Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Mamur 18:30 RINTANGAN DAN UJIAN MERUPAKAN PROSES KEHIDUPAN

 




“Adapun Allah, jalan-Nya sempurna;

janji TUHAN adalah murni;

Dia menjadi perisai bagi semua orang

yang berlindung pada-Nya.”

(Mazmur 18:30)‎


Kita tak pernah tahu kapan hujan akan turun,‎

Saat hujan turun,‎kerap mendatangkan bencana, ‎misalnya terjadinya banjir.

Kita tak dapat mencegah datangnya banjir,‎

dan kita tak akan pernah bisa menolak air itu mengalir di depan kita,‎

seperti itulah Dinamika Kehidupan kita;

Kita tak pernah tahu kapan rintangan² itu datang menghampiri hidup kita.

Apa yang akan kita lakukan saat kehilangan pekerjaan?


Mendapati diri kita mengidap penyakit yang mematikan?


atau bahkan kehidupan kita telah hancur berantakan?

Rintangan² itu merupakan awan gelap kehidupan,‎

sama seperti hujan yang juga berasal dari awan yang gelap.

Rintangan² tersebut pada puncaknya akan bisa membawa kita pada suatu KEHANCURAN,‎

atau justru membawa kita pada hidup pada suatu KEBAHAGIAAN.‎


HIDUP bukan tentang menunggu hujan berlalu, tetapi‎ HIDUP adalah tentang menari di tengah hujan.‎


HIDUP itu bukan diam atau melarikan diri dari suatu masalah;‎

HIDUP bukan untuk menunggu semua masalah itu berlalu dari kehidupan kita,‎

Rintangan dan Ujian adalah suatu Proses Kehidupan yang harus kita kerjakan.‎


Orang yang mengatakan matahari mendatangkan kebahagiaan adalah orang yang tidak pernah menari di tengah hujan,‎

terkadang kita membutuhkan Rintangan dan Ujian untuk dapat mengekspresikan indahnya kehidupan.


Rintangan dan Ujian membuat kita semakin KUAT, DEWASA, semakin BIJAK dalam menyikapi setiap permasalahan.

Bila Rintangan dan Ujian datang dalam hidup kita,‎

Jangan jadikan sebuah alasan untuk kita meninggalkan TUHAN, karena‎ ketika kita tetap taat mengikuti prosesNYA dan percaya padaNYA,‎

kita akan di bawa oleh-NYA melihat janji-NYA yang begitu ajaib dan luar biasa.‎

“Janji TUHAN adalah janji yang murni,

bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.”

(Mazmur 12:6-7).


MENJADIKAN TUHAN SEBAGAI PUSAT HIDUP


Albert Schweitzer lahir pada tahun 1875 di Alsace Hulu,

sewaktu kecil, ‎ia sering sakit²an dan terlambat dalam baca tulis.

Ketika berusia 8 tahun, ‎ia mampu bermain organ dengan baik,‎

Setelah tumbuh dewasa, ‎kecerdasannya makin menonjol dan ia berhasil mendapat 3 gelar Ph.D. dalam bidang filsafat, teologi, dan teori musik.


Di usia 30 tahun kariernya terus menanjak,‎

Ia ikut konser musik di Eropa dan menjadi penulis buku,‎

Masa depannya sangat cemerlang.


Suatu hari, ia membaca artikel tentang Kongo yang berbunyi,

“Sementara kita sibuk khotbah, ‎orang² ini menderita sakit dan mati di depan kita tanpa kita berbuat apa².”


Artikel itu di sertai foto anak² Kongo yang menderita dan orang² sekarat karena kurang gizi,‎

Schweitzer tersentak dan tergerak untuk berbuat sesuatu.


Teman²nya menyarankan untuk dia menyumbangkan uang saja, ‎tak usah ber-susah² pergi meninggalkan karier cemerlangnya,‎

Namun tahun 1913 ia bersama istrinya memutuskan berangkat ke Kongo untuk melayani di sana selama 50 tahun.


Ia rela meninggalkan segala sesuatu di belakang karena ia mengasihi TUHAN dan ingin melayani orang² menderita di Kongo.‎


Banyak tawaran yang menggiurkan di sekitar kita, namun ‎ ber-hati²lah apakah hal itu semua membuat fokus hidup kita bergeser dari TUHAN kepada diri kita sendiri.


Bukan seekstrim Schweitzer yang mau meninggalkan karier cemerlang dan kehidupan mapannya ke Kongo, ‎tidak semua orang terpanggil untuk itu,‎

Hal yang terpenting adalah bagaimana menempatkan TUHAN menjadi pusat dalam setiap hidup kita, ‎bukan tawaran² dunia yang awalnya indah namun ujungnya kematian.


MARI JADIKAN HIDUP KITA MENJADI BERGUNA,

SEMUANYA BERASAL DARI TUHAN, DAN SEWAJARNYA KITA MELAYANI TUHAN.


“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

(Roma 14:17-18)


"KETIKA KITA DINAMIS DAN TERUS BERGERAK, ‎MAKA KITA AKAN TERUS HIDUP‎"

*** ⛱️⛱️⛱️

‎*** 🏖️🏖️🏖️

Dulu dunia hiburan sangatlah sederhana:

Gambar diam di latar belakangi suara narator sudah sangat menghibur dan menjadi acara yang di tunggu².

Namun era sudah berubah,

gambar diam di buat bergerak, jadilah Kartun Animasi, dan‎ masih mengalami perkembangan terus menjadi Gambar Animasi 3D dan 4D, yang se-olah² tampak Nyata dan Hidup.


Perkembangan ke depan entah apa lagi, y‎ang jelas dunia Terus Bergerak,‎

Oleh karenanya, ‎kita harus jadi orang² yang DINAMIS.


Apakah DINAMAS itu?‎

DINAMIS adalah Sikap untuk Terus Berkembang, Terus Belajar, Berpikir Cerdas, Giat Bekerja, Penuh Kreasi, Selalu Bergerak, dan Meningkatkan Diri ke arah yang Lebih Baik.‎


Di zaman yang Persaingannya sangat Ketat seperti sekarang ini,

Pilihannya bukan Maju atau Mundur, ‎tapi Maju Selangkah atau Maju Lima langkah?


Pilihannya bukan lagi Baik atau Buruk,

 ‎tapi Baik yang Standar atau kah Baik yang Istimewa?

Layanan pun bukan soal Ramah atau Jutek lagi,

tapi apakah kita sekedar bisa Membuat Pelanggan Puas atau kah kita Berhasil Memberi Layanan Melebihi yang di harapkan Pelanggan?


TUHAN kita adalah TUHAN yang Dinamis:‎

DIA tidak pernah Diam,

Tapi Selalu Bergerak Maju,‎

👉Tidak Monoton, Tapi Kreatif,‎

👉Tidak Pasif, Tapi Aktif,‎

👉Tidak Terpaku dengan Cara² lama,

Tapi Selalu Mempunyai Cara² Baru.‎


Perhatikan kembali bagaimana anda Bekerja,‎

Apakah yg anda lakukan hanya begitu² saja?


Jadilah orang yang Dinamis dan Terus Bergerak Menuju Puncak Sukses.

KETIKA DIAM, MAKA KITA AKAN MATI;‎

KETIKA KITA DINAMIS DAN TERUS BERGERAK, ‎MAKA KITA AKAN TERUS HIDUP.‎

Kisah Para Rasul 17:28

"Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga."


DUNIA PENUH KEHANGATAN‎


Walaupun kehidupan masyarakat per-lahan² mulai berubah,

sifat manusia berubah menjadi lebih realitis, tapi ‎dunia ini masih penuh dengan kehangatan.


Simak cerita berikut ini:‎

Gempa yang terjadi di tahun 1992 di Taiwan, ‎tidak saja menghancurkan banyak bangunan, ‎juga menghancurkan banyak keluarga bahagia.


Pada saat itu banyak badan amal maupun perorangan yang mengulurkan tangannya membantu korban bencana,

dengan semangat sependeritaan dan dengan semangat yang tak terbatas membantu para korban bencana.


Ada seorang nenek tua demi mengobati cucunya yang sakit keras, menjadi pemulung.


Pada suatu hari seorang siswa bertemu dengan nenek ini mengetahui keadaannya.


Siswa ini mengajak siswa yang lain membantu nenek ini,

mereka sepakat mengumpulkan dan memisahkan sampah di sekolah lalu di berikan kepada nenek ini,

dan mengumpulkan makan siang yang tersisa di bungkus dan di serahkan kepada nenek ini.


Nenek ini sangat terharu,‎

memuji para siswa ini sangat bijaksana, pintar dan mempunyai hati yang penuh kasih sayang.

KUALITAS dan NILAI HIDUP kita dapat di ukur melalui kacamata orang lain.


Memang kehidupan bukan untuk di perjual belikan, ‎mungkin orang lain hanya menilai dari sisi luarnya saja,

tapi saat kehidupan atau kesaksian hidup kita mampu menjadi TELADAN bagi orang lain dan memberkati orang lain, maka‎ itu berarti KUALITAS dan NILAI HIDUP kita BAIK.


Manusia jika memiliki sebuah hati yang baik, walaupun‎ itu sepatah kata yang menghibur atau senantiasa melakukan kebajikan semua perbuatan ini patut mendapat pujian.


TABURKAN BENIH² CINTA KASIH KE SEGENAP PENJURU LINGKUNGAN KITA,‎

MAKA DUNIA INI AKAH PENUH DENGAN KEHANGATAN DAN KEDAMAIAN.


“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”

(Roma 12:10)

MASA DEPAN KITA SECERAH JANJI-JANJI TUHAN

‎------

----------------

------------------------------

Masa depan adalah sebuah kesempatan yang belum terpenuhi,

sebuah jalan yang belum di lalui, ‎kehidupan belum di jalani.


Masa depan yang akan kita jalani tergantung dari Prioritas dan Tujuan Hidup kita hari ini,

sebab arah yang kita ambil sekarang, menentukan di mana kita akan berada di masa depan.


Kita mungkin takut dengan masa depan yang tidak pasti,

tapi sebagai orang yang mengerti akan Kebenaran Firman Tuhan,

kita tidak perlu takut.


Sebagai contoh:

Apabila kita di berikan uang jajan 10-15 ribu oleh orang tua kita untuk makan,‎

tentu kita akan mencari rumah makan yang menyediakan makan seharga 10-15 ribu. ‎(kalau lebih mahal dari itu, ‎ada ketakutan kita gak sanggup bayar)


Tapi pada saat kita di ajak oleh orang tua kita untuk makan di restaurant mewah, ‎apakah kita masih memilih makanan yang seharga 10-15 ribu?


Tentu tidak kan?

Mengapa kita tidak memusingkan harga makanan dan tidak takut untuk memilih makanan yang lebih enak dan mewah?

Karena kita percaya, ‎orang tua kita akan mampu untuk membayar.‎


Begitu juga dengan kehidupan kita,

kita tidak perlu kuatir, ‎karena Kasih TUHAN selalu menyertai kita.‎


Kita dapat menyambut Tahun Baru 2021 ini dengan menantikan apa yang akan TUHAN lakukan dalam diri kita dan melalui kita,‎

Masa depan kita sebagai anak²NYA adalah secerah janji²NYA.


👉Jika kita pernah merasa se-olah² kita di lupakan TUHAN,‎

👉Jika kita pernah merasa se-olah² TUHAN berlawanan dengan kita,

👉Jika kita pernah takut akan masa depan kita,

👍maka kata² TUHAN untuk bangsa Israel ini berlaku juga untuk kita: 

Yeremia 29:11

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan


Posting Komentar untuk "Renungan Mamur 18:30 RINTANGAN DAN UJIAN MERUPAKAN PROSES KEHIDUPAN "