Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Is Not The End Of The Games Wisuda IPDN ANGKATAN XXIX Tahun 2022

 



Wisuda IPDN Tahun 2022 Oleh Menteri Dalam Negeri Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, MA., Ph.D.


Susunan Acara Upacara Wisuda.

1. Mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya

2. Mars Institut Pemerintahan Dalam Negeri

3. Pembacaan Keputusan Rektor IPDN tentang kelulusan program doctor ilmu pemerintahan, program pasca sarjana dan program sarjana terapan ilmu pemerintahan oleh sekretaris senat.

4. Pernyataan wisuda dan laporan PENDIDIKAN oleh rektor IPDN 

5. Penyerahan Ijazah bagi wisudawan terbaik oleh Mentri dalam negeri Republik  Indonesia di dampingi rektor IPDN

6. Sambutan Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia

7. Pembacaan Doa

8. Mendengarkan Himne Abdi Praja Darma Satya Nagara Bakti


Wisudawan berjumlah 2067 orang Praja yang diwisuda.

12 orang WISUDAWAN TERBAIK YANG AKAN MENERIMA IJAZAH SECARA LANGSUNG yang diberikan oleh  Bpk Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, MA., Ph.D..

PEMINDAHAN TALI TOGA Oleh Rektor IPDN Dr.Hadi Prabowo,MM.

Adapun 12 orang Wisudawan TERBAIK/YANG BERPRESTASI, terdiri dari;

  • 10 dari PROGRAM SARJANA ILMU TERAPAN PEMERINTAHAN
  • 1 orang dari program MAGISTER
  • 1 orang dari Ilmu Pemerintahan

Tanggal 02 Agustus 2022 Praja akan dilantik oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. 


SELAYANG PANDANG ARTI SALAM

Bhineka Nara Eka Bhakti …..

Dalam bahasa Indonesia Bhineka Nara Eka Bhakti berarti "Walaupun berbeda - beda tetapi tetap satu pengabdian" Semboyan yang sangat mulia ini merupakan representasi dari tujuan didirikannya IPDN oleh presiden Soekarno pada tanggal 17 Maret 1956 di Malang, Jawa Timur yang pada awal berdirinya masih menggunakan nama APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri) kemudian berganti nama menjadi STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) dan hingga kini dikenal sebagai IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) yang berpusat di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Praja IPDN terdiri dari Putra - Putri terbaik yang berasal dari seluruh daerah yang ada di Indonesia, dikumpulkan menjadi satu di Lembah Manglayang IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat untuk dibekali kemampuan akademis dengan spesifikasi Pemerintahan dibarengi dengan penanaman nilai - nilai Nasionalisme dan keberagaman sebagai bekal sekembalinya mereka ke daerah penugasan masing - masing.


Berikut adalah:
Sambutan oleh Mentri dalam negeri Republik  Indonesia. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, MA., Ph.D. 


Bhineka Nara Eka Bhakti …..

Kurang keras, sekali lagi. 

Bhineka Nara Eka Bhakti …..

Ya terima kasih….

Bismillahirrahmanirrahim,..

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Shalom, Salam Sejahtera untuk kita semua. 

Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan.

Yang saya hormati Anggota DPR RI Komisi 11 Bapak Satori S.Pd,.MM.

Kemudian yang saya hormati senior saya, komisaris Jendral Polisi Purnawirawan Bpk Nanan Soekarna, beliau adalah wakapolri pada masa saya, kehormatan bagi kita untuk kehadiran beliau. 

Yang saya hormati Bpk Rektor IPDN Dr.Hadi Prabowo,MM.  Beserta ibu serta seluruh civitas akademika IPDN. 

Yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Bpk Dr. Ir. Heri Januar, kemudian juga yang mewakili Bupati Sumedang, Bpk Drs Agus Qorie Hidayat.

Rekan-rekan pimpinan tinggi Madya dan Pratama Kemendagri yang hadir saat ini, maupun juga yang hadir secara virtual. 

Yang saya hormati Guru besar IPDN dan seluruh anggota senat, para wisudawan, hadirin sekalian yang berbahagia. 

Hari ini adalah hari yang membahagiakan, membahagiakan banyak pihak.

Bagi rekan-rekan wisudawan, ini adalah akhri dari perjuangan yang cukup Panjang. Baik s1, s2, maupun s3. Tentu sudah jungkir balik ya, suka duka, baik secara fisik, mental, dan juga mungkin secara finansial bagi yang mungkin bukan kedinasan, sehingga tentu acara ini merupakan acara yang sangat fenomenal dan bersejarah dalam kehidupan para wisudawan sekalian. Telah berhasil untuk lulus menjadi seorang sarjana. Baik sarjana terapan ilmu pemerintahan yang berjumlah 1992. Kemudian master yang berjumlah 38 orang, dan juga program doktor yang menghasilkan jumlah yang tidak kecil 37 orang. 

Tentu ini adalah kebahagiaan bagi bapak-bapak, ibu-ibu para wisudawan/wisudawati.

Hari ini juga adalah hari yang membahagiakan bagi keluarga, keluarga melalui harapan besar. Untuk putera puterinya sekolah di IPDN, melalui seleksi yang sangat ketat, diingat dengan tingkat animo yang tinggi, dan acception atau penerimaan yang rendah.

Artinya yang terpilih adalah betul-betul terseleksi, sehat jasmani rohani, mental ideologi yang baik, dan juga kemampuan akademik yang mumpuni.  Dan juga keluarga dari yang lulusan s2 dan s3 bangga tentunya. Dengan adanya prestasi akademik. Naik dari level s1 ke s2 dari s2 ke s3.

Hari ini juga adalah hari yang membahagiakan, yang tersendiri bagi civitas akademika IPDN. Karena acara resmi wisuda ini, menandai keberhasilan program Pendidikan dan latihan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Yang juga penuh dengan suka dan duka. Hari ini kita melahirkan sarjana ilmu pemerintahan yang baru. Sebanyak 1992 orang sarjana, 38 orang magister, dan untuk ukuran satu perguruan tinggi 37 orang doktor itu adalah angka yang besar. Kita sampaikan salut dan tepuk tangan untuk IPDN. ….

Boleh yang lagi mendengar juga boleh tepuk tangan juga boleh supaya rileks, jadi engga setres…(tepuk tangan dari wisudawan yang berdiri di lapangan)….. yaa….

Kemudian tentu inilah Kemendagri yang saya pimpin merasa kebahagiaan tersendiri juga karena IPDN berada dalam pembinaan dan berada dalam struktur kemendagri. Sehingga keberhasilan IPDN adalah kebahagiaan kemendagri Hal ini juga menjadi suatu kebanggaan bagi pemerintah dan juga seluruh masyarakat Indonesia. Karena lahirnya para ilmuan-ilmuan di bidang ilmu pemerintahan, yang akan dapat menafaatnya bagi jalannya pemerintahan kita dan pembangunan bangsa Indonesia.

Di balik kebahagiaan-kebahagiaan ini saya ingin menyampaikan beberapa pesan yang:

Pertama, kepada para wisudawan/wisudawati khusus untuk yang sarjana ilmu terapan, sarjana terapan ilmu pemerintahan s1, saya mengucapkan selamat karena adik2 semua sudah menjadi seorang ilmuan, seorang saintis. Perubahan terpenting antara non ilmuan dengan ilmuan saintis sarjana itu adalah berpikir secara ilmiah, berpikir secara ilmiah artinya, ketika mengambil keputusan, berpendapat semua didasarkan kepada rasionalitas, kepada data, kepada teori, yang ada. Berbeda dengan yang non ilmuan, yang non ilmuan ketika mengambil sikap, pandangan keputusan, didasarkan kepada non ilmiah, non data, non teori. Misalnya hitung-hitung kancing, hitung kancing, iya, tidak, iya, tidak, iya. Itu non ilmuan. 

Atau datang ke dukun, untuk mengambil keputusan, itu non ilmuan. Atau mengambil keputusan spontan tanpa melihat data sebelumnya, tanpa melihat kajian refrensi sebelumnya tentang hal itu.  Itu Namanya non ilmuan.

Adek-adek S1 masuk menjadi S1 dengan diberikan kemampuan-kemampuan dasar untuk menjadi seorang ilmuan, kemampuan metodologi, refrensi teori-teori, diberikan buku bacaan dll. Ceramah, kuliah dll. 

Targetnya Cuma satu saja yaitu untuk membawa dari non ilmuan ketika mengambil keputusan atau berpikir tentang suatu masalah yang didasarkan semula hanya feeling, menjadi data yang ilmiah, teori. Cukup dibawa sampai ke tingkat itu.

Ketika masuk ke S2 untuk rekan-rekan yang sarjana masuk ke master, maka levelnya mulai beda, menghadapi masalah yang lebih kompleks, dengan metodologi yang diajarkan lebih kompleks, refrensi yang lebih banyak, kemampuan analisis yang lebih kompleks juga, sehingga kemampuan S2, menjadi di atas kemampuan S1, kompleksitas dari pembahasan itu kunci beda S1 dan s2. 

Di S3 tidak, lebih tinggi lagi, di S3 harus bisa mendemonstrasikan kemampuan metodologi secara lengkap, kuantitatif, kualitatif, trainggulations. Kemudian refrensi yang lebih banyak, lebih dalam, yang berkelas, jurnal-jurnal internasional, buku-buku internasional, penelitian-penelitian terakhir, mampu melakukan analisis, dan yang paling penting adalah mampu menchallenge konsep para ilmuan lain. menchallenge teori. Maka seorang doktor, dia harus menemukan novelty,  menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang baru itu. Bisa temuannya, mendukung teori yang ada. Itu level paling rendah, atau yang kedua adalah dia mengembangkan teori yang sudah ada, itu level yang kedua, yang ketiga dia mematahkan teori yang sudah ada, dengan segenap argumentasi, dan kemampuan referensi, serta kemampuan teoritis dan metodologisnya. Dan yang tertinggi adalah menemukan teori yang baru. Itu summa cumlaude,, kalau ada itu. Nah itulah bedanya antara  S1, S2 dan S3. 

Tapi apapun juga, hari ini IPDN telah menghasilkan, sarjana-sarjana baru, yang berpikir ilmuan, makanya upacaranya dua kali, upacara inilah upacara wisudawan, wisuda yang menunjukan keakademikkan, dan membawa rekan-rekan menjadi bukti bahwa rekan-rekan, para wisudawan wisudawati adalah seorang ilmuan. Nanti tanggal 02 untuk yang praja, akan dilantik resmi, oleh Bapak wakil presiden, menjadi (Aparatur sipil negara), ASN. Yaitu pamong Praja Muda. Jadi rekan2 akan menyandang dua predikat, satu adalah sebagai birokrat, ASN, dua adalah sebagai ilmuan saintis. Inilah yang hendaknya dipahami oleh para wisudawan dan wisudawati.

Nah untuk S1 saya minta setelah nanti penugasan kembali, yang pertama jangan berpikir penugasannya kasak-kusuk, ingin mendapatkan tempat di mana-mana. Adek-adek masih muda, masih mungkin akan bekerja 30,40 tahun ke depan. Jika insya Allah Tuhan memberikan umur yang Panjang.

Oleh karena itu cari pengalaman yang sebanyak-banyaknya. Mau ditempatkan di mana saja siap. Karena Is not the end of the games, bukan akhir dari segalanya. Mungkin hanya 2 atau 3 tahun setelah itu akan pindah ke tempat lain.

Dan khusus kepada yang  S1, saya sudah menyampikan kepada pak rector cari calon-calon yg bagus, lengkapi kemampuan Bahasa Inggris kerjasama dengan LPDP, kita kirim mereka ke luar negeri, nanti akan saya jelaskan sedikit nanti, dalam pesan saya kepada rektor dan jajaran.

Yang kedua untuk adek-adek wisudawan wisudawati, begitu bertugas tunjukan betul sebagai lulusan IPDN, yang merupakan perguruan, institusi, perguruan tinggi yang memiliki kualitas, bertarap nasional, kalau bukan internasional. Banyak yang ingin masuk di sini.

Tunjukan dengan perbuatan dan kinerja, jangan sampai membuat permasalahan-permasalahan, insident, yang merugikan diri sendiri dan mencoreng nama baik institusi.

Kemudian untuk yang lulusan master, tentu dengan kemampuan yang ada, saya minta bisa memberikan kontribusi, mengenai sistem pemerintahan di Indonesia, sistem perpolitikan di Indonesia. Dan juga jangan berhenti, untuk melanjutkan sampai dengan, bila perlu ngejar lagi S3.

Kemudian untuk wisudawan yang S3 doktor, saya minta betul supaya sekadar mendapatkan gelar, hanya untuk menaikan derajat, tapi lebih dari itu. Aplikasikan kemampuan yang ada. Dari pelajaran yang sudah diterima, pengalaman yang sudah diterima, pontang-panting untuk menjadi doktor, kita sangat berharap, para doktor ilmu pemerintahan, yang sudah lulus wisuda, ini akan dapat memberikan kontribusi untuk perbaikan, sistem pemerintahan, perpolitikan, baik di pusat maupun di daerah, ataupun bidang-bidang lain yang menjadi persoalan negara. 

Saya ingin menggaris bawahi, apa yang disampaikan oleh seorang ilmuan, Joshep Staikes dalam buku yang ditulis oleh rektor Okspert saat ini, Prof.Lui Richardshon dalam bukunya What theory Rishwant   = if theory which out policy it's for academics,  then policy  without theory is for gambles.   (menit ke 2:09:41) “Jadi kalau hanya mampu berteori, tapi tidak pernah menjadi kebijakan, itu hanya untuk para akademik saja, menara gading, yang tidak diaplikasikan, tidak bermanfaat untuk masyarakat, sebaliknya membuat kebijakan, tanpa didasarkan landasan teori yang kuat, itu adalah gambling untung-untungan”.  Yang terbaik adalah, membuat kebijakan, didasarkan kepada, teori yang sudah teruji. 

Nah oleh karena itu, rekan-rekan yang menyandang gelar doktor, ini memiliki kemampuan teoritis dan metodologis yang kuat. Lakukan tulisan, buat tulisan, rajin buat tulisan, penelitian dll. Sampaikan kepada pihak yang terkait, agar bisa menjadi kebijakan. Kalau seandainya rekan-rekan doktor adalah seorang pengambil kebijakan, maka manfaatkan kemampuan, teoritis dan metodologis, yg sudah diterima, untuk mengambil kebijakan yang tepat dan benar. 

Kemudian untuk seluruh rekan-rekan wisudawan/wisudawati yang ada, hari ini merupakan babak akhir dari sekolah, tapi merupakan babak awal, terutama yang S1 untuk menuju kehidupan, untuk menjadi seorang ASN.  Kehidupan yang akan panjangan dijalani. 30 tahun 40 tahun mendatang. 

Saya ingin menyentir satu pepatah Inggris penting, “A journey of a thousand miles begins with a single step”” ”Perjalanan 1000 Mil, pasti harus dimulai dengan satu langkah. Sepanjang apapun perjalanannya pasti dimulai dengan langkah pertama”. 


Kelulusan ini merupakan langkah pertama, menuju kehidupan yang panjang ke depan. Oleh karena itu siapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang Panjang ini. Bekal yang sudah ada, manfaatkan semaksimal mungkin juga. 

Kemudian saya juga berpesan kepada civitas akademika IPDN, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi, pada IPDN, yang telah apapun menghasilkan para ilmuan baik S2, S2, maupun S3 saat ini. Ini adalah merupakan salah satu indikator kinerja yang baik. Prestasi yang baik, kita sudah mendengar yang disampaikan oleh bapak rektor, dilaporkan tadi, apa saja yang sudah dikerjakan, dan kita menyampikan apresiasi yang tinggi, atas semua kerja keras tersebut. 

Namun ada catatan penting, yang selalu saya ulang-ulang dan selalu saya garis bawahi,;

Yang pertama, saya minta betul, jangan lagi ada kekerasan di IPDN, saya mantan Wakapolri Pak Nanan adalah sama seperti adek2 dulu yang adalah hidupnya sama seperti ini. Kami sangat tau persis apa yang terjadi di kehidupan Praja, sama seperti kehidupan Daruna, dan kami mengambil kesimpulan yang sama, bahwa kekerasan tidak ada manfaatnya, itu hanya balas-membalas saja. Tidak ada gunanya, bahkan bisa merusak, sakit, bahkan bisa kena pidana, seperti peristiwa sebelumnya, dan saya mendapat laporan sekarang, tidak ada lagi katanya,, mudah-mudahan tidak ada lagi. Ini memerlukan kerjasama. Tidak hanya pengasuh, tapi terutama, para pejabat di Korps, Praja, dan seluruh Praja, untuk menghentikan itu, karena engga ada gunanya memang. 

Kemudian yang kedua, saya meminta supaya metode Pendidikan, ddl. Direvisi diperbaiki, apalagi dengan adanya digitalisasi, saya sudah melihat laboratorium atau perpustakaan yang baru, fine sudah terlanjur. Sebetulnya kita tidak memerlukan perpustakaan yang besar. Sekarang semuanya sudah online, bahkan ada perpustakaan online, yang terhubung sampai ke perpustakaan di seluruh penjuru dunia. Kita tinggal subscribe menjadi pelanggan dibayar tahunan, sehingga semua siswa bisa mendapatkan ilmu-ilmu terbaru, penelitian-penelitian terbaru, kunci Bahasa Inggris itu aja, namun perpustakaan sudah terlanjur dibangun, nantinya akan tetap dijalankan. Kita bangun lebih dari pada tempat untuk belajar saja, karena kalau hanya untuk pajangan koleksi buku-buku, sekarang online, buku2 sudah online bisa di google dll. Bisa di subscribe dengan mudah. Digitalisasi kepada seluruh siswa, penting namun, siswa perlu harus jaga betul jangan sampai digitalisasi itu menggunakan internet, punya smart phon masing2 dan kemudian digunakan untuk kepentingan yang kurang bagus, nonton film bokep misalnya, na jangan. Masuk ideologi-ideologi radikal, tidak boleh, na kemudian saya sangat berharap betul, kerjasama dengan LPDP, ini adalah benar2 terlaksana, di Polri sudah berjalan di AKPOL…….(yang tidak kuat silahkan goyang lagi satu menit)…. Peserta kelelahan lama berdiri, silahkan semua angkat tangan, kaki digoyang-goyang.))) oke saya lanjutkan…….

Na saya minta betul kerjasama dengan LPDP dilaksanakan ya, yaitu saya ingin, revolusi mental Indonesia itu dimulai dari ASN, karena ASN, kunci dari pemerintah adalah pemerintah. kunci dari bangsa adalah pemerintah. Ya Namanya memberikan perintah, rakyat diberi perintah, kunci dari pemerintah adalah yaitu Aparatur Sipil Negara, yang jumlahnya 4 juta orang lebih ASN. Dan ASN ini, backbone tulang punggung pemerintahan. Sangat menentukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nah kalau ingin melakukan revolusi mental, saya melihat peran IPDN menjadi sangat penting. Kenapa lulusan-lulusan IPDN, ini sudah ada di mana-mana, berada di semua pemerintahan pusat, maupun daerah, di semua kementrian Lembaga, dan sekarang sudah banyak yang memegang jabatan2 penting. Eselon 1, oleh karena itu saya ingin, agar lulusan IPDN menjadi  agent of change agen perubahan, dan untuk bisa merubah itu, agent of change maka lulusan IPDN ini, dalam gelombang besar, harus sekolah ke luar negeri, di negara yang les coruptif, korupsinya kurang, disiplinnya tinggi, dan memiliki ketertiban yang baik, dan culture working culture, budaya kerjanya juga baik. Amerika, Inggris, Australia, Singapura, ini adalah negara-negara itu. Nah saya paham, saya push terus pak rektor untuk itu. Saya bilang minimal 200 kirim, saya ingin gelombangnya, kalau tidak kita kirim 100 saja, pertahun. 10 tahun ke depan kita akan ketemu, mendapatkan lulusan IPDN, lulusan luar negeri, yang jumlahnya 1000 orang, itu akan banyak manfaatnya. Itu akan banyak manfaatnya untuk menjadi agen perubahan. 

Ketika mereka ada dalam gelombang yang besar. Tapi kalau gelombangnya kecil, 5, 10 dikirim. Di luar negerinya dia balik, balik ke sini kumat lagi. Terpengaruh sama teman-temannya. Nah ini tadi ada 200 ternyata ada 104 yang lolos. Memang rata2 jatuhnya di Bahasa Inggris, makanya saya tahu bahwa rekan-rekan adek-adek ini, orang2 terpilih, pinter. Pilihan yg terpilih dari puluhan ribu orang. Kalau tidak bisa Bahasa Inggris,  yang salah bukan siswanya, yang salah adalah kurikulumnya, makanya saya minta, kurikulumnya perbanyak Bahasa Inggris, Bahasa Inggris itu adalah gerbang ilmu pengetahuan. 

Na saya minta betul, LPDP, 200 ini sudah 104 tadi pesan pak rektor 104 ini kalau bisa diamankan di kemendagri, saya akan penuhi, saya akan minta pada sekjen 104 ini diamankan. Supaya jangan sampai sudah siap, masuk ke daerah terkontaminasi, setelah itu gagal. Diajak teman-temannya cari duit doang, iya tolonglah adik-adik yang muda itu jangan berpikir cari uang dulu. Jangan please, cari ilmu nanti iklim kompetisi akan sangat  tinggi. 10, 20 tahun mendatang. Karena banyak yang pinter-pinter. Maka yang kalah pinter akan kalah. Untuk itu saya minta dorong terus program, kerjasama untuk mengirimkan lulusan-lulusan IPDN ke luar negeri. Sekolah di negara-negara itu, kemudian bisa mendapatkan dua, mendapatkan knowlage ilmu, dan mendapatkan culture budaya. Dan dengan cara itulah Singapura mengubah negaranya menjadi negara yang maju. Meskipun negaranya tidak memiliki sumber daya apa2. Alamnya, hanya sumber daya manusia. 

Kemudian saya mengucapkan terima kasih banyak kepada pak rektor pada saat vandemi c-19 ya, ketika beberapa sekolah kedinasan lainnya. Terjadinya ledakan karena tinggalnya di barak, terjadi ledakan covid. Saya banyak berdiskusi dengan Pak Rektor. Dan seluruh staf yang ada, alhamdulilah IPDN selama puncak-puncaknya pademi covid. Tidak terjadi ledakan, transmisi, di IPDN. Sehingga IPDN masih bisa menyelenggarakan…… iya tepuk tangan buat ini,,, ini engga main2. Ini sebuah prestasi, IPDN adalah sekolah kedinasan terbesar di Indonesia. Ini saja yang lulus 1992, satu keseluruhan hampir mungkin 5000 pak rektor ya. 5000 menjaga 5000 supaya tidak meledak itukan engga gampang. Tidurnya sama2, kegiatannya sama2. Tapi ini bisa dilakukan dengan saya tahu, dg berbagai macam cara yang akhirnya hanya ada masalah2 yg tertular2 sedikit, tapi sehingga ledakan tidak terjadi, sehingga salah satu sekolah kedinasan yang tetap melakukan kegiatan offline, sementara banyak sekolah lain, yang dionlinekan dan dipulangkan ke rumah masing2. Na ini menurut saya suatu capaian yang luar biasa.  

Saya menyampaikan  terima kasih banyak kepada pak rektor. Dan seluruh jajaran. Dan satu lagi saya minta pesan, dan sudah dilaksanakan, tapi saya minta diteruskan yaitu lengkapi, kemampuan knowlage adek-adek Praja ini, tidak hanya dengan ilmu yang teks books, yang berasal dari buku teks, yang dari tahun ke tahun itu-itu-itu saja. Harus diupdate, karena perkembangannya berbeda. Ilmupun selalu berkembang. Nah yang lebih utama lagi, undang, ajak, para praktikis, yang betul-betul mereka sudah bekerja dan mengalami dan merasakan. Untuk mereka sharing pengalaman, sharing pengetahuannya, untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, contohnya misalnya, saya tahu sudah mengundang sejumlah mentri, mengundang sejumlah bupati, walikota, gubernur. Pengusaha juga undang, karena kemampuan kewirausahaan sangat penting sekali. Kreativitas dan inovasi. Sehingga adik2 ini, satu tidak bosen, dengan buku teks books ya, yang kedua mereka melihat betul2 hal yang nyata. Itu juga saya minta kepada senior saya, Pak Komjen Nanan Sukarna untuk berbagi pengalaman beliau. Di IPDN ini nantinya ke depan. Masuk dalam pengajar.

Kemudian yang terkahir saya ingin menyampaikan, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga membuat IPDN bisa berjalan lancar. Bisa menjadi makin besar, saya tahu ada yang menyumbang, tadi sdh banyak sekali, sumbangan-sumbangan. Dan kita berharap tolong disampaikan nanti, melalui alumni dll. Alumni IPDN, para kepala daerah, dan semua memerlukan, karena lulusan bukan hanya punya Kemendagri, tetapi punya pemerintah, punya pusat maupun daerah milik bersama. 

Oleh karena itu kemendagri tidak akan pernah tersinggung, kalau nanti ada pemerintah daerah atau siapapun yang ingin menyumbang, untuk IPDN untuk untuk membesarkan IPDN. 

DAN SELAMAT KEPADA SELURUH WISUDAWAN/WISUDAWATI.

SELAMAT KEPADA KELUARGA MASING-MASING. 

ATAS PRESTASI, PUTERA PUTERI YANG TELAH LULUS. 

DAN SELAMAT KEPADA IPDN atas prestasi ini, dan selamat kepada semua pihak yang telah membantu. 

Saya mengucapkan terima kasih. 

Dan akhirnya semoga Allah SWT memberikan, kemudahan, bimbingan, pertolongan serta perlindungan-Nya kepada kita semua. 

Dalam rangka untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta. 

Sekian terima kasih,  

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bhineka Nara Eka Bhakti.. 

Terima Kasih… (disambut tepuk tangan)…….


Acara dan Prosesi Wisuda bisa disaksikan dan disimak selengkapnya pada link berikut.Wisuda IPDN Angkatan XXIX Tahun2022

Link Acara Wisuda Angkatan ke XXIX IPDN Jatinangor Jabar Kamis, 28 Juli 2022.


Catatan: 

(Ditranskrip oleh Septo, saat menyaksikan prosesi Wisuda secara online di Cannal Youtube Humas IPDN Kamis, 28 Juli 2022 Pukul 09.00 WIB. ). Mohon maaf jika ada nama, tulisan yang kurang tepat, penulisan istilah, transilterai dll. 

Mohon tulis koreksi, masukan dan saran di kolom komentar ya kawan-kawan. Terima Kasih..



Posting Komentar untuk "Is Not The End Of The Games Wisuda IPDN ANGKATAN XXIX Tahun 2022 "