Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan tentang KRISTUS NAIK KE SORGA MENANG ATAS MAUT

 



KRISTUS NAIK KE SORGA 

MENANG ATAS MAUT

 

Markus 16 : 19

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga,

 

Peristiwa kenaikan Kristus ke sorga menandai akhir kebersamaan Dia secara fisik dengan murid-murid-Nya di dunia.

 

Saat masih di bumi orang2 percaya dan murid2 Nya dapat berbicara langsung dan bergaul karib dengan-Nya secara fisik, tapi setelah peristiwa ini mereka harus berpisah, Ia harus kembali ke tempat asal-Nya, yaitu sorga.

  "Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."  (Yohanes 16:28).

 

Kenaikan Kristus ke sorga adalah klimaks kehidupan-Nya di dunia, Ia telah menggenapi rencana Bapa dengan sangat sempurna !!!

 

Jika kita baca di Markus 16:9-20 ini, setelah bangkit dari kematian-Nya Kristus beberapa kali menampakkan diri kepada orang-orang dan murid-murid-Nya, dengan meninggalkan suatu pesan yang menguatkan bahwa mereka akan menerima kuasa dari tempat Mahatinggi, sehingga tanda-tanda ajaib akan menyertai pelayanan mereka dalam memberitakan Injil.  (Markus 16:15-18). 

 

Karena Kristus naik ke sorga, maka tugas pelayanan-Nya kini dilanjutkan oleh murid-murid-Nya; 

ini bukan berarti Kristus tak lagi menyertai : "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu."  (Yohanes 14:18a) 

ada Roh Kudus yang diutus utk menyertai hidup orang percaya!! "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu."  (Yohanes 16:7).

 

Kenaikan Kristus ke sorga menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Dia adalah Tuhan segala tuhan, Raja di atas segala raja.

Tapi mengapa banyak orang meragukan ke-Ilahian-Nya dan tak mau percaya kepada-Nya ? Padahal Kristus kembali ke sorga "...untuk menyediakan tempat bagimu.

 

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."  (Yohanes 14:2-3). 

 

Dengan demikian, kehidupan kekal di sorga adalah hal yang pasti yang Tuhan sediakan bagi orang percaya, yang setia sampai akhir.

 

KRISTUS KEMBALI KE SORGA KARENA DIA ADALAH TUHAN DAN RAJA, PERCAYALAH KEPADA-NYA !

 

TUHAN YESUS NAIK KE SURGA

 

Baca: Ibrani 9:11-28

 

SHALOM

 

"demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia." (Ibrani 9:28)

 

Banyak orang Kristen hanya sekedar ikut merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus namun tidak tahu apa makna sesungguhnya yang terkandung dalam peristiwa itu. Kenaikan Yesus Kristus ke sorga adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah hari kebangkitan-Nya.

 

Dikatakan: "...Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya." (Ibrani 6:20). Artinya Tuhan Yesus naik ke sorga untuk menjadi perintis bagi kita, Ia pergi mendahului kita untuk menyediakan tempat bagi kita. "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." (Yohanes 14:2-3). 

Karena itu seberat apa pun tantangan yang ada di dunia tak seharusnya membuat kita takut dan kuatir, karena dunia ini bukanlah tempat tinggal yang permanen, melainkan persinggahan sementara, sedangkan tempat tinggal kita yang sesungguhnya adalah di dalam sorga.

 

Tuhan Yesus telah naik ke sorga. Ia mengambil suatu pekerjaan baru yaitu mendoakan kita dan menghadap hadirat Bapa guna kepentingan umat-Nya (ayat 24) dan menjadi Pengantara bagi kita. "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." (Ibrani 7:25), sehingga kita beroleh keberanian untuk menghampiri takhta kasih karunia Bapa. Tuhan Yesus naik ke sorga juga untuk memberikan Penolong yaitu Roh Kudus. "Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." (Yohanes 16:7)

 

Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberi jaminan keselamatan bagi orang percaya !

 

SAKSI KEBANGKITAN

Lukas 24:44-53

 

Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga ... Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” (Luk. 24:46,48)

 

Kematian orang terdekat bukanlah sesuatu yang mudah diterima. Kita dapat menghapus air mata dan berusaha tersenyum di depan banyak orang. Akan tetapi, kita tidak dapat menghapus rasa kehilangan kita begitu saja. Hal itu juga yang dialami para murid ketika Kristus mati karena disalibkan. Tentu tidak mudah bagi para murid untuk mencerna peristiwa kematian Kristus. Mereka tahu Kristus tidak bersalah, tetapi Ia harus menerima hukuman seperti penjahat. Mereka juga mengira Kristus akan meninggalkan mereka untuk selamanya.

 

Kematian Kristus saja sulit dimengerti, terlebih lagi kebangkitan-Nya. Para murid tengah berduka ketika Kristus menampakkan diri di hadapan mereka. Peristiwa ini tentu sulit dipercaya. Namun, di dalam kebingungan dan kekacauan perasaan mereka, Kristus hadir untuk membuat mereka mengerti bahwa apa yang terjadi pada-Nya adalah bagian dari rencana Allah dan karya keselamatan-Nya bagi dunia. Bukan hanya itu, mereka semua adalah saksi kebangkitan-Nya. Mereka dipercaya untuk bersaksi dan mereka tidak ditinggalkan sendiri. Mereka akan diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi.

 

Sebagai orang percaya, kita diutus menjadi saksi kebangkitan Kristus dan karya keselamatan dari Allah. Ada banyak hal yang mungkin belum dapat kita mengerti dan kita perlu terus belajar. Namun, kita selalu disertai dan diperlengkapi dengan kuasa untuk bersaksi.

 

REFLEKSI: Sebagai saksi kebangkitan, kita tidak pernah ditinggalkan sendirian dan kita diperlengkapi dengan kuasa dari Allah.

 

Kis. 1:1-11; Mzm. 93; Ef. 1:15-23; Luk. 24:44-53.

 

KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SORGA

 

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!"

Hagai 1:7

 

Kita memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Sorga, setelah kematianNya dan kebangkitanNya, Ia pun naik ke Sorga. Dan suatu kali nanti dari sana, Ia akan menjemput kita di awan-awan untuk selamanya bersama denganNya. Proses yang dialami Yesus seharusnya juga menjadi bagian kita, karena tanpa kematian daging - tidak akan ada kebangkitan roh, dan itu juga berarti tidak ada tempat di sorga bagi kita!!!

 

Dimulai dari memperhatikan keadaan kita, karena lima anak dara yang bodoh tidak memperhatikan apa yang mereka butuhkan, yaitu minyak, sementara lima gadis yang bijaksana membawa minyak cadangan. Dan lima gadis bodoh inipun ditolak, tetapi lima gadis yang siap menerima perkenananNya, masuk ke dalam pesta yang disediakan bagi mereka. Ini adalah saat yang paling tepat bagi kita untuk memperhatikan keadaan kita, apa yang masih kurang, segera diperbaiki, agar ada perkenanan Tuhan atas kita ketika saatnya tiba, Ia datang kembali seperti cara ketika Ia naik ke Sorga, yaitu menjemput kita di awan-awan bersama para kudusNya.

 

Kadang kala lebih mudah bagi kita untuk melihat ke luar dibandingkan melihat ke dalam, karena apa yang di luar lebih mudah dicerna oleh mata dan pikiran kita, karena memang terlihat. Tetapi yang di luar itu bukan urusan kita, bagian kita adalah manusia batiniah kita yang harus sepadan denganNya, seperti dikatakan dalam Matius 5:48, yaitu: "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Pembentukan yang Tuhan mau buat adanya di dalam diri kita,itu sebabnya Ia sering kali menguji kita dengan adanya masalah dan cobaan, sehingga Ia dapat melihat bagaimana respon kita ketika kita menghadapi semuanya itu.

 

Seharusnya kita sadar bahwa ini saatnya, kita beranjak menjadi lebih dewasa, dan siap bersanding denganNya. Di tengah pandemi yang belum juga usai, dan peperangan terjadi di bangsa-bangsa, sebaiknya kita sadar bahwa kedatanganNya yang kedua kali akan segera tiba. Lukas 21:10-11 katakan: "Ia berkata kepada mereka: ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit."

 

Mungkin kita tidak tahu kapan Ia akan datang kembali, dan hal yang sama juga terjadi atas kesepuluh anak gadis, mereka sudah berdandan, siap menyongsong Mempelai yang akan datang, tetapi ternyata lama ditunggu tidak datang juga. Kelelahan lah mereka dan tertidur, tapi Mempelai pasti datang, dan benar suara itu berseru: "Mempelai datang, songsonglah Dia!" Mereka sama-sama bangun dan dengan sukacita merapikan dandanan dan gaun mereka, tetapi hanya lima yang masuk, karena mereka telah memperhatikan keadaan mereka sebelum mereka mendengar suara itu berseru!

 

Efesus 5:15-17 mengingatkan: “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Tahun ini kita masih sempat memperingati Kenaikan Yesus Ke Sorga, maka jadikanlah hari-hari ke depan sebagai persiapan menantikan kedatanganNya kedua kali dengan kehidupan yang dibaharui hari lepas hari, sampai Maranatha - Tuhan Yesus datang kembali. Amin

 

MAKNA KENAIKAN YESUS KRISTUS

 

Bacaan: Kisah Para Rasul 1:1-11

 

Nats;

Hai orang orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.

 Kisah Para Rasul 1:11

 

Empat puluh hari setelah kebangkitan, Yesus dan murid murid Nya pergi ke Bukit Zaitun, dekat Yerusalem. Di sana Yesus menyuruh mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai menantikan Roh Kudus turun ke atas mereka. Yesus memberkati mereka dan terangkat naik ke sorga. Ketika itu, malaikat menyampaikan pesan bahwa Yesus yang terangkat ke sorga meninggalkan mereka akan datang kembali. Melalui ayat emas di atas kita belajar dua hal:

 

Pertama, Yesus kembali ke sorga, ke tempat asal Nya. Ini menandakan bahwa Dia telah kembali kepada kemuliaan Nya, karena Dia adalah Tuhan (Yoh. 3:13). Kemuliaan Yesus terselubung selama Dia di bumi, kecuali saat peristiwa transfigurasi (Mat. 17:1 9). Kenaikan Kristus juga menyatakan peninggian Allah kepada Nya (Ef. 1:20 23). Dia adalah Anak yang dikasihi Bapa dan dikaruniakan kepada Nya nama di atas segala nama (Flp. 2:9). Jika Allah saja meninggikan Yesus, sudah sepatutnya kita pun meninggikan Nya melalui diri dan kehidupan kita. Yesus lah satu satunya yang patut kita sembah dan layani.

 

Kedua, Yesus akan datang kembali untuk membawa kita ke sorga. Dia berjanji, Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat Ku, …. (Yoh. 14:3). Yesus akan kembali dengan cara yang sama seperti ketika Dia naik ke sorga, secara fisik dan tampak dengan jelas (Mat. 24:30). Pada saat Kristus datang kembali, maka kita akan dibangkitkan dan dikenakan tubuh sorgawi (1Tes. 4:13 18). Kenaikan Yesus memastikan kita yang percaya kepada Nya bahwa satu saat nanti akan menikmati kebesaran dan keagungan Nya di Kerajaan Sorga.

 

Janji kedatangan Yesus Kristus menjadi sumber pengharapan dan penghiburan bagi kita dalam menjalani kehidupan iman setiap hari. Sambil menantikan kedatangan Nya, kita harus pergi bersaksi, memberitakan Injil (Kis. 1:8). Ada upah yang Yesus janjikan, Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.(Why. 22:12). Di hari peringatan kenaikan Yesus ini, mari kita persiapkan hati menyambut kedatangan Nya satu saat nanti dengan melayani Nya dengan hati yang tulus dan sukacita berlandaskan kasih Tuhan.

 

Refleksi diri:

 

Bagaimana Anda meresponi peristiwa kenaikan Yesus ke sorga? Apa maknanya bagi kehidupan Anda?

 

Bagaimana cara Anda mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus?

 

INSPIRASI

(Ingatlah Tuhan masih ada)

 

"Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."

(Efesus 5:17)

-Saat hati berkata ingin, namun Tuhan berkata... tunggu

-Saat airmata menetes semakin deras, Tuhan berbisik dengan lembut... tersenyumlah.

-Saat semua terasa membosankan, Tuhan berkata.... bertahanlah.

-Saat pundak terasa lelah memikul beban, Tuhan menguatkan dan berkata... teruslah melangkah.

-Saat kemarahan menguasai diri, Tuhan menenangkan dengan berkata... bersabarlah.

-Saat keegoisan memuncak, Tuhan meluluhkan hati dan berkata... mengalahlah.

Seorang yang dekat dengan Tuhan bukan berarti tidak ada air mata,

suatu saat Tuhan akan ubahkan airmata menjadi mata air.

Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan,

suatu saat Tuhan gantikan kekurangan itu menjadi kelimpahan.

Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tak ada masa-masa sulit, suatu saat pasti ada kelegaan.

Yang pasti orang tersebut akan selalu mengalami Penyertaan Tuhan.

-walau bergumul pasti ada harapan,

-walau di padang gurun pasti di pelihara oleh Tuhan,

-walau masih dalam proses suatu saat pasti di promosikan Tuhan.

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita,

karena Tuhan tahu waktu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Masih ada Tuhan di dalam hidup ini.

Jangan pernah menyerah !!!

''Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan."

(Amsal 3:7).

 

INSPIRASI

(Tuhan mengetahui hati)

 

"Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama."

(Roma 2: 1)

TUHAN tahu betul-betul motivasi kita saat mengerjakan sesuatu dan dalam menjalankan ibadah.

TUHAN tidak dapat dikelabui dengan aktivitas-aktivitas rohani kita.

Merasa benar sendiri beda dengan dibenarkan TUHAN.

Jadi jangan sekali-kali menganggap rendah orang lain dan menjadi sombong sehingga mata kita pun tertutup terhadap kekurangan dan kelemahan diri sendiri.

Kita diselamatkan semata-mata karena Kasih Karunia TUHAN kita YESUS KRISTUS; "...jangan ada orang yang memegahkan diri."

(Efesus 2:9).

Barang siapa yang meninggikan dirinya, maka orang itu akan direndahkan oleh TUHAN.

 

INSPIRASI

(Menjaga mulut dan perkataan)

 

Kita sering berkata TUHAN tempat naungan, perlindungan, kubu pertahanan, pertolongan dan keselamatanku.

Jika kita tidak pernah berdoa atau jarang berdoa memuji, menyembah dan memuliakan-Nya, apakah TUHAN berkenan kepada ucapan kita itu..?

Ucapan mulut, boleh saja memperkatakan yang baik maupun yang buruk, tapi kenyataanlah membuktikan.

TUHAN tahu isi hati kita, apakah kita tulus atau sekedar berkata-kata saja.

“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu."

(1Petrus 3: 10)

Terkadang kita tidak sadari kalau ucapan-ucapan yang kita perkatakan di dalam kebohongan atau dalam ucapan menipu, itu justru merugikan diri kita sendiri, sebab itu adalah dosa.

Kebanyakan kita manusia pernah berkata bohong. Baik itu bohong kecil maupun bohong besar atau menipu itu adalah dosa.

Jika ada orang yang berkata dia tidak pernah berbohong, maka 'kebenaran'nya perlu di pertanyakan.

"Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat."

(Amsal 10: 31)

"Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya, tetapi orang benar dapat keluar dari kesukaran."

(Amsal 12: 13)

Mari kita belajar untuk berkata jujur dan 'mengurangi' perkatakan ucapan dusta atau menipu, sebab Tuhan Yesus Kristus juga mengajarkan kita di dalam firman-Nya.

"Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat."

Karena menipu dan perkataan bohong itu berasal dari yang jahat, maka mari kita belajar menjaga mulut dan perkataan kita, agar TUHAN berkenan kepada doa-doa permohonan kita.

"Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang bolak-balik dari padamu."

(Amsal 4: 24)


Amin


Posting Komentar untuk "Renungan tentang KRISTUS NAIK KE SORGA MENANG ATAS MAUT"