Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Kristen tentang BERJIWA BESAR

 

 


    BERJIWA BESAR

 

Tidak ada seorangpun yang luput dari kesalahan;  Entah itu disengaja atau tidak..

B a h k a n dalam level pemimpin sekalipun, masih rentan terhadap kesalahan.

 

B i a s a n y a reaksi pertama yang kita lakukan adalah sedapat mungkin menutupinya.

Bahkan tidak sedikit godaan untuk memanipulasinya sehingga kita benar-benar dapat terluput dari aib.

 

Adalah lebih bijak  jika kita tidak menyembunyikan pelanggaran, tapi kita perlu mengakui dan meninggalkannya.

 

S e r i n g k a l i kegagalan untuk mengakuinya adalah karena kita telah dilumpuhkan oleh rasa takut terhadap pendapat orang lain.

 

Mungkin kita juga khawatir atau takut akan kemarahan atasan atau konsekuensi dari kesalahan tersebut.

 

Dengan belajar untuk mengakui kesalahan, maka sesungguhnya kita tergolong sebagai orang yang berjiwa besar.

 

Pemimpin yang besar adalah mereka yang berani mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut.

 

S e k a l i p u n kita merasa malu.., mendapat makian.., menanggung konsekuensi yang cukup berat.., percayalah di balik semuanya itu, Tuhan sendiri yang akan menghormati iman dan ketaatan kita .

 

Dan Ia tidak akan membiarkan hambaNya dipermalukan.

Orang yang rendah hati b a h k a n akan ditinggikan-Nya.

 

Mereka yang berjiwa besar adalah orang yang mau mengakui kesalahannya..

         

           Apakah itu Anda ?

 

              BE GENTLE !

 

         ( Amsal 28 : 13 )


BUTUH ORANG LAIN        

 

Setiap orang.., sehebat apapun dia.., membutuhkan orang lain dalam hidup ini.

 

Mata memang bisa melihat segala hal kecuali dirinya sendiri.

 

Kita membutuhkan orang lain untuk memperbaiki sikap kita yg salah.

 

Kita memerlukan nasihat orang tua..,

teguran sahabat..,kritik dari atasan..,

saran dari pasangan.., daan

nasihat yg baik dari siapa saja.

 

M e m a n g pada saat mendengar tindakan kita dikritik atau ditegur, rasanya tidak nyaman...

 

Lebih enak & menyenangkan bila kita selalu dipuji & didukung.

 

Akan tetapi orang yg dapat menerima teguran & nasihat dari orang lain sebenarnya sedang menolong dirinya sendiri agar terhindar dari kesalahan

 

S e b a l i k n y a, sungguh kasihan orang yang menganggap pendapatnya sendiri paling benar.

 

Ia tidak berkesempatan memperbaiki hidupnya & mendapatkan yg lebih baik dari pendapatnya sendiri.

 

Berterima kasihlah kepada orang yg selama ini rajin mengkritik kita.

 

Selalu merasa diri paling benar, bisa menjadi bumerang yg akan membahayakan diri kita sendiri

 

         ( II Korintus 8 : 14 ).

 

INSPIRASI

(Hari tanpa rasa kuatir)

 

Dari tujuh hari dalam seminggu, sebenarnya ada dua hari yang tidak perlu dikuatirkan.

Dua hari tersebut adalah hari kemarin   dan hari esok !

Hari kemarin.

Siapa yang perlu mengkuatirkan lagi hari kemarin ?

Hari di mana semua,

-kesalahan,

-kekurangan,

-kekecewaan,

-sakit hati yang kita alami.

Hari di mana kita kehilangan seseorang atau sesuatu yang kita sayangi.

Hari di mana kita merasa menjadi orang yang paling bodoh dan orang paling sial sedunia.

Hari di mana kita menyakiti hati orang yang kita cintai.

Hari di mana kita mengalami kegagalan dan penolakan.

Hari di mana bahkan mungkin serupiahpun tak ada di dalam dompet kita.

Tetapi bagaimana pun semua hari itu sudah berlalu.

Hari itu sudah berlalu dan berapa pun uang yang kita punya, tak akan dapat dipakai untuk membeli dan mengembalikan masa lalu untuk diperbaiki.

Untuk itu kita tak perlu berulang kali menoleh ke belakang dan meratapi semua yang telah terjadi.

Hari Esok

Hari di mana kita sangat memikirkan akan banyak hal yang belum terjadi.

Ya.. belum terjadi !!!

Hari di mana kita tak tahu sampai bila nafas kita akan berhembus, dan jantung kita akan berhenti berdetak.

Hari di mana mungkin kita akan berhasil tetapi mungkin juga boleh gagal.

Tetapi mengapa harus kita kuatirkan.....?

Mengapa harus kita pikirkan kalau hari ini saja masih boleh kita perjuangkan ?

Dan jika Hari Ini ada kesempatan kita melakukan banyak hal...

Maka .....

-Lakukanlah semua pekerjaan kita sebaik mungkin.

-Lakukanlah semua hal yang kita impikan dan kita inginkan.

-Lakukanlah semua hal yang boleh membuat orang-orang tersayang berbahagia.

-Lakukanlah semua hal positif yang boleh menggembirakan.

Sehingga kita tak perlu lagi mengkuatirkan hari kemarin dan hari esok.

Karena kita sudah melakukan yang terbaik hari ini.

Biarkanlah semua itu berjalan apa adanya asalkan kita sudah berusaha sebaik mungkin.

"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.  Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

(Matius 6: 34).

 

INSPIRASI

(Pikiran kitalah yang kadang menyesatkan kita)

 

"Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan."

(Roma 10: 10)

Kita semua dipanggil untuk terus mendekatkan diri kepada Allah yang telah menciptakan kita dari awal penciptaan.

Keselamatan terjadi bila orang menjadi murid Kristus sejati. Kristus membuka jalan bagi kita sebagai pengikut-Nya untuk terus membaharui diri dalam:

-Perkataan.

-Perbuatan.

-Kelalaian.

Pikiran kitalah yang kadang menyesatkan kita, walau sebagai pengikut Kristus belum tentu jaminan keselamatan kita terima, bila kita tidak jadi pelaku firman.

Mengakui Kristus sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan.

Kesejatian kita sebagai murid Kristus dilihat dari keberanian kita untuk terus diperbaharui diri dengan sepenuh hati baik dalam :

-Perkataan.

-Perbuatan.

-Pikiran.

-Kelalaian.

Yesus memanggil murid-Nya untuk mengikuti-Nya, saat mereka sedang menebarkan jala di pantai.

Semua orang boleh menjadi pengikut Kristus.

Tidak pandang :

-Status.

-Pekerjaan.

-Paras rupa.

Kuncinya mau membuka hati dan mulut untuk mengakui Kristus sebagai Juru selamat.

Itulah tanda kita adalah murid Kristus yang sejati,

kesejatian kita sebagai murid Kristus terletak pada pertobatan kita dan membuka hati untuk mengalami keselamatan Allah.

 

Amin.

 

B E R S A B A R   S A J A...

 

Sebagai manusia tentunya kita punya banyak keinginan, hal itu sebetulnya sah2 saja , k a r e n a akan menjadi sebuah pemacu atau motivasi untuk bekerja dengan lebih giat lagi...

 

Para pakar mengatakan bahwa setiap orang akan mengalami tingkat2 untuk eksistensi diri , sehingga hal itu dapat memotivasi diri dari satu jenjang ke jenjang berikutnya...

 

N a m u n jangan lupa, manusia boleh saja berencana , t e t a p i Tuhan juga yg akan memberikan Acc nya ; kalau Tuhan belum berkenan ; m a k a seberapa kuat kita berusaha belum tentu berhasil...

 

S e b a l i k n y a jika Tuhan berkehendak, APAPUN yg kelihatannya mustahil..., m e s k i p u n jalannya berliku.., begitu sulit dan berat untuk dijalani,..., t e t a p i dengan KaruniaNya , m a k a semua itu akan tercapai dengan mulusnya , sehingga kita akan ter kagum2 dibuatnya..

 

 HOW GREAT IS OUR GOD !

 

        ( Pengkotbah 3 : 11 ).

 

INSPIRASI

(Kisah emas dan tanah)

 

Emas berkata pada tanah,

“Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat dan menyilau seperti aku ?  Apakah engkau berharga seperti aku ?”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku boleh menumbuhkan bunga dan buah,  boleh menumbuhkan rumput dan pohon, boleh menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain,  apakah kamu boleh...... ?”

Emas pun terdiam seribu bahasa......!!!!!

********

Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas,

-berharga,

-mengkilat,

 -menyilaukan, tetapi tidak bermanfaat  bagi sesama.

-Sukses dalam karier,       

-rupawan dalam paras,

  tapi sukar membantu apa lagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah.

Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan, siap membantu bila pun.

Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.

Jika keberadaan kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai.

-Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi kita,  keluarga dan orang lain.

-Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yang memerlukan.

-Apalah arti kepandaian bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.

Karena hidup adalah proses,

ada saatnya

kita memberi dan ada saatnya kita menerima.

Tetaplah menjadi baik walaupun dipandang sebelah mata.

 

Amin.

 

   BELAJAR DARI POHON

 

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri.

 

Untuk hidup / tumbuh, pohon memperoleh makanan dari tanah.

Semakin dalam akarnya, makin banyak nutrisi yang diserap.

 

Ini mengajarkan untuk kita lebih dekat  dengan Tuhan sebagai Sumber Kehidupan, semakin mendalam , m a k a kita akan semakin kuat

 

2. Pohon TIDAK MARAH/TERSINGGUNG ketika buahnya dipetik orang.

 

Kadang hati kecil kita protes, kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain.

Inilah prinsip memberi.

 

Kita bekerja bukan untuk hidup saja , t e t a p i untuk memberi buah.

 

Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang memerlukan, b u k a n demi diri sendiri.

 

3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan banyak biji2 yang dapat menjadi pohon2 berikutnya,sehingga akhirnya dapat mengeluarkan buah2 yang segar.

 

Ini mengingatkan agar hidup kita dapat memberi dampak positif terhadap orang lain.

 

Bila kita dipercaya menjadi seorang pemimpin..itu bukan masalah posisi/ jabatan dan untuk memperkaya atau mempertuan diri ,t e t a p i mengenai pengaruh dan inspirasi yang bisa diberikan kepada orang lain.

 

Semoga kita semua bisa menjadi Pohon yang Bermanfaat !

 

         ( Mazmur 1 : 3 ).

 

GURU KECIL

 

Bacaan: Matius 21:12-16

NATS: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian (Matius 21:16)

 

Anak-anak sepertinya lebih lincah mengoperasikan komputer jika dibandingkan dengan orangtua mereka. Karena itu, sebuah perusahaan komputer yang tengah mencoba meningkatkan penjualan bagi orang dewasa membuat iklan seri komputer tertentu dengan slogan: "Begitu mudah, bahkan orang dewasa pun dapat mengoperasikannya!" (Dan jika mereka masih menjumpai masalah, mereka dapat bertanya pada anak-anak mereka.)

 

Ini bukan untuk pertama kalinya orang dewasa harus belajar mengenai sesuatu hal dari anak-anak. Ketika Yesus tiba di Yerusalem dan menyembuhkan orang-orang di Bait Allah, anak-anaklah yang justru lebih cepat mengenali-Nya. Merekalah yang memulai teriakan: "Hosana bagi Anak Daud!" (Matius 21:15).

 

Meskipun demikian, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat tidak mau mendengarkan dan belajar dari anak-anak. Mereka merendahkan Yesus. Malahan kemudian mereka berkata kepada Yesus, "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" "Ya!" jawab Yesus. Kemudian dengan mengutip Mazmur 8:2, Dia berkata, "Belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?" (Matius 21:16).

 

Hai para orangtua, guru, kaum kerabat, dan orang-orang yang telah dewasa, ingatlah selalu bahwa kita bukan orang yang tahu segalanya. Hendaklah kita cukup rendah hati untuk mau mendengarkan dan mempelajari sesuatu yang ingin Allah ajarkan kepada kita melalui iman seorang anak -JEY

 

 

SESUATU YANG BESAR

DAPAT KITA PELAJARI DARI ANAK KECIL


Posting Komentar untuk "Renungan Kristen tentang BERJIWA BESAR"