Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan harian Kristen MENGIKUTI YESUS KRISTUS SECARA TOTAL‎

 




MENGIKUTI YESUS KRISTUS 

SECARA TOTAL‎


Seorang pilot veteran PD-II mengisahkan kejadian unik yang di alaminya,‎

saat itu beberapa pesawat pembom menempuh penerbangan jarak jauh dari dataran Amerika menuju sebuah pulau di lautan Pasifik.


Mendekati tujuan, ‎pesawat² besar tersebut "di sambut" oleh sebuah jip yang di pasangi spanduk bertuliskan "follow me",‎

Jip itu lalu memimpin pesawat² itu menuju lokasi pendaratan. 


Mengingat peristiwa tersebut, sang pilot berkata,

"Jip kecil dengan spanduk itu mengingatkanku kepada YESUS.


DIA terlahir 'sebagai Orang Kecil', ‎seorang biasa saja dari kota kecil,

tetapi tanpa pimpinanNYA, ‎orang² besar dari segala jaman akan tersesat".


"Follow Me..." itulah ajakan YESUS yang di tujukan kepada Umat Israel.


Lalu mengapa tidak semua orang merespon ajakan itu?

Karena ajakan YESUS itu bersyarat.


YESUS berkata,

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

(Matius 16:24)


Memang kasih YESUS tidak bersyarat, namun ‎untuk menjadi pengikutNYA, maka‎ kita harus bersedia bayar harga, ‎yaitu bersedia menyangkal diri dan pikul salib.


Berat?‎

Tentu, karena‎ hal itu berarti kita menyerahkan seluruh kendali hidup kita padaNYA.


Sayangnya banyak orang kristen hanya suka dengan Kasih YESUS yang tidak bersyarat, namun‎ tidak suka dengan syarat untuk mengikutiNYA.


Sebab itu meski mendapat jaminan keselamatan kekal,‎

banyak orang kristen akhirnya urung mengikutiNYA ketika melihat kenyataan bahwa ia harus menyangkal diri dan pikul salib,‎

Itulah salah satu alasan mengapa banyak yang di panggil sedikit yang dipilih.


Tak berlebihan kalau YESUS berkata,

“karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

(Matius 7:14)

KESELAMATAN BUKANLAH USAHA MANUSIA,‎

KESELAMATAN MERUPAKAN ANUGERAH TUHAN SEMATA.


YESUS mengatakan sukar sekali orang yang "memiliki hati pada materi" masuk surga.‎‎ (baca Matius 19:23-30)


Masuk surga urusan privat dan Kedaulatan TUHAN dalam menerima kita, oleh karena itu hendaknya kita tidak terikat oleh siapa pun dan apa pun, lepas bebas, merdeka tanpa ada halangan dan rintangan mengikuti YESUS secara total. 


Amanat TUHAN  dalam Sabda-Nya hari ini mengajak kita untuk meninggalkan semua hal yang melekat dalam diri dan mengikuti YESUS secara total.


Janganlah bertanya mana upahku jika aku mengikuti YESUS?


UPAH DARI TUHAN AKAN DENGAN SENDIRINYA DI BERIKAN BAGI ORANG YANG SUNGGUH MENINGGALKAN SEGALANYA DEMI TUHAN,

‎BAGIAN KITA ADALAH BELAJAR SETIA PADA PANGGILAN DAN TIDAK MELEKAT PADA HARTA BENDA DUNIAWI.


Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”

(Matius 19:27-29).



BELAJAR MELATIH KESABARAN

“Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.”

(Amsal 14:17)


Sewaktu mendapat kritikan dari orang lain, hendaknya kita mawas diri,‎

jika memang bersalah sebaiknya di perbaiki

 namun jika tidak bersalah terimalah dengan jiwa besar.


Orang yang berjiwa besar akan merasakan luasnya dunia, dan‎ ia dapat di terima oleh siapa saja.


Mampu Berjiwa Besar terhadap Kesalahan dan Kekurangan orang lain adalah hal yang luar biasa;‎

Mampu bertoleransi terhadap pendapat yang berbeda,

inilah faktor pemersatu dalam organisasi.


Hidup seseorang bisa hancur jika dia tak dapat menjaga lidahnya dengan baik;‎

Lebih baik jika kita mengatakan tentang kebenaran pada waktu kita berbicara dengan orang lain, namun‎ tidak semua tentang kebenaran itu harus di ceritakan.


Kita harus bisa menjadi pribadi yang Bijak,‎

Kita harus bisa Menjaga Lidah kita dengan sangat hati²,‎

Tak ada Kekuatan terbaik selain Melatih Kesabaran.


Jika manusia bisa sabar melewati banyak hal dalam hidup, maka‎ dia lah Pemenang Kehidupan sesungguhnya.


Kesabaran sanggup meredam ego keangkuhan pada penerimaan diri dari cara pandang orang,‎

Kesabaran juga mampu Mengontrol manusia menjadi lebih Ikhlas lagi, ‎lebih berbesar hati lagi dan tentunya lebih tahan uji lagi,‎

Kesabaran memang terkadang menimbulkan banyak kontroversi dari banyak orang, karena‎ memang tak semudah di katakan apalagi di praktekan.


Di mulai dari hal terkecil, maka kita akan menjadi terbiasa dan terlatih pada Proses Ujian terbesar,

Tapi bagi orang yang biasa mengasah batin diri, akan lebih mudah melatih kesabaran meski harus bertahap dalam proses,

Tak ada salahnya bagi kita sebagai manusia untuk mau belajar Melatih Kesabaran.


”Orang yang sabar besar pengertiannya,

tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”

(Amsal 14:29).


BELAJAR MELATIH KESABARAN



“Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.”

(Amsal 14:17)


Sewaktu mendapat kritikan dari orang lain, hendaknya kita mawas diri,‎

jika memang bersalah sebaiknya di perbaiki

 namun jika tidak bersalah terimalah dengan jiwa besar.


Orang yang berjiwa besar akan merasakan luasnya dunia, dan‎ ia dapat di terima oleh siapa saja.


Mampu Berjiwa Besar terhadap Kesalahan dan Kekurangan orang lain adalah hal yang luar biasa;‎

Mampu bertoleransi terhadap pendapat yang berbeda,

inilah faktor pemersatu dalam organisasi.


Hidup seseorang bisa hancur jika dia tak dapat menjaga lidahnya dengan baik;‎

Lebih baik jika kita mengatakan tentang kebenaran pada waktu kita berbicara dengan orang lain, namun‎ tidak semua tentang kebenaran itu harus di ceritakan.


Kita harus bisa menjadi pribadi yang Bijak,‎

Kita harus bisa Menjaga Lidah kita dengan sangat hati²,‎

Tak ada Kekuatan terbaik selain Melatih Kesabaran.


Jika manusia bisa sabar melewati banyak hal dalam hidup, maka‎ dia lah Pemenang Kehidupan sesungguhnya.


Kesabaran sanggup meredam ego keangkuhan pada penerimaan diri dari cara pandang orang,‎

Kesabaran juga mampu Mengontrol manusia menjadi lebih Ikhlas lagi, ‎lebih berbesar hati lagi dan tentunya lebih tahan uji lagi,‎

Kesabaran memang terkadang menimbulkan banyak kontroversi dari banyak orang, karena‎ memang tak semudah di katakan apalagi di praktekan.


Di mulai dari hal terkecil, maka kita akan menjadi terbiasa dan terlatih pada Proses Ujian terbesar,

Tapi bagi orang yang biasa mengasah batin diri, akan lebih mudah melatih kesabaran meski harus bertahap dalam proses,

Tak ada salahnya bagi kita sebagai manusia untuk mau belajar Melatih Kesabaran.


”Orang yang sabar besar pengertiannya,

tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”

(Amsal 14:29).


INGIN BAHAGIA ?


Banyak orang berpendapat bahwa kalau ia sudah mempunyai rumah bertingkat..., mobil mewah...,istri cantik...,anak2 berhasil dalam study....Simpanan deposito bentuk dollar di bank..., itu adalah jaminan bahwa hidupnya pasti akan bahagia...


S e b e t u l n y a semua itu BUKAN sesuatu yg bisa menentukan Bahagia atau tidaknya seseorang...


Berapa banyak orang yg katanya hidup bergelimang harta dan mempunyai kedudukan tinggi..., t e t a p i tidak bisa menikmati hidup dengan sewajarnya...


Mau makan harus ditakar ..., ingin makan manis, d i l a r a n g...karena was2 penyakit diabetes nya kumat....


Mau tambah garam sedikit saja dalam makanan yg dirasa tawar..., tidak diizinkan karena kuatir tekanan darah meninggi...


Ingin mencicipi gorengan, tidak boleh karena takut kolesterol...


Rasanya hidup ini begitu 'menderita'..., d i b a n d i n g k a n dengan orang yg hidupnya bersahaja.., t e t a p i bisa melahap semua jenis makanan tanpa ada pantangan sedikiiitpun juga...


J a d i Harta.., kedudukan..., dan kemewahan BUKANLAH ukuran yg bisa menentukan kebahagiaan seseorang..


Jadilah orang2 yg Selalu Bersyukur dan Dekat pada Tuhan selaku Sang Pemberi Kedamaian dan Kebahagiaan...., m a k a kita akan selalu merasakan Ketenangan dan Kenyamanan...


INSPIRASI

(Rancangan Tuhan untuk kita)


Tuhan tidak pernah merancang kita untuk menjadi pribadi yang biasa-biasa saja sesuai dengan standar dunia.

Tuhan ingin, kita menjadi pribadi yang besar dimata-Nya.

Bukan karena berkat melimpah yang dapat kita nikmati sendiri, melainkan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Namun semua itu bukanlah sesuatu yang instan, semuanya itu perlu proses yang panjang.

Tuhan mungkin membuat kita " sakit " untuk sementara waktu, namun bukan itu tujuan Tuhan.

Tuhan melakukannya untuk memurnikan kita, untuk mengembangkan karakter dan memperbesar kapasitas/kemampuan kita.

Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang lebih baik dan sempurna dihadapan-Nya.

Saudara, kita harus sabar dan tekun ketika Tuhan memproses kita, tetaplah taat dan setia.

Tuhan tidak akan meninggalkan kita, rendahkanlah hati kita senantiasa dihadapan-Nya.

Percayalah Tuhan akan segera mengangkat kita pada waktu-Nya.


RUAARRR BIASSSAAA...


Mungkin selama ini kita menganggap adalah hal yg biasa2 saja, b i l a m a n a pada waktu bangun dari tidur di pagi hari , kita mendapati masih bisa bernafas..., jantung masih berdenyut...


Mata masih bisa melihat..., telinga masih bisa mendengar..., mulut masih bisa berbicara..., tangan dan kaki masih bisa digerakkan.., daan seluruh organ tubuh yg lain masih berfungsi dengan baik...


S e b e t u l n y a semua itu adalah Bukti Pemeliharaan Tuhan yg sangat Ruaarrr Biasssaaa...


Kalau kita menengok sejenak orang2 yg sedang dirawat di Rumah Sakit, lebih2 yg sedang terbaring di Ruang ICU, dimana untuk bernafas saja perlu dibantu dengan oksigen...


Supaya jantung tetap berdenyut perlu dibantu dengan Alat Pacu Jantung.., b a r u l a h kita bisa menyadari akan Kebesaran Tuhan, dimana selama ini Dia telah memberikan semua itu dengan Gratis a l i a s Tidak Usah membayar satu sen pun juga...


Pemeliharaan Tuhan tidak hanya sampai disitu saja.., Tuhan juga sudah menghitung jumlah seluruh rambut yg tumbuh diatas kepala kita..., sungguh sangat fantastis sekali...


Orang yg katanya mengasihi kita sekalipun belum tentu sanggup atau mau untuk menghitungnya.., t e t a p i Tuhan sudah melakukan semua itu tanpa kita minta


K a l a u Tuhan sudah memperhatikan hal yg kelihatannya Sepele dengan sebegitu rupa, a p a l a g i dengan masalah kita, Dia PASTI akan lebih mempedulikan...


J a d i tidak ada alasan sama sekali bagi kita  untuk menjadi Kuatir menghadapi hidup ini...


K a l a u Burung diudara dan bunga Bakung dipadang saja sudah dipelihara, t e r l e b i h kita yg sudah diciptakan menurut Peta dan TeladanNya , so PASTI akan dipelihara juga....


INSPIRASI

(Sabar menanti janji Tuhan)


“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

(Yesaya 40: 31)

Menantikan sesuatu adalah aktivitas yang kurang menyenangkan, terlebih lagi jika harus menunggu dalam waktu yang lama. 

Diperlukan kesetiaan dan kesebaran yang besar sampai kita berhasil  melewatinya dan mendapatkan apa yang kita nantikan. 

Dalam hidup kita pasti sering menghadapi penantian, tidak hanya menanti janji dari orang lain tetapi juga menanti janji dari Tuhan.

Sabar menanti janji Tuhan adalah sebuah proses yang harus kita lewati untuk dapat menikmati berkat-berkat Terbaik dari Tuhan pada waktunya nanti. 

Mari kita renungkan dalam hati kita masing-masing, janji apa yang sedang kita nantikan dari Tuhan.

-Sudah berapa lama kita BERSABAR dan apakah kita MASIH BERTAHAN untuk PENANTIAN itu ?

-Apakah kita sudah mulai GOYAH karena BEBAN yang harus kita PIKUL semakin BERAT sementara JAWABAN dari TUHAN belum terlihat ?

Dalam Yohanes 14:1 dituliskan,

 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

Sabarlah dalam penantian dan tetap percaya kepada Tuhan.

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya Ia tidak melupakan kita walau sedetikpun. Tuhan akan memberi  kekuatan pada kita jika kita mau datang memohon kekuatan pada-Nya. Ia berjanji memberikan damai sejahtera. 

Ia berjanji memberikan yang terbaik buat kita,

asalkan kita  tetap taat dan setia.

  JALANI SAJA...


Hidup ini singkat, hari tua cepat tiba...


Segala kejayaan dan kekuatan di masa muda hanya menjadi kenangan, pergi tak pernah kembali...


Hidup bagaikan sebuah drama, yg menjadi raja bukan benar2 raja, hanya peran diatas panggung belaka...

Berakhir drama, berakhir pula semua peran...


Hidup bagaikan mimpi.., seindah apapun, begitu bangun.., semuanya sirna tak berbekas...


Rumah mewah bagai istana..., harta benda yg tak terhitung..., kedudukan dan jabatan yg luar biasa..., n a m u n , ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa.., sehelai benang pun tak bisa dimiliki...


A p a l a g i yg mau diperebutkan a t a u disombongkan..., m a k a Jalanilah hidup ini dengan Keinsafan Nurani..


Jangan terlalu perhitungan...

Jangan juga mau menang sendiri..

Daaan jangan suka menyakiti sesama..., a p a l a g i terhadap mereka yg sudah berjasa bagi kita...


Jangan hidup dengan serampangan, k a r e n a Satu Kali Kelak kita akan diminta Pertanggungan Jawab oleh Sang Pencipta.....


EFEK MENANAM TINDAKAN POSITIF

Suatu malam seorang pria sedang berjalan ke Gereja,‎

Ketika ia bertemu 4 orang anak laki² yang sedang luntang-lantung di pojok jalan, ‎maka pria itu mengajak mereka untuk mengikuti ibadah bersamanya.


Ternyata mereka mau, ‎bahkan ke 4 anak itu juga mau kembali ke Gereja bersama pria itu pada Minggu berikutnya,‎

Mereka akhirnya menjadi cikal-bakal dari Kelas Sekolah Minggu yang mulai di ajar oleh Pria itu.


Ber-tahun² kemudian, p‎ria itu memutuskan untuk mencoba menghubungi ke 4 anak laki² itu untuk mengetahui apa yang telah terjadi dalam kehidupan mereka, dan‎ meminta kesediaan mereka untuk menuliskan Sebuah Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Guru Sekolah Minggu mereka, ‎yang akan di bacakan pada Sebuah Pesta Kejutan.


Ternyata surat² balasan dari mereka mengungkapkan bahwa salah satu dari mereka telah menjadi Misionaris untuk China,‎

yang satunya adalah Presiden Federal Reserve Bank,‎

yang satunya lagi adalah Sekretaris Pribadi Presiden Herbert Hoover,‎

dan yang terakhir adalah Presiden Hoover sendiri.‎


Bila hari ini kita memiliki Segenggam Benih di tangan kita,‎

kita tak dapat meramalkan yang mana dari benih² itu yang akan benar² Bertunas dan Menghasilkan Sebatang Pohon Raksasa.


Sungguh menakjubkan bahwa sebatang Pohon Pinus yang sangat besar dapat tumbuh dari Benih yang Amat Kecil,‎

Satu²nya cara untuk Mengetahui Biji mana yang akan Bertumbuh dan Menjadi Pohon yang Besar adalah dengan Menanamnya.‎


Bila kita Menanamkan Tindakan² Positif, Nilai² Kebenaran, dan Kemurahan Hati kepada anak² kita, ‎orang lain di sekitar kita,

maka ‎kita Tak Akan Pernah tahu Pohon sebesar Apa yang dapat Tumbuh dari Benih Kecil itu.


MARI SELALU LAKUKAN YANG TERBAIK BAGI ANAK² KITA, ‎KELUARGA KITA DAN ORANG LAIN DI SEKELILING KITA, 

KARENA KITA TIDAK PERNAH TAHU MUJIZAT APA YANG DAPAT TERJADI DALAM KEHIDUPAN MEREKA DAN KEHIDUPAN KITA SENDIRI.


“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

(Kolose 3:23)


HIDUP YANG BENGHARAPAN KEPADA TUHAN‎


Jika hidup adalah sebuah perjalanan, ‎ada banyak jalan yang mungkin berakhir pada tujuan yang sama,

tapi‎ jalan yang di bangun dengan penuh Pengharapan dan Cinta pastilah jauh lebih menyenangkan untuk di lalui,

daripada jalan yang di bangun atas Keputus asaan dan Kebencian.


Jadi bukan soal jalan yang mana yang terpenting, tapi‎ soal bagaimana kita melewati jalan itu.


Harapan akan menuntun kita melewati jalan² yang terjauh dan paling sulit sekalipun, tapi ‎Keputus asaan akan menghentikan jalan yang bahkan hanya satu langkah di depan kita.


Hiduplah dengan satu harapan yang terbesar,‎

Peliharalah pengharapan kita dengan cinta sebagai pupuknya.


Dengan Pengharapan,

kita akan memiliki kekuatan besar untuk melangkah di tahun² kehidupan kita.


Dalam Keteduhan Hati, ‎ada Ketulusan Budi...‎

Dalam Kemiskinan Harta, ‎ada Kekayaan Hati...‎

Dalam Kerapuhan Raga, ‎ada Ketegaran Jiwa...


Kadang mata salah melihat,‎

Kadang mulut salah mengucap,‎

Kadang kaki salah melangkah,‎

Kadang hati salah menduga,

tapi TUHAN tidak pernah salah mendidik kita dalam kebenaranNYA, karena ‎kasihNYA sempurna bagi kita.


HIDUP INI AKAN SANGAT INDAH JIKA TUHAN SELALU ADA DI HATI KITA,‎

KIRANYA TUHAN SENANTIASA MENYERTAI SEPANJANG PERJALANAN HIDUP KITA.‎


"Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.”

(Efesus 6:23-24)



LEPASKAN KEPALANMU‎


Di suatu hutan, ‎hiduplah sekelompok monyet,‎

pada suatu hari tatkala mereka tengah bermain, ‎tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah.


Di dasar toples itu ada kacang yang sudah di bubuhi dengan aroma yang di sukai monyet,

rupanya toples itu adalah perangkap yang di taruh di sana oleh seorang pemburu.


Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang² tersebut,‎

akan tetapi ‎tangannya yg terkepal menggenggam kacang tidak dapat di keluarkan dari sana, ‎karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu.


Monyet ini me-ronta² untuk mengeluarkan tangannya itu,

namun tetap saja gagal.


Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu,

"Lepaskanlah kepalanmu atas kacang² itu, ‎engkau akan bebas dengan mudah."‎


Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut,

tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.


Beberapa saat kemudian, ‎sang pemburu datang dari kejauhan,‎

sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya,

"Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas..."‎


Monyet muda itu ketakutan, ‎namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu,‎

akhirnya ‎ia tertangkap oleh sang pemburu.‎


Demikianlah kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal² yang sepatutnya kita lepaskan:

kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya...

Apabila kita tetap tidak bersedia melepas, ‎tatkala kematian datang "menangkap" kita, ‎semuanya sudah terlambat.


Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau dan menatap hari esok dengan lebih cerah?‎


Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain?


”Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Tuhan,

tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.”

(Amsal 28:14)


Posting Komentar untuk "Renungan harian Kristen MENGIKUTI YESUS KRISTUS SECARA TOTAL‎"