Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Khotbah Minggu, 14 Agustus 2022 Kebijaksanaan dari Ujian KEHIDUPAN

 




Kebijaksanaan dari Ujian KEHIDUPAN. (Oleh.Rev.MC).

Nas Alkitab diambil dari:

Amsal 3:5-7, 9-14

Amasal 10:16,25

Amsal 24:10-12

Tiga hal yang akan dipelajari:

I. Apakah dua ujian kehidupan?

II. Mengapa kedua ujian itu sangat ampuh?

III. Bagaimana, kita melewati kedua ujian itu?


= 1 Apakah dua ujian kehidupan?

Amsal 3:5-7

Bagaimana kita memperoleh kebijaksanaan?

Aneh kelihatannya? Dari bicara bijaksana ayat 5-7 lalu ayat 9-10 tiba-tiba bicara tentang harta. Dan tiba-tiba berubah haluan lagi Amsal berbicara tentang DIDIKAN. Ayt 11-12. Lalu bicara tentang hikmat. 

Ini lagi-lagi sebuah pola yang tidak bisa ditebak.

Ingat kitab Amsal gendre sastra Ibrani  (metode penjajaran konsep) di kitab Amsal untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih dalam. Juxtaposition In Proverbs To Reveal Deeper Truth.

Kita melihat ada fakta, ada prinsip yang ditempatkan bersandingan dengan efek kontras. 

Bagaimana Tuhan memimpin? Bagaimana Tuhan meluruskan jalan kita? Bagaimana cara Tuhan memberikan hikmat, supaya kita bisa menguji hati kita manusia yang berdosa? 

Tuhan memberikan ujian melalui

1A. PROSPERTY/SUCCESS (Kemakmuran /kesuksesan). 

Kemakmuran/kesuksesan adalah ujian Tuhan. Kebanyakan orang menganggap kemakmuran/kesuksesan adalah berkat Tuhan, iya memang benar, tetapi juga merupakan ujian. Ada seseorang yang tidak percaya Tuhan berkata “If you want to find out what a man is to the botto, give him power- only a great man can stand prosperity” (Kalau anda ingin tahu isi seseorang yang sesungguhnya, kasih dia kesuksesan, kekuasaan, dan kemakmuran hanya orang yang dewasa karakternya yang bisa memikiul kemakmuran).  

Ini padahal yang bicara, bukan percaya Tuhan, tapi apa yang dia katakan benar. 

Karekter asli seseorang akan Nampak apabila dia dikasih kekuasaan atau kesuksesan atau kemakmuran.


1B. ADVERSITY/SUFFERING (Kesukaran/penderitaan).

Karena kekayaan, kemakmuran dan kesukaran dalam diri kita, perangai asli kita terungkap. 

Dosa itu bukannya baru ada gara-gara kita kaya, kita marah-marah gara-gara ada krisis, bukan. Tapi justru sebaliknya karena kekayaan, karena kerisis karena kesukaran, masalah dosa yang tersembunyi di dalam hati kita, akhrinya muncul.

Semak-semak atau tanaman kelihatannya bagus, apalagi saat dipangkas oleh tukang potong rumput, indah sekali, coba kalau ada api.

Semak-semak jika dibakar semua yang ada di dalam semak keluar, ada sampah, ada tikus, kecoak, cacing, ular dll. Demikian juga hidup kita, saat punya segala sesuatu, atau kesukaran membuat kita bertengkar, marah-marah. 

Begitu juga dengan dosa dalam hati, kita adem ayem, semua kelihatan baik-baik saja, tetapi tiba-tiba ada kemakmuran yang sangat nyaman, tiba-tiba saudara mendapatkan cuan besar (dapat untung), tiba-tiba bisa beli segala sesuatu. Berapa banyak keluarga, atau suami mulai melenceng punya sesuatu pada waktu banyak duit.

Berapa banyak suami isteri yang dulunya aman-aman saja, namun bertengkar? Waktu apa? Waktu tidak ada duit, yaitu kesukaran.

Menunjukan apa? Menunjukkan  aslinya, 

Jadi kemakmuran maupun kesukaran. Itu yang akan membawa gejolak yang akan mengungkapkan apa yang ada di dalam hati.

Jadi ketika hal-hal yang ada di dalam hati itu terungkap atau terekspos pilihannya ada dua, kita dapat bertobat serta belajar darinya lalu menjadi bijak. Atau kita dapat mengabaikannya dan menyangkalinya dan makin menjadi bodoh.

KEMAKMURAN/KESUKSESAN. KESUKARAN/PENDERITAAN

Mengungkapkan masalah dosa yang sebenarnya sudah ada di dalam hati kita dari semula.


=2 Mengapa kedua ujian itu sangat ampuh?


Kemakmuran dan kesuksesan, akan membuat orang bijak semakin bijak, dan orang bodoh menjadi semakin bodoh.

Amsal 10: 16 “Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa”.

Dalam Eksposisi Roma 1 bagaimana Allah menyerahkan mereka orang-orang yang menolak Tuhan kepada keinginan hati mereka akan kecemaran. 

Hal yang paling mengerikan adalah jika orang egois, orang yang menolak Tuhan, orang yang bodoh, sudah dibiarkan sama Tuhan. Sehingga mereka dapat kesuksesan, kemakmuran dunia tetapi itu adalah bentuk murka Allah, karena kebodohan mereka akan menjerat dan membinasakan mereka sendiri.

Jadi kemakmuran itu netral, tetapi kemakmuran itu akan buruk bagi kita jika kita tidak tahu bagaimana memprosesnya. Kita tidak tahu bagaimana mengelola semua kemakmuran dan kesuksesan itu dengan suatu pandang yang bijaksana.


Amsal 10:25 “Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik, tetapi orang benar adalah alas yang abadi.

Kesukaran/penderitaan menguji kekuatan pondasi hidup kita.

Penderitaan tidak menggoyahkan seseorang yang meletakkan Tuhan sebagai pusat hidupnya.

Karena ini menguji kita, ada sesuatu yang tersingkap pada waktu kita diuji, saat kita ada dalam kesuksesan dan kemakmuran atau saat kita ada dalam kesukaran penderitaan ada yang tersingkap.

Apa yang tersingkap? 

1b. Kemakmuran/kesuksesan & kesukaran/penderitaan MENUNJUKKAN KEJAHATAN DI DALAM HATI MANUSIA SECARA UMUM.

Saat tidak ada konsekunsi dari perbuatan jahat. Orang akan Semakin berani berbuat jahat.

Wah koq saya melakukan kejahatan, tetapi tidak diapa-apakan. 

Orang lain semakin banyak yang ikut.

Kenapa kemakmuran dan kesuksesan adalah ujian karena saat anda semakin kaya, semakin sukses orang akan semakin berani melakukan kejahatan, menekan orang lain dengan uangnya, untuk mendapatkan apa yg dia inginkan, berani semakin kejam sepak terjang bisnisnya, makin tega kepada orang lain. Padahal dulu orang itu tidak seperti itu. Saat tidak ada konsekuansi dari perbuatan jahat.

BAGAIMANA DENGAN KESUSAHAN.

Kita perhatikan selanjutnya;

Amsal 24:11-12. “Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan. Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?”

Jadi bukan hanya saat tidak ada konsekuensi dari perbuatan jahat, orang akan semakin berani berbuat jahat, tetapi saat ada konsekuensi buruk dari perbuatan baik, orang tidak berani berbuat baik, atau merasionalisasinya dengan pura-pura tidak tahu.

Menunjukkan natur DASAR manusia YANG CENDERUNG BERDOSA & BERBUAT JAHAT.

Martin Luther berkata, “Kehendak bebas tanpa kasih karunia TUhan tidaklah bebas melainkan dipenjara permanen & diperbudak oleh kejahatan karena tidak bisa mengubah kehendaknya sendiri menjadi baik”.

2b. Kemakmuran/kesuksesan & Kesukaran/penderitaan mengungkapkan berhala yang ada di dalam hati kita secara khusus.

Mengungkapkan berhala apa yang ada di dalam hati kita secara khusus.

Menunjukan keterikatan kita kepada sesuatu. Itu menunjukan dan mengungkapkan berhala kita.

Contoh kalau kita dikhianati pacar, dikhianati teman gereja disakiti oleh teman sepelayanan, atau hamba Tuhan. 

Ada dua jalu yang menjadi reaksi kita. Dua-duanya pasti diawali dengan kekecewaan. Orang namanya disakiti dikhianati kok ya pasti kecewa pasti tidak enak hati.

Tetapi  Orang yang bijaksana akan merenungkan Injil, akan memandang kepada salib Kristus, mereka akan bergantung kepada Tuhan. Mereka akan minta nasehat kepada kpmunitas injil, teman-teman di care gorupnya, yang bisa menguatkan dia, mendoakan ada yang kasih nasehat tidak semua orang Kristen seperti itu, tidak semua hamba Tuhan seperti itu, intinya mensuport dia, maka orang tersebut seiring dengan waktu, seiring dengan perenungannya, seiring dengan suport yang dia miliki, akan dipulihkan dan disembuhkan dari kekecewaan, dan sakit hati. Kalau memprosesnya dengan baik.

Tetapi ada jalur satunya, 

Mereka tidak bisa mengampuni, dendam kesumat, sakit hati, kecewa, menutup diri, menganggap semua orang Kristen sama saja, kalau dia perempuan pasti berkata semua laki-laki sama saja, kalau dia laki-laki akan berkata semua wanita itu matre pasti. Atau semua hamba Tuhan seperti yang digambarkan oleh gereja paslu, mereka jadi sinis, mereka jadi kepahitan, mereka sudah tidak trust kepada orang lain. 

Sakit hati yang mendalam. Apa yang terjadi? Kalau kita kehilangan seseorang atau kita dikhianati? Atau disakiti, kita kehilangan makna hidup? Buat apa hidup? 

Reaksi kita seakan-akan kita tdk ada makna hidup. 

Ini mengekspos berhala kita. Itu menunjukan hal yang paling penting di dalam hidup kita.  Yang paling berharga, paling terutama di dalam hidup kita, itu adalah BERHALA KITA.

SAAT kita berkata, saya tidak melayani Tuhan, wes tidak usah tuhan-tuhanan.

Tim Keller Ketika kamu berkata. Ketika kamu berkata aku tidak akan melayani Tuhan, jika Tuhan tidak memberikan aku X… maka X.. sudah menjadi dasar hidupmu, cinta tertinggimu, tuhanmu yang sesungguhnya, hal yang paling engkau percaya & tempat di mana engkah bertumpu”

Ini bisa terjadi dalam kesusahan, karena kita tidak mendapatkan apa yang kita mau. Memunculkan keterikatan kita terhadap berhala, mengungkapkan berhala di dalam hati kita. 

Tetapi bukan hanya kesukaran atau penderitaan yang mengungkapkan berhala, tetapi kesuksesanpun juga mengungkapkan berhala. 

KESUKSESAN.

ADA Artikel yang dituliskan oleh (Cynthia Mymel) yang tinggal di mana banyak artis di sana, dia sdh meninggal 2018 lalu sebelum pandemi., “Saya kasihan kepada para selebritis seperti Stallone, Willis & Stregisan mereka dulu adalah orang-orang yang menyenangkan tetapi sekarang hidup mereka menyedihkan, SLY Bruce  & Barbara ingin menjadi terkenal, ,mereka berambisi & kerja keras dan akhirnya mereka terkenal. Tetapi sekarang mereka tetap tidak puas karena hal yang mereka perjuangkan ketenaran, yang mereka pikirkan akan membuat hidup mereka puas dan Bahagia ternyata adalah suatu kekosongan belaka, seakan hati mereka menjerit dengan kekecewaan yang tidak tertahankan”.….(orang yg tdk percaya Tuhan).

Ternyata ketenaran, mungkin membuat kamu diterima, kekayaan, yang membuat kamu berkuasa, memegang kendali dalam hidupmu, itu semua ternyata tetap saja tidak akan memuaskan kamu, bahkan kamu berada dalam keadaan yang lebih buruk.

KEKOSONGAN JIWA MANUSIA ITU BEGITU GELAP, SEHINGGA KEFANAAN DUNIA (KETENARAN, KEKAYAAN, & KEKUASAAN) TIDAK AKAN PERNAH MEMUASKAN.

HANYA TUHAN YESUS YANG BISA.

Seberapa besar suksesmu?

Seberapa besar Apa yang kamu punya, tidak akan pernah cukup untuk memuaskan. KEKUASAN, KEKAYAAN, KETENARAN, JUSTRU SEAKAN-AKAN BERTERIAK.

HANYA TUHAN YANG BISA.


= 3 Bagaimana kita bisa melewati kedua ujian itu? 

(Yak.1:9-10). Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.


Kita orang berdosa, namun Tuhan memberikan anugerah, belaskasihan. Saat kamu kaya, jangan merasa tinggi, tapi rendah hatilah. 

Jika tidak kita akan bangga dengan perbuatan rohani kita, saya sudah perpuluhan, sudah pergi ke gereja, Tuhan mestinya berkati saya donk.

Ini yang sering dikhotbahkan, di mimbar, kalau kamu kudus, kamu melakukan ini, ini, ini maka kamu akan ini, ini,. 

Jadi saat kita berhasil, kita bukan berterima kasih sama Tuhan, malah kita bermegah, dan sombong. Aku berhasil, karena aku baik sama Tuhan, seorang moralis, seorang legalis, seorang  agamawi, akan berpikir ya gara-gara aku, tidak seperti kamu, kamu tidak melakukan itu semua si, makanya hidupmu soro, susah, ayoo coba introspeksi hidupmu, kamu mungkin perlu bertobat, supaya kamu, diberkati lagi, kamu mulai ibadah lagi. 

Tetapi apa akan yang terjadi jika kita berpikir seperti itu? 

Kita akan menjadi susah untuk rendah hati. Saudara akan punya percaya diri, tetapi bukan percaya diri kepada Tuhan, tapi sama diri sendiri dan perbuatanmu sendiri.  

Tetapi jika orang yang seperti ini mengalami penderitaan dan kesusahan, sedang kan kita sudah perpuluhan, berbuat baik, mengasihi, ke gereja, marah-marah sama Tuhan, aku sudah melakukan ini, ini, tapi mana Tuhan, kita akan kecewa sama Tuhan, buktinya saya dalam kesukaran, kesusahan??

Padahal saya sudah sungguh2 sama Tuhan. Kok saya masih sakit, mengalami penderitaan dan kesukaran. Ini pertanyaan yg sering muncul.

Kita kecewa, kita hancur kita tidak percaya diri, akhirnya  Kita lupa bahwa hidup  semua itu anugerah Tuhan.

Tapi coba kita lihat Apa ITU INJIL?

Kita ini orang berdosa, kita orang bobrok, hati kita penuh dengan kejahatan, namun TUHAN MEMBERIKAN BELAS KASIHAN, kepada kita. TUHAN memberikan kasih karunia kepada kita. Sehingga kita diselamatkan, bukan karena saudara dan saya orang baik, bukan karena apa yang saudara dan saya mampu lakukan, dan berikan kepada Tuhan, TETAPI HANYA KARENA YANG KRISTUS LAKUKAN. 

JADI SEBENARNYA UNTUK MENGALAHKAN KEDUA UJIAN ITU, MEMANG HANYA INJIL JAWABANYA.

(Amsal 3:9a)

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu 

 

JADI UNTUK MENGATASI KEDUANYA ITU KITA BUTUH INJIL.

Hanya INJIL JAWABANNYA.

Injil akan membuat kita rendah hati di saat mengalami KEMAKMURAN/KESUKSESAN.

INJIL akan membuat kita rendah hati saat memiliki kekayaan dan berkat.

Injil mengingatkan kita bahwa harta kita bukan milik kita, tetapi milik TUHAN yang dianugerahkan untuk kita kelola. (PS.MC). 

(Amsal 3:9) Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,  

Mulaikanlah Tuhan dengan hartamu..Kekayaan bukan punya kita, itu dianugerhkan Tuhan, dititipkan Tuhan.,itu yang membuat kita tidak sombong. 

Bukan muliakan dirimu sendiri dengan hartamu.

Waktu kita diberkati, ingat itu anugerah Tuhan, itu titipan Tuhan. Kita perlu mengingatkan diri kita dengan injil. Melalui Injil mengingatkan kita. Sehingga kita tidak bisa sombong, apa yang kita megahkan, itu titipan Tuhan.

Amasal 3:11-12 “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi”.

Kata “Didikan” (“Musar” = dalam bahasa Ibrani). Rasa sakit yg diizinkan Tuhan bukan hukuman, namun membentuk kita untuk berubah supaya berkenan di hadapan Tuhan..

(Kata :”Musar” tidak pernah pakai untuk menghukum karena penghukuman itu untuk orang yang melakukan kejahatan dan dosa-dosa tertentu). 

Kata :”Musar” Rasa sakit yang diizinkan TUHAN, UNTUK KEBAIKKAN ORANG TERSEBUT. Rasa sakit ada, tetapi bukan karena dosa-dosa mereka, tetapi intinya, rasa sakit yang cukup untuk membuat orang yang mengalaminya jadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan.

Injil akan menguatkan/meneguhkan  hati kita di saat mengalami kesukaran dan penderitaan.

Injil akan menguatkan dan meneguhkan kita di saat kita menghadapi kesukaran dan kesusahan.

Injil mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Bapa yang sempurna dan setia mengasihi kita anak-anak-Nya.

Seorang ayah tidak pernah jahat kepada anaknya. Namun selalu berbuat untuk mengasihi, dan mencintai anaknya. 

Tetapi kita berusaha mencintai, mengasihi anak kita. Padahal anak kita belum melakukan apa-apa.

Bapa sorgawi juga memandang kita demikian.

Tuhan memandang kita yang sebenarnya tidak layak. Namun kita dikasihi, kita menjadi anak-anak-Nya.

Injil mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Bapa yang sempurna dan setia mengasihi kita anak-anak-Nya.

Tetapi kebanyakkan kita berdoa dan berkata Tuhan ambil kesusahan ini, ambil penderitaan, penderitaan ini dari hidup saya. 

CS.Lewis dalam bukunya pernah berkata “Saat kita berdoa dan mengatakan Tuhan jangan biarkan hal buruk terjadi padaku” adalah sama seperti mengatakan kepada Tuhan, Tuhan jangan kasihi aku”..

Justru melalui lika-liku kehidupan, saat engkau makmur itu adalah ujian, saat engkau mengalami penderitaan ingat kamu dalam ujian

Ada kasih Tuhan yang konstan, Ada anugerah Tuhan yang menopang, ada Tuhan yang selalu mendampingi saudara, ada Tuhan yang selalu ada bersama kamu.

Saat berdoa kita tidak lagi, minta Tuhan mengangkat dan menghalau  dan jangan biarkan masalah, tantangan dan persoalan dalam hidup kita.

Tetapi waktu doa kita berkata:

Tuhan Ajar aku untuk melihat Engkau ada di sana.

Ingat jika kita makmur, kita ingat untuk rendah hati karena  itupun adalah ujian.

Saat kita mengalami  kesukaran Jangan putus asa. Ingat itu adalah ujian juga kita ini anak Tuhan.

Dan Tuhan adalah Bapa yang sempurna yang memberi pengalaman ini.

Pengalaman yang mendidik kita, untuk mengekspos dosa kita, kejahatan kita mengungkapkan berhala kita. Sehingga kita bisa bertobat, sehingga kita dikuatkan. 


Lalu mungkin saudara bertanya bagaimana kita bisa tahu bahwa TUHAN Benar2 mengasihi kita, bahwa ini hanya disiplin dan bukan hukuman??

Yohanes 16:33. "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Apa yang Yesus kalahkan? Apa yang Kristus lakukan?

Ini motivasi INJILNYA di sini.

Yesus melewati semua ujian yang harusnya kita hadapi. Dan Yesus menang. Dia mengalahkan dunia. 

Apa yang dikalahkan?

Yesus yang paling tinggi menjadi rendah. 

Kristus yang paling tinggi, Dia jadi yang paling rendah.

Yang paling mulia, rela menjalani penderitaan yang paling berat, yang paling kudus rela menjalani hukuman.

Yesus yang paling sempurna, rela menjadi yang paling lemah. 

Yang paling sempurna melewati ujian (Yesus itu sempurna) tidak perlu ujian-ujianan. Dia yang seharunya penguji orang karena Dia TUHAN.

Yang tidak perlu ujian, Namun Yesus melewati ujian yg terberat. Yesus tidak hanya melewati, tetapi Yesus menang atas ujian yang terberat. Melewati ujian yang terberat itu.

Tidak hanya itu namun Yesus menyelesaikannya.

Motivasi kita bukan berdasarkan diri kita, bukan berdasarkan keuntungan yang kita dapat. 

Tetapi motivasi kita berdasarkan APA YANG TELAH YESUS KRISTUS SELESAIKAN. Itulah sebabnya.

INJIL AKAN MEMBUAT KITA RENDAH HATI. DI SAAT KITA MENGALAMI KEMAKMURAN/ATAU KESUKSESAN.

INJIL AKAN MENGUATKAN/MENEGUHKAN KITA DI SAAT KITA MENGALAMI KESUKARAN/PENDERITAAN. (PS.MC).


Tidak tau saudara sedang di posisi mana sekarang? 

Tapi saudara pasti berada dalam dua kategori ini.

Ingat saat anda Makmur jangan sombong. 

Ingat khotbahkan Injil pada dirimu, itu akan membuat kamu ingat, kamu jadi rendah hati. Taroh itu dalam hatimu.

Tetapi kalau kamu saat ini mengalami kesengsaraan dan kesukaran, ingat Khotbahkan Injil pada dirimu, taroh itu dalam hatimu.

Ingat bahwa Tuhan akan selalu Bersama.

Tuhan selalu Bersama, Dia tidak meninggalkan.

INGAT DIA ADALAH BAPA YANG BAIK, DAN KITA ADALAH ANAK-ANAK YANG DIKASIHI-NYA.


IMPLIKASI: 

KARENA INJIL, Saat mengalami penderitaan kita bisa bersyukur.

KARENA INJIL, Di dalam kesuksesan semakin sadar bahwa ini semua titipan

KARENA INJIL, Saat menghadapi kesukaran kita tetap bisa bersukacita

KARENA INJIL, Di dalam kemakmuran semakin bijak dalam mengelola kemakmuran

KARENA INJIL, Saat diberkati secara materi bisa tetap rendah hati

KARENA INJIL, Saat mengalami ujian kehidupan tetap teguh di dalam iman.


(Khotbah Rev.MC). GBI Gibeon Church. Ibadah Minggu, 14 Agustus 2022, Ditranskrip oleh Septo). Lembah Manglayang.










Posting Komentar untuk "Khotbah Minggu, 14 Agustus 2022 Kebijaksanaan dari Ujian KEHIDUPAN"