Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Khotbah Minggu 24 Juli 2022 BERDOA NAFAS HIDUP ORANG PERCAYA

 



BERDOA NAFAS HIDUP ORANG PERCAYA. 

(Nas Kitab Injil Lukas 11:1-13).

(Khotbah Pdt.Julistian Hutahuruk, dari GKPI Bekasi Minggu, 24 Juli 2022. GPI Pauk Praja IPDN Jatinangor).


Sebuah tema yang tidak asing di telinga kita.

Apa maksud dari tema ini?

Doa itu perlu dilakukan secara terus-menerus.

Orang beriman perlu terus-menerus berdoa, sama seperti bernafas.

Di kalangan mahasiswa, doa itu seperti Apel, pagi lapor kepada Tuhan, malam juga lapor kepada Tuhan. Bahwa telah menyelesaikan satu hari ini.


Bernafas itu secara natural terjadi, seharusnya berdoa juga demikian. Bernafas itu simple dan sederhana.

Berdoa sesederhana itukah?

Tetapi seringkali doa seperti momok yang menakutkan, kalau diminta memimpin doa, ada yg berkata ah jangan sayalah. Suruh yang lain saja, suruh dia saja.

Banyak orang yang menghindar, jika diminta untuk memimpin doa.

Kalau bernafas itu sederhana, seharusnya berdoa juga demikian.

Dua kitab Injil menuliskan tentang doa ini, yakni Matius 6:9-13 yang kita kenal dengan doa Bapa kami & Lukas 11:1-13 ayat yang kita baca hari ini.


Murid-murid meminta Tuhan Yesus mengajarkan berdoa.

Bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan, bahwa doa itu posisinya sentral dalam hidup orang percaya.

Yesus memberikan contoh kongkrit selama hidup dan melayani bersama para murid. Markus 1:35, pagi-pagi benar Yesus berdoa. (penekanan pendengar).

Yesus mau mengajarkan disiplin spiritual kepada para murid-Nya.

Zaman gereja mula-mula 7 waktu tidak beda jauh dengan teman-teman kita umat M, yakni 5 waktu.

-Kita sebagai orang percaya masa kini, kita seringkali menganggap remeh dan enteng berdoa, mungkin itu yang membuat kita lupa dan tidak serius dalam berdoa. Bahkan makanpun kita seringkali lupa berdoa, menganggap doa itu sekadar formalitas saja.


Hari ini kita belajar bahwa Yesus mengajarkan, doa itu sesuatu yang sentral dalam hidup orang percaya, doa itu sesuatu yang serius.


APA YANG DIAJARKAN OLEH YESUS pada bagian teks yang kita baca ini?

Yesus mengajarkan FORMULASI BERDOA, bukan cara berdoa. Yesus mengajarkan Isi doa.

katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. (ayt 2).

Dimulai dengan memuliakan Allah (Allah sumber segala sesuatu).

Bukan doa yang mengatur-ngatur Tuhan, menuntut dan menagih Tuhan. (jangan menuntut Tuhan).

Injil Lukas dan Matius sama-sama menggunakan kata Bapa. Ini menunjukan sebuah RELASI, (doa harus disampaikan dengan relasi yang intim) sapaan Bapa (Abba) dalam Bahasa Yunani artinya, Bapa-Ku yang terkasih, Bapa-Ku yang tercinta.


MEMUAT RASA HORMAT TETAPI JUGA KEDEKATAN HUBUNGAN.

Injil Lukas juga dengan singkat menuliskan;

- Ada 3 permohonan singkat

1. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya (ayt 3)

2. dan ampunilah kami akan dosa kami, (ayt 4a)

3. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." (ayt 4c)

Berdoa jangan menganggap Tuhan seperti ATM kita, pemenuh keinginan dan ego kita saja.

Namun berdoa adalah, kita mau MENDENGAR APA KATA TUHAN, SUPAYA MENGAKRABKAN DIRI KITA DENGAN TUHAN, bukan hanya memuaskan keinginan kita saja.

Bapa adalah sapaan yang PENUH HORMAT TETAPI JUGA MELIBATKAN KEDEKATAN, SEBUAH HUBUNGAN YANG PERSONAL DENGAN DIA.

-Tuhan mau relasi dan PENGALAMAN SPIRITUAL dengan Allah, bukti kerinduan kita kepada Dia, kita mendekatkan diri kepada Dia.

Selayaknya bak relasi orang tua dengan anak, yang tinggal berjauhan, selalu ingin mendengar suaranya, meskipun via telepon. Ada kerinduan yang mendesak.


BERDOA DIMULAI DENGAN MEMULIAKAN ALLAH.

Sekarang kita bisa evaluasi, doa-doa kita selama ini? Apakah doa-doa kita sudah memuliakan Allah? Atau malah sebaliknya?...

INGAT DOA BUKAN UNTUK MEMENUHI EGO DAN KEINGINAN KITA.

Doa itu apa yang kita BUTUHKAN bukan YANG KITA INGINKAN 

Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya (Ayt 3).

Secukupnya artinya tidak mubazir, tidak berlebihan.

Bukan seperti saat kita berada di restoran ada tulisan all you can eat (makan sepuasnya).

- Padahal Tuhan mengajarkan kita untuk secukupnya.

Doa juga menjadikan kita pribadi yang rendah hati.

dan ampunilah kami akan dosa kami, (ayt 4a) kita tidak lupa untuk mengakui dosa kesalahan dan kelemahan kita. Meminta dan memohon pengampunan dari Tuhan.

Karena kita manusia yang rentan, jatuh ke dalam dosa.

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." (ayt 4c) rendah hati, meminta supaya kita jauh dari pencobaan, tidak merasa diri paling benar, paling suci dan paling saleh. Kita semua berpotensi jatuh ke dalam dosa dan pencobaan.

Kita punya KECENDRUNGAN YANG SAMA, yaitu jatuh KE DALAM DOSA. (ingat nenek moyang rohani kita Adam dan Hawa Kejadian 3).


Refleksi:

Mari menjalin relasi dengan Allah melalui doa-doa kita

Kita perlu mulai membangun relasi itu, jika saat ini belum.

Doa itu pondasi dalam kehidupan kekeristenan kita.

DOA ITU SEPERTI NAFAS HIDUP, seperti BERNAFAS KITA BUTUH, demikianlah juga HALNYA DENGAN BERDOA.

Berdoa tidak perlu memakai pribahasa, puisi, berpantun, namun SERIUS.

NILAI-NILAI YANG TUHAN YESUS AJARKAN DALAM BERDOA PERLU KITA TERAPKAN.


Penerapan;

Bagi yang sudah berkeluarga, saudara memiliki anak-anak, ajarkan anak-anak anda berdoa.

TANAMKAN NILAI-NILAI ITU KEPADA MEREKA SEJAK DINI.

Yang belum punya anak, ada anak-anak orang lain hehehee. 


Kiranya Tuhan Yesus menolong kita, Amin,….


(Transkirip oleh Septo dalam ibadah minggu 24 Juli 2022 GPI PAUK PRAJA IPDN JATINANGOR JAWA BARAT)..







Posting Komentar untuk "Khotbah Minggu 24 Juli 2022 BERDOA NAFAS HIDUP ORANG PERCAYA "