Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Singkat Firman Tuhan RINTANGAN DAN UJIAN MERUPAKAN PROSES KEHIDUPAN

 



RINTANGAN DAN UJIAN MERUPAKAN PROSES KEHIDUPAN

Mazmur 18:30

(18-31) Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

 

Kita tak pernah tahu kapan hujan akan turun,‎

Saat hujan turun,‎kerap mendatangkan bencana, ‎misalnya terjadinya banjir.

Kita tak dapat mencegah datangnya banjir,‎

dan kita tak akan pernah bisa menolak air itu mengalir di depan kita,‎

seperti itulah Dinamika Kehidupan kita;

Kita tak pernah tahu kapan rintangan² itu datang menghampiri hidup kita.

Apa yang akan kita lakukan saat kehilangan pekerjaan?

 

Mendapati diri kita mengidap penyakit yang mematikan?

 

atau bahkan kehidupan kita telah hancur berantakan?

Rintangan² itu merupakan awan gelap kehidupan,‎

sama seperti hujan yang juga berasal dari awan yang gelap.

Rintangan² tersebut pada puncaknya akan bisa membawa kita pada suatu KEHANCURAN,‎

atau justru membawa kita pada hidup pada suatu KEBAHAGIAAN.‎

 

HIDUP bukan tentang menunggu hujan berlalu, tetapi‎ HIDUP adalah tentang menari di tengah hujan.‎

HIDUP itu bukan diam atau melarikan diri dari suatu masalah;‎

HIDUP bukan untuk menunggu semua masalah itu berlalu dari kehidupan kita,‎

Rintangan dan Ujian adalah suatu Proses Kehidupan yang harus kita kerjakan.‎

 

Orang yang mengatakan matahari mendatangkan kebahagiaan adalah orang yang tidak pernah menari di tengah hujan,‎

terkadang kita membutuhkan Rintangan dan Ujian untuk dapat mengekspresikan indahnya kehidupan.

 

Rintangan dan Ujian membuat kita semakin KUAT, DEWASA, semakin BIJAK dalam menyikapi setiap permasalahan.

Bila Rintangan dan Ujian datang dalam hidup kita,‎

Jangan jadikan sebuah alasan untuk kita meninggalkan TUHAN, karena‎ ketika kita tetap taat mengikuti prosesNYA dan percaya padaNYA,‎

kita akan di bawa oleh-NYA melihat janji-NYA yang begitu ajaib dan luar biasa.‎

 

Mazmur 12:6-7

(12-7) Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

(12-8) Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

 

IBU Vs ANAK

 

Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi...

Ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman...

 

Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata...

Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia.

 

Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran.

 

Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata, "Sabar nak, sabar ya sayang."

 

N A M U N...

 

Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi.

Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata.

 

Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?

 

Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad. Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali.

 

Tangan ibu, tangan ajaib.

Sentuhan ibu, sentuhan kasih..

 

Doa sujud kita di pagi yg cerah ini agar ibu kita selalu diberi kesehatan prima dan kesempatan hidup lebih lama bersama kita....

 

            ( Amsal 6 : 20 ).

(Apakah kita juga mempunyai sifat kasih ?)

 

"Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu."

(Mzm 104:24)

-Apakah kita ciptaan Tuhan ?

-Apakah sifat Tuhan adalah Kasih ?

Jika kita diciptakan Tuhan berarti kita juga punya sifat Kasih,

maka Hiduplah dalam Kasih.

Apa sikap hidup dalam kasih ?

-Menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik.

-Mengasihi sesama sebagai saudara.

-Saling mendahului memberi hormat.

-Tidak malas tetapi terus semangat bekerja.

-Sabar dalam kesesakan dengan tekun berdoa.

-Ringan tangan membantu orang lain.

-Berempati terhadap orang lain.

-Tidak mengutuk orang yang menganiaya.

-Memikirkan hal-hal sederhana, bukan hal-hal yang terlalu tinggi.

-Tidak merasa pandai, tapi rendah hati.

-Hidup berdamai dengan semua orang.

-Membalas kejahatan dengan kebaikan, dan tidak membalas dendam.

Jika kita mau terus berusaha hidup dalam kasih, kita pasti mampu;

karena kita adalah ciptaan Tuhan.

Jika kita tidak mau dan tidak mampu,

mungkin kita sudah dipermainkan oleh setan.

 

AYO, KAMU BISA !

 

Seorang anak kecil yg sedang belajar berjalan pasti mengalami Jatuh Bangun...

 

Pemain sepakbola yg berupaya mencetak gol ke gawang lawannya juga sering Jatuh Bangun...

 

Begitu juga para pengusaha sering mengalami jatuh bangun dalam mengelola serta memajukan usahanya.

 

P a d a pokoknya Jatuh - Bangun pasti pernah dialami oleh setiap orang , a p a p u n profesinya...

 

M a s a l a h n y a , kebanyakan orang merasa kapok dan cepat menyerah setelah jatuh..., mereka enggan dan trauma untuk bangun lagi guna meraih apa yg diinginkannya...

 

P a d a h a l , sejatinya orang yg jatuh punya kesempatan untuk bangun, daaan nyatanya orang yg sudah jatuh, masih bisa bangun..., berjalan..., b a h k a n berlari...

 

Tokoh2 besar dan sukses di dunia ini, di bidang apapun bukanlah orang2 yg tidak pernah jatuh..., b a h k a n mereka sering jatuh..., n a m u n mereka menjadikan kejatuhan itu sebagai Pijakan dan landasan untuk bangun lagi....

 

Daaan...., j u s t r u mereka bisa mencapai posisi yg jauuuhhh lebih tinggi dari tempat mereka jatuh...

 

Yang penting bukan seberapa jauh kita jatuh..., m e l a i n k a n seberapa tinggi kita bangkit dan melompat dari kejatuhan itu...

 

NEVER GIVE UP !

 

( Mikha 7 : 8 ).

 

(Kita harus memilih teman pergaulan)

 

Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik,

Itulah sebabnya Menjaga Pergaulan sangat penting di dalam kehidupan seharian hidup kita,‎

sebab Pergaulan kita akan sangat Mempengaruhi Kehidupan kita, ‎

-baik pada masa kini,

‎ -maupun pada masa yang akan datang.

Pergaulan yang positif akan membuat diri kita menjadi positif. Pergaulan, yang negatif akan membuat diri kita menjadi negatif.

 

Pergaulan yang Baik akan Membangun Hidup kita, sedangkan ‎Pergaulan yang Buruk akan Merusak bahkan Menghancurkan Hidup kita.

Banyak orang yang tadinya baik-baik saja, namun  

‎ berubah menjadi orang yang "rusak" karena mempunyai Pergaulan yang tidak baik.

Banyak orang yang terlibat

-judi,

-minuman keras,

-sex bebas,

-narkoba/obat2an terlarang,

-dan lain-lain, 

awalnya hanyalah sekedar mengikuti arus dan ikut-ikutan teman sepergaulan, namun‎ lama-kelamaan akhirnya hal itu Merusak Hidup mereka !‎

 

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”

(Amsal 13:20).

 

Oleh karena itu, ‎penting bagi kita untuk Menjaga Pergaulan dan Memilih dengan siapa kita bergaul,

Jangan sampai hidup kita rosak karena salah bergaul.

 

Ada istilah yang berkata,

"Tunjukkanlah kepadaku siapa teman-temanmu, maka‎ aku akan menunjukkan kepadamu siapa kamu yang sebenarnya",‎

Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa Baik Buruknya Keadaan Hidup kita Sangat di Pengaruhi oleh Pergaulan kita.

 

Jadi ‎Berhati-hatilah dengan Pergaulan kita,

Yang namanya Karakter itu di bentuk dari Pergaulan kita;

Dengan siapa kita Bergaul, maka‎ akan menentukan seperti apa Karakter kita.

Jika kita Bergaul dengan orang yang Berkarakter Buruk, maka‎ kita akan terbawa punya Karakter Buruk;‎

Jika kita Bergaul dengan orang yang Berkarakter Baik, maka ‎ kita juga akan terbawa punya Karakter Baik.

Selamat memilih secara bijak dengan siapa para sahabat bergaul.

 

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.”

(1korintus 15:33).

 

 


Posting Komentar untuk "Renungan Singkat Firman Tuhan RINTANGAN DAN UJIAN MERUPAKAN PROSES KEHIDUPAN"