Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

SAAT TEDUH PERKATAAN YANG BAIK DAN POSITIF

 




PERKATAAN YANG BAIK DAN POSITIF DAPAT MEMOTIVASI SESEORANG UNTUK MENJADI YANG TERBAIK

 

 Suatu hari seorang bocah berusia 4 tahun, ‎pulang sekolah membawa secarik kertas dari gurunya,‎

ibunya membaca kertas tersebut, ‎“Toy, anak ibu, sangat bodoh...‎

Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.”

Sang ibu terhenyak membaca surat ini, ‎hal ini membakar tekadnya untuk membuktikan bahwa, ‎“Anaknya Toy, bukan anak bodoh.... ‎Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”

 

Toy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia.

 

Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan dan secara fisik bukan tuli, namun‎ agak susah mendengar,‎ itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

 

Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Matthews Edison (1810-1871), namun‎ bila anda mendengar nama Edison,  ‎langsung tahu bahwa dia lah penemu paling berpengaruh dalam sejarah, ‎yang mendidik Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya.

 

Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai di minta keluar dari sekolah, ‎akhirnya bisa menjadi seorang jenius?

 

Jawabannya adalah Ibunya...‎

 

Ya, Nancy Edison, ‎Ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dgn pendapat pihak sekolah terhadap anaknya,‎

Setiap kesempatan Nancy mengucapkan kata² positif pada anaknya dan memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison di rumah,‎

mula² ia lakukan menanamkan rasa percaya dirinya yang kuat bahwa "kamu anak yang luar biasa, kamu hebat, cerdas, kamu Pasti Bisa, dan seterusnya."

 

PERKATAAN YANG BURUK DAN NEGATIF MERUSAK MORAL DAN MENTAL SESEORANG,‎

PERKATAAN YANG BAIK DAN POSITIF DAPAT MEMOTIVASI SESEORANG UNTUK MENJADI YANG TERBAIK.‎

 

"Bila Anda ingin menjadi sehebat Alfa Thomas Edison, maka‎ tanda harus bersedia 'tuli' untuk setiap kata² yang Negatif dan hanya mendengar kata² yang Positif saja."

 

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu,

tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu,

supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

(Efesus 4:29).

 

SEKALIPUN TAMPAKNYA KITA TIDAK MELIHAT SESUATU YANG BAIK, ‎TUHAN TETAP MELAKSANAKAN JANJI-NYA‎

 

Pada usia 17 tahun, Joni Eareckson Tada mengalami kecelakaan karena meloncat di pantai yang ternyata berair dangkal,‎

Ia pun lumpuh total.

 

Awalnya ia Putus Asa dan Marah pada TUHAN,‎

Berkat dukungan keluarga dan orang² terdekat, s‎emangatnya kembali Bangkit.

 

Joni tetap Lumpuh, tetapi‎ Pengalaman Hidup dan Keteguhan Hatinya menginspirasi jutaan orang,‎

Ia banyak melukis dengan  menggunakan mulut, dan‎ melahirkan lebih dari 30 buku laris,‎

Ia juga mendirikan "Joni and Friends", ‎Organisasi Internasional bagi para Tuna Daksa.‎

 

Tidak mudah memahami hal buruk yang terjadi dalam Hidup kita,‎

Alih² Bersyukur, ‎lebih gampang bagi kita untuk Mengeluh,‎

Ketahuilah bahwa TUHAN sangat memahami situasi kita dan tak akan mencelakakan kita, ‎Firman Tuhan Tak Pernah Gagal...‎

 

TUHAN  menghendaki agar kita Percaya pada-NYA bahwa di ujung Penderitaan, ‎orang yang Mengasihi-NYA akan Mengalami Kebahagiaan dan Kemenangan,‎

SEKALIPUN TAMPAKNYA KITA TIDAK MELIHAT SESUATU YANG BAIK,

NAMUN TUHAN TETAP MELAKSANAKAN JANJI-NYA.

 

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

(Roma 8:28)..

 

MENGEJAR HIDUP YANG KAYA MAKNA DENGAN CARA MEMILIKI HIDUP YANG BERARTI BAGI SESAMA‎

 

Sukses, Sukses, Sukses...‎

Di mana² orang Berbicara tentang Kesuksesan, Mengajarkan Kesuksesan, Mengejar Kesuksesan.

 

Buku² tentang Kesuksesan laris manis, ‎belum lagi maraknya Seminar tentang bagaimana Meraih Kesuksesan menjamur di sana sini,‎

Kesuksesan menjadi Impian semua orang, karena‎ kita selalu Berpikir dengan Meraih Sukses, maka Hidup kita akan Bahagia.‎

 

Menjadi Orang Sukses itu penting dan dapat Memberikan Kebahagiaan, namun‎ ada yang Jauh Lebih Penting dan Lebih Membahagiakan kita, ‎yaitu menjadi Orang yang Berarti.

 

Saya terkesan dengan apa yang di katakan Albert Einstein,

"Don't look become a person of Success,

look instead to become a person of value."‎

(Jangan berkeinginan menjadi orang Sukses, berusahalah untuk menjadi orang yang Berarti).

 

Sukses blum tentu memberi Kebahagiaan pada kita,‎

Fakta menunjukkan bahwa Harta dan Kekayaan Hanya memberikan sedikit Kebahagiaan dan Kesenangan kepada kita,‎ namun ketika kita menjadi Orang yang Berarti bagi sesama, maka kita akan merasa bahwa Hidup kita menjadi Bermakna,‎

saat itulah kita akan Merasakan Kebahagiaan yang sebenarnya.

 

Dalam Khotbah YESUS di bukit tentang Ucapan Bahagia,

kita tidak menemukan "Sukses" sebagai Kunci Kebahagiaan, tetapi‎ YESUS berkata, ‎"Berbahagialah Orang yang Murah Hati."

Murah Hati berbicara bagaimana kita Memberi, Melakukan sesuatu dan Menjadi Berarti bagi orang lain,‎

oleh sebab itu seharusnya kita bukan Mengejar Sukses,

tetapi MENGEJAR HIDUP YANG KAYA MAKNA DENGAN CARA MEMILIKI HIDUP YANG BERARTI BAGI SESAMA.

 

Apakah anda pribadi yang Sukses?

Ataukah anda pribadi yang Berarti bagi sesama?

ADA YANG LEBIH PENTING DARI MENJADI ORANG SUKSES,

YAITU MENJADI ORANG YANG BERARTI BAGI SESAMA.

 

“Berbahagialah orang yang murah hatinya,

karena mereka akan beroleh kemurahan.”

(Matius 5:7),..

 

MENJADI BERKAT LEWAT PERKATAAN DAN PERBUATAN‎

 

★ Kalau ada yang memberi bibit bunga, janganlah kamu buang, tetapi tanamlah dan kelak ia akan memberi aroma semerbak bagi sekelilingnya.

★ Kalau ada yang memberi lampu, pasanglah, karena ia kelak akan memberi cahaya dalam kegelapan.

 

★ Kalau orang lain mengasihimu, bagi dan teruskanlah kasih itu, kelak kamu akan menjadi berkat bagi orang lain.

 

Bunga itu beraroma, bukan hanya untuk dirinya tetapi bagi siapa saja,‎

Cahaya itu memberi terang, ‎jelas juga bukan untuk dirinya tapi untuk kita,‎

Kasih itu akan berbuah kalau kita share kepada orang lain.

 

Karena itu TUHAN mengatakan,

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,

dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya,

sampai Ia menjadikan hukum itu menang.”

(Matius 12:20)

 

Jadikanlah hari² kita menjadi bingkai hidup yang berguna untuk TUHAN, diri kita sendiri, keluarga dan juga sesama,‎

Kita di panggil membangun lingkaran hidup yang sempurna, maka‎ sekali lagi jadilah berkat bagi siapa saja,‎


MENJADI BERKAT LEWAT PERKATAAN DAN PERBUATAN.‎

 

Hendaklah yang keluar dari mulut kita adalah sapaan indah, damai, teduh, membangun dan menyejukan,

bukan sebaliknya, pedas, menyakitkan, mnyinggung gossip, fitnah apalagi kutuk.‎

 

Hendaknya kita hadir sebagai sahabat dan saudara untuk membuat hidup itu lebih indah,

bukan sebaliknya sebagai orang asing apalagi musuh yang membuat hidup makin terasing dan gersang.

 

Kalau kita tak bisa menghibur orang lain,

janganlah kita membuatnya bersedih.

 

Kalau kita belum mampu membuat orang lain tertawa,

janganlah membuatnya menangis.

 

Kalau kita tak mampu menjadi sahabat bagi orang lain,

janganlah menjadi musuh yang menjadi batu sandungan untuknya.

 

YESUS mengatakan,

“Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

(Matius 12:50)..

 

KEMBANGKANLAH KEBAIKAN DAN KEKUATAN, ‎LUPAKANLAH KEBURUKAN YANG ADA PADA DIRI KITA‎

 

Hewan unta ini "tahan banting", ‎karena bisa hidup di gurun pasir yang panas, tandus, dan gersang.

 

Banyak hewan yang punya fisik besar dan gagah, ‎seperti gajah, kerbau, atau hewan buas seperti harimau, ‎tapi tak tahan hidup di padang pasir, ‎karena memang bukan habitatnya.

 

Sayangnya unta berjalan pelan, tak bisa cepat atau berlari seperti kuda,‎

Sekalipun ada banyak unta di kawasan Arab, tak pernah ada balapan unta,‎

Satu lagi "kelemahan" unta dan ini sering kali menjadi bahan guyonan yakni: ‎sekalipun lahir dan besar di Arab, ‎Unta tidak bisa berbahasa Arab.

 

Seperti inilah manusia, ‎selalu punya Kelebihan dan Kekurangan, Kekuatan dan Kelemahan, namun‎ berFOKUSlah pada Kelebihan, dan ‎jangan terbelenggu dengan Kelemahan atau Kekurangan.

 

Orang Arab selalu memanfaatkan daya tahan atau kekuatan unta dan tidak peduli dengan kelemahan hewan itu.

KEMBANGKANLAH KEBAIKAN DAN KEKUATAN, ‎LUPAKANLAH KEBURUKAN YANG ADA PADA DIRI KITA,‎

Mindset inilah yang di pakai oleh orang² yang berhasil dalam bidang apapun.

Apa yang unik dari seekor unta?‎

Tentu saja, punuknya yg menonjol ke atas.

 

Hal lain yang bisa kita pelajari dari unta adalah setiap pagi unta akan Berlutut di depan tuannya untuk mengambil beban yang akan di bawanya,‎

Saat malam tiba, ‎ia akan kembali Berlutut, ‎agar tuannya bisa mengambil beban dari punggungnya.

 

Begitulah seharusnya sikap kita kepada TUHAN, ‎Berlutut untuk memulai hari² kita,  ‎sebelum mengangkut beban yang harus kita tanggung,‎

Jika malam tiba, ‎itulah saat kita kembali Berlutut untuk menyerahkan semua beban dalam hidup kita.

 

Percayalah saat kita Berlutut dan Berserah kepada TUHAN, maka‎ pasti TANGAN-NYA akan menjaga dan melindungi kita,‎

Dan saat kita "mengangkat" tangan, ‎itulah saat TUHAN Bertindak dan Turun tangan ‎bagi kita.

 

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

(Ibrani 13:5b)..

 

BERPIKIR BESAR UNTUK MENJADI BESAR


Sebelum terkenal, Mohammad Ali, The Black Superman, ‎sering men-dengung²kan bahwa ia adalah petinju terbesar.

Ia mengatakan akan memukul kalah semua lawannya,‎

Ia akan terbang seperti kupu² (lincah) dan menyengat seperti lebah (kecil tapi melumpuhkan).

 

Juara tinju kelas berat saat itu tidak tahan mendengar mulut besar Ali, sehingga‎ ia memberi kesempatan kepada Ali untuk melawan dia sekalipun Ali tidak termasuk dalam daftar 10 besar penantang.

 

Ali memanfaatkan kesempatan itu, dan i‎a mengejek lawannya, sehingga‎ mereka emosional dan berusaha memukulnya sementara dia terus menghindar dengan lincah,

Akhirnya lawan kehabisan tenaga, dengan‎ mudah ia membalas memukul lawannya dan meng-KO dia.

 

Pada waktunya, ‎Ali memang membuktikan dirinya sebagai petinju terbesar, i‎a menjadi juara dunia 3 kali.

S‎ekali pun menderita penyakit Parkinson, ‎ia masih di hormati para pemimpin negara dan banyak orang sebagai mantan petinju terbesar.

 

"ANDA HARUS BERPIKIR BESAR UNTUK MENJADI BESAR." ujar Claude M. Bristol

 

Senada dengan hal itu Donald Trump pun berkata,

"Bagi saya sangatlah sederhana, ‎jika kamu memang mau berpikir, ‎lebih baik berpikirlah tentang hal yang besar."

 

Itulah yang di lakukan oleh Ali, meskipun‎ awalnya ia hanya petinju biasa dan tidak masuk hitungan, namun‎ karena ia berpikir besar, maka ‎ia menuai hasil yang manis dari pikirannya itu.

Mari belajar mengarahkan pikiran kita pada Rencana TUHAN yang Besar, karena ‎ TUHAN pun telah merancangkan sesuatu yang tidak biasa² dalam hidup kita.‎

 

”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

(Yeremia 29:11)..

 

7 CERITA YANG MENGAGUMKAN


1. Saat di meja tinggal 2 potong kue, a‎nda mengambil potongan yang lebih kecil, dan‎ membiarkan ayah / ibu / suami / istri anda mengambil potongan yang lebih besar ‎--> "ITULAH CINTA".‎

 

2. Saat di rumah Selimut A sedang di cuci, ‎hanya ada 1 selimut B yang kering, dan‎ anda membiarkan ayah / ibu / suami / istri / anak anda memakai selimut itu ‎--> "Itulah PENGORBANAN".‎

3. Ketika suami / istri anda tak bisa tidur, dan‎ anda berada di sampingnya, ‎berbincang pengalaman hari ini, cerita² lucu, kisah² inspiratif, tertawa bersama, mengucap syukur, dan berdoa ‎--> "Itulah KEBERSAMAAN".‎

4. Ketika stok telur tinggal satu butir, dam‎ anda berdua ingin makan bersama, l‎alu anda membuat omelet dari satu butir telur itu + tepung + sayur dan bumbu² yang secukupnya ‎--> "Itulah KREATIVITAS".‎

 

5. Suatu kali semua penduduk desa berdoa memohon hujan, p‎ada hari itu semua orang kumpul untuk Berdoa, ‎hanya satu anak laki² yang membawa payung ‎--> "ITULAH IMAN".‎

 

6. Teladan dari seorang bayi berusia 1 tahun, k‎etika anda melemparkannya ke udara, ‎dia tertawa karena dia tahu anda akan menangkapnya ‎--> "ITULAH KEPERCAYAAN".‎

7. setiap malam kita tidur, ‎kita tidak yakin bahwa kita masih hidup esok hari, ‎tapi kita masih mempunyai rencana untuk besok ‎--> "ITULAH HARAPAN".‎

 

“Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.”

(2 Yohanes 1:3)..

 

MEMPERGUNAKAN WAKTU YANG ADA UNTUK MEWUJUDKAN KEHENDAK TUHAN‎

 

Kebanyakan arloji berbentuk bulat, akibatnya‎ sebagian orang berpikir bahwa waktu itu terus berulang seperti jarum jam yang berputar pada sumbunya,

padahal WAKTU BERJALAN SEPERTI GARIS LURUS, DAN  TAK PERNAH KEMBALI KE TITIK YANG SUDAH DI LEWATINYA.

 

Pukul 09:00 hari ini tentu berbeda dari pukul 09:00 kemarin, ‎berbeda lagi dari pukul 09:00 besok,‎

KITA TAK PERNAH DAPAT MENGULANGI WAKTU YANG SUDAH BERLALU, BAHKAN‎ 1 DETIK SEKALIPUN.

 

Di dunia ini semakin banyak kesempatan untuk berbuat dosa.

(kebiasan bergosip, mabuk, berjudi, dan‎ hal-hal yang bahkan menyebutkannya saja sudah memalukan),‎

Kita di perintahkan untuk tidak ikut melibatkan diri di dalamnya.

 

Kita perlu bersikap BIJAKSANA, supaya‎ tidak terhanyut oleh arus,

mengikuti perbuatan orang yang tidak taat kepada TUHAN.

 

Kita perlu mengerti kehendak TUHAN dalam hidup kita, ‎kemudian MEMPERGUNAKAN WAKTU YANG ADA UNTUK MEWUJUDKAN KEHENDAK-NYA TERSEBUT,‎

Dengan demikian, ‎kita mempertanggung jawabkan waktu yang TUHAN karuniakan kepada kita.‎

“Pergunakanlah waktu yang ada,

Karena hari-hari ini adalah jahat.”

(Efesus 5:16)

 

Kita dapat memeriksa dengan jujur kebiasan kita selama ini dalam mempergunakan waktu,

Seberapa banyak yang kita lakukan untuk hal produktif yang berguna baik bagi diri sendiri maupun sesama?

 

Masihkah ada waktu yang kita gunakan untuk hal yang sia-sia, ‎yang mungkin nikmat saat di lakukan, tetapi‎ menyisakan penyesalan sesudahnya?

 

INGATLAH, ‎WAKTU TAK DAPAT DI ULANG;

HARGAILAH SETIAP DETIK YANG KITA ALAMI.‎

 

WAKTU ITU SEPERTI PISAU BERMATA DUA,

DAPAT DI PAKAI UNTUK MENYUKAKAN ATAU MENDUKAKAN HATI TUHAN.

 

“Waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”

(1Petrus 4:2)..

 

KEKUATAN SESEORANG TERLETAK KETIKA IA BISA MEMAAFKAN ORANG YANG MENYAKITINYA‎

 

Seorang pemuda duduk di kursi terdakwa karena di dakwa membunuh teman sebayanya,‎

Sang hakim bertanya kepada ayah si anak yang menjadi korban,

"Pemuda ini terbukti bersalah telah membunuh putra anda...‎

Menurut anda, hukuman apa yang setimpal untuknya?"

 

"Pak Hakim, anak saya satu²nya telah meninggal,‎

Hukuman apapun tidak akan mengembalikan hidupnya.

 

Saya sangat mengasihinya, dan‎ sekarang saya tak punya siapa² lagi untuk saya kasihi,‎

Tolong kirimkan terdakwa ke rumah saya untuk menjadi anak saya."‎

 

Apa reaksi kita terhadap orang yang pernah menyakiti kita?

 

Mencoba untuk membuatnya merasakan penderitaan yang kita rasakan,

bahkan kalau bisa lebih menderita?

 

Memaafkan memang bukan perkara semudah membalikkan telapak tangan, namun‎ begitulah yang TUHAN ingin kita lakukan.

 

“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

(Matius 18:22)

 

Bagaimana melaksanakan Kehendak TUHAN itu di tengah keterbatasan kita?

 

Pertama,

Sadari bahwa ibarat orang berhutang, ‎kita punya lebih banyak hutang kepada TUHAN daripada orang lain kepada kita.

Dosa kita yang begitu banyak,

oleh Kasih KRISTUS lunas di bayar di kayu salib.

 

Jadi kalau hutang kita yang segitu banyaknya sudah TUHAN bayar lunas,‎

mengapa kita masih terus menuntut orang lain "membayar" utangnya kepada kita?

 

“Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?”

(Matius 18:32-33)‎

 

Kedua,

Sadari bahwa menyimpan Dendam dan Kebencian dalam hati hanya akan menimbulkan ketidak sejahteraan.

 

KEKUATAN SESEORANG TERLETAK KETIKA IA BISA MEMAAFKAN ORANG YANG MENYAKITINYA.

 

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

(Matius 5:44)..

 

JANGAN MEMANDANG PADA BESARNYA TANTANGAN YANG KITA HADAPI, ‎PANDANGLAH BETAPA BESAR TUHAN YANG MENYERTAI KITA‎

 

Tidak semua orang memiliki sikap percaya diri yang tinggi,‎

Kebanyakan orang malah cenderung memandang rendah kemampuan dirinya sendiri,

kita merasa lebih lemah dari orang lain dan belum cukup pengalaman.

 

Gideon mengalami krisis percaya diri ketika TUHAN hendak mengangkatnya sebagai hakim,‎

Ketika malaikat TUHAN menyebutnya sebagai pahlawan yang gagah berani, ‎jelas ia tidak percaya.

Ia merasa tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan bangsanya;‎

Ia memandang kelemahan dirinya jika di bandingkan dengan kaum dan bangsanya,‎

namun cara TUHAN memandang Gideon berbeda dari cara Gideon memandang dirinya.

 

TUHAN mengukur kemampuan Gideon bukan dari usianya yang masih muda dan kaumnya yang kecil, tetapi‎ karena TUHAN berjanji akan menyertainya,‎

Itulah alasan TUHAN mengutusnya sebagai hakim bagi Israel.

 

Bisa jadi kita tidak dapat melakukan hal² atau perkara² yang besar, karena‎ kita memandang diri kita terlalu rendah,‎

Kita menganggap diri kita tak mungkin melakukannya,‎

Padahal TUHAN selalu memandang kita dengan cara yang berbeda.

Ukuran TUHAN berbeda dengan ukuran dunia;

TUHAN menyatakan kita berharga, ‎siapa pun kita di mata manusia‎, karena itu j‎angan ragu meraih kesempatan yang TUHAN sediakan.‎

 

AWAL UNTUK MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI ADALAH MENGHARGAI KEMAMPUAN YANG TUHAN ANUGERAHKAN DAN BERSERAH KEPADA PENYERTAAN TUHAN,‎

Setiap orang sudah di karuniakan talenta yang berbeda,‎

Kembangkanlah talenta tersebut buat Kemuliaan TUHAN.

Dengan modal itu, ‎kita dapat berkarya menciptakan masa depan yang lebih baik.

 

JANGAN MEMANDANG PADA BESARNYA TANTANGAN YANG KITA HADAPI,‎

PANDANGLAH BETAPA BESAR TUHAN YANG MENYERTAI KITA.

 

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”

(1Korintus 15:10)..

 

 

 

 

 

 

 


Posting Komentar untuk "SAAT TEDUH PERKATAAN YANG BAIK DAN POSITIF"