Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

TUHAN KEKUATANKU



TUHAN KEKUATANKU 

Mazmur 28:7.

TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya.

Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

 

Hidup ini tidak mudah, tantangan demi tantangan harus kita lalui untuk mencapai kesuksesan.

Kadang kita gagal, bukan berarti kita harus menyerah.

Pakailah kegagalan untuk memperbaiki dalam menempuh tantangan berikutnya.

Ingatlah bahwa kita tidak sendiri, ada TUHAN yg selalu menuntun, memberi kekuatan dan motivasi.

Disaat kita siap melangkah, serahkanlah semua itu kepada TUHAN, agar apapun hasil yg kita capai dapat kita terima dengan ucapan syukur.

 


SAAT KITA SETIA DAN ‎SAAT KITA BEKERJA DENGAN PENUH KETULUSAN,

DI SANALAH BERKAT TUHAN AKAN DI CURAHKAN


Di hutan ada seekor kelinci sedang asyik menikmati wortelnya, ‎sedangkan di balik pohon ada dua ekor serigala yang bersiap untuk memburunya.

 

Serigala itu mengadakan kesepakatan untuk berlomba memburu kelinci tersebut,‎

Masing² serigala segera menyusun strategi.

 

Serigala pertama lebih memilih untuk mengejar kelinci secepatnya,‎

ia lupa bahwa kelinci merupakan binatang yang cerdik dan juga cepat dalam berlari.

 

Serigala pertama pun menyerah,

karena telah kehabisan tenaga dan merasa sangat lelah.

Berbeda halnya dengan serigala kedua,‎

Serigala itu bekerja dengan santai, r‎upanya serigala kedua sedang membuat perangkap dengan sangat sempurna sampai pada akhirnya kelinci tersebut masuk dalam perangkapnya.

 

Serigala pertama hanya berfokus pada hasil perburuannya,‎

ia itu hanya berlari tanpa memikirkan cara bagaimana untuk bisa menangkapnya secara baik,‎

Sama halnya dengan kita yang saat ini merasa lelah dalam bekerja.

Ada banyak motivasi seseorang dalam bekerja, ‎salah satunya adalah untuk mendapatkan banyak uang,‎

Ketika seseorang hanya berfokus pada uang tanpa mencintai pekerjaan itu sendiri, ‎maka akan mengalami banyak kelelahan.

 

Kerjakan yang Terbaik dan Bersyukurlah dengan apa yang telah kita capai, karena TUHAN akan memperhatikan orang² yang setia pada pekerjaannya dan juga memiliki ketulusan hati.‎

 

SAAT KITA SETIA DAN ‎SAAT KITA BEKERJA DENGAN PENUH KETULUSAN,

DI SANALAH BERKAT TUHAN AKAN DI CURAHKAN.

 

“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu.”

(Ulangan 28:1-2)

 

MEMBUANG KERIKIL KEHIDUPAN

  

Batu kerikil kecil kadang tidak memiliki arti apa² dalam kehidupan kita,‎

Namun jika kerikil kecil itu ada di dalam sepatu kita dan kita mengenakan sepatu itu, maka‎ akan ada rasa sakit di sana, bahkan ‎kalau di biarkan rasa sakit itu akan men-jadi² dan membuat tidak nyaman seluruh hidup kita.

 

Kita harus membuang kerikil kecil itu dari dalam sepatu kita, agar‎ kita bisa nyaman dalam perjalanan hidup kita.

Demikian juga rasa amarah, kekesalan, dan dendam dalam diri kita,‎

per-tama² tak akan begitu berpengaruh, namun‎ jika di biarkan akan sangat membuat tidak nyaman, bahkan‎ kita akan sakit karenanya,‎

Buanglah dendam, amarah, dan kekesalan dalam hidup kita,

Jangan biarkan kerikil kecil itu dalam diri kita.

Semoga kita selalu berani membuka sepatu dan membuang kerikil hidup kita yang seringkali ada di sana.

 

Kalau punya kesempatan,

setidaknya mengarahkan orang lain ke arah baik.

 

Kalau ada waktu,

setidaknya menjauhi membicarakan aib orang lain.

 

Kalau sifat buruk susah di atur,

setidaknya menghindari berpikiran kotor dan negatif.

 

Kalau masih sehat,

setidaknya tidak membenci orang lain.

 

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”

(Yakobus 1:21-22)

 

MIMPIKAN, IMANI, DAN LAKUKANLAH, MAKA ITULAH YANG AKAN TERJADI

  

Jack Canfield, penulis "Chicken Soup for the soul", ‎pernah bercerita bahwa ia pernah mengadakan sebuah pesta kostum di saat ia masih muda.

Aturan dress code dalam pesta itu cukup unik, ‎yaitu tiap orang yg menghadiri pesta harus menggunakan pakaian se-olah² seperti apa yang mereka inginkan terjadi dalam 5 tahun mendatang.‎

 

Misalnya dalam 5 tahun kemudian tersebut adalah yang ingin menjadi pengusaha, artis, seniman, lawyer, dokter atau apa saja, ‎maka ia harus mengenakan kostum seperti yang ia inginkan.

 

Acara berlangsung meriah, seru dan unik...‎

 

Ber-tahun² kemudian, Jack Canfield melihat2 kembali foto² masa mudanya,

ia merasa kaget dan merinding,

karena ia sadar bahwa saat ini sebagian besar temannya menjadi sama persis dengan kostum yang dulu mereka kenakan saat pesta.

Kebenaran apa yang kita dapatkan dari cerita di atas?

Kita akan menjadi sama persis dengan apa yang kita Impikan, Harapkan dan yang kita Perkatakan setiap harinya.‎

 

Jika kita melihat diri kita secara negatif, maka‎ akan jadi seperti itulah diri kita,‎

Sebaliknya jika kita melihat, ‎mengharapkan dan memperkatakan yang positif, maka seperti itu juga yang akan kita alami,‎

Dalam bahasa rohani, ‎itulah yang di sebut dengan DIMENSI IMAN.

 

Kita belum melihat sesuatu terjadi nyata, namun‎ kita sudah mempercayainya dalam HATI dan PIKIRAN kita, sehingga‎ suatu hari kelak itu akan terjadi.‎

 

Betapa dahsyatnya PIKIRAN kita...‎

Itulah sebabnya ijinkan TUHAN memenuhi dan menguasai pikiran kita,

kuatkan iman dan pengharapan kita kepadaNYA.

 

MIMPIKAN, IMANI, DAN LAKUKANLAH, MAKA ITULAH YANG AKAN TERJADI,‎ BERJALAN DENGAN TUHAN, TIDAK ADA YANG MUSTAHIL...‎

 

“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”

(Yakobus 2:22)

 

TAK ADA ORANG GAGAL, KECUALI ORANG ITU BERHENTI BERUSAHA

 

Banyak hal yang bisa di ajarkan oleh "Kegagalan Hidup" tentang diri kita;‎

Mereka yang Memetik Pelajaran dari Kegagalan dan Kesalahannya bisa kembali dengan keadaan yang lebih kuat daripada sebelumnya.

Sebenarnya kita bisa Memetik Pelajaran dari Kegagalan, ‎Memikirkan Apa yang Salah dan Memperbaikinya,‎

Kita Mempunyai Kekuatan untuk Berubah,‎

Inilah yang di maksud John C. Maxwell, ‎dalam bukunya Failing Forward :‎

Tuning Mistake into Stepping Stones for Success.‎

(Bahwa tak ada orang yang Gagal, kecuali orang itu Berhenti Berusaha).

 

"The winner sees an answer for every problem.

The looser sees the problem in every answer".

 

"Seorang Pemenang selalu melihat sebuah jawaban di setiap masalah,‎

Sedang seorang pecundang melihat sebuah masalah di setiap jawaban."

 

The looser atau orang gagal, ‎jika di hantam kesulitan,

Mereka selalu bisa membuat 1001 alasan mengapa dia gagal.‎

Dalih itu muncul silih berganti, seakan tiada habisnya.

 

Mereka selalu bisa menemukan alasan mengapa dia gagal,

Hampir semuanya menunjuk dan menyalahkan pihak di luar dirinya, ‎itulah mental pecundang,‎

Jelas, Orang Gagal selalu kelebihan 1 alasan.

 

Sebaliknya ‎The Winner atau Pemenang jika di hadapkan pada rintangan, halangan, kesulitan, kegagalan, ‎akan melihat ke dalam terlebih dahulu dan melakukan Introspeksi Diri.

 

Mereka akan mencari penyebabnya dari dalam, menilai dan mencari kekurangan atau kesalahan dari apa yang menjadi penyebab timbulnya masalah dan kegagalan,‎

Jika sebab di temukan, ‎mereka akan mencari cara untuk memperbaikinya,‎

Itulah sebabnya, ‎Orang Sukses terus bertambah Sukses,‎

Memang Orang Sukses selalu kelebihan 1 cara.

 

TAK ADA KEGAGALAN, ‎SELAMA KITA MAU BERUSAHA DAN TIDAK MENYERAH.

“Hati si pemalas penuh keinginan,

tetapi sia-sia,

sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.”

(Amsal 13:4)

 

 

MEMILIKI DEDIKASI UNTUK MELAKUKAN YANG TERBAIK ‎DI SETIAP PENGGAL WAKTU YANG KITA PUNYA

Di pagi yang cerah, ‎seekor burung elang mengamati kegiatan segerombolan tawon (lebah) yang terlihat sibuk membuat sarang.

Tampak seekor tawon terbang hinggap di antara bunga² hutan yang mekar,

mengisap sari madu dan terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya.

 

"Hai tawon kecil, ‎untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu?‎

Umur tawon kan sangat pendek, t‎ak perlu susah² bekerja,

Santai² saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu."

 

"Umurku memang tak sepanjang umurmu, tetapi ‎JUSTRU KARENA PENDEKNYA WAKTU yang aku punya, ‎aku TIDAK BOLEH ME-NYIA²KANNYA.‎

Aku harus BEKERJA GIAT dan LEBIH RAJIN, agar‎ sarang kami bisa selesai sesingkat umur kami."

 

"Untuk apa sarangmu harus di selesaikan cepat², ‎toh kamu akan segera mati?‎

kamu pun tak bisa menikmati sarang yang telah di buat dengan susah payah."

 

"Tuan elang yang gagah dan berumur panjang, ‎kasihan sekali caramu berpikir,‎

Justru UMUR kami yang SINGKAT inilah yang HARUS kami HARGAI dengan SUNGGUH².‎

Kami memang makhluk kecil dan berumur pendek, tetapi ‎kami BANGGA dan BAHAGIA KARENA BISA BERARTI BAGI MAKHLUK LAIN, ‎yaitu dengan MEMBERI SEMUA HASIL KERJA KERAS yang telah di lakukan seumur hidup kami, i‎tulah arti keberadaan kami..."

 

Mendengar ucapan tawon, ‎burung elang terdiam.‎

 

Ternyata di balik penampilan makhluk yang kecil dan berumur pendek, ‎kehidupan mereka pun memiliki arti tersendiri,‎

Seberapa pun panjang dan pendeknya sebuah kehidupan,

itu adalah misteri alam YANG MAHA KUASA.‎

 

Sebagai manusia, ‎kita tak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir,‎

Tapi jika DI SETIAP PENGGAL WAKTU yang kita punya,‎

kita memiliki DEDIKASI UNTUK MELAKUKAN YANG TERBAIK, ‎serta mampu BERTANGGUNG JAWAB atas kehidupan kita sendiri (apalagi juga bermanfaat bagi orang lain), ‎niscaya tiap hari yang kita jalani adalah hari yang penuh GAIRAH, GEMBIRA, OPTIMIS, PRODUKTIF, DAN DINAMIS.‎

 

“Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.”

(Kolose 4:5)

 


Posting Komentar untuk "TUHAN KEKUATANKU"