Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Roma 5:4-5 SELALU ADA HARAPAN DI DALAM TUHAN‎

 



SELALU ADA HARAPAN DI DALAM TUHAN‎


Sama² di taruh di dalam tanah, tapi‎ perbedaannya sangat besar;‎

DI KUBUR artinya MATI, MEMBUSUK, dan SUDAH TAMAT,

sedangkan DI TANAM artinya MATI MATI, MEMBUSUK, namun‎ TUMBUH KEMBALI (ada unsur "PENGHARAPAN").


Jika kita menaruh sebutir benih ke dalam tanah,

akankah kita mengatakan, ‎"saya sedang mengubur benih?"


Tentu saja tidak...‎

Tapi kita akan katakan,

"saya sedang menanam benih..."


Kita sangat yakin bahwa benih yang kita taruh ke dalam tanah itu suatu saat pasti BERTUMBUH menjadi sebuah tanaman dan menghasilkan buah. 


Tahukah kita bahwa TUHAN tidak pernah "MENGUBURKAN" kita, ‎yang DIA lakukan sebenarnya adalah "MENANAM" kita?‎


Itulah yang terjadi dalam kehidupan Ayub:‎

Kebangkrutan dalam bisnis, ‎Penyakit kronis yang di deritanya, ‎Badai dalam keluarganya,‎

bukan di maksudkan untuk "MENGUBURKAN" Ayub dan membuat hidupnya tamat, s‎ebaliknya Ayub sedang DI TANAM...


Mungkin habis untuk seketika itu, namun ‎setelah itu keadaan Ayub di pulihkan dua kali lipat,‎

Ayub jatuh tapi tidak tergeletak,‎

Ayub terpuruk tapi tidak habis,

Ayub hancur, tapi itu menjadi titik balik dalam kehidupannya.


Apakah kita sedang mengalami masa² sulit?


Apakah badai kehidupan sedang memporak-porandakan kehidupan kita?


Ingatlah bahwa ‎tidak peduli apapun yang terjadi dalam hidup kita,

kita sebenarnya tidak sedang terkubur, ‎namun kita hanya sedang di tanam.


TETAP SEMANGAT DAN NEVER GIVE UP, SEBAB DI DALAM TUHAN SELALU ADA HOPE DAN SOLUTION.‎


“dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

(Roma 5:4-5)


‎(Jangan cemaskan hari ini)


"Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai."

(Lukas 11: 22)

Jangan mencemaskan hari ini sebab TUHAN akan selalu menyertai kita. -Ke manapun kita pergi, -ke manapun kaki kita melangkah, 

TUHAN akan menjagai kita. DIA juga akan melindungi seluruh keluarga kita. Tidak akan dibiarkannya melapetaka menimpa seisi rumah kita.

Dan kerjakanlah apa yang menjadi bagian kita hari ini dengan tulus hati. 

Jangan pernah kecewa dengan seberapa hasil yang akan kita dapat.

Bukan manusia yang menentukan berkat kita. TUHAN-lah yang merancangkan seperti apa berkat yang akan kita terima.

-Jalani hari ini dengan penuh ucapan syukur. -Jalani hari ini dengan suka cita. 

-Rasakanlah damai yang TUHAN beri dalam hidup kita. 

Kecemasan tidak akan pernah membuat hidup kita bahagia, hanya pada YESUS-lah kita boleh dapatkan kehidupan yang indah. 

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

(1 Tesalonika 5: 18)

Bila kita ingin bersyukur kepada TUHAN, maka mengucap syukurlah dalam segala hal. Jangan hanya bersyukur bila kita mendapatkan hal-hal baik, namun bersyukurlah juga saat kita menghadapi masa-masa yang buruk.

-Semua hari itu baik, -semua hari TUHAN berkati. Jangan biarkan hati dan fikiran kita mengolah rasa cemas. Tidak ada sesuatu yang sukar tanpa jalan keluar dari TUHAN.

Dan tidak ada keperluan yang tidak TUHAN penuhi. Semua sudah TUHAN atur sesuai dengan rancangan-Nya.

Mazmur 111:5 dan Mazmur 127: 2 mengatakan bahwa hanya berkat-berkat TUHAN-lah yang menjadi kan kita kaya, bahkan TUHAN memberkati anak-anak-Nya pada waktu tidur, artinya pada saat kita pasrah dan percaya penuh pada TUHAN.

”Terkadang TUHAN  memang izinkan persoalan menjerat langkah kaki kita. TUHAN hanya ingin melihat seberapa besar kita mengandalkan-Nya. Dan ketika kita menghadapi masa sukar, TUHAN ingin melihat apakah hati kita masih mampu bersyukur.”

Mengucap syukur atas kebaikan Tuhan Sang Pemberi Berkat sangat menyenangkan hati Tuhan. Dan jangan mengucap syukur pada waktu diberkati saja, Tuhan inginkan kita mengucap syukur pada waktu keadaan yang baik ataupun tidak baik, artinya mengucap syukurlah setiap waktu.

Contohnya : saat kita bangun pagi hari, kita masih boleh menghirup oksigen  dengan bebas, kita wajib mengucap syukur karena pada saat pandemi ini tabung oksigen sangat mahal dan jarang ditemui, karena harus dibeli dengan harga yang mahal. Oksigen dari TUHAN itu free alias GRATIS.


(Adalah hak orang jika ingin berbuat kebaikan)


"Bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman."

(Yokubus 2: 24)

-Jangan marah, jika tidak di puji,

-Jangan menyesal, jika tidak di hargai,

-Jangan menggerutu, jika tidak di hormati

Apa untungnya pujian jika membuat bangga diri ?

Apa untungnya penghargaan jika membuat lupa diri ?

Apa untungnya penghormatan jika membuat tinggi hati ?

Sebab sesungguhnya pujian, penghargaan, dan penghormatan hanya merupakan kesenangan sesaat yang justru dapat membuat kita jatuh dalam dosa 

Belajarlah menjadi orang yang rendah hati.

Hanya karena seorang ingin berubah lebih baik, lantas kita boleh sembarangan mencemooh dan meragukannya.

Apakah salah bila seorang penjahat, pembohong, penjudi, perampok, atau bahkan orang yang terbuang dan hina, ingin berbicara dan mengajarkan suatu kebaikan ?‎

Mengapa di anggap remeh ?‎

Adalah hak setiap orang ingin berbuat kebaikan, meskipun memiliki dosa masa lalu dan telah menguburkannya untuk menjadi manusia baru yang berarti.

Sebuah perubahan menuju kebaikan adalah sesuatu yang sangat luar biasa dalam hidup manusia, daripada ‎yang hanya duduk diam

tidak membawa perubahan, ‎namun sibuk mengkritik

orang lain dan mengkritisi pola pikirnya.

Jangan terlalu berprasangka buruk pada seseorang sebelum kita tahu kebenarannya, apalagi membiarkan mulut kita asyik menyebar gossip yang tidak jelas, ‎ seolah menjadi sutradara dari jalan hidup orang lain.

Jangan sampai ketika dugaan kita salah apalagi tak terbukti, kita nantinya yang akan di permalukan.

Alangkah bijaknya bila kita bukan saja menjadi pengkritik, namun‎ menjadi pendengar dan pelaku yang baik, dan selalu berusaha belajar menjadi lebih baik, bukan berusaha merusakkan kebaikan orang dengan pola pikir yang menjebak dan mencemuh.

"Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah."

(3 Yohanes 1: 11)


Posting Komentar untuk "Renungan Roma 5:4-5 SELALU ADA HARAPAN DI DALAM TUHAN‎"