Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Mazmur 146:1-10 KEMERDEKAAN SEJATI

 




Baca: Mazmur 146:1-10
KEMERDEKAAN SEJATI


“...yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,” Mazmur 146:7


Merdeka! Merdeka! Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka! Pekik kemerdekaan kembali bergema di seluruh negeri ini! Oleh karena kasih dan pertolongan-Nya, kemarin ini bangsa Indonesia masih beroleh kesempatan merayakan hari yang sangat bersejarah yaitu hari kemerdekaan RI yang ke-77. 


Kemerdekaan memiliki arti bebas dari perhambaan atau penjajahan, berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu. Ini semua karena jasa para pendahulu kita yaitu para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya, berjuang sampai titik darah penghabisan demi meraih kemerdekaan. 


Kini, bangsa Indonesia telah terbebas dari penjajahan dari bangsa lain! Pertanyaan: sudahkah kita benar-benar mengalami kemerdekaan sejati? Kemerdekaan sejati itu bukan hanya sebatas bebas dari penjajahan dan perhambaan secara jasmani, melainkan juga secara rohani. 


Kemerdekaan sejati yang meliputi kemerdekaan menyeluruh (tubuh, jiwa dan roh) hanya dapat dilakukan oleh Kristus, Sang Mesias: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5:1); Dialah yang “...menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk,” (Mazmur 146:7-8). 


Kemerdekaan dan pembebasan manusia dari belenggu dosa sepenuhnya karena kasih karunia, melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36). 


Tanggung jawab kita selanjutnya adalah mempertahankan kemerdekaan tersebut dengan hidup dalam kebenaran Tuhan. Jika kita kembali kepada kehidupan dosa artinya kita kembali dalam keadaan dijajah dan diperbudak dosa. 


“...kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa,” Galatia 5:13.


  M E R D E K A !!!


Kita baru saja merayakan HUT Kemerdekaan RI yg ke 77 tahun


Kalau kita menengok kehidupan orang yg sedang dijajah maka sangat menderita sekali,tidak ada kebebasan sedikitpun juga


Ketika bangsa kita sudah merdeka, maka sang penjajah berusaha untuk menguasai lagi...


Begitu juga si Iblis , iapun berusaha keras untuk menjajah orang yg sudah dimerdekakan ; dengan segala daya dan upayanya ia membujuk agar manusia yg sudah merdeka untuk dijajah kembali


Ternyata hasilnya cukup mengejutkan ; terbukti saat ini tidak sedikit manusia yang dijajah kembali dan menjadi budak dosa..


Banyak yg tergiur dengan 'manisnya' dosa berupa iming2 kenikmatan dunia yg kelihatannya begitu menarik, sehingga kembali dikuasai Iblis yg  menjadi tuannya..


Kalau saat ini perbuatan daging masih tetap mendominasi dalam hidup kita, m a k a itu berarti kita sudah dijajah kembali oleh si Iblis yg kalau dibiarkan teruuus.., m a k a pada akhirnya menuju pada maut yg sangat mengerikan...


Oleh karena itu,BUANG dan MATIKAN semua perbuatan negatif itu, s e h i n g g a kita benar2 menjadi orang2 yg Bebas dan Merdeka...


KITA SUDAH MERDEKA, JANGAN SIA-SIAKAN KEMERDEKAAN ITU


Bacaan: Galatia 5:1-15


Nats;

Saudara saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.

Galatia 5:13a


Menjelang peringatan kemerdekaan RI biasanya sering muncul kalimat berikut dalam pidato pidato yang disampaikan: Kita sudah merdeka sekian tahun tetapi banyak orang yang mentalnya masih mental jajahan. Kalimat ini cukup akrab dalam kehidupan orang Kristen. Banyak orang yang mengaku percaya Tuhan Yesus tetapi hidupnya masih senang dengan dosa. Hidupnya masih dijajah dosa.


Ketika seseorang menerima keselamatan, tidak berarti ia punya kemerdekaan melakukan dosa lagi. Perhatikan apa yang dikatakan Rasul Paulus, Saudara saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, Status orang Kristen di dalam Tuhan Yesus adalah orang merdeka, bukan lagi budak dosa, orang bebas yang bisa hidup benar. Sebuah peringatan serius bagi kita bahwa hidup sebagai orang merdeka bukanlah memakai kesempatan itu untuk berbuat dosa. Kita memang tidak lepas dari godaan dosa dan dosa akan selalu berusaha untuk menjatuhkan dan menyeret kita kembali ke dalam kubangan dosa yang kotor. Jangan meremehkan anugerah keselamatan yang diterima. Kita memang tidak membayarnya tetapi anugerah itu tidak murahan, melainkan dibayar dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus Yesus.


Hidup dalam dosa menandakan betapa egoisnya seseorang, memusatkan segalanya hanya untuk dirinya. Keselamatan memanggil kita untuk bisa hidup melayani seorang akan yang lain dengan kasih. Sebagai orang merdeka yang menerima kasih yang besar dari Kristus, sudah seharusnya orang orang percaya hidup di dalam kasih Tuhan. John Piper berkata, Ketika kita mengasihi, dimotivasi oleh kepenuhan kita akan kasih dari Allah, sedangkan dosa atau perbuatan daging, dimotivasi untuk mengisi kekosongan hidup kita. Orang yang dimerdekakan oleh Kristus adalah orang yang tidak kekurangan kasih Allah, orang yang sudah penuh akan kasih Allah.


Kemerdekaan di dalam Yesus bukan recehan. Karena itu, orang percaya harus menghidupinya dengan sungguh sungguh, hidup benar di hadapan Nya. Jangan berdalih Ah cuma dosa segini aja. Harga penebusan dosa nilainya tak terhingga dan tidak ada dosa segini aja. Jika Kita masih sering bermain main dengan dosa, bertobatlah sekarang. Mari sebagai orang yang sudah merdeka, jangan lagi hidup seperti orang jajahan.


Rema Diri:


Apa artinya kemerdekaan di dalam Kristus bagi Kita ?


Dosa apa yang paling sulit Kita lepaskan? Sudahkah Kita meminta pertolongan Tuhan untuk melepaskannya?.


MERDEKA DI TENGAH BADAI MELANDA

Dirgahayu Negeriku, Dirgahayu Bangsaku

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩


Mazmur 133:1’ "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!"


Waktu bergulir begitu cepatnya, tanpa terasa bangsa kita tercinta Indonesia sudah mengenyam kemerdekaan selama 77 tahun.  


Kita kembali beroleh kesempatan memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-77.  Merdeka berarti terlepas dari belenggu, tekanan atau penjajahan bangsa lain, sehingga kita bebas menentukan masa depan kita sendiri.  


Dalam hidup kekristenan, kemerdekaan memiliki arti dimerdekakan dari penjajahan dosa.  Kita tidak lagi berada di bawah kuasa dosa yang membawa kepada penghukuman kekal, melainkan kita mengalami kehidupan baru yaitu hidup berkemenangan karena Kristus telah memerdekakan kita dari dosa.


Peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebab kita memperingatinya saat bangsa kita dalam keadaan berduka karena ujian berat datang mendera:  ekonomi, bencana alam, mewabahnya virus Corona atau Covid-19 yang benar-benar memorak-porandakan perekonomian, ditambah lagi ancaman disintegritas bangsa, seperti maraknya ujaran kebencian terhadap pemimpin bangsa, yang bila tidak segera diatasi dapat mengancam keutuhan NKRI. 


Inilah momen yang tepat untuk bangkit dan bersatu untuk Indonesia.  Sebagai warga negara Indonesia, wajib kita berdoa bagi bangsa agar Tuhan pulihkan. 


Mari tinggalkan ego demi kesatuan bangsa!  'Kesatuan'  bukan berarti seragam;  kesatuan itu saling menghargai dan melengkapi di tengah perbedaan yang ada, sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika.


Hidup dalam kesatuan adalah kehendak Tuhan!  Jadi Tuhan tidak menghendaki perselisihan atau perpecahan, bahkan Ia menyediakan berkat bagi umat yang hidup dalam kesatuan.


"SETIAP KERAJAAN YANG TERPECAH-PECAH PASTI BINASA, DAN SETIAP RUMAH TANGGA YANG TERPECAH-PECAH, PASTI RUNTUH."  LUKAS 11:17.


DIRGAHAYU ke 77 INDONESIA🇮🇩

PULIH LEBIH CEPAT

BANGKIT LEBIH KUAT 


Kemerdekaan telah membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan, peperangan telah berlalu, menyisakan kenangan yang mengharukan jika kita mengingat lagi pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Bersyukur kita dapat merasakan alam kemerdekaan di bumi Indonesia, dan menikmati Indonesia yang masih tetap akan berdiri kokoh seperti saat ini. Kita dan seluruh dunia baru saja diterpa oleh pandemi yang hampir saja meluluh lantakkan setiap sendi bangsa ini, dan gelombang inflasi dan resesi dunia juga ikut menambah masalah bangsa kita. 


Namun kita adalah bangsa yang optimis, yang tidak mudah patah dan mampu menatap masa depan yang penuh harapan. Itu sebabnya dalam merayakan kemerdekaan kita kali ini, satu tema yang begitu menyentuh, telah disematkan, yaitu: PULIH LEBIH CEPAT, BANGKIT LEBIH KUAT. Dan inilah kita, Indonesia, belum habis masalah demi masalah melanda, tetapi kita punya kepastian bahwa Indonesia ada karena berkat kasih setia Tuhan, jika Indonesia pulih dengan cepat dan bangkit semakin kuat, itu karena kita memiliki iman, yang membuat kita bersatu dalam doa.


Sesuai dengan FirmanNya yang berkata: "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." Sebab kita juga percaya bahwa Tuhan tetap punya bagian yang terbaik bagi kita dan bangsa kita, kataNya: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:7,11) Dan kita akan terus berdoa dan bersyafaat bagi Indonesia, karena kita percaya bahwa The best is yet to come! 


Kita telah melihat perpecahan dari satu bangsa besar, yang tinggal di satu daratan, terpecah menjadi negara-negara kecil! Sedangkan Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau membentang dari Sabang sampai Merauke, dapat tetap satu dan utuh! Indonesia pernah diperhitungkan akan mengalami kehancuran akibat pandemi, namun nyatanya kita yang lebih dahulu pulih dibanding bangsa-bangsa besar lainnya. Dan saat negara lain mengalami resesi besar, kita masih tetap aman dalam kasih kemurahan Tuhan! Jika bukan karena tangan Tuhan yang ada atas Indonesia maka mustahil semua ini dapat dipertahankan, ajaib Tuhan atas Indonesia! 


Mari sama-sama berdoa, memberkati Indonesia di Hari Kemerdekaan kita yang ke 77, katakan: "Tuhan memberkati dan melindungi INDONESIA; Tuhan menyinari dengan wajah-Nya dan memberi kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya dan memberi damai sejahtera." (Bilangan 6:24‭-‬26)


Posting Komentar untuk "Renungan Mazmur 146:1-10 KEMERDEKAAN SEJATI"