Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tujuh Perkataan Yesus di Kayu Salib




Tujuh Perkataan Yesus di Kayu Salib 

Sebuah peristiwa yang menentukan nasib setiap orang, ya. Peristiwa itu adalah peristiwa YESUS SANG JURUSELAMAT, SANG KEHIDUPAN bisa mati, sang air kehidupan bisa haus.

Setelah meninggalkan tempat Pilatus Yesus di bawa keluar kota kesuatu tempat yang bernama Golgota dengan membawa Salib-Nya, dan disanalah Ia mati (Matius 27:27; Yohanes 19:17; Lukas 23:33) ini adalah bagian dari penolakan, penghinaan dan penghukuman; sebab memikul salib itu adalah sebuah tanda salah, padahal ia tidak bersalah.

Ia menjadi tontonan bagi orang banyak tetapi di balik itu semua sesungguhnya Allah telah menggenapi rencanan-Nya yaitu untuk menyediakan keselamatan bagi manusia melalui Yesus, Anak Domba Allah. (Ibrani 13:12-13).

Pada hari itu di golgota Tuhan Yesus mengatakan 7 pernyataan-Nya selama Ia di kayu salib sebelum Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Ketujuh pernyataan itu adalah:


1. ''Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat'' (Lukas 23:34).

2. ''Aku berkata kepadamu, sebab sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus'' (Lukas 23:43).

3. ''Ibu, inilah anakmu!'' dan inilah ibumu!'' (Yohanes 19:26-27).

4. ''Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku'' (Matius 27:46).

5. ''Aku Haus!'' (Yohanes 19:28).

6. ''Sudah Selesai!'' (Yohanes 19:30).

7. ''Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Ku serahkan nyawa-Ku'' (Lukas 23:46).


Di bawah salib Yesus semua orang yang melihat penyaliban-Nya mendengar semua pernyataan-Nya, atau suara kebenaran di kayu salib di mana sesungguhnya ''yang tidak mengenal dosa di jadikan dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita di benarkan oleh Allah'' (2 Korintus 5:21), seperti perempuan-perempuan yang mengikuti Dia melihat semuanya itu dari jauh (Matius 27:55).

Kita pun dari jauh saat ini melihat bahwa Yesus telah mati di kayu salib itu pribadi-Nya ajaib, perbuatan-Nya ajaib, dan perkataan-Nya juga ajaib.

Dan Ia telah mati karena dosa-dosa kita oleh sebab itu, mari puji Tuhan dan janganlah kita melupakan kebaikan-Nya. Hidup menurut ketetapan-Nya.

Ingat Dia sangat mencintai kita.

Sebenarnya kita tidak layak. Kita sampah, kita berdosa. Kita penjahat yang selalu memikirkan keuntungan diri sendiri.

Namun kabar baiknya buat kita adalah:

Sang hakim RELA melepaskan jubah kehakiman-Nya, demi saya dan anda yang berdosa.

Supaya kita yang seharusnya mati karena murka ALLAH, hidup oleh kematian-Nya. Supaya kita yang terpisah dari Allah yang mahakudus, kini bisa bersekutu kembali, kita yang adalah musuh kini menjadi sahabat.

Sang Kebenaran rela mati, menggantikan kita supaya kebenaran kita yang palsu, digantikan dengan KEBENARAN SEJATI-NYA.

SUPAYA OLEH BILUR-BILUR-NYA KITA MENJADI SEMBUH.

 

Murka dari Sang Bapa, Kau terima dengan lapang dada. Penolakkan, kecaman, hujatan, dan hinaan, menghantam-Mu saat menuju Kalvari, kayu salib hina dan kayu sederhana Kau pikul gantiku menyusuri jalan Viadollorosa, jalan kematian itu.

Seharusnya aku yang di sana, seharusnya aku yang diludahi, ditampar, dicambuk dengan cemeti, dihujam dengan tombak di lambung. Namun semua Kau yang tanggung, gantiku. Semua itu demi cinta sejati-Mu untukku.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,

dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,

padahal kita mengira dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,

dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;

ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

 

Oleh luka dan bilur-bilur di tubuh-Mu aku menjadi sembuh, pulih dan hidup. Aku yang seharusnya mati, namun Kau Sang kehidupan rela mati gantiku. Kau Sang Air kehidupan rela menjadi haus karena aku, Kau Sang Kekuatan bisa letih karena aku, Kau Sang Tabib sejati bisa sakit dan terluka karena aku.

Dia dianiaya, tetapi Dia membiarkan diri ditindas

dan tidak membuka mulutnya

seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian;

seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya,

Ia tidak membuka mulutnya.

 

Sesudah penahanan dan penghukuman Ia terambil,

dan tentang nasib-Nya siapakah yang memikirkannya?

Sungguh, Ia terputus dari negeri orang-orang hidup,

dan karena pemberontakan umat-Ku Ia kena tulah.

 

Orang menempatkan kubur-Nya di antara orang-orang fasik,

dan dalam mati-Nya Ia ada di antara penjahat-penjahat,

sekalipun Ia tidak berbuat kekerasan

dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

 

Kau Sang Pencipta Jagat Raya ini, bisa mati karena aku. Kau Sang Kasih dan damai sejahtera bisa berkata Eli Eli Lama Sabakhtani, Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?.

 

Kau ditolak, aku malah memilih Barabas si penjahat yang keji. Di bawa penerintahan Pontius Pilatus, Tuhanku dijatuhi hukuman mati. Disalibkan di antara para penjahat dan pemberontak.

 

sebagai ganti karena Ia telah menyerahkan nyawa-Nya ke dalam maut

dan karena Ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak,

sekalipun Ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

 

Engkau Sang Raja kekekalan dapat mati, dan turun dari takhta kemuliaan supaya aku yang mati dapat hidup kembali.

Engkau Sang Hakim, rela melepas jubah kehakiman-Mu supaya aku yang bersalah dibela dan dibenarkan.

DIA YANG ADALAH KEBENARAN rela menjadi dosa karena aku.

Sehingga kebenaran saya yang PALSU DIGANTIKAN

DENGAN KEBENARAN SEJATI-NYA.

Saya diterima KARENA YESUS SANG RAJA DITOLAK.

Saya DISEMBUHKAN KARENA YESUS SANG RAJA SENGSARA DAN SAKIT UNTUK MENGGANTIKAN KITA.

Saya DIBEBASKAN KARENA YESUS SANG RAJA MENJALANI HUKUMAN MENGGANTIKAN KITA.

Saya PUNYA HIDUP KARENA YESUS YANG MATI buat saya.

Salib KRISTUS yang merupakan lambang kutukan diubah oleh TUHAN menjadi LAMBANG KESELAMATAN DAN PENGHARAPAN.

INILAH INJIL.

DAN INJIL MENGUBAH MAKNA SALIB DARI KUTUK MENJADI PENGHARAPAN.

DARI MAUT MENJADI KESELAMATAN.

DARI KEMATIAN MENJADI KEHIDUPAN.



Demikian 7 perkataan Yesus dikayu salib, mari kita renungkan bersama, dan menjadikan itu sebagai iman kita.

 


Posting Komentar untuk "Tujuh Perkataan Yesus di Kayu Salib"