Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Amsal 3:27 Belajar Memberi dan Berbagi

BELAJAR MEMBERI DAN BERBAGI

Amsal 3:27

Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

 

TUHAN yang akan membalas setiap perbuatan baik yang kita tabur bagi orang lain.

 

Semakin banyak kita berbuat baik,‎

Semakin besar kemungkinan kita juga akan menuai kebaikan di saat kita sangat memerlukannya.

 

Roma 2:6-7

Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,  yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

 

Simak kisah berikut ini:‎

Ada seorang yang miskin bertanya pada Sang guru bijak,

"Mengapa aku menjadi orang yang miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup, sementara orang lain tidak?‎"

 

"Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain."

 

"Tapi saya tak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?"

 

"Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain."

 

"Apakah itu, guru bijak?"‎

 

Sang guru bijak menjelaskan,

 

👄 "1. Dengan MULUT yang engkau punya,

engkau bisa berikan SENYUMAN dan PUJIAN.

 

👁️ 2. Dengan MATA yang engkau punya,

engkau bisa memberikan TATAPAN YANG LEMBUT.

👂 3. Dengan TELINGA yang engkau punya,

engkau bisa memberikan PERHATIAN.

 

🙋 ,4. Dengan WAJAH yang engkau punya,

engkau bisa memberikan KERAMAHAN.

 

🙌 5. Dengan TANGAN yang engkau punya,

engkau bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan.

 

Sesungguhnya engkau bukanlah miskin,

hanya saja tak pernah mau memberi pada orang lain.

 

Itulah yang menyebabkan TUHAN dan orang lain juga tak pernah mau memberikan apapun padamu, dan‎ engkau akan terus seperti ini jika tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain.

 

Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih engkau punya, agar‎ TUHAN dan orang lain juga mau berbagi padamu."‎

SIAPA MEMBERI TANPA BERPIKIR UNTUK MENERIMA,

IA AKAN MENERIMA BANYAK APA YANG TAK PERNAH IA PIKIRKAN UNTUK IA BAGIKAN KEPADA ORANG LAIN.‎

 

Yohanes 5:29a

dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal.

 

HATI YANG BERSYUKUR

 

Ada seorang kaya yang merasa bahwa rumah yang di miliki terlalu sempit,‎

Dia pun akhirnya pergi untuk Konsultasi ke Ahli Bangunan.

 

Dia menceritakan bahwa rumahnya terlalu sempit untuk dirinya dan keluarganya, ‎dia ingin memiliki rumah yang lebih besar.

 

Ahli Bangunan tersebut memberikan saran dengan perjanjian bahwa semua saran yang di ajukan harus di lakukan,‎

Orang kaya itupun setuju dgn perjanjian itu dan mulai bertanya apa saja saran yg akan di ajukan oleh Ahli Bangunan.

 

“Belilah 100 ekor ayam dan taruhlah di dalam rumahmu.” kata Ahli Bangunan

 

"Apa? ‎Bukannya aku ingin memiliki rumah yang besar?‎

Mengapa kau menyuruh aku menaruh ayam di dalam rumahku?" tanya orang kaya

 

"Masih ingat perjanjian kita? ‎Lakukan hal itu dan kembalilah seminggu kemudian."

 

Satu minggu telah berlalu dan orang kaya itu menemui Ahli Bangunan,

"Rumahku terasa lebih sempit, ‎lalu apa yang harus aku lakukan?"

 

"Belilah 50 ekor domba dan taruhlah dalam rumahmu."

 

Orang kaya itu melakukan smua perintah Ahli Bangunan, ‎namun belum ada seminggu dia sudah kembali dengan muka kesal, katanya,

"Apa yang kau lakukan pada keluargaku? R‎umah kami jadi tambah sempit."

 

Ahli Bangunan tersenyum,

"sekarang bawalah semua domba dan ayam mu kemari."

 

Ketika semua domba dan ayam berhasil di keluarkan dari dalam rumah, ‎orang kaya itu menjadi lega, ‎karena rumahnya terasa sangat luas, ‎bahkan terasa lebih luas dari sebelumnya.

Rasa Tidak Puas yang di miliki oleh orang kaya tersebut membuatnya Merasa Selalu Kurang,‎

Rasa Tidak Puas akan Membuat kita menjadi Iri Hati dan Tamak,‎

Sebaliknya Bersyukur akan Membuat kita Merasa Puas dan Bersukacita atas apa yang telah kita Miliki.

 

‎Lihatlah ke dalam diri kita dan Bersyukurlah pada TUHAN, sebab‎ DIA telah Mencukupkan kita dalam Segala Hal, dan‎ DIA akan Selalu Memelihara serta Melimpahkan BerkatNYA di masa yang akan Datang.

 

“Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

(Mazmur 107:1)

 


"BERADA DI TANGAN TUHAN YANG PENUH KASIH"

 

 

Amsal 17:3

Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Emas yang murni dan berharga lahir dari pemurnian dalam api.

Perajin emas saat melebur emasnya di dalam api, ‎tak akan meninggalkan emas itu begitu saja,‎

Karena jika ia melakukannya, maka‎ emas itu akan rusak dan tak bisa lagi di bentuk menjadi sebuah karya seni yang indah.

Sebaliknya, perajin emas akan selalu berada di dekat api mengamati emasnya yang sedang terbakar di dalam api yang panas membara,‎

meskipun ia harus ikut merasakan panas dari proses peleburan itu.

 

Demikian juga dengan TUHAN kita;‎

Sebagaimana perajin emas tidak pernah meninggalkan emas yang sedang di leburnya,‎

TUHAN juga tak akan pernah meninggalkan kita,‎

Meskipun untuk itu, ‎TUHAN harus turut merasakan setiap sakit yang kita rasakan.

Segala hal yang TUHAN ijinkan terjadi di dalam hidup kita hanyalah untuk memurnikan kita, agar‎ pada akhirnya Pribadi TUHAN itu boleh nyata dan terpancar keluar melalui hidup kita.

 

Apakah kita sedang merasa ‘terbakar’?

 

Hal² ‘panas’ apakah yang sedang membakar hidup kita saat ini?

 

👉Ketahuilah TUHAN tak akan meninggalkan kita;‎

👉Keinginan-NYA bukan untuk menyakiti kita,‎

👉Keinginan-NYA adalah untuk mengubah kita menjadi sesuatu yang indah,‎

👉TUHAN hanya menginginkan yang terbaik untuk kita,‎

👉Terkadang segala yang terbaik datang sebagai hasil dari pengujian.

Sepanjang kita hidup, ‎ada masa kita akan merasa ‘panas’ dari waktu ke waktu,‎

Tapi percayalah ‎TUHAN telah menyiapkan yang Terbaik bagi kita.‎

 

Meskipun kita tidak dapat melihat kebaikan itu saat ini, namun‎ tujuan TUHAN hanyalah untuk membuat kita menjadi pribadi yang indah dan cocok untuk di persandingkan sebagai ahli waris Kerajaan Sorga.‎

 

INGATLAH BAHWA DI TENGAH² ‘API’,

KITA BERADA DI TANGAN TUHAN YANG PENUH KASIH.‎

 

Mazmur 103:8, 10-11

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

Posting Komentar untuk "Renungan Amsal 3:27 Belajar Memberi dan Berbagi"