Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan mazmur 8:1-10 memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat

 



Renungan mazmur 8 1-10


1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. 

(8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

(8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

(8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

(8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

(8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

(8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

(8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

(8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

(8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!


(Apakah kita juga mempunyai sifat kasih ?)


"Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu."

(Mzm 104:24)

 

-Apakah kita ciptaan Tuhan ?

-Apakah sifat Tuhan adalah Kasih ?

Jika kita diciptakan Tuhan berarti kita juga punya sifat Kasih, 

maka Hiduplah dalam Kasih.

Apa sikap hidup dalam kasih ?

-Menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik.

-Mengasihi sesama sebagai saudara.

-Saling mendahului memberi hormat.

-Tidak malas tetapi terus semangat bekerja.

-Sabar dalam kesesakan dengan tekun berdoa.

-Ringan tangan membantu orang lain.

-Berempati terhadap orang lain.

-Tidak mengutuk orang yang menganiaya.

-Memikirkan hal-hal sederhana, bukan hal-hal yang terlalu tinggi.

-Tidak merasa pandai, tapi rendah hati.

-Hidup berdamai dengan semua orang.

-Membalas kejahatan dengan kebaikan, dan tidak membalas dendam.

Jika kita mau terus berusaha hidup dalam kasih, kita pasti mampu;

karena kita adalah ciptaan Tuhan.

Jika kita tidak mau dan tidak mampu,

mungkin kita sudah dipermainkan oleh setan.


  AYO, KAMU BISA !


Seorang anak kecil yg sedang belajar berjalan pasti mengalami Jatuh Bangun...


Pemain sepakbola yg berupaya mencetak gol ke gawang lawannya juga sering Jatuh Bangun...


Begitu juga para pengusaha sering mengalami jatuh bangun dalam mengelola serta memajukan usahanya.


P a d a pokoknya Jatuh - Bangun pasti pernah dialami oleh setiap orang , a p a p u n profesinya...


M a s a l a h n y a , kebanyakan orang merasa kapok dan cepat menyerah setelah jatuh..., mereka enggan dan trauma untuk bangun lagi guna meraih apa yg diinginkannya...


P a d a h a l , sejatinya orang yg jatuh punya kesempatan untuk bangun, daaan nyatanya orang yg sudah jatuh, masih bisa bangun..., berjalan..., b a h k a n berlari...


Tokoh2 besar dan sukses di dunia ini, di bidang apapun bukanlah orang2 yg tidak pernah jatuh..., b a h k a n mereka sering jatuh..., n a m u n mereka menjadikan kejatuhan itu sebagai Pijakan dan landasan untuk bangun lagi....


Daaan...., j u s t r u mereka bisa mencapai posisi yg jauuuhhh lebih tinggi dari tempat mereka jatuh...


Yang penting bukan seberapa jauh kita jatuh..., m e l a i n k a n seberapa tinggi kita bangkit dan melompat dari kejatuhan itu...

(Kita harus memilih teman pergaulan)


Pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik,

Itulah sebabnya Menjaga Pergaulan sangat penting di dalam kehidupan seharian hidup kita,‎

sebab Pergaulan kita akan sangat Mempengaruhi Kehidupan kita, ‎

 -baik pada masa kini,

 ‎ -maupun pada masa yang akan datang.

Pergaulan yang positif akan membuat diri kita menjadi positif. Pergaulan, yang negatif akan membuat diri kita menjadi negatif.


Pergaulan yang Baik akan Membangun Hidup kita, sedangkan ‎Pergaulan yang Buruk akan Merusak bahkan Menghancurkan Hidup kita.

Banyak orang yang tadinya baik-baik saja, namun   

‎ berubah menjadi orang yang "rusak" karena mempunyai Pergaulan yang tidak baik.

Banyak orang yang terlibat 

-judi,

-minuman keras, 

-sex bebas, 

-narkoba/obat2an terlarang, 

-dan lain-lain,  

awalnya hanyalah sekedar mengikuti arus dan ikut-ikutan teman sepergaulan, namun‎ lama-kelamaan akhirnya hal itu Merusak Hidup mereka !‎


“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”

(Amsal 13:20)


Oleh karena itu, ‎penting bagi kita untuk Menjaga Pergaulan dan Memilih dengan siapa kita bergaul,

Jangan sampai hidup kita rosak karena salah bergaul.


Ada istilah yang berkata,

"Tunjukkanlah kepadaku siapa teman-temanmu, maka‎ aku akan menunjukkan kepadamu siapa kamu yang sebenarnya",‎

Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa Baik Buruknya Keadaan Hidup kita Sangat di Pengaruhi oleh Pergaulan kita.


Jadi ‎Berhati-hatilah dengan Pergaulan kita,

Yang namanya Karakter itu di bentuk dari Pergaulan kita;

Dengan siapa kita Bergaul, maka‎ akan menentukan seperti apa Karakter kita.

Jika kita Bergaul dengan orang yang Berkarakter Buruk, maka‎ kita akan terbawa punya Karakter Buruk;‎

Jika kita Bergaul dengan orang yang Berkarakter Baik, maka ‎ kita juga akan terbawa punya Karakter Baik.

Selamat memilih secara bijak dengan siapa para sahabat bergaul.


“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.”

(1korintus 15:33).


RINTANGAN DAN UJIAN MERUPAKAN PROSES KEHIDUPAN



Mazmur 18:30

(18-31) Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.


Kita tak pernah tahu kapan hujan akan turun,‎

Saat hujan turun,‎kerap mendatangkan bencana, ‎misalnya terjadinya banjir.

Kita tak dapat mencegah datangnya banjir,‎

dan kita tak akan pernah bisa menolak air itu mengalir di depan kita,‎

seperti itulah Dinamika Kehidupan kita;

Kita tak pernah tahu kapan rintangan² itu datang menghampiri hidup kita.

Apa yang akan kita lakukan saat kehilangan pekerjaan?


Mendapati diri kita mengidap penyakit yang mematikan?


atau bahkan kehidupan kita telah hancur berantakan?

Rintangan² itu merupakan awan gelap kehidupan,‎

sama seperti hujan yang juga berasal dari awan yang gelap.

Rintangan² tersebut pada puncaknya akan bisa membawa kita pada suatu KEHANCURAN,‎

atau justru membawa kita pada hidup pada suatu KEBAHAGIAAN.‎


HIDUP bukan tentang menunggu hujan berlalu, tetapi‎ HIDUP adalah tentang menari di tengah hujan.‎

HIDUP itu bukan diam atau melarikan diri dari suatu masalah;‎

HIDUP bukan untuk menunggu semua masalah itu berlalu dari kehidupan kita,‎

Rintangan dan Ujian adalah suatu Proses Kehidupan yang harus kita kerjakan.‎


Orang yang mengatakan matahari mendatangkan kebahagiaan adalah orang yang tidak pernah menari di tengah hujan,‎

terkadang kita membutuhkan Rintangan dan Ujian untuk dapat mengekspresikan indahnya kehidupan.


Rintangan dan Ujian membuat kita semakin KUAT, DEWASA, semakin BIJAK dalam menyikapi setiap permasalahan.

Bila Rintangan dan Ujian datang dalam hidup kita,‎ Jangan jadikan sebuah alasan untuk kita meninggalkan TUHAN, karena‎ ketika kita tetap taat mengikuti prosesNYA dan percaya padaNYA,‎ kita akan di bawa oleh-NYA melihat janji-NYA yang begitu ajaib dan luar biasa.‎


Mazmur 12:6-7 

(12-7) Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. 

(12-8) Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.


TIDAK MENGUCAP SYUKUR -> AKAR DARI KESERAKAHAN


"‎Selamat Beribadah"


Mazmur 30:4

(30-5) Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!

Manusia tidak pernah merasa cukup atas apa yang di milikinya, ‎rasanya ingin memiliki ini dan itu,‎

Setelah kita merasa sudah cukup, ‎pasti tiba² rasanya belum cukup,‎

Se-olah² keinginan kita untuk suatu hal tidak akan ada habisnya.


Di negara Jepang ada satu pepatah yang menggambarkan begitu bodoh dan naifnya orang² yang di kuasai keserakahan,

"Biarpun anda tidur di kamar 1000 tikar, ‎anda hanya bisa tidur di atas 1 tikar saja."


๐Ÿ‘‰Meski kita memiliki puluhan mobil,

tetap saja kita hanya bisa menggunakan satu mobil untuk berkendara.


๐Ÿ‘‰Meski kita mampu membeli makanan yang sedemikian banyak dan mewah,

perut kita memiliki daya tampung yang sangat terbatas.


๐Ÿ‘‰Meski kita punya banyak harta melimpah,

smuanya itu akan di tinggalkan ketika kita meninggal.


Kita tidak harus memiliki semua yang kita ingini,

karena apa yang kita ingini belum tentu baik buat kita.


Belajarlah untuk membeli sesuatu yang kita butuhkan, bukan kita ingini,‎

Belajarlah juga untuk mensyukuri apa yang kita miliki sekarang.


Mengucap syukur dalam segala hal adalah kunci dari hidup berkecukupan,‎

Tidak Mengucap Syukur dalam segala hal adalah Akar dari Keserakahan.


Ikan busuk tetap akan bau,

walaupun di tutup dengan bunga yang harum.

Hati yang kotor tetap akan'KOTOR',‎

walaupun di tutup dengan kata² yang 'MANIS'.


๐Ÿ˜˜Buanglah ikan yang busuk, ‎agar Wewangian bunga Tetap Semerbak,‎

๐Ÿ˜˜Buanglah Hati yang KOTOR, agar‎ Kata² yang Manis 'MEMBERI KESEJUKAN' Hati bagi orang lain.‎‎


1 Tawarikh 16:8-10

"Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!

Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!

Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!



MASA SULIT DAN MASA SENANGNYA HIDUP⚽


Hidup ini tidak sepenuhnya indah, ‎ada masa sulit dan masa senang,‎

Umumnya orang² menyatakan lebih banyak menderitanya daripada senangnya,‎

Rasanya sulit untuk dapat melepas penderitaan, seperti ‎sudah menjadi sebuah kado kehidupan.


Marilah berusaha meninggalkan penderitaan itu, ‎untuk hari kemarin,‎

Hari ini adalah hari baru, u‎ntuk itu teruslah melangkah,‎

Mengembangkan pikiran baru yang dapat membuat diri lebih baru dan maju,‎

Selalu berusaha memberanikan diri untuk menerima kesulitan, dan b‎erusaha untuk mencari jalan menghadapinya,

pasti suatu saat akan ada jalan lain menuju Kebahagiaan.


Hidup itu indah yaitu ibarat taman bunga, ‎bila sering di sirami dengan air yang bersih,

maka bunga² itu akan selalu indah walau di musim kemarau.


Tetapi bila taman bunga itu di sirami dengan air yang kotor (limbah, oli),‎

pasti taman itu terlihat sangat jelek, dan ‎bahkan bunga² menjadi mati;‎

Hidup juga seperti itu, ‎bila sering di buat hal² yang positif atau Kebaikan, maka‎ Hidup Sangatlah Indah,

Tetapi bila hidup di buat kejelekan atau kejahatan, maka ‎Hidup Terasa Suram.


*Yakobus 3:13

Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.


HIDUP HANYA MEREFLEKSIKAN APA YANG ADA PADA DIRI KITA SENDIRI


Ada seekor anjing kecil yang selalu bermuka muram sedang ber-jalan² sambil merengut, ‎tiba² ia tertarik untuk masuk ke sebuah rumah yang pintunya terbuka, ‎ia tidak tahu bahwa dalam rumah itu terpasang 1000 cermin. 


Begitu anjing tersebut masuk ke dalam rumah, betapa kagetnya ia, ‎ternyata ada 1000 anjing dengan ekspresi terkejut memandang ke arahnya.


Karena merasa terancam, ‎ia pun menyalak ke arah 1000 anjing tersebut,‎

Rupanya salakan tersebut di balas dengan salakan juga oleh 1000 anjing yang tidak lain adalah pantulan dirinya sendiri di 1000 cermin.


Karena takut, ‎anjing kecil pun keluar dari rumah itu,‎

Hati kecilnya berkata, ‎"Rumah ini sungguh mengerikan..."


Tidak berapa lama, seekor anjing yang berhati riang sedang jalan² di sekitar tempat itu juga,‎

Ia melihat rumah 1000 cermin yang pintunya terbuka, ‎sambil tersenyum kecil ia pun mengendap masuk.


Betapa senangnya ia, begitu masuk,

ia melihat ada 1000 anjing sedang tersenyum kecil menatap dirinya.


Ia pun me-ngibas²kan ekor dan melompat dengan riang,‎

Rupanya 1000 anjing di hadapannya ikut²an mengibas ekor dan melompat,‎

Dalam hatinya berkata, ‎"Wah, menyenangkan sekali di sini..."‎


Sebenarnya kehidupan ini adalah rumah 1000 cermin tersebut,‎

HIDUP HANYA MEREFLEKSIKAN APA YANG ADA PADA DIRI KITA SENDIRI.‎


Ketika kita berpikir bahwa kehidupan itu sulit, susah, mereka bersekongkol, orang jahat banyak, meraka akan menghancurkan kita, maka‎ realita seperti itulah yang akan kita temukan. 


Berhentilah murung, cemberut dan "menyalaki" hal² di sekitar kita,‎

COBA PERBAIKI MENTAL DAN SIKAP kita selama ini,

rasakanlah sensasi rumah 1000 cermin yang luar biasa dahyatnya ketika kita memberi SENYUM padanya, maka ‎1000 SENYUMAN berbalik untuk kita.


MAKE UP OUR MIND, ‎REVOLUSI MENTAL...‎

”Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

(Kolose 3:23)


PERLU KEULETAN UNTUK MENCAPAI SESUATU YANG BERKUALITAS


Fred Douglas benar² memulai hidupnya tanpa apa², ‎bahkan ia tidak memiliki dirinya sendiri ketika masih dalam kandungan ibunya.

Sebagai anak budak belian, ‎ia sudah di jadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang tuanya.


Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari,

di mana ibunya harus berjalan sejauh 12 km hanya untuk bertemu anaknya selama 1 jam.


Ia tidak mempunyai kesempatan belajar,

karena pada jaman itu, para budak belian tidak di perbolehkan belajar menulis dan membaca,‎

Namun tanpa di ketahui siapapun, ‎ia belajar membaca dan menulis.‎


Dalam waktu singkat, ‎ia sudah membuat malu teman²nya yang berkulit putih dalam hal pelajaran.


Pada usia 21 tahun, ‎ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford.


Di Mantucket, ia berpidato, ‎mendesak di hapuskannya perbudakan,‎

Kesan yang di timbulkannya sedemikian baik, ‎sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts.


Sementara ia ber-pindah² dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar.


Ia kemudian di kirim ke Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dollar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang budak.


Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New Era di Washington,‎ Ber-tahun² lamanya ia menjadi kepala District of Columbia dan bisa menandingi setiap orang kulit putih mana pun.


Apakah keadaan kita lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu di lahirkan?‎

“Do not spend your life trying to prove to them that they are wrong.

Prove to yourself that you are right.”


“Janganlah hidup untuk mencoba membuktikan kepada mereka bahwa mereka salah.‎

Buktikan kepada diri anda sendiri bahwa anda benar.”


PERLU KEULETAN UNTUK MENCAPAI SESUATU YANG BERKUALITAS.‎


Amsal 2:6-8

Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 

Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia.


BELAJAR MEMBERI DAN BERBAGI


Amsal 3:27

Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.


TUHAN yang akan membalas setiap perbuatan baik yang kita tabur bagi orang lain.


Semakin banyak kita berbuat baik,‎

Semakin besar kemungkinan kita juga akan menuai kebaikan di saat kita sangat memerlukannya.


Roma 2:6-7

Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,  yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,


Simak kisah berikut ini:‎

Ada seorang yang miskin bertanya pada Sang guru bijak,

"Mengapa aku menjadi orang yang miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup, sementara orang lain tidak?‎"


"Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain."


"Tapi saya tak punya apapun untuk di berikan pada orang lain?"


"Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain."


"Apakah itu, guru bijak?"‎


Sang guru bijak menjelaskan,


๐Ÿ‘„ "1. Dengan MULUT yang engkau punya,

engkau bisa berikan SENYUMAN dan PUJIAN.


๐Ÿ‘️ 2. Dengan MATA yang engkau punya,

engkau bisa memberikan TATAPAN YANG LEMBUT.

๐Ÿ‘‚ 3. Dengan TELINGA yang engkau punya,

engkau bisa memberikan PERHATIAN.


๐Ÿ™‹ ,4. Dengan WAJAH yang engkau punya,

engkau bisa memberikan KERAMAHAN.


๐Ÿ™Œ 5. Dengan TANGAN yang engkau punya,

engkau bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan.


Sesungguhnya engkau bukanlah miskin,

hanya saja tak pernah mau memberi pada orang lain.


Itulah yang menyebabkan TUHAN dan orang lain juga tak pernah mau memberikan apapun padamu, dan‎ engkau akan terus seperti ini jika tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain.


Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih engkau punya, agar‎ TUHAN dan orang lain juga mau berbagi padamu."‎

SIAPA MEMBERI TANPA BERPIKIR UNTUK MENERIMA,

IA AKAN MENERIMA BANYAK APA YANG TAK PERNAH IA PIKIRKAN UNTUK IA BAGIKAN KEPADA ORANG LAIN.‎


Yohanes 5:29a

dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal,


HATI YANG BERSYUKUR

Ada seorang kaya yang merasa bahwa rumah yang di miliki terlalu sempit,‎

Dia pun akhirnya pergi untuk Konsultasi ke Ahli Bangunan.


Dia menceritakan bahwa rumahnya terlalu sempit untuk dirinya dan keluarganya, ‎dia ingin memiliki rumah yang lebih besar.


Ahli Bangunan tersebut memberikan saran dengan perjanjian bahwa semua saran yang di ajukan harus di lakukan,‎

Orang kaya itupun setuju dgn perjanjian itu dan mulai bertanya apa saja saran yg akan di ajukan oleh Ahli Bangunan.


“Belilah 100 ekor ayam dan taruhlah di dalam rumahmu.” kata Ahli Bangunan


"Apa? ‎Bukannya aku ingin memiliki rumah yang besar?‎

Mengapa kau menyuruh aku menaruh ayam di dalam rumahku?" tanya orang kaya


"Masih ingat perjanjian kita? ‎Lakukan hal itu dan kembalilah seminggu kemudian."


Satu minggu telah berlalu dan orang kaya itu menemui Ahli Bangunan,

"Rumahku terasa lebih sempit, ‎lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Belilah 50 ekor domba dan taruhlah dalam rumahmu."


Orang kaya itu melakukan smua perintah Ahli Bangunan, ‎namun belum ada seminggu dia sudah kembali dengan muka kesal, katanya,

"Apa yang kau lakukan pada keluargaku? R‎umah kami jadi tambah sempit."


Ahli Bangunan tersenyum,

"sekarang bawalah semua domba dan ayam mu kemari."


Ketika semua domba dan ayam berhasil di keluarkan dari dalam rumah, ‎orang kaya itu menjadi lega, ‎karena rumahnya terasa sangat luas, ‎bahkan terasa lebih luas dari sebelumnya.

Rasa Tidak Puas yang di miliki oleh orang kaya tersebut membuatnya Merasa Selalu Kurang,‎

Rasa Tidak Puas akan Membuat kita menjadi Iri Hati dan Tamak,‎

Sebaliknya Bersyukur akan Membuat kita Merasa Puas dan Bersukacita atas apa yang telah kita Miliki.


‎Lihatlah ke dalam diri kita dan Bersyukurlah pada TUHAN, sebab‎ DIA telah Mencukupkan kita dalam Segala Hal, dan‎ DIA akan Selalu Memelihara serta Melimpahkan BerkatNYA di masa yang akan Datang.


“Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!

Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

(Mazmur 107:1).


MENJAGA HATI DENGAN BAIK



Bila HATI adalah cermin, maka‎ berkacalah untuk kelayakan kita dalam memaknai hidup.

Bila HATI adalah wadah, maka‎ penuhilah dengan ketulusan.‎


Bila HATI adalah jendela, maka‎ bukalah agar sinarnya masuk melewati hati kita, ‎untuk senantiasa memberikan kehangatan bagi sesama kita.

Bila HATI adalah sebongkah luka, maka‎ menangislah dalam cerita derita kita.‎


Bila HATI adalah pancaran jiwa, maka ‎rawatlah dengan sukacita agar apa yg terpancar dari hati kita bukanlah pancaran mengecoh, ‎melainkan pancaran diri pada kebaikan sebenarnya.

KUNCI KEHIDUPAN BERASAL DARI HATI...‎


Sesungguhnya ada banyak KEBAIKAN di sekeliling kita, namun‎ KEEGOISAN menutupi hati, ‎membuat kita tidak MELIHATNYA.‎


Sesungguhnya kita punya banyak SAHABAT, namun‎ KEBENCIAN membuat kita memandang mereka sebagai MUSUH.‎


Sesungguhnya kehidupan kita sudah BAHAGIA, namun‎ rasa TIDAK BERSYUKUR membuat kita hidup MENDERITA.‎


Sesungguhnya PEKERJAAN kita sudah BAGUS, namun‎ AMBISI berlebihan membuat kita terus MENGELUH dan PROTES.

Sesungguhnya kita sudah memiliki BANYAK, namun‎ KESERAKAHAN membuat kita merasa MISKIN.

Sesungguhnya hidup ini DAMAI, namun‎ KEGELISAHAN membuat dunia terasa bagai di MEDAN PERANG.‎


KUNCI PERMASALAHAN HIDUP BUKAN DI LUAR, MELAINKAN ADA DI DALAM HATI, OLEH KARENA ITU JAGALAH HATI KITA DENGAN BAIK.‎


“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

(Amsal 4:23).

MENJAGA PERILAKU KITA



Matius 7:2

Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.


Siapa yang belum pernah melihat cermin?


Dengan bercermin kita bisa melihat apakah penampilan kita sudah benar,

sudah rapi dan cantik atau ganteng, atau masih amburadul.


Perubahan suasana hati kita juga tercermin di wajah kita,

kenali hal ini dengan memandangi cermin,

inilah cara yang baik mengobati diri kita akibat suasana hati yang terus menerus berubah, c‎ara ini membuat kita tertawa.


Jika kita melihat buruknya wajah kita dalam keadaan marah,

sebaiknya ‎tersenyumlah dan otot wajah akan mengendur, ‎sehingga membangkitkan semangat dan membuat kita gembira.


Cermin secara fisik mudah di lihat dan mudah untuk di benahi, tetapi‎ cermin secara rohani seringkali tanpa sadar kita justru menjadi batu sandungan bagi orang lain,‎

Banyak di antara kita yang tidak mencerminkan ajaran TUHAN dalam hidup kita se-hari².


Dengan mudah kita bisa menasihati seseorang untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, tetapi‎ kita sendiri justru dengan entengnya malah melakukannya alias munafik.

LAIN DI BIBIR, LAIN PULA DI HATI,

LAIN UCAPAN, LAIN TINDAKAN.


Sekarang kita bercermin bukan hanya untuk penampilan jasmani saja, tetapi‎ yang lebih penting buat penampilan rohani kita.

Kalau kita ingin orang lain menghargai dan menghormati setiap penampilan kita, hendaknya kita juga menjaga setiap perilaku kita.


‎Markus 4:24

Lalu Yesus berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.


HIDUP KITA INI  HANYALAH REFLEKSI DARI TINDAKAN KITA



Seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan di gunung,‎

Tiba² anak itu tergelincir dan menjerit, "Aaaahhhh..."


Betapa kagetnya dia ketika mendengar ada suara di balik gunung,

"Aaaahhhh..."

Dengan penuh rasa ingin tahu, ia berteriak,

"Hai, siapa kau?"


Ia mendengar lagi suara di balik gunung, "Hai, siapa kau?"


Ia merasa di permainkan dan dengan marah berteriak lagi,

"kau Pengecut..."


Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara,

"kau pengecut..."


Ia lalu menengok ke arah ayahnya dan bertanya,

"Ayah, sebenarnya apa yang terjadi?"‎

Ayahnya tersenyum dan berkata,

"Anakku, mari perhatikan ini..."

Kemudian sang ayahpun berteriak pada gunung,

"aku mengagumimu..."

Suara itu menjawab. 

"aku mengagumimu..."


Sekali lagi ayah berteriak. 

"kau adalah sang juara..."


Suara itu pun menjawab lagi, 

"kau adalah sang juara..."


Anak itu pun ter-heran², tetapi‎ belum juga memahami.


Kemudian ayahnya menjelaskan,

"Nak, orang² menyebutnya GEMA, tetapi ‎sesungguhnya inilah yang di sebut dengan KEHIDUPAN itu,‎

Ia akan mengembalikan kepadamu apa saja yang kau lakukan dan kau katakan."‎


HIDUP KITA INI  HANYALAH REFLEKSI DARI TINDAKAN KITA;

Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak cinta kasih di dunia ini, maka ‎berikanlah cinta kasih yang tulus dari hati kita,‎

Bila kita ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka‎ berikanlah kebaikan dari dalam diri kita,‎

Hal ini berlaku pada apa saja dan pada semua aspek dalam kehidupan manusia.


Hidup akan memberikan apa yang telah kita berikan padanya, maka‎ SEBENARNYA HIDUP INI ADALAH BUKAN SUATU KEBETULAN, melainkan‎ HIDUP INI ADALAH PANTULAN DARI DIRI KITA SENDIRI, ‎inilah GEMA HIDUP KITA.‎


LAKUKAN YANG TERBAIK, MAKA‎ HASIL TERBAIK YANG AKAN KITA PEROLEH.‎


“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”

(Matius 7:12)

MEMBUANG API KEBENCIAN DALAM HATI




Sebuah kejadian yang menyakitkan dapat menimbulkan kebencian segenap hidup,‎

Membuat kita terus menuduh betapa kejam dan jahat musuh kita yang telah merampas KEBAHAGIAAN segenap hidup kita.‎

Sesungguhnya bukanlah musuh, tapi‎ kita sendirilah yang kejam dan jahat,‎

kita sendirilah yang telah merampas KEBAHAGIAAN HIDUP kita sendiri...

Mengapa?


Sebab kejadian yang menyakitkan telah lama berlalu, namun‎ KEBENCIAN dalam HATI tidak mau kita biarkan berlalu,‎

API KEBENCIAN inilah musuh kita yang sesungguhnya.‎

Seberapa jahat pun seorang musuh,

tak akan lebih jahat dari API KEBENCIAN dalam HATI;‎

Seberapa kejam pun seorang lawan,

tak akan dapat menyiksa kita lebih hebat dari panasnya API KEBENCIAN dalam HATI;‎

Kita lah yang menghancurkan KEBAHAGIAAN HIDUP kita,

kita membiarkan API KEBENCIAN terus menyiksa diri kita...

Selama API KEBENCIAN terus MEMBAKAR,‎

Selama itulah penderitaan MEMBELENGGU kita,‎

Selama itu pula KEBAHAGIAAN dan KEDAMAIAN jauh pergi meninggalkan kita.‎


Siapakah musuh kita sebenarnya?‎

API KEBENCIAN dalam HATI lah musuh kita yang sebenarnya.‎


“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

(Yakobus 1:19)

MARILAH KITA BUANG JAUH API KEBENCIAN DALAM HATI KITA, SEBALIKNYA TANAMKAN KASIH DALAM HATI KITA, SEBAB KASIH MENGALAHKAN SEGALANYA.‎


“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

(1Korintus 13:4-7)


PERCAYAI DAN TAATI PERINGATAN TUHAN --> PERJALANAN HIDUP KITA AKAN BERHASIL

Sore itu Andy sedang ber-jalan² di taman bersama teman²nya,‎

Ketika merasa lelah dan melihat sebuah bangku taman, ‎Andy segera menghampiri dan hendak duduk, ‎namun di atas bangku itu, ‎ada selembar kertas bertuliskan:

"AWAS CAT BASAH, JANGAN DI PEGANG."


Melihat tulisan itu, ‎Andy bukannya langsung pergi, ‎namun justru penasaran dan ingin membuktikan benarkah cat pada bangku itu masih basah.


Sambil sedikit membungkuk, ‎Andy menempelkan tangannya pada bangku itu, dan‎ seketika itu juga tangannya lengket oleh cat yang memang masih Basah.


Dengan susah payah, dan‎ sambil mengomel Andy berusaha membersihkan tangannya dari cat yang menempel di tangannya.


Kalau saja Andy mentaati peringatan tersebut dan tidak memegang bangku yang cat nya masih basah itu, ‎tentu dia tak perlu bersusah payah membersihkan tangannya dari lumuran cat itu.


Bukankah dalam Kehidupan ini, ‎kita seringkali juga Bersikap seperti Andy?‎


Kita Penasaran dengan berbagai Larangan TUHAN kepada kita.


Kita seringkali ingin tahu mengapa TUHAN melarang kita melakukan ini dan itu, dan‎ seolah tak percaya akan peringatan atau larangan itu, ‎sehingga kita mulai ber-main² dengan Dosa.

Hingga suatu saat, ‎kita harus menanggung akibat dari rasa Ingin tau kita itu dengan membayar harga atas Dosa atau Kesalahan yang telah kita Perbuat.

PERCAYAI DAN TAATI SETIAP PERINGATAN TUHAN,

SUPAYA KITA BERTINDAK DENGAN HATI²,

DAN AKHIRNYA PERJALANAN HIDUP KITA AKAN BERHASIL.


“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

(Yosua 1:8).


MENGUSAHAKAN YANG TERBAIK DALAM MENJALANI KEHIDUPAN INI


Hidup ini mirip seperti sebuah perjalanan kereta api,‎

Lengkap dengan stasiun² yang di lalui,

dengan perubahan² rute dan dengan kecelakaan² yang dapat terjadi.


Saat lahir, ‎kita seperti naik kereta api dan bertemu dengan orang tua kita,‎

Saat itu kita yakin bahwa mereka akan selamanya bersama kita,

tapi di suatu stasiun ternyata mereka turun dan meninggalkan kita di perjalanan selanjutnya.


Dengan cara yang sama, ‎orang lain akan naik dalam kereta api kita,

dan bisa saja mereka menjadi penumpang yang berarti bagi hidup kita,‎

Mereka adalah pasangan, anak², keponakan², cucu², saudara², teman² kita.


Satu demi satu penumpang akan turun dan meninggalkan kekosongan yang begitu dalam bagi kita,

bahkan ada juga penumpang yang harus turun begitu tiba², tanpa kita tahu,‎

Di saat kita menyadarinya, ‎ternyata kursi mereka telah kosong.


Perjalanan dalam kereta api penuh dengan ‎SUKACITA, ‎DUKACITA, ‎IMAJINASI, ‎HARAPAN, dan ‎juga di warnai dengan ucapan² selamat tinggal dan perpisahan.


Sukses kita terletak pada bagaimana kita menjalin hubungan yang baik dengan semua ‘penumpang’.

Misteri terbesar bagi setiap penumpang adalah kita tidak pernah tahu di stasiun mana kita akan turun, seba itu‎ jadilah ‘penumpang’ yang baik, ‎dengan cara MENGASIHI, MEMAAFKAN, dan MEMBERI YANG TERBAIK pada penumpang yang lain.


Ketika tiba saatnya bagi kita untuk turun dan meninggalkan kursi kita,

sedapat mungkin kita meninggalkan kenangan² indah bagi mereka yang akan terus melanjutkan perjalanannya.


Seraya berterima kasih kepada teman², ‎karena telah menjadi salah satu penumpang dalam kereta api “KEHIDUPAN KITA”,

USAHAKANLAH AGAR PERJALANAN KITA DALAM KERETA API SEMAKIN BAIK SETIAP HARINYA.‎


“Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji

untuk berpegang pada firman-firman-Mu.

Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati,

kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.

Aku memikirkan jalan-jalan hidupku,

dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringata­n-Mu.

Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat

untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu­.”

(Mazmur 119:57-60).


RENCANA TUHAN YANG TERBAIK‎




Ketika kita menginginkan sesuatu yang tak kunjung DI DAPATKAN,

maka TUHAN meminta kita untuk sabar menunggu.


Ketika kesedihan menjatuhkan air mata,

maka TUHAN meminta kita untuk berusaha TERSENYUM.


Ketika perjalanan hidup terasa membosankan,

maka TUHAN menyuruh kita untuk banyak BERSYUKUR.


Kita punya rencana, ‎TUHAN juga punya rencana, tapi ‎sehebat apapun kita merencanakan sesuatu,

Rencana TUHAN adalah RANCANGAN se-baik²nya buat hidup kita.


Kadang² TUHAN mengijinkan kita patah semangat,

untuk menyelamatkan Jiwa kita.


Kadang² TUHAN mengijinkan kita sedih,

agar kita Makin Kuat.

Kadang² TUHAN mengijinkan kita gagal,

agar kita tetap Rendah Hati.


Kadang² TUHAN mengijinkan kita sakit,

agar kita makin baik Menjaga Diri. 


Kadang² TUHAN mengijinkan kita mengambil smua yang kita miliki,

agar kita belajar Menghargai apa yang kita miliki.

”Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.”

(Mazmur 37:24)


DEKAT dengan TUHAN bukan berarti tak ada air mata,‎

TAAT pada TUHAN bukan berarti tak ada kekurangan,‎

TEKUN BERDOA bukan berarti tak ada masa² sulit,‎

TUHAN akan hadir menyertai kehidupan kita yang selalu SABAR dan TEKUN,

karena TUHAN tahu waktu yang tepat untuk memberikan RENCANA dan RANCANGAN yang terbaik bagi orang² yang mengasihiNYA.‎

Ingatlah bahwa TUHAN selalu memberi:‎

♚ KELEBIHAN di balik KEKURANGAN,‎

♚ KEKUATAN di balik KELEMAHAN,‎

♚ SENYUM di balik KESEDIHAN,‎

♚ HARAPAN di balik KEPUTUS ASAAN,‎

YAKINLAH BAHWA KEBAHAGIAAN AKAN HADIR PADA WAKTUNYA, SESUAI ‎RENCANA DAN RANCANGAN-NYA.‎


“Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari tetapi tidak menjadi lesu,mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.“

(Yesaya 40:31)


PUJIAN MERUPAKAN KATA² SEDERHANA, TAPI ‎ MEMPUNYAI KUASA, EFEK, DAN KEKUATAN YANG LUAR BIASA




Ada seorang guru SMA di Amerika yang memberi pelajaran bagaimana memberi pujian kepada sesama teman sebelum terlambat.


Setiap orang di minta membuat sebuah daftar nama teman dan menuliskan pujian untuk temannya tersebut,‎

Sang guru pun menuliskan pujian untuk setiap muridnya.


Hasilnya ‎seluruh siswa bergembira dan sadar,

ternyata mereka mempunyai kebaikan yang bisa terbaca dari setiap komentar teman²nya.


Ada yang berkata,

"Aku baru sadar, ternyata aku berarti bagi seseorang..."


Ada lagi yang berkata,

"Aku baru sadar ada yang mengasihiku..."


Beberapa tahun kemudian, Mark, ‎salah seorang murid yang telah menjadi tentara, ‎meninggal di dalam Perang Vietnam.


Sang guru yang mengajarnya di beri kesempatan untuk menyampaikan sambutan pada upacara pemakaman Mark.


Setelah selesai, ‎ayah Mark berbicara dengan sang guru sambil mengeluarkan kertas yang sudah ber-lipat² dan kumal dari dompet Mark,

"Mark sering membicarakanmu...‎

Lihatlah kertas ini ada di dompet Mark,‎

Ia menyimpan terus kertas itu sebagai salah satu hartanya..."


Guru itu menangis terharu,

karena kertas itu adalah daftar pujian yang di buatnya beberapa tahun lalu.‎

Mark tak akan kembali, namun‎ KATA² PUJIAN telah menyertai kepergiannya.


Ia meninggal dengan tenang, karena ‎ia tahu bahwa dirinya berharga di mata orang.

Mengapa kita tidak mulai memuji seseorang sebelum terlambat?‎

Mulailah memuji pasangan, orang tua, anak², teman, pembantu, supir atau tukang kebun kita.


PUJIAN MERUPAKAN KATA² SEDERHANA, TAPI ‎ MEMPUNYAI KUASA, EFEK, DAN KEKUATAN YANG LUAR BIASA.‎


“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”

(Kolose 3:16-17).


BERTOBAT DAN HIDUP DALAM KETAATAN


Seorang atheis dengan sombongnya menentang pendeta,

“Pak Pendeta, jika memang benar di dunia ini ada TUHAN,

coba suruh DIA membunuh saya dalam waktu 15 menit.”


Waktu berjalan cepat dan waktu yang di beri, ‎yaitu 15 menit sudah berlalu dan ternyata tidak terjadi apa².


Dengan sombongnya ia kembali berkata,

“Pak Pendeta, ternyata apa yang anda kabarkan tentang TUHAN adalah bohong...‎

Saya sudah tahu sejak semula, ‎bahwa ajaran tentang TUHAN itu tidak benar.” 


Dengan tenang dan sabar pendeta tersebut berkata,

“Saudara, jika pada saat ini ada seorang anak kecil mau berkelahi dengan anda, ‎apakah anda mau meladeni?”

Dengan tidak meninggalkan sikapnya yang angkuh, ‎si atheis dengan cepat dan tanggap menjawab,

“Buat apa saya meladeni anak kecil?‎

Jika saya menanggapi itu, ‎bukan saja orang mentertawakan saya dan akan mengatakan saya ini sinting.”

Dengan tidak kalah tenang dan sabarnya, ‎pendeta mengatakan,

“Itu juga yang menjadi alasan mengapa TUHAN tidak menjawab tantangan anda.”


Setelah mendengarkan jawaban itu,

si ateis dengan rasa malu meninggalkan pendeta itu.‎


Dalam menghadapi masalah, ‎kita perlu meminta ketenangan yang dari TUHAN, ‎sehingga apa yang kita katakan dan putuskan adalah yang terbaik sesuai Kehendak TUHAN.


TUHAN itu Panjang Sabar,

Waktu tidak menjadi masalah bagiNYA.


Yang menjadi Fokus TUHAN adalah DIA tak ingin "seorang pun binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”


TUHAN MEMILIKI KEDAULATAN PENUH ATAS HIDUP KITA,

DAN TUHAN TELAH MEMUTUSKAN UNTUK MENANTIKAN SEBANYAK MUNGKIN ORANG BERTOBAT DAN HIDUP DALAM KETAATAN.‎


“Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

(2Petrus 3:9)


DEWASA DALAM BERPIKIR‎


Jika hari ini ada godaan berbuat jahat, ‎PIKIRKANlah lebih dahulu resiko dan buah yang akan kita tuai karena perbuatan tersebut, supaya‎ kita mampu menahan diri dari berbuat jahat, ‎itulah ciri orang yang dewasa,‎

Hendaklah kiranya kita ini lebih mahir BERBUAT BAIK daripada BERBUAT JAHAT...‎


Jika HATI kita bersih,

maka bersih pula PIKIRAN kita.


Jika PIKIRAN kita bersih,

maka bersih pula PERKATAAN kita.


Jika PERKATAAN kita bersih (baik),

maka bersih (baik) pula PERBUATAN kita.


HATI, PIKIRAN, PERKATAAN, dan PERBUATAN kita mencerminkan hidup kita.


Jika ingin hidup kita berkembang, maju, dan sukses (bersih/baik), maka ‎kita harus menjaga HATI, PIKIRAN, PERKATAAN, dan PERBUATAN kita tetap baik, karena‎ HATI, PIKIRAN, PERKATAAN, dan PERBUATAN itulah segalanya...


HATI menentukan PIKIRAN,‎

PIKIRAN menentukan PERKATAAN dan PERBUATAN.


Mari JAGA HATI...

Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan buruknya cara kita bertindak,

Pilih untuk tetap BERBUAT BAIK, ‎sekalipun menerima hal yang tidak baik,‎

Jangan memasukan "sampah" ke dalam hati, melainkan j‎adikan "sampah" sebagai "pupuk" penyubur semangat kita.‎


Belajarlah MEMAAFKAN, karena ‎MEMAAFKAN bisa menjadi KUNCI KEBERHASILAN.‎


SEMAKIN DEWASA SESEORANG DALAM CARA BERPIKIR,

SEMAKIN MAMPU PULA DIA MENJAGA TINGKAH LAKUNYA.‎


“Saudara- saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu.

Jadilah anak-anak dalam kejahatan, 

tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!”

(1 Korintus 14:20)



PERCAYALAH BERSAMA TUHAN, KITA MAMPU MELEWATI SEMUANYA‎




Ada seorang lelaki muda yang sedang menaiki sebuah perahu kecil,‎

Wajahnya sangat muram dan terlihat sekali bahwa lelaki itu dalam keadaan tertekan.


Pemilik perahu itu tetap mendayung sambil mengarahkan perahunya sesuai permintaan lelaki muda tersebut.


"Hentikan perahunya jika sudah sampai di tengah lautan."


"Apa kau akan bunuh diri anak muda?"‎


"Bukan urusanmu... ‎kau tak pernah mengerti bahwa hidupku ini sangatlah berat, s‎ama seperti perahumu yang akan tenggelam ini."


"Oh, saya baru ingat sesuatu...

Pantas saja perahu ini hampir tenggelam.”


Pemilik perahu mulai mengambil sesuatu dari perahunya.


Tak lama kemudian mulai di buangnya satu-persatu,

setelah itu perahunya mulai mengapung dengan sempurna.


"Apa yang kau lakukan, pak tua?"

"aku hanya membuang batu yang tidak berguna, b‎atu inilah yang membuat perahuku hampir tenggelam,‎

Dan setelah aku membuangnya, ‎batu² itu tak akan muncul lagi,‎

mungkin kau juga harus membuang segala bebanmu..."

Kehidupan kita sama seperti sebuah perahu;‎

Jika perahu² itu berlayar dengan mengangkut banyak batu, maka perahu itu akan kehilangan keseimbangan dan tenggelam.


Buat apa kita menyimpan segala beban dan memikulnya?


Apakah beban² itu dapat membawa kehidupan kita menjadi lebih baik?


Buanglah segala beban itu...


Kemana beban itu harus kita buang?


Datanglah kepada TUHAN, maka‎ DIA akan mengangkat segala beban hidup kita;‎

TUHAN akan membuangnya, sehingga‎ beban itu tak akan pernah mengganggu kehidupan kita lagi.


Lebih baik memfokuskan tujuan hidup kita kepada rencana TUHAN daripada kita menghabiskan waktu hanya untuk meratapai segala beban hidup.


Jadi k‎etika kita berbeban berat, ‎marilah kita datang kepadaNYA dan belajar mengandalkanNYA, ‎bukan mengandalkan kekuatan sendiri.


PERCAYALAH BERSAMA TUHAN, KITA MAMPU MELEWATI SEMUANYA‎...


”Marilah kepadaKU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu.”

(Matius 11:28)..


JAGALAH MULUT DAN ARIF LAH DALAM PERILAKU KITA‎




“Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.”

(Amsal 13:3)


Dari mulut yang satu bisa keluar kata² pujian dan doa,

dan dari mulut yang satu ini juga bisa keluarkan kata² caci makian dan sumpah serapah.‎


“Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.”

(Amsal 10:11)


Kata² kasar yang tidak terkendali di sertai emosi bisa menimbulkan percekcokan atau pertengkaran, hingga‎ mendatangkan antipati serta menuai musuh, tapi‎ sebaliknya Kata² yang Lembut bisa Meredakan Emosi seseorang serta Menuai Simpatik dan teman.


Sebuah kata² yang kasar akan membuat orang patah semangat dan menaruh dendam serta akan berdampak negatif,

sebaliknya sebuah kata² Nasehat yang Bijak dan Positif bisa Menentukan Langkah Hidup seseorang, karena‎ dia bisa termotivasi dengan ucapan yang bijak itu, hingga‎ berjuang untuk meraihnya, serta ‎mendatangkan HAL² YANG POSTIF.


“Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.”

(Amsal 12:18)


JAGALAH MULUT DAN ARIF LAH DALAM PERILAKU KITA,

SERTA BIJAKLAH DALAM SETIAP UCAPAN YANG AKAN DI SAMPAIKAN.


“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.” (Kolose 3:8)


MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK TUHAN



Di sebuah daerah ada sebuah peraturan khusus, ‎di mana petani harus memberikan 5% dari hasil panennya.


Gadis pertama mendapat pujian dari raja karena hasil panen yang di berikan sangat baik.


Raja menjadi geram pada gadis kedua karena memberikan hasil panen yang tidak sebaik gadis pertama,

“Apa yang telah kau lakukan padaku?‎

Mengapa kau memberikan yang terburuk padaku?”


“Karena hasil panen saya yang terbaik telah saya persembahkan kepada TUHAN...”


“Jadi kau lebih memilih TUHANmu daripada aku sebagai raja di sini?”


“Tentu saja, karena hanya TUHAN saja yang dapat memberikan pertumbuhan kepada semua buah² saya dan juga petani yang lain.‎

Jika TUHAN tidak memberi pertumbuhan, dapatkan kita makan?‎

Lalu apa raja bisa menumbuhkannya?”


Pada bulan² berikutnya, ‎gadis kedua ini sangat bersukacita karena hasil panen yang melimpah dan jauh dari wabah yang merusak panennya,

sedangkan gadis pertama selalu mengalami gagal panen.


Ternyata gadis pertama selalu memberikan yang terburuk kepada TUHAN dan dia lebih memilih untuk di puji oleh raja.


Perbuatan mana yang akan kita pilih untuk kita terapkan dalam kehidupan kita?‎

Apakah kita akan memberikan yang terburuk kepada TUHAN agar mendapat pujian dari manusia?


Atau kita akan tetap memberikan yang terbaik kepada TUHAN walau sesungguhnya kita mendapat penghinaan dari dunia?‎


TUHAN akan melihat Ketulusan dan Kesungguhan Hati kita dalam Hal Memberi.


Ketika kita memutuskan untuk Memberikan yang Terbaik bagi TUHAN, maka‎ TUHAN juga akan Memberikan yang Terbaik bagi kita.


TUHAN AKAN MEMBERIKAN BERKAT YANG BERLIMPAH DAN AKAN MENJAUHKAN SEMUA KEGAGALAM DALAM KEHIDUPAN KITA.

‎“Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN;

Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.”

(Mazmur 5:12)




Posting Komentar untuk "Renungan mazmur 8:1-10 memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat"