penolakkan, kecaman, hujatan, dan hinaan, menghantam-Mu saat menuju Kalvari, kayu salib hina dan kayu sederhana Kau pikul gantiku menyusuri jalan Viadollorosa, jalan kematian itu.

Seharusnya aku yang di sana, seharusnya aku yang diludahi, ditampar, dicambuk dengan cemeti, dihujam dengan tombak di lambung. Namun semua Kau yang tanggung, gantiku. Semua itu demi cinta sejati-Mu untukku.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya,

dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya,

padahal kita mengira Dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah.

Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,

Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;

ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya,dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

 

Oleh luka dan bilur-bilur di tubuh-Mu aku menjadi sembuh, pulih dan hidup. Aku yang seharusnya mati, namun Kau Sang kehidupan rela mati gantiku. Kau Sang Air kehidupan rela menjadi haus karena aku, Kau Sang Kekuatan bisa letih karena aku, Kau Sang Tabib sejati bisa sakit dan terluka karena aku.

Dia dianiaya, tetapi Dia membiarkan diri ditindas

dan tidak membuka mulutnya

seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;

seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,

Ia tidak membuka mulut-Nya.

Sesudah penahanan dan penghukuman Ia terambil,

dan tentang nasib-Nya siapakah yang memikirkannya?

Sungguh, Ia terputus dari negeri orang-orang hidup,

dan karena pemberontakan umat-Ku Ia kena tulah.

 

Orang menempatkan kubur-Nya di antara orang-orang fasik,

dan dalam mati-Nya Ia ada di antara penjahat-penjahat,

sekalipun Ia tidak berbuat kekerasan

dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

 

Kau Sang Pencipta Jagat Raya ini, bisa mati karena aku. Kau Sang Kasih dan damai sejahtera bisa berkata Eli Eli Lama Sabakhtani, Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?.

 

Kau ditolak, aku malah memilih Barabas si penjahat yang keji. Di bawa penerintahan Pontius Pilatus, Tuhanku dijatuhi hukuman mati. Disalibkan di antara para penjahat dan pemberontak.

 

sebagai ganti karena Ia telah menyerahkan nyawa-Nya ke dalam maut

dan karena Ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak,

sekalipun Ia menanggung dosa banyak orang

dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

 

Engkau Sang Raja kekekalan dapat mati, dan turun dari takhta kemuliaan supaya aku yang mati dapat hidup kembali.

Engkau Sang Hakim, rela melepas jubah kehakiman-Mu supaya aku yang bersalah dibela dan dibenarkan.

DIA YANG ADALAH KEBENARAN rela menjadi dosa karena aku.

Sehingga kebenaran saya yang PALSU DIGANTIKAN

DENGAN KEBENARAN SEJATI-NYA.

Saya diterima KARENA YESUS SANG RAJA DITOLAK.

Saya DISEMBUHKAN KARENA YESUS SANG RAJA SENGSARA DAN SAKIT UNTUK MENGGANTIKAN KITA.

Saya DIBEBASKAN KARENA YESUS SANG RAJA MENJALANI HUKUMAN MENGGANTIKAN KITA.

Saya PUNYA HIDUP KARENA YESUS YANG MATI buat saya.

Salib KRISTUS yang merupakan lambang kutukan diubah oleh TUHAN menjadi LAMBANG KESELAMATAN DAN PENGHARAPAN.

INILAH INJIL.

DAN INJIL MENGUBAH MAKNA SALIB DARI KUTUK MENJADI PENGHARAPAN.

DARI MAUT MENJADI KESELAMATAN.

DARI KEMATIAN MENJADI KEHIDUPAN.

 

Puisi diambil dari ayat-ayat Alkitab (Yesaya 53, Matius 27, Yohanes 19, Roma 5:8, Roma 3:23, 6:23)

 

 

 


Posting Komentar untuk "Refleksi Jumat Agung dan Paskah, LUKA MENCABIK TUBUH-MU AKIBAT DOSAKU"