Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Galatia 5:13a KITA SUDAH DIMERDEKAKAN DARI DOSA, JANGAN SIA2KAN KEMERDEKAAN ITU

 



Galatia 5 : 13a

Saudara2 memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.


Tetapi masih banyak orang yang mengaku percaya Tuhan Yesus tetapi hidupnya masih terikat oleh dosa/ masa lalu.


Perhatikan apa yang dikatakan Rasul Paulus, Saudara2, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup didalam dosa.


Status orang Kristen di dalam Tuhan Yesus adalah orang MERDEKA, kita bukan lagi BUDAK DOSA, Status kita adalah hamba Allah yang hidup didalam kebenaran firman Tuhan.


Kita memang tidak lepas dari godaan2 dunia yang selalu berusaha untuk menjatuhkan dan menyeret kita kembali ke dalam kubangan dosa. 


Jangan meremehkan anugerah keselamatan yang kita terima cuma2. Anugerah Allah ini tidak murahan,telah dibayar dengan pengorbanan & darah Yesus yg sangat bernilai mahalnya


Anugrah Keselamatan yg kita terima, memanggil kita untuk  hidup kudus karena Allah itu maha kudus, dan suka melayani mereka yg membutuhkan dengan kasih, Suka melayani pekerjaan Allah didunia ini dgn sukacita tanpa pamrih.


Bertobatlah, jika masih ada dosa yg belum ditinggalkan

jangan lagi hidup seperti orang yang dijajah oleh dosa.


Berdoalah sungguh2 minta kekuatan Tuhan utk lepas dari ikatan dosa & buat komitmen pribadi utk merdeka dari dosa


KEMERDEKAAN  SEJATI


1 Korintus 11:1

Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.


Kita sebagai warga negara Indonesia, kita telah memperingati HUT kemerdekaan bangsa yang ke-77. Orang-orang Kristen menikmati dua kemerdekaan, yaitu sebagai warga negara yang merdeka dan sebagai warga kerajaan surga yang telah mengalami kemerdekaan secara rohani di dalam Kristus. Hal yang menjadi pertanyaan, apakah benar kita sesungguhnya sudah mengalami kemerdekaan yang sejati? Yakni, kehidupan yang terbebas dari rasa bersalah masa lalu, tuduhan-tuduhan akan dosa yang pernah dilakukan, serta terbebas dari belenggu iblis.


Ketika kita mau hidup menjadi pengikut Tuhan Yesus, berarti kita harus hidup sesuai FirmanNya dan dijadikan ciptaan yang baru. Seperti yang tertulis dalam 2 Korintus 5:17, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kehidupan merdeka yang sejati maksudnya, hidup kita adalah ciptaan baru yang menikmati hidup dalam kebenaran, kemurahan, perlindungan dan penyediaan Tuhan.


Dalam 1 Korintus 11:2-16, kita dapat belajar tentang tiga kunci bagaimana kita bisa menikmati kemerdekaan yang sejati. 1) Teguh berpegang pada ajaran yang diberikan Tuhan. 2) Menghormati hirarki dalam kepemimpinan. 3) Menjadi jemaat Allah yang tidak mempunyai kebiasaan berbantah-bantah.


Menjadi pengikut Kristus berarti kita telah dimerdekakan dari dosa. Marilah kita isi hidup dalam kemerdekaan sejati ini, dengan hidup takut akan Tuhan, senantiasa melakukan perintah-perintahNya dengan segenap kekuatan, dan dengan segenap hati sehingga kita senantiasa menikmati berkat-berkat surgawi.


RENUNGAN


MERDEKA! MERDEKA!, MERDEKA!


Bacaan: Galatia 5:1-15


Nats;

Supaya kita sungguh sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Galatia 5:1


17 Agustus Adalah Hari Kemerdekaan, Hari yang identik dengan kemerdekaan. Kita bagaimana? Sudah merdeka atau belum? Ingat setahun yang lalu saat PPKM, kemana mana dibatasi. Kalau dulu belum bisa terbang karena terbatas uang, lalu uang sudah ada ehhh tidak bisa terbang. Jangankan terbang ke luar negeri, ke luar kota bahkan ke luar rumah juga dibatasi. Buka toko, buka resto, bahkan makan di tempat juga dibatasi dan diamati oleh petugas. Euleuh.. Hidup terkekang, kumpul kumpul dilarang, arisan, pernikahan dan ibadah serta segala macam kumpulan orang banyak dibatasi. Merdeka apanya?


Tenang, Guys. Jangan emosi! Supaya tidak salah, yuk kita lihat apa yang Alkitab ajarkan tentang kemerdekaan pada ayat emas di atas. Menurut kita definisi kemerdekaan adalah kebebasan hidup tanpa halangan, kebebasan berbicara, berpakaian, berpacaran, dll. Padahal Alkitab berkata kemerdekaan itu bukan berarti kita bebas segalanya, bebas melakukan dosa, melainkan kita merdeka di dalam kebenaran. Kebenaran itulah yang memerdekakan. Kalau kita benar, kita tidak gentar. Kalau kita bersih, kita tidak risih. Kalau kita merdeka, kita tidak bertekuk lutut terhadap dosa.


Bagi orang percaya, yang membuat ia tidak bebas adalah jika bersalah. Contohnya, kalau SIM sudah mati, kendaraan belum bayar pajak, nah kita menjadi tidak bebas, waswas kalau ada polisi. Orang percaya yang merdeka tahu bahwa ia memiliki kebebasan, tetapi tidak semena mena dengan kebebasannya, melainkan justru bertanggung jawab dengan kebebasan. Orang percaya yang merdeka itu kuat dan tangguh. Walaupun PPKM diperpanjang, ia tidak goyah, tidak menjadi lemah, tidak menyalahkan pemerintah dan keadaan, lalu mencari kambing hitam. Ia justru bisa melihat peluang walaupun dikekang. Bisa tetap berkreasi walaupun dibatasi. Bisa berkarya di saat yang lain mati gaya. Bisa menerima dan berdamai dengan keadaan walaupun tak sesuai dengan harapan.


Ayo bangkit di Hari kemerdekaan ini. Jadilah orang yang tangguh, kreatif, dan tidak memanfaatkan kebebasan dengan sembarangan. Yesus telah menebus Kita bebas dari dosa, yuk pakai kemerdekaan dengan bertanggung jawab. Merdeka!, Merdeka!, Merdeka!


Rema diri:


Apa arti merdeka menurut Kita selama ini? Apakah sesuai dengan Alkitab?


Bagaimana Kita sekarang akan menjalankan kemerdekaan yang bertanggung jawab di dalam Kristus?


KEMERDEKAAN SEJATI


Bacaan: ROMA 6:1-14


Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. (Roma 6:6)


DIRGAHAYU RI Ke-77 Tahun, MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA 


Patung Rebellious Slave karya Michelangelo, seniman ternama dari Italia, berwujud seorang pria tampan, bertubuh kekar dan berotot, serta berperawakan tinggi. Namun, kepala patung tersebut tidak tegak, seolah menggeleng dan tangannya terikat ke belakang oleh seutas tali. Tak ayal apabila banyak penikmat karya seni tertarik untuk menangkap makna dibalik kontradiksi visual yang ditampilkan oleh seniman besar itu.


Penggambaran sosok budak, sebagaimana ditampilkan oleh Michelangelo, mau tidak mau menggiring pemikiran banyak orang sampai pada hakikat manusia yang bebas secara fisik, tetapi terpasung dalam mentalitas budak. Mentalitas semacam ini dapat ditemukan dalam diri banyak orang, termasuk orang percaya. Tidak sedikit orang percaya yang tetap tinggal dalam perbudakan dosa, meskipun telah mengalami kemerdekaan hidup di dalam Kristus (ay. 2).


Realitas inilah yang memiriskan hati Rasul Paulus. Ia pun merasa perlu untuk membuka selubung kesadaran orang percaya supaya mereka tidak menghambakan diri lagi kepada dosa (ay. 6). Rasul Paulus yakin, jika Yesus telah memerdekakan, maka setiap orang yang percaya kepada-Nya akan benar-benar merdeka (Yoh 8:36), baik fisik maupun mental. Pada tataran inilah kebebasan hidup sebagai orang yang menerima anugerah keselamatan beroleh arti yang sesungguhnya.


Kemerdekaan sejati seorang pengikut Kristus pada dasarnya ditandai oleh kesadaran dirinya untuk berpaling dari dosa. Tidak ada alasan baginya untuk kembali menjalani hidup di bawah belenggu penjajahan dosa.


MERDEKA, BAGI ORANG PERCAYA, BERARTI TERBEBAS DARI PEMASUNGAN MENTALITAS BUDAK DOSA.


MERDEKA !!!


Rhema :


Yohanes 8:36

Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."


Masih banyak manusia yang belum merdeka rohaninya, ada yang karena memang belum dimerdekakan tetapi ada yang sudah merdeka tapi tidak mau meninggalkan kebiasaan lama sebelum merdeka.


Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa bagi yang sudah dimerdekakan lewat pengakuan iman percaya pada Tuhan Yesus,  dibaptis dan pengakuan dosa maka kita benar-benar merdeka.


Galatia 5:1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.


Siapa yang memerdekakan kita ?


2 Korintus 3:17

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 


Dimerdekakan dari apa ?


Dari dosa & maut


Roma 6:18

Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 


Roma 8:2

Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.


Dengan cara apa Tuhan memerdekakan kita ?


Yohanes 8:32

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."


Hiduplah dalam kebenaran Tuhan maka kamu pasti merdeka


Setelah merdeka apa yang harus kita lakukan ?


1. Jangan mau lagi diikat dengan kuk perhambaan dosa


Galatia 5:1

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.


Orang merdeka pasti menjauhi perbuatan dosa


2. Tidak menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk lebih bebas berbuat dosa


1 Petrus 2:16

Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.


kemerdekaan dari Tuhan bukan izin untuk berbuat dosa lagi


3. Orang merdeka pasti melayani sesamanya dengan kasih bukan dengan berbuat dosa


Galatia 5:13

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.


orang merdeka pasti melayani sesama dalam kasih


4. Menjadi pelaku firman / kebenaran


Yakobus 1:25

Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. 


orang merdeka pasti menjadi pelaku firman bukan hanya pendengar


Kita belum merdeka bila :


- Masih membenci

- Masih iri hati dan egois

- Masih fokus nafsu duniawi

- Masih menyembah berhala

- Tidak suka kebenaran


PERIKSA KEMBALI DIRI KITA APAKAH BENAR-BENAR SUDAH MERDEKA ATAU HANYA MENIPU DIRI SENDIRI DAN MERASA SUDAH MERDEKA PADAHAL MASIH HAMBA DOSA.


Posting Komentar untuk "Renungan Galatia 5:13a KITA SUDAH DIMERDEKAKAN DARI DOSA, JANGAN SIA2KAN KEMERDEKAAN ITU"