Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Khotbah Minggu 31 Juli 2022 Yesaya 40:27-31 TUHAN AKU LETIH

 


Tema: TUHAN AKU LETIH (Pdt.T).

 Yesaya 40:27-31.

Lagu-lagu yang kita nyanyikan dalam ibadah pagi ini, sangat cocok dengan tema TUHAN AKU LETIH

Tadi lagu pembukaan, dibuka dengan lagu sampai memutih rambut.


Ada sebuah kutipan yang berkata “jangan katakan masalah lebih besar dari Tuhan, tetapi TUHAN lebih besar jika kita menempatkan Dia di hadapan kita” Tuhan terkesan kecil saat kita menempatkan masalah persis di depan mata kita.

Jika kita menempatkan TUHAN persis di depan mata kita, maka TUHANlah yang tampak, bukan masalah kita yang nampak.

Saya beberapa waktu yang lalu sakit, isteri saya juga sakit, cucu saya dan menantu saya juga demikian. Kami masuk ke ICU, beberapa hari di sana.

Saya berkata kepada Tuhan, padahal saya melayani dengan sungguh-sungguh, dan all out. Kenapa sampai cucu-cucu saya yang sakit juga.

Lalu Tuhan ingatkan saya pada satu ayat yang berkata "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." (Amsal.24:10).

Kalau saya merasa jauh dari Tuhan, saya tawar hati, saat persoalan datang. Demikian pula dengan sakit-penyakit yang Tuhan izinkan.


Saya hampir saja berkata “Tuhan saya letih” sesuai dengan tema kita hari ini.

Namun Tuhan terus mengingatkan saya, bahkan melewati lagu “Kidung Jemaat no 322 mari kita nyanyikan bersama.

Kekuatan serta penghiburan

Diberikan Tuhan padaku

Tiap hari aku dibimbing-Nya

Tiap jam dihibur hatiku

Dan sesuai dengan hikmat Tuhan

Ku diberikan apa yang perlu

Suka dan duka bergantian

Memperkuat imanku.


Terima kasih untuk lagu ini, di saat kita berkata Tuhan aku Lelah, aku letih untuk melanjutkan perjalanan kehidupan. Ingat Tuhan memberikan kita kekuatan.

Tuhan berkata “Aku akan memberikanmu kekuatan”.

Yesaya 46:4 dikatakan

“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia

dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu.

Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus;

Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.


 Yesus tidak pernah meninggalkan kita.

Sama dengan lagu day by day dalam Kidung Jemaat no 332 yang kita nyanyikan tadi, lirik ini memberikan kita kekuatan, bagi setiap kita yang sedang menghadapi tantangan.

Mulai sekarang jangan katakan aku Lelah, aku letih di hadapan Tuhan.

Katakan kepada Tuhan, bahwa “TUHAN ENGKAU KEKUATANKU”

Konteks Yesaya 40 ini berbicara tentang spiritual Israel, mereka sedang di dalam pembuangan, masa sulit mereka membutuhkan kekuatan, pertolongan dan kepastian dari TUHAN ALLAH mereka.

Melewati nabi Yesaya Tuhan ingatkan umat-Nya, bahwa Dia Tuhan sumber kekuatan, sumber pertolongan dan kepastian saat dalam kesesakan.

Demikian pula dengan kita, jika dalam keluarga ada masalah yang menurut kita berat.

Tuhan sungguh-sungguh tahu kondisi umat-Nya.

Tuhan juga memberikan kekuatan melewati lagu di tengah Ombak.

Mari kita nyanyikan lagu ini.

Di tengah ombak

Dan arus pencobaan

Hampir terhilang

Tujuan arah hidupku

Bagaikan kapal yang

S'lalu diombang-ambingkan

Mengharap kasih-Nya

Seolah-olah tiada mampu

Yesus perhatikan

Kehidupan tiap orang

Yang sudah rusak dibetulkan

Dengan penuh kasih sayang.


Kita mengharap kasih-Nya saja bukan yang lain.

Tuhan mengerti bahasa tetesan air mata kita, Dia mengerti hati kita.

Dia mengenal hati kita.


Ayt  29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Ayt 31

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:

mereka seumpama rajawali yang naik terbang

dengan kekuatan sayapnya;

mereka berlari dan tidak menjadi lesu,

mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


Rumusan ini menolong kita, Tuhan mau supaya kita MENANTIKAN DIA.

TUHAN TIDAK MENINGGALKAN KITA.

Mari kita datang ke hadapan Tuhan.

Seperti burung rajawali yang terbang jauh di ketinggian awan.

Melatih anak-anaknya terbang, dari tebing dan puncak gunung batu.

KALAU KITA MENDERITA BUKAN BERARTI ALLAH MENINGGALKAN KITA. DIA ADA BERSAMA-SAMA DENGAN KITA. 

DIA ALLAH IMANUEL (tambahan pendengar).


Saya sering ulang ilutrasi hubungan keluarga yakni suami isteri.

Dengan lagu kemesraan ini, janganlah cepat berlalu.

Jangan sampai isteri menyanyikan lagu=

 

Kucoba bertahan mendampingi dirimu

Walau kadang kala tak seiring jalan

Kucari dan selalu kucari jalan terbaik

Agar tiada penyesalan dan air mata


Lalu suami juga jangan balas dengan  menyanyi lagu= 

Satu kali kau sakiti hati ini

Masih ku maafkan

Dua kali kau sakiti hati ini

Juga kumaafkan

Tapi jangan kau coba tiga kali kau kutendang hehehee.

Ingat hidup kita adalah kesempatan, mari melayani, mari hidup bergantung kepada kekuatan Tuhan saja.

Amin......

Kita tutup dengan menyanyi satu lagu=

Indah rencana-Mu Tuhan

Di dalam hidupku

Walau 'ku tak tahu dan 'ku tak mengerti

Semua jalan-Mu

Dulu 'ku tak tahu, Tuhan

Berat kurasakan

Hati menderita dan 'ku tak berdaya

Menghadapi semua

Tapi 'ku mengerti sekarang

Kau tolong padaku

Kini 'ku melihat dan 'ku merasakan

Indah rencana-Mu.

 

(DiTranskrip oleh Septo dalam Ibadah Minggu 31 Juli 2022 di GPI PAUK PRAJA IPDN JATINANGOR SUMEDANG JABAR).. 








Posting Komentar untuk "Khotbah Minggu 31 Juli 2022 Yesaya 40:27-31 TUHAN AKU LETIH "