Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Refleksi PASKAH APAKAH ANDA TERBEBAS?

 



Refleksi PASKAH 

APAKAH ANDA TERBEBAS?

 

Bagi banyak orang, KEBEBASAN adalah mimpi.

Jutaan orang di dunia, menderita karena ikatan politik, perbudakan seksual, kecanduan, terjerat kemiskinan, penyakit dan rasa bersalah.

Sementara yang lainnya, terjebak dalam perbudakan agama atau perbudakan ekonomi. 

Apakah KEBEBASAN SEJATI itu dan apa artinya?

 

Korban Penebusan YESUS di kayu Salib memberikan KEBEBASAN bagi semua orang.

Dalam Pelayanan-Nya di dunia, YESUS mendemonstrasikan KEBEBASAN dan memberikan KEBEBASAN kepada semua yang datang kepada-Nya.

Ia berjalan dengan penuh KEBEBASAN, dari harapan para Pemimpin Agama, bebas dari kekurangan, bebas dari rasa takut, bebas dari penyakit dan dari dosa.

 

Pelayanannya lahir dari Kasih dan Belas Kasihan bagi yang tertindas.

Dia datang untuk membebaskan tawanan.

 

 “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar MERDEKA" (Yohanes 8:36).

 

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan KABAR BAIK kepada orang-orang miskin;

dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan PEMBEBASAN kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk MEMBEBASKAN orang-orang yang tertindas" (Lukas 4:18).

 

Dalam bidang Kehidupan yang mana, kita ingin mengetahui dan mengalami KEBEBASAN SEJATI?

Tahukah kita bahwa KEBEBASAN itu sudah tersedia?

 

Seperti apakah hidup kita, jika kita TERBEBAS dari kuasa dosa, kecanduan, kemiskinan, penyakit, ketakutan dan belenggu agama?

 

Alihkan pandangan kita dari rantai belenggu dan fokuskan pada Dia yang datang untuk MEMERDEKAKAN kita.

Kehidupan yang berkelimpahan sudah TERSEDIA, jika kita menginginkannya.

Deklarasikan Firman-Nya dan jelajahi KEBEBASAN yang sudah KRISTUS berikan kepada kita melalui Salib.

 

Deklarasi:

 “Saya mengetahui KEBENARAN dan KEBENARAN itu MEMBEBASKAN saya.

ANAK TUHAN, YESUS, telah memerdekakan saya, maka saya pun benar-benar MERDEKA!

Saya telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba KEBENARAN.

Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan saya dalam KRISTUS dari Hukum dosa dan Hukum maut.

Saya sungguh-sungguh MERDEKA, KRISTUS telah memerdekakan saya.

Karena itu saya berdiri teguh dan tidak mau dikenakan kuk perhambaan!!"

(Yoh 8:32, Yoh 8:36, Rom 6:18, Rom 8:2, Gal 5:1)..

 

Refleksi PASKAH

 

YESUS KRISTUS ADALAH SAHABAT SEJATI‎


Apa sesungguhnya arti dari sahabat?

Sahabat adalah:‎

• Orang yang selalu ada di dekat kita.‎

• Orang yang menangis dan tertawa bersama kita.‎

• Orang yang tidak menjauhi kita saat kesulitan datang dalam hidup kita.

Lebih dari pada itu sahabat sejati adalah orang yang bisa melihat dan menegur kita,‎

serta berbicara dari hati ke hati.

 

Manusia memiliki keterbatasan waktu,

belum tentu kita dapat menghubunginya setiap saat dalam waktu 24 jam,‎

ada saatnya kejenuhan dan rasa bosan menghampiri mereka ketika mendengar curahan isi hati kita,‎

ada kalanya ia ingin menikmati waktunya sendiri tanpa di ganggu oleh berbagai keluhan kita.

 

Mereka juga bukanlah manusia tanpa problema,

mereka pun butuh di dengar dan tidak selalu dapat mendengarkan kita,‎

Tetapi ada seorang SAHABAT SEJATI yang lebih karib daripada seorang saudara, ‎DIA adalah YESUS KRISTUS, ‎Pribadi yang sangat dekat dengan hidup kita;‎

DIA selalu ada di setiap waktu ketika kita membutuhkan-NYA;‎

DIA adalah tempat kita mencurahkan isi hati kita di saat kita tidak mampu untuk mengungkapkan hal yang sangat menyakitkan;‎

DIA tahu dan mengerti, bahkan mengerti bahasa tetesan air mata kita;‎

DIA adalah tempat di mana kita mendapatkan ketenangan dan kekuatan untuk meneruskan kembali hidup ini;‎

 

Terlebih lagi...

DIA rela mati, bahkan mati di atas kayu salib demi menebus dosa dan pelanggaran kita.‎

 

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”

(Yohanes 10:11)‎

 

Jangan korbankan hidup kita hanya untuk kesenangan sesaat dengan menjadi sahabat dunia,‎

melainkan jadikanlah YESUS KRISTUS sebagai SAHABAT KARIB DAN JURU SELAMAT pribadi kita,‎

karena Hanya YESUS KRISTUS lah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.

 

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

(Yohanes 14:6)..

 

DUKA DAN BAHAGIA KADANG DATANG BERSAMAAN, ‎AGAR KITA TAK LUPA DIRI DAN LUPA TUHAN‎

 

Pada masa yang sama, Rick Warren, penulis buku Purpose Driven Life,

mengalami dua hal yang bertolak belakang,‎

Ia menuai kesuksesan besar, ‎karena bukunya tercetak hingga 15 juta eksemplar,

Namun‎ bersamaan dengan itu, hatinya merasa berat karena istrinya, Kay, di serang kanker.

 

Menyikapi hal bertentangan ini, Rick berkata,

"Saya terbiasa berpikir bahwa hidup itu ibarat deretan gunung dan lembah;‎

kita berjalan melalui saat² gelap, ‎mencapai puncak gunung, ‎kemudian kembali lagi, ‎begitu terus menerus ‎atau seperti roda yang berputar.

 

Kini saya tidak percaya itu lagi,‎

Hidup ini lebih seperti dua jalur kereta api yang menyatu di ujung, dan‎ di sepanjang waktu anda akan menjumpai hal baik dan juga hal buruk.

Sebanyak apapun hal baik yang anda terima, anda tetap akan menghadapi hal buruk yang mesti di atasi,‎

Sebaliknya s‎eburuk apapun hidup yang anda jalani, ‎selalu ada hal baik yang dapat di syukuri."

Menyadari bahwa manusia tak dapat menghindar dari hidup yang berdinamika seperti dua "jalur kereta",

ada 3 nasihat sederhana dan bijak, tapi‎ sangat penting untuk selalu di lakukan, ‎dalam segala keadaaan baik dan buruk: ‎BERSUKACITA, BERDOA, MENGUCAP SYUKUR;‎

Agar ketika suka datang, manusia tak menjadi takabur,

Atau ketika duka menyapa, ‎manusia tak menjadi habis harapan,‎

Sebab sesungguhnya melalui jalan ini TUHAN menolong manusia untuk selalu melihat hidupnya secara seimbang,‎

Bahwa hidupnya terselenggara bukan hanya karena kekuatannya sendiri, tetapi‎ selalu ada TUHAN yang berdaulat.

 

Manusia hidup bukan hanya untuk menikmati dunia, tapi ‎bahwa ada urusan kekekalan yang harus di persiapkan sekarang,

ibarat dua jalur rel kereta yang di ujungnya akan bertemu.

 

DUKA DAN BAHAGIA KADANG DATANG BERSAMAAN, ‎AGAR KITA TAK LUPA DIRI DAN LUPA TUHAN.

 

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”

(Efesus 3:20).

 

KESEMPATAN BERBUAT BAIK


Seorang penjaga toko sedang melayani pembeli yang kebetulan saat itu sedang ramai,‎

betapa senang dirinya saat melihat keranjang² penuh dengan belanjaan,‎

dia berharap agar tokonya selalu ramai dan mendapatkan banyak penghasilan.

 

Saat menghitung uang, ‎ia mendapati uang pembayaran itu lebih,‎

tampaknya si pembeli tidak menyadari bahwa uang yang di berikan ternyata kelebihan.

 

Ada kesempatan bagi penjaga toko untuk mengambil uang itu dan mengatakan pada pembeli bahwa uangnya pas, namun ‎ada yang berbisik di hatinya saat itu, “Setiap manusia memiliki berkatnya sendiri, ‎angan mengambil apa yg bukan menjadi hakmu...‎

Saat kau mengambil berkat milik orang lain, ‎sesungguhnya kau telah mengurangi berkatmu sendiri.”

 

Pada akhirnya, dengan mantap si penjaga toko berkata,

“Uang ibu kelebihan, ini saya kembalikan...”

 

Ada rasa lega dalam hatinya,‎

Mungkin tak ada seorangpun yang mengetahuinya, namun‎ ia percaya bahwa TUHAN selalu mengawasi setiap garak-geriknya.

Manusia tak dapat mengukur seberapa besar kejujuran kita,‎

Manusia tak bisa melihat seberapa besar celah kita untuk berbuat jahat,

Namun ada sepasang mata yang selalu mengawasi kita, ‎yaitu mata TUHAN.

Ada 2 macam kesempatan di dalam dunia ini:‎

• Ada kesempatan untuk Berbuat Jahat,‎

• Ada pula kesempatan untuk Berbuat Baik.‎

Semua itu sudah menjadi pilihan bagi kehidupan kita.‎

 

Saat kita memilih Kesempatan yang Jahat, maka‎ kita sedang bersiap untuk menabur benih² kejahatan dan tuaiannya pun adalah jahat.

 

Namun saat kita memilih Kesempatan yg Baik, maka ‎kita sedang bersiap untuk menabur benih² yang baik,

dan benih² itu akan tumbuh subur, sehingga‎ kita menuai berkat yang melimpah di kemudian hari.

“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

(Galatia 6:10).

 

Refleksi PASKAH

 

KABAR BAIK...

DICAMBUK UNTUK PEMULIHAN ANDA.

 

Tetapi DIA TERTIKAM oleh karena PEMBERONTAKAN kita,

DIA DIREMUKKAN oleh karena KEJAHATAN kita;

GANJARAN yang mendatangkan KESELAMATAN bagi kita DITIMPAKAN KEPADANYA dan oleh BILUR-BILURNYA kita menjadi SEMBUH (Yes 53:5).

 

Di bawah Hukum Romawi pada jaman Alkitab, seorang penjahat dicambuk, karena suatu kejahatan ringan dan kemudian dibebaskan, atau langsung disalibkan jika bersalah karena suatu kejahatan yang lebih besar.

Tetapi YESUS sekaligus DICAMBUK dan DISALIBKAN.

Pontius Pilatus sebelumnya berharap setelah MENCAMBUK YESUS dan memperlihatkan TUBUH-NYA yang berdarah kepada banyak orang, mereka akan puas dan MAU MELEPASKAN-NYA.

Tetapi orang banyak itu TIDAK MAU dan bahkan menuntut Penyaliban-Nya.

 

Jangan sesaatpun mengira bahwa orang banyak itu memiliki Kuasa untuk menetapkan penderitaan seberat itu atas YESUS.

Semua itu adalah BAGIAN dari RENCANA TUHAN dan PENCAMBUKAN itu dibutuhkan karena hanya oleh BILUR-BILUR-NYA kita DISEMBUHKAN.

 

Alat cambuk Romawi yang digunakan terbuat dari tali temali kulit yang ditanamkan kait-kait kaca, tulang dan logam.

Hanya dengan satu cambukan alat itu akan melilit TUBUH YESUS, dan menyebabkan kait-kait kaca, tulang dan logam itu menusuk dalam DAGING-NYA, dan menyingkapkan OTOT dan TULANG.

Sebenarnya, pemazmur berkata,

“Mereka menusuk tangan dan kakiku.

Segala tulangku dapat kuhitung;

mereka menonton, mereka memandangi aku” (Maz 22:17-18) dan

“di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka” (Maz 129:3).

 

Walaupun 39 adalah MAKSIMAL JUMLAH CAMBUKAN yang dapat diberikan atas seseorang menurut Hukum Yahudi, tetapi saya yakin YESUS DICAMBUK lebih banyak dari jumlah itu karena orang Romawilah, yang kemungkinan besar tidak menghormati Hukum Yahudi, yang melakukan pencambukan itu.

Apapun Keadaan-Nya, PUNGGUNGNYA pasti sudah berubah menjadi seonggok Daging tercabik-cabik yang berdarah.

Pada hari itu, DARAH YESUS mengalir dengan bebas dari TUBUH-NYA untuk MELEPASKAN Anda dari setiap jenis penyakit dan penderitaan jasmaniah.

TUHAN mengijinkan setiap BILUR itu ditimpakan atas TUBUH ANAK-NYA supaya tubuh Anda TIDAK PERLU DISIKSA dengan SAKIT PENYAKIT.

 

Sahabat, jika Anda sakit atau menderita suatu kondisi jasmaniah, ketahuilah bahwa YESUS MENERIMA PENCAMBUKAN itu sebagai PEMBAYARAN PENUH supaya Anda BEBAS dari kondisi tersebut.

YESUS MENANGGUNG BILUR-BILUR itu supaya hari ini, TIDAK ADA PENYAKIT, WABAH yang tersisa untuk Anda tanggung.

Oleh BILUR-BILUR-NYA, Anda TELAH DISEMBUHKAN!

 

Renungan :

YESUS MENANGGUNG PENCAMBUKAN yang mengerikan itu untuk MEMBAYAR KEBEBASAN Anda dari SETIAP JENIS PENYAKIT.


Posting Komentar untuk "Refleksi PASKAH APAKAH ANDA TERBEBAS?"