Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Singkat Firman Tuhan PERCAYA DAN BERSERAH KEPADA TUHAN

 



PERCAYA DAN BERSERAH 

KEPADA TUHAN

 

“Kita akan menjadi Bahagia dan Kuat, ‎Mampu Menanggung Segala Hal dan Melakukan Segala Hal, ‎jika kita Percaya bahwa setiap Hari, setiap Jam, setiap Saat dalam Kehidupan kita, Ada di dalam Tangan TUHAN.”

(Henry Van Dyke)

 

Rasa kurang percaya seringkali menghinggapi Hati dan Pikiran kita ketika berada dalam situasi sulit, ‎kita mudah menjadi Pesimis dan Takut.

 

Ketika kita Merasa Lelah dan Tak Sanggup Berjalan lagi,‎

kita seringkali memilih untuk Menyerah dan Berhenti saja.‎

Kita mungkin memohon pada TUHAN agar masalah ini di angkat dari kita,

namun apakah kita pernah memohon agar kita mengerti apa yang TUHAN kehendaki bagi kita ?

 

Ya, TUHAN tak akan memberikan Cobaan atau Ujian yang di Luar Batas Kemampuan kita.

 

TUHAN mau kita memikul beban itu, karena‎ TUHAN punya tujuan yang mungkin kita belum mengerti.

 

Ketahuilah jika kita menanggung beban itu seorang diri saja, maka‎ kita akan merasa lelah dan sakit.

 

Kita akan mampu menanggung beban itu jika kita Bersama TUHAN dan menyerahkannya dalam TanganNYA.

 

TUHAN tak akan membuat beban itu menjadi ringan,

tetapi TUHAN akan membuat kita Lebih Kuat,

sehingga kita sanggup membawa beban tersebut,‎

oleh sbab itu Janganlah kita mudah untuk mengeluh karena masalah² yang kita hadapi,

TUHAN tahu sejauh mana Kemampuan kita.

 

TUHAN membiarkan kita mengalami sesuatu yang berat dalam hidup kita bukan untuk menghancurkan kita, tetapi‎ agar kita Semakin Percaya dan Mengandalkan DIA.‎

 

PERCAYALAH DAN BERSERAHLAH PADA TUHAN, ‎MAKA SEGALANYA AKAN MENJADI BAIK.

 

“Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit?

Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

Sebab itu janganlah kamu takut,

karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”

(Matius 10:29-31)

 

PERLU KEULETAN UNTUK MENCAPAI SESUATU YANG BERKUALITAS

 

Fred Douglas benar² memulai hidupnya tanpa apa², ‎bahkan ia tidak memiliki dirinya sendiri ketika masih dalam kandungan ibunya.

Sebagai anak budak belian, ‎ia sudah di jadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang tuanya.

 

Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari,

di mana ibunya harus berjalan sejauh 12 km hanya untuk bertemu anaknya selama 1 jam.

 

Ia tidak mempunyai kesempatan belajar,

karena pada jaman itu, para budak belian tidak di perbolehkan belajar menulis dan membaca,‎

Namun tanpa di ketahui siapapun, ‎ia belajar membaca dan menulis.‎

 

Dalam waktu singkat, ‎ia sudah membuat malu teman²nya yang berkulit putih dalam hal pelajaran.

 

Pada usia 21 tahun, ‎ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford.

 

Di Mantucket, ia berpidato, ‎mendesak di hapuskannya perbudakan,‎

Kesan yang di timbulkannya sedemikian baik, ‎sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts.

 

Sementara ia ber-pindah² dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar.

 

Ia kemudian di kirim ke Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dollar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang budak.

 

Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New Era di Washington,‎ Ber-tahun² lamanya ia menjadi kepala District of Columbia dan bisa menandingi setiap orang kulit putih mana pun.

 

Apakah keadaan kita lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu di lahirkan?‎

“Do not spend your life trying to prove to them that they are wrong.

Prove to yourself that you are right.”

 

“Janganlah hidup untuk mencoba membuktikan kepada mereka bahwa mereka salah.‎

Buktikan kepada diri anda sendiri bahwa anda benar.”

 

PERLU KEULETAN UNTUK MENCAPAI SESUATU YANG BERKUALITAS.‎

 

Amsal 2:6-8

Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia.


KEKAYAAN BUKANLAH UNTUK KESOMBONGAN

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”

(1Timotius 6:17)

 

Uang Rp 1.000 dan Rp 100.000 sama² terbuat dari kertas, ‎sama² di cetak dan di edarkan oleh dan dari Bank Indonesia,‎

Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank, ‎beredar di masyarakat.

Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda,‎

Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

 

Rp 100.000 bertanya kepada yang Rp 1000,

"kenapa badan kamu begitu lusuk, kotor, dan bau amis?"

 

"karena aku begitu keluar dari Bank langsung di tangan orang² bawahan,

dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan, dan di tangan pengemis."

 

Lalu Rp 1000 bertanya balik,

"kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi, dan masih bersih?"

 

"karena begitu aku keluar dari Bank, langsung di sambut perempuan cantik,‎

Beredarnya pun di restauran mahal, di mall, dan juga hotel² berbintang, ‎serta keberadaanku selalu di jaga dan jarang keluar dari dompet."

 

"Pernahkah engkau mampir di gereja?"

 

"belum pernah..."

 

"Ketahuilah walaupun keadaanku seperti ini adanya, ‎setiap minggu aku ada di dalam gereja dan di tangan anak² yatim, bahkan ‎aku selalu bersyukur kepada TUHAN, karena‎ aku tidak di pandang manusia bukan karena nilai, tetapi‎ yang di pandang adalah SEBUAH MANFAAT."

 

Akhirnya menangislah uang Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi, tapi ‎tidak begitu bermanfaat selama ini...‎

 

Dunia MEMUJA MATERI...‎

KAYA MISKIN se-mata² di ukur atas dasar MATERI, padahal ‎KELIMPAHAN MATERI tidak otomatis membuat seseorang menjadi KAYA,‎

KEKURANGAN MATERI tidak lantas membuat seseorg menjadi MISKIN...

 

JADI BUKAN SEBERAPA BESAR PENGHASILAN kita, tetapi ‎SEBERAPA BERMANFAAT PENGHASILAN kita tersebut, karena‎ KEKAYAAN BUKANLAH UNTUK KESOMBONGAN.‎

 

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

(Lukas 12:15)

 

Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu MESYUKURI dan MEMBERI MANFAAT UNTUK SESAMA, SERTA ‎DI JAUHKAN DARI SIFAT SOMBONG...

 

“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”

(Mazmur 18:12)

 


Posting Komentar untuk "Renungan Singkat Firman Tuhan PERCAYA DAN BERSERAH KEPADA TUHAN"