Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Lukas 12:24 BAHAGIA ADALAH PILIHAN KITA SENDIRI‎

 



BAHAGIA ADALAH PILIHAN KITA SENDIRI‎


“Perhatikanlah burung-burung gagak! Mereka tidak menanam, tidak menuai, tidak juga mempunyai gudang atau lumbung. Tetapi Allah memelihara mereka! Kalian jauh lebih berharga daripada burung-burung!”

(Lukas 12:24)


Ada orang berpikir baru bisa BERBAHAGIA jika memiliki Harta dan Kekayaan yang ber-limpah² atau Jabatan dan Kedudukan yang tinggi, padahal‎ semua itu hanya OPTIONAL, bukan PRIORITAS.


Sesungguhnya POLA PIKIR kita yang menentukan apakah kita BAHAGIA atau tidak, bukan faktor luar,‎

BAHAGIA ADALAH PILIHAN KITA SENDIRI.‎


Sesungguhnya KEBAHAGIAAN bisa di raih oleh siapa saja, kapan saja, dan bisa di mana saja, ‎tentunya termasuk saya dan anda...‎

Yaaaaa, kita semua bisa BAHAGIA...


Tak ada orang lain yang bisa membuat kita BAHAGIA,

baik itu pasangan hidup kita, sahabat kita, hobi kita.


Semua itu tidak bisa membuat kita bahagia, karena‎ YANG BISA MEMBUAT DIRI KITA BAHAGIA ADALAH DIRI KITA SENDIRI,‎

Kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri...


Kalau kita sering merasa BERKECUKUPAN,‎

Tak Pernah Punya Perasaan Minder,‎

Selalu Percaya Diri,‎

kita tak akan merasa sedih...


Bila saat ini kita merasa belum BAHAGIA, minta pada TUHAN agar HATI dan PIKIRAN kita di ubahkan,

lalu mulai MENGUCAP SYUKUR atas segala KEBAIKAN dan KASIH-NYA.


HATI yang di penuhi oleh DAMAI SEJAHTERA dan SUKACITA, membuat kita BERBAHAGIA.


DAMAI SEJAHTERA dan SUKACITA hanya bisa kita alami ketika kita BERDAMAI dan BERSEKUTU dengan TUHAN.


KEBAHAGIAAN TIDAK TERGANTUNG KEPADA KEADAAN KITA,

KEBAHAGIAAN ITU ADALAH PILIHAN YANG KITA AMBIL.‎


“TUHAN, Engkau akan membuat kami sejahtera; segala yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.”

(Yesaya 26:12).


KEHENDAK TUHAN ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA‎




Seorang anak kecil menangis dan terus merengek kepada ibunya karena ia ingin di belikan permen, ‎namun si ibu tidak merespon rengekan si anak,

dan malah membelikannya roti.


Sang ibu tahu bahwa sesungguhnya anak itu lapar, ‎namun karena melihat permen yang  tampak menggiurkan,

akhirnya ia tertarik untuk meminta permen.


Walaupun awalnya menolak, ‎tak lama kemudian si anak akhirnya menerima dan memakan roti itu.


Seringkali dalam kehidupan ini kita Bertindak seperti anak kecil tersebut;‎

Kita meminta apa yang kita Inginkan kepada TUHAN, bahkan‎ "memaksa" TUHAN untuk Memberikan Permintaan kita, namun‎ seringkali TUHAN tidak memberikan apa yang kita Inginkan,‎

TUHAN jauh lebih mengerti Kehidupan kita dari siapapun juga.


Pernahkah kita Menyadari bahwa TUHAN Memberikan kepada kita Bukan yang kita inginkan, melainkan yang kita butuhkan?


Rasul Paulus Mendorong kita untuk selalu Meminta segala Hikmat dan Pengertian yang Benar,

sehingga kita dapat Mengerti Kehendak TUHAN dengan Sempurna.


DIA adalah BAPA yang Baik, ‎yang tahu Memberikan Pemberian Terbaik untuk anak²NYA,‎

Karena itu mulailah untuk Hidup sesuai dengan Kehendak TUHAN, bukan Kehendak kita.‎

Ketika kita Hidup di dalam Kehendak TUHAN, maka Hidup kita akan Penuh Berkat dan Kasih Karunia.

KEHENDAK TUHAN ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA,

SEBAB TUHAN MEMBERIKAN YANG KITA PERLUKAN.


“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.”

(Kolose 1:9-10)


SAAT DI SEPELEKAN ORANG LAIN, BELAJARLAH TETAP RENDAH HATI‎


KITA BISA MELIHAT ORANG BESAR DARI TINDAKANNYA PADA HAL² KECIL;‎

PADA SAAT ORANG LAIN MENGECILKAN KITA, ‎DI SITU KITA TAHU KITA ORANG BESAR ATAU TIDAK.


Simak kisah berikut ini:‎

Ada kisah tentang seorang jenderal bintang 4 di perlakukan seperti pelayan restoran,‎

Ceritanya, karena celana seragam jenderal itu sangat mirip dengan seragam pelayan suatu dinner.


Jadi tidak sengaja seorang tamu memberikan order,  ‎minta minum kepada jenderal ini,‎

dengan santai Jenderal ini pergi mengambilkan minum untuk tamu tersebut,

yang paniknya saat tamu itu tahu ia telah menyuruh seorang jenderal,‎

Tapi jenderal ini hanya tersenyum dan tidak mempermasalahkannya.


Karl Malone, pebasket kenamaan sekelas Michael Jordan,

pernah lewat di depan bandara, dan seorang ibu mengira ia adalah porter atau petugas taksi.


Ibu ini meminta Karl membawakan kopernya ke taxi,‎

dengan senang hati, ‎Karl Malone menaikkan tas itu ke bagasi.


Saat ibu mau memberikan tips,

dengan sopan Karl Malone menolak dan menjelaskan siapa dirinya.

Tapi sebaliknya, ‎ada penyanyi yang hendak masuk di suatu acara,‎

Petugas di pintu tidak mengenalinya dan dengan gugup bertanya, "anda siapa?"‎


Dengan marah sang penyanyi segera menyelonong masuk, mencari panitia, dan memerintahkan agar petugas di pintu segera di pecat.‎


Begitulah kira², ‎besar kecilnya seseorang terlihat saat mengalami perlakuan “merendahkan” dari orang lain.


Kalau kita panik dan bereaksi keras untuk mempertahankan “kebesaran” kita, maka‎ kita sebenarnya orang “kecil”,

TAPI ORANG BESAR YANG SEBENARNYA ITU TETAP BEREAKSI SOPAN DAN ANGGUN SAAT DI SEPELEKAN ORANG LAIN.


KEBESARAN SESEORANG TERLIHAT SAAT IA BERBESAR HATI MANAKALA IA DI KECILKAN,‎

KEKERDILAN SESEORANG TERLIHAT SAAT IA MEM-BESAR²KAN HAL SEPELE.‎


“Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

(Matius 23:11-12)


“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.”

(1Petrus 5:6)


DON'T LIMIT YOURSELF‎


Banyak orang yang gagal dalam hidupnya yang selalu menyalahkan keadaan yang menyebabkan dirinya tidak sukses,‎

mereka juga membandingkan dirinya dengan orang lain yang mereka anggap jauh lebih beruntung di bandingkan mereka.‎

Padahal sebenarnya, ‎setiap orang berhak dan bisa menjadi sukses asalkan mau berusaha, namun ‎karena mereka takut untuk melangkah, maka ‎mereka Kehilangan banyak kesempatan dan peluang untuk meraih sukses.‎


Sukses bukan hanya dambaan setiap orang,‎

TUHAN sendiri juga menghendaki agar hidup kita berhasil,‎

karena itu kita tidak perlu ragu² dan takut dalam melangkah.


Sukses tidak pernah mengenal latar belakang seseorang,‎

Jangan Batasi Kemampuan kita hanya karena kita berpikir negatif tentang diri sendiri.‎

Jika kita merasa kurang percaya diri dengan kemampuan atau modal yang kita miliki, maka‎ kita bisa belajar dari Alkitab,‎

bagimana orang² yang sepertinya sama sekali tidak memiliki potensi, ‎justru di pakai TUHAN secara luar biasa:‎

1. Musa yang Gagap dan tak pandai bicara,‎

2. Petrus yang Temperamen, dia juga Plin-Plan,‎

3. Daud yang Masih Muda,‎

4. Gideon yang selalu Bimbang dan Ragu²,‎

dan masih banyak lagi...‎


Jadi jangan lagi kita Bimbang dan Ragu untuk Meraih Berkat² yang telah TUHAN sediakan bagi kita,‎

Janganlah kita justru Membanggakan Kelemahan kita sebagai Alasan bagi kita untuk tidak berbuat sesuatu,‎

Namun sebaliknya ‎Berusahalah Sekuat Tenaga dengan Semangat, Ketekunan, dan Kerja Keras.

TUHAN akan Melengkapi Kekurangan kita dan Mengubahnya menjadi Potensi yang Luar Biasa,

TUHAN juga akan Memberkati setiap Usaha kita, sehingga‎ kita bisa Beroleh Keberhasilan dan Masa Depan yang Cerah sesuai dengan RencanaNYA.‎

JANGAN PERNAH MENUNDUKKAN KEPALA,

JANGAN PERNAH BILANG 'TIDAK BISA',

JANGAN PERNAH MEMBATASI DIRI KITA SENDIRI,

JANGAN PERNAH MENYERAH.‎


"Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.”

(Yesaya 40:28-29).


INGIN BERHENTI MENYAKITI DIRI SENDIRI --> SINGKIRKAN KEMARAHAN, UBAHLAH MENJADI CINTA KASIH‎


Pada suatu hari yang cerah, ‎seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa,‎

Tiba² saja langkahnya di hentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar dan tampak marah,

"Hei, anda tak berhak mengajari orang lain...‎

Tahu tidak anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain?‎

Punya kepandaian sedikit saja, sok tahu...

Badan begitu kecil, nyalimu cukup besar, kalau‎ berani kita berkelahi..."


Dengan wajah tenang dan tersenyum, ‎sang guru muda bertanya,

"Teman, jika kau memberi hadiah untuk seseorang, ‎tapi seseorang itu tidak mengambilnya, ‎siapakah pemilik hadiah itu?"‎


Spontan, ia menjawab lantang,

"Pertanyaan bodoh...‎

Tentu saja hadiah itu tetap menjadi milikku, ‎karena aku lah yang memberikan hadiah itu..."


Guru muda ini tersenyum, lalu berkata,

"kau benar...

kau baru saja memberikan marah dan hinaan kepadaku dan aku tidak menerimanya,‎

apalagi aku tidak merasa terhina sama sekali, maka‎ kemarahan dan hinaan itu pun kembali kepadamu. ‎Benar kan?

Dan kamu menjadi satu²nya orang yang tidak bahagia,‎

Bukan saya, karena ‎sesungguhnya MELAMPIASKAN EMOSI KEMARAHAN ADALAH SEBUAH PROSES MENYAKITI DIRI SENDIRI, ‎MEMBANGKITKAN SEL² NEGATIF DI DALAM DIRI..."


Pemuda itu terdiam, ‎Kepala dan Hatinya seperti tersiram air dingin, ‎ketika mendapat sebuah kesadaran baru.


Sang guru muda melanjutkan,

"Jika kamu INGIN BERHENTI MENYAKITI DIRI SENDIRI,‎

SINGKIRKAN KEMARAHAN, DAN ‎UBAHLAH MENJADI CINTA KASIH...

Ketika kamu membenci orang lain, ‎dirimu sendiri tidak bahagia, ‎bahkan tersakiti secara alami,

Tapi ketika kamu mencintai orang lain, ‎semua orang menjadi bahagia..."‎


“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

(Yakobus 1:19)


“sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”

(Yakobus 1:20)


Posting Komentar untuk "Renungan Lukas 12:24 BAHAGIA ADALAH PILIHAN KITA SENDIRI‎"