Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Yesaya 41:10 Dua hal yang akan merugikan kita takut dan bimbang

 




"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."

(Yesaya 41: 10)

TUHAN memberikan janji-Nya untuk selalu menyertai kita.

Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." 

(Ibrani 13: 5b)

Pertama,

Kita tidak boleh takut.

Karena takut itu akan merugikan diri kita sendiri.

"Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketentraman, aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."

(Ayub. 3:25-26)

Itu sebabnya banyak ayat di Alkitab yang menyebutkan “Jangan takut”

"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

(2Timotius 1: 7)

Apa yang membuat kita tidak takut adalah kerana TUHAN ada di pihak kita.

"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"

(Roma 8: 31)

Kedua,

Kita tidak boleh bimbang.

Karena kita tidak akan memperoleh apa-apa dari Dia.

"Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari TUHAN."

(Yakubus 1: 6-7)

Percayalah kepada TUHAN.

-Dalam kondisi apapun -dan dalam keadaan seburuk apapun, TUHAN berjanji akan meneguhkan dan menolong kita. 

"TUHAN akan meneguhkan kita sehingga sekalipun kita jatuh, kita tidak akan sampai tergeletak."

(Mzm 37:23-24)

TUHAN akan memberikan pertolongan kepada kita tepat pada waktunya.

Sesulit apapun kehidupan kita, tetap pegang janji-Nya

karena TUHAN kita adalah setia akan janji-Nya.

Marilah kita berdiri teguh, jangan takut dan bimbang, tetapi percayalah kepada TUHAN.

"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang."

(Mazmur 37: 5-6)



(Jangan menuntut pasangan berubah, diri sendirilah yang harus berubah)


Meskipun kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.

Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.

Tidak cukup hanya dengan memilih & nikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, & perlakukan pasangan dengan TEPAT pula.

Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah izinkan pernikahan itu terjadi, maka itu bererti DIA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.

Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN untuk setia & saling menyayangi dalam segala keadaan.

MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI "CARA" KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.

Padahal ketika satu jari tunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.

Jangan suka menghakimi tetapi kita harus saling mengasihi.

Pernikahan adalah tiket 1 X jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.

Pernikahan adalah tempat  dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.

Pernikahan itu bukan masalah feeling suka tidak suka, tetapi tentang KOMITMEN untuk saling melengkapi satu dengan yang lain karena kalian saling memerlukan.

Masalah biasanya karena kita tidak memahami perbedaan lelaki & wanita.

Jangan menuntut pasangan untuk berubah, KITA lah yang harus berubah lebih dulu.

Ingat.......

Better me = Better we.


MISKIN tapi KAYA...


Ada seorang pemuda mengontrak rumah bersebelahan dengan seorang janda miskin dan anaknya. 


Satu malam tiba-tiba mati lampu, dengan bantuan cahaya HP dia ke dapur untuk mengambil lilin, tiba-tiba ada yg mengetuk pintu, t e r n y a t a anak miskin sebelah rumah.... 


Anak itu bertanya panik : "Kakak punya lilin?" 


Pemuda itu berpikir : kalau aku kasih,  nanti jadi satu kebiasaan, m a k a iapun berkata, "TIDAK ADA!!".


Saat itulah si anak miskin berkata : "Saya sudah duga kakak tidak punya lilin..., i n i ada 2 lilin untuk kakak. 


Kami khawatir karena kakak tinggal sendiri dan tidak punya lilin."


Si pemuda merasa bersalah, dalam linangan airmata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat.


Kekayaan tidak tergantung dari berapa banyak yg kita PUNYA, t e t a p i berapa banyak KITA BISA MEMBERI.


          ( I Yohanes 3 : 17 ).


(Kekayaan bukanlah untuk kesombongan)

"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tidak menentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."

(1 Timotius 6:17)

Dunia melihat materi...‎

Kaya miskin semata-mata di ukur atas dasar materi, padahal ‎

kelimpahan materi tidak otomatis membuat seseorang menjadi kaya,‎ 

kekurangan materi tidak lantas membuat seseorang menjadi miskin...

Jadi bukan seberapa besar penghasilan kita, tetapi ‎

seberapa bermanfaat penghasilan kita tersebut, karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan.

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

(Lukas 12:15)

Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu mensyukuri  dan memberi manfaat untuk sesama, serta dijauhkan dari sifat sombong.

“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”

(Mazmur 18:12)


BELAJAR DARI JARI TANGAN


Lima jari tangan kita tidak hanya berfungsi untuk menggenggam , ada banyak fungsi lainnya , termasuk Pelajaran Hidup .


IBU JARI /JEMPOL :

Melambangkan simbol untuk sesuatu yg bagus atau hebat ; biasanya kita akan mengacungkan Jempol ketika menilai sesuatu yg Fantastis.., bombastis.., dan spektakuler...


N a m u n Ibu Jari yg kelihatannya gemuk dan besar itu KALAH dengan KELINGKING yg kecil dalam permainan 'Suit' ; a r t i n y a Orang Besar tidak boleh sombong, s e b a b adakalanya  bisa dikalahkan oleh Orang Kecil...,


S e b a l i k n y a yg Kecil jangan pernah merasa Minder dan Rendah Diri , karena bisa berbuat hal2 yg besar...


JARI MANIS :

Biasa digunakan untuk tempat cincin , t e r u t a m a cincin kawin ; jari ini menandai seorang yg telah punya pasangan , dan harus selalu bersikap MANIS kepada pasangannya...


JARI TENGAH :

Selalu kelihatan paling tinggi diantara yg lainnya ; mengajarkan bila posisi kita sebagai Pemimpin harus selalu berada DITENGAH atau bersikap ADIL dan BIJAKSANA...


TELUNJUK :

Biasanya digunakan untuk menunjuk atau menuding ; harus selalu diingat , disaat Telunjuk menuding orang, m a k a ketiga jari lainnya mengarah kepada diri kita..


A r t i n y a jangan mudah menghakimi orang lain, k a r e n a siapa tahu kita sendiri malah lebih buruk dari orang itu..


Posting Komentar untuk "Renungan Yesaya 41:10 Dua hal yang akan merugikan kita takut dan bimbang"