Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Khotbah Minggu 04 September 2022 Understanding The Gospel (Memahami Injil}

 



Hari ini kita memasuki Sermon seris yang baru yaitu Gospel in life 

Saudara apa maksud dan tujuan dari sermon seris Gospel in life ini?

Saudara kita sering mendengar kata Injil, kita juga sering diajarkan untuk hidup yang berpusat pada Injil, tetapi sayang sekali ternyata ada begitu banyak orang Kristen yang tidak benar-benar menghidupi Injil itu sendiri. 

Kita mungkin sering dengar perkataan seperti ini, katanya Gospel Center, tapi kok ngomongnya kasar??

Katanya sudah diubahkan Injil? Tapi kok masih nipu sana sini, 

Nah saudara, melalui sermon seris ini, kami ingin dan kami rindu, supaya Injil itu yang menata kembali, cara berpikir kita, dan bagaimana Injil itu bukan sekadar konsep yang abstrak, tetapi yang seharusnya bisa meresap sampai ke dalam lubuk hati setiap kita. Nah untuk itu saudara, kita akan mengawali Sermon Seris Gospel In Life ini di dalam sebuah  tema, kita akan mengulik kembali pemahaman kita tentang Injil. Kita akan memulai dengan satu tema; 


Understanding The Gospel. Memahami Injil (Khotbah Minggu 04 September 2022 Gibeon Church Surabaya oleh; PS.Nathanael Thamrin).

Nas Alkitab:

Roma 1:16-17; 

1 Korintus.2:1-2; 

1 Korintus.15:1-4, 9-11 

& 1 Timotius 1:12-13, 16-17.

Banyak orang Kristen menyangka paham tentang Injil tetapi sesungguhnya tidak memahaminya dengan utuh.

Ilustrasi:

Sepasang suami isteri yg sedang pergi ke gereja di hari minggu, lalu di tengah perjalanan terjadi beberapa hal yang membuat sang suami yang sedang mengemudi mobil itu kemudian menjadi kesal, lalu sang isteri mengatakan kepada suaminya dan berupaya untuk menenangkan suaminya. Dan dia berkata begini, pa tenang pa, ini kita mau ke gereja, kita mau ibadah, wes jangan ngamuk-ngamuk sama pengendara lain.

Saudara sekilas cerita ini adalah kisah yg biasa kita alami di dalam kehidupan kita. Kisah sehari-hari yg juga mungkin terjadi di dalam kehidupan kita. Mungkin kita pernah mencicipi pengalaman yang serupa, sayapun sering  melakukan hal itu. Mengendara tiba-tiba ada seorang yg nyalib di depan, terus ngamuk-ngamuk ini orang tidak tau ta caranya bawa mobil? nyalib lagi, lalu isteri saya berkata, se koh tenang kita ini mau ke gereja. Sabar o sedikit. 

Saudara, kalau kita mengalami itu, apa yg menjadi pikiran saudara saat mengalami bahkan mungkin mendengarkan kisah ini?

Kalau kita telaah, mungkin ada kekeliruan dari kisah ini, kekeliruannya adalah, bahwa pemahaman tentang hidup di dalam kesalehan ketika ke gereja itu harus diupayakan, seolah-olah lebih penting kita hidup di dalam kesalehan ketika berhadapan dengan keseharian. Dan ini adalah penomena yang mencerminkan betapa sesungguhnya kita tidak paham arti dari Injil itu sendiri, 

Seringkali kita menyangka paham Injil tetapi kita tidak memahaminya dengan utuh.

Menyangka artinya kita berasumsi tanpa mengetahui kebenarannya dengan pasti. Tidak utuh artinya hanya sebagian atau setengah-setengah. 

Akhirnya Hidup orang percaya hidup dalam pengkotak-kotakkan.

Dan kita sering melakukan ini, ok kalau ini yg rohani, yg ini yg sekuler, yg ini yg rohani yg ini non rohani.

Saudara izinkan saya, kalau bertanya kepada saudara saat ini? Bagaimana saudara mendefinisi tentang Injil? Kira-kira apa jawab saudara ketika ditanya apa itu INJIL?

Beberapa orang menjawab bahwa Injil itu adalah berita yang harus disampaikan kepada orang yang belum percaya.

Atau beberapa orang juga menjawab Injil itu adalah Yesus mati bagi saya, Yesus mati buat dosa-dosa saya, mungkin ada juga yg mengatakan bahwa Injil itu ya Matius-Yohanes.

Asumsi-asumsi ini tidak sepenuhnya salah, namun sayangnya tidak utuh.

Jika ini yg terjadi, maka kita perlu kembali menilik kembali pemahaman yg benar tentang Injil seturut dg Firman Tuhan.

Ada tiga hal yang akan kita pelajari hari ini:

1. Apa definisi Injil?
2. Apa masalah dalam memahami Injil?
3. Apa solusi untuk memahami dan menghidupi Injil?


Kita akan masuk di bagian yang pertama;

1. Apa definisi Injil?

“Injil sangat sederhana untuk dapat dipahami oleh seorang anak kecil,namun juga sangat mendalam sehingga seorang teolog terbaik pun membutuhkan waktu lebih dari seumur hidupnya untuk menggali kekayaannya.” (Charles hook Teolog abad 19).

Perkataan ini, ingin memberitahu kita, bahwa ketika kita merasa paham dan puas dengan pemahaman kita tentang Injil, maka pada saat yg sama saudara sedang gagal di dalam memahami Injil.

Atau ketika saudara merasa bahwa pemahaman saudara tentang Injil yg paling benar maka pada saat yang sama, saudara sedang keliru di dalam memahami Jnjil.  Karena dalam kita memahami Injil dibutuhkan waktu seumur hidup, bagi seorang teolog. Untuk menggali kekayaan Injil.

(JD.Greear)… “Injil bukanlah papan loncatan di sebuah kolam yang mana kita dapat melompat ke dalam kolam kekeristenan. Injil ialah kolam itu sendiri. Injil bukan hanya jalan untuk ada di dalam Kristus, tetapi jalan kita untuk bertumbuh di dalam Kristus.”

Waktu kita mendengar perkataan ini, oke setelah saya mendengar ini, pamahaman saya tentang Injil harus diperbaiki lagi. Mungkin selama ini pemahaman Injil yg kita pahami itu tidak utuh, kita karena kita menyangka kita memahaminya.

Sesungguhnya Injil itu adalah ketika kita pertama kali kenal Yesus, sampai kita bertemu Kristus. Kita perlu Injil. Injil bukan tangga pertama untuk menaiki kebenaran, tetapi Injil itu lebih tepat jika dikatakan sebagai poros utama roda kebenaran Allah itu sendiri.  

Tim Keller. Injil bukan ABC dalam kehidupan kekeristenan, namun Injil adalah A-Z dalam kehidupan kekeristenan.

Pemahaman kekayaan tentang Injil itu sendiri. Para teolog berusaha menjelaskan Injil secara sederhana, sehingga kita bisa memahaminya. Dengan sederhana pula.

Namun pada saat yg sama pula, kekayaan pemahaman ini, akan terus menambah kekaguman kita tentang kekayaan Injil itu sendiri.

Kalau kita kembali kepada Alkitab, paling tidak saya menemukan 

4 Definisi Injil dalam Alkitab. Yang penting untuk kita perhatikan bersama pada saat ini: 

1. Injil selalu dimulai dengan Kristus dan karya-Nya (Solus Christus). 

(1 Korintus 2:1-2). Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.  

(Paulus mengatakan tdk ada yang lebih penting untuk diketahuinya dan untuk diberitakannya selain dari pada Yesus Kristus yg diberitakan.


1 Korintus.15:3-4. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

 (Paulus sekali lagi menyampaikan bahwa Injil itu bicara tentang Kristus dan karya-Nya).

Seorang Teolog mengatakan “Injil tidak diberitakan jika Kristus tidak diberitakan”. (John Stott) 


 Jadi Injil bukan hanya sekadar aku sudah diselamatkan dari hukuman dosa. Tetapi Injil itu bicara tentang Kristus yg tidak berdosa itu dihukum menjadi dosa untuk menyelamatkan kita yang berdosa.  Injil juga bukan hanya tiket untuk masuk ke sorga, lepas daripada hukuman neraka, tetapi Injil itu bicara tentang Kristus yg turun dari sorga, mengerjakan, menggenapi rencana Agung keselamatan bagi dunia.


2. Injil harus didasarkan kembali pada firman Tuhan (Sola Scriptura}

(1 Kor.15:3-4) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;  


Dua kali di ulang frasa Kitab Suci. Ini Paulus mengacu pada tulisan2 dalam PL. ini menjadi menarik, bahwa PB tidak bertentangan dg PL JUSTRU PL menuntun kita pada pengenalan akan Injil dalam PB. 


Roma 5:13 (Yahudi diingatkan mereka tdk mampu memenuhi Hukum Taurat, Anugerah Allah dalam Yesus Kristus yang menjadi solusi bagi ketidakmampuan manusia). Hal ini menyadarkan kita bahwa keselamatan tidak akan mungkin di dapat hanya dengan melalui perbuatan baik, namun oleh anugerah Allah dalam Yesus Kristus yang menjadi solusi bagi kegagalan manusia. 

Rom.5:20-21).  Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.


Jadi saat kita bicara tentang Injil, Injil harus dimulai dengan Kristus dan Karya-Nya, yg kedua kita harus kembali kepada kebenaran Firman Tuhan.


Mencari pembenaran atas pondasi kebenaran Adalah upaya membenarkan diri sendiri.

Jika ini yang terjadi, maka bukan Injil yang kita bicarakan, tetapi kita sedang memberitakan diri kita sendiri. 

Sesungguhnya jika Injil yg menjadi penuntun kita maka Injil membuahkan kesadaran bukan tentang kita, semua yg kita alami, yang kita terima itu semua karena Anugerah Allah.


3. Injil membuahkan Transformasi yang terjadi karena anugerah dalam Kristus Yesus (Sola Gratia).  

(1 Korintus. 15:9-11). Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

Sola Gratia (Injil bukan sekadar informasi atau inspirasi tetapi Injil itu adalah kekuatan Allah yang sanggup mentransformasi. 


Paulus berkata aku yg paling tdk layak di antara Para Rasul, aku telah menganiaya jemaat Allah. Lalu ayat 10, dia dilayakkan karena anugerah Allah. Ini berarti tidak ada satu kebaikan yg membuat Paulus layak untuk dikasihi, dan juga sebaliknya tidak ada satu keburukkan yg membuatnya tidak pantas untuk dikasihi. Kenapa karena semua karena kasih karunia Allah.

Dan seharusnya kasih karunia yg Paulus dan kita terima seharusnya tidak membuat kita menjadi tinggi hati, atau rendah diri, melainkan sadar diri.


Bahwa segala sesuatu di dalam kehidupan ini adalah anugerah Allah. Kalau kita bisa melayani dan bekerja bagi Allah. Itu pun karena kasih karunia Allah. 

Karena semua hanya kasih karunia-NYA maka tidak ada ruang dalam diri kita untuk berbangga diri atas kelebihan kita, atau merendahkan orang lain atas kekurangan mereka. Tidak ada ruang bagi kita juga untuk merasa lebih superior atau imperior dari orang lain, karena semua itu hanya karena kasih karunia-Nya.


Bagaimana kita bisa merespons anugerah yg kita terima dengan benar? 

Bagaimana saya bisa merespons itu? Ini yg membawa saya pada poin yg ke 4;

4. Injil menuntun kepada iman yang benar bagi kemuliaan Allah (Sola Fide- Soli Deo Gloria). 

Roma.1:16-17.  Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Frasa “yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman,” Membuat kita mengerti bahwa kesetiaan Tuhanlah yang terjadi di dalam hidup kita, yang menghampiri diri kita terlebih dahulu, dan itulah yang memampukan kita untuk merespons dengan benar.


John Stott berkata “Kesetiaan Allah (JANJI-NYA, DAN KARYA KRISTUS YANG SELALU MENDAHULUI SEHINGGA KITA MAMPU UNTUK MEMBERI RESPON”

Kalau kita bisa memberi respons dengan benar itu juga karena anugerah Allah, karena karya Kristus. Sehingga tidak ada satupun yg bisa kita banggakan, atau tidak ada satu kebaikan satupun yg membuat kita sombong, atau tidak ada satu kekurangan di dalam diri kita yg kemudian membuat kita rendah diri. Tetapi ketika kita paham ini, akan menuntun kita kepada karakter kerendahan hati. Ini semua tentang Kristus, bukan tentang kita. 


Dan kalau semua itu dikerjakan oleh Allah, maka itu artinya SEGALA HORMAT, KEMULIAAN ITU HANYA BAGI ALLAH SAJA.


1 Timotius 1:17.Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.


Kalau kita memperhatikan semua tulisan Paulus semua berbentuk puji-pujian atau yg sering dikatakan doxology. Dan menariknya puji-pujian atau doxology itu muncul di tengah-tengah suratnya. Seperti Rom.9:5, Ef.3:21 dan ini sesuatu yg tdk biasa dalam bentuk penulisan surat. Puji-pujian atau doxology itu biasanya ditulis di ending atau akhir sebuah surat. Tapi Paulus beberapa kali Paulus menuliskan justru di tengah-tengah penulisan suratnya. 


Dan ini menyatakan betapa Paulus tidak tahan ingin menyampaikan rasa KEKAGUMANnya kepada Allah, dan dari sini kita bisa melihat ketika seseorang hidupnya sudah diubahkan oleh Injil, maka kehidupan orang itu akan dipenuhi dengan sebuah doxology atau puji-pujian yg keluar, sebagai bentuk kekaguman  kepada Allah yg sudah beranugerah di dalam hidup kita.

Jadi ketika kita SUDAH MEMAHAMI INIJIL, ITU AKAN MEMBUAT KITA SEMAKIN KAGUM KEPADA ALLAH. 

Pengetahuan Teologi harus berujung kepada Doxologi. (Segala Pujian hanya bagi Allah SAJA).

Jangan-jangan selama ini apa yg saya terima, apa yg saya ketahui itu tidak utuh. 

Jangan-jangan selama ini, Injil hanya bicara tentang saya bukan bicara tentang Kristus. 

Atau jangan-jangan saat kita ada kesempatan untuk memberitakan Injil,  Injil yg kita sampaikan bukan tentang Kristus, tetapi tentang diri kita. 

Itu sebabnya kita perlu kembali kepada pondasi yang fundamental tentang definisi Injil. 


2. Apa masalah dalam memahami Injil?.

PIJAKAN BERSAMA DI DALAM INJIL ITU TIDAK SERTA MERTA BERARTI BAHWA SEMUA ORANG YANG MENGAKU DIRINYA SEBAGAI ORANG KRISTEN ITU MEMPERCAYAI INJIL, KALAUPUN MEMPERCAYAINYA BELUM TENTU MEMPERCAYAINYA DENGAN CARA YANG BENAR. ITULAH SEBABNYA BERITA INJIL YG BENAR HARUS DIRESPONI DENGAN SIKAP YG BENAR. 


1. Kita gagal memahami Injil jika Injil HANYA berhenti sebagai pengetahuan  kognitif saja.

Sesungguhnya Injil bukan saja kekuatan Allah tetapi hikmat Allah yang mentransformasi kehidupan seseorang secara holistic bukan segmentasi bahkan Injil adalah kekuatan Allah yg akan merestorasi dunia ini. 

(1 Korintus 15:2). Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu  —  kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.


Frasa "asal kamu teguh berpegang padanya, dalam Bahasa Aslinya menyiratkan sebuah sikap konsistensi. Ini bukan sekadar persetujuan atas satu hal di satu waktu saja, ini bukan satu antusiasme yg berkobar karena mendengar Injil, ini juga bukan sekadar panatisme spontan ketika kita dengar injil. 


Tapi ini adalah pilihan yang sadar, yg kemudian kita jadikan, pegangan penuntun kehidupan. Sehingga ketika seseorang  kenal Injil dengan benar, maka Injil itu akan berdampak dalam kehidupan orang tersebut, di dalam setiap area hidup mereka. (pernikahan, pekerjaan, studi, pelayanan dst). 

Jadi injil bukan sekadar pengetahuan kognitif, tetapi Injil itu kekuatan Allah yang mentransformasi seluruh kehidupan kita.

Di dalam setiap aspek dan area hidup kita.


Pertanyaan refleksi bagi kita;

Sejauh mana orang-orang yg paling dekat dengan kita (suami/isteri, anak, orangtua, sahabat) 

MENGKONFIRMASI BAHWA KRISTUS SUDAH PALING MENGUBAHKAN DAN YANG PALING TERUTAMA DALAM HIDUP ANDA?


Kegagalan banyak orang Kristen ketika memahami Injil, mereka memahaminya hanya sebatas pengetahuan saja. Injil tidak mentransformasi hidup mereka.

 

2. Kita gagal memahami Injil hanya melulu tentang relasi saya dan Allah.

Memang betul Injil itu menyampaikan pesan Allah yang mengasihi anda dan saya. Tetapi ini bukan hanya tentang relasi saya, anda dan Allah. Jika hanya itu, kita bisa melewati konteks besar dari misi Allah, dan kita akhirnya jadi egois. Padahal kalau kita mempelajari Injil. Injil itu bicara tentang konteks yang lebih luas, yaitu restorasi dari seluruh ciptaan yang sudah Allah ciptakan. 

Ini bicara tentang restorasi atas seluruh ciptaan yang sudah jatuh di dalam dosa.


Kolose.1:16-17 “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.). 


Melewati kebenaran yg kita banya ini, ingin menjelaskan bahwa Kristus bukan hanya menebus, tetapi Dia juga adalah Pencipta. 


Dia adalah Pencipta yg menebus seluruh ciptaan yang sudah jatuh ke dalam dosa. Maka itu saat Kristus ada dalam dunia ini, dan melakukan mujizat seperti menyembuhkan orang sakit, penderitaan. Dia sedang mengkumandangkan bahwa Penyakit dan kematian bukan bagian awal dari design awal dari penciptaan. 

Ketika Dia datang untuk yang kedua kalinya. Sesungguhnya kelak Dia akan merestorasi, seluruh ciptaan dan membawa kita ke dalam langit dan bumi yang baru.  

Jadi ketika kita memahami Injil ini dengan utuh, maka kita tidak boleh mereduksi, hanya Juruselamat pribadi, Ia lebih daripada itu, Ia adalah Allah atas ciptaan, dan Allah atas ciptaan yang baru. 


Lalu setelah kita mendengar ini semua, apa relevansinya bagi kehididupan kita?

Kita akan masuk ke point yang ketiga;


3. Apa solusi untuk memahami dan menghidupi Injil? 

Sesunggunya kebutuhan terbesar dalam kehidupan manusia yang berdosa ini, bukanlah diperlengkapi dengan pengetahuan yang mumpuni ataupun keterampilan untuk bertahan hidup MELAINKAN DIBANGKITKAN DARI KEMATIAN ROHANI. 


Saudara, inilah kebutuhan terbesar seluruh umat manusia, kalau kita kembali merujuk dalam

(1 Kor.15:3-4). Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;  


Beberapa penafsir menjelaskan bahwa bagian ini, menggemakan kembali nubuat yang disampaikan oleh Yesaya  (Yes.53:6-7).

Kalau dalam Alkitab fisik, kita bisa melihat footnote, pada bagian bawah alkitab langsung mengarah kepada nubuatan dalam 

Yesaya 53:6-7 “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya”.


Yesaya mengatakan keadaan kita yang sebenarnya.

Kita sebenarnya sesat, kita ini mati rohani, kita ini mengambil jalan kita masing-masing, 

Kita ini menyeleweng, kita ini tidak mencari TUHAN, bahkan tidak ada dari kita yang dapat berbuat baik sekalipun…


Tetapi puji Tuhan, Allah justru yang mencari kita.

Di dalam kebaikan-Nya yang sempurna, di dalam KASIH-NYA YANG KEKAL, DI DALAM KEDAULATAN-NYA YANG ABADI, ALLAH JUSTRU YANG BERINISIATIF MENCARI,, bahkan Dia mengutus ANAK-NYA YANG TUNGGAL Untuk mati di atas kayu salib. MENGGANTIKAN KITA YANG MATI ROHANI INI. 

Saudara di sini, Nabi Yesaya dengan sangat tajam menegaskan, menggaungkan sebuah persoalan, yang sangat DOKTRINAL, yang dikenal dengan istilah (Pendamaian pengganti). 

Kalau bagian ini dijelaskan dengan SEDERHANA, maka di sana kita akan menemukan BAHASA; 

KITA DAN DIA.

KITA YANG SESAT      = DIA (KRISTUS) yang menanggung murka, = Supaya kita diterima,

KITA YANG SALAH     = DIA (KRISTUS) yg menerima penolakan, = SUPAYA kita dibenarkan,

KITA YANG BERDOSA = DIA(KRISTUS) YANG MENGALAMI HUMUKAN= SUPAYA kita didamaikan.



Timoty Keller, berkata “Karena Dia (Kristus) mati dan bangkit untuk kita. DIA ADALAH WAKIL KITA DI SORGA (JADI KITA DIAMPUNI DENGAN SEMPURNA) DAN PENDAMPING KITA DI BUMI (JADI KITA DIKASIHI DENGAN SEMPURNA)”. 


Saudara memahami ini semua, sesungguhnya akan mendorong kita untuk apa? 

Gospel people KETIKA MENYADARI KEBENARAN INI AKAN DIMAMPUKAN UNTUK TIDAK HIDUP DALAM KESOMBONGAN ROHANI DAN KEEGOISAN DIRI.


Ketika saudara terima berita Injil, saudara mengerti itu, memahami itu, saudara rindu bertumbuh di dalamnya, dan ketika saudara bertumbuh di dalamnya, saudara juga akan rindu untuk membagikannya kepada orang lain. 

Kita tidak akan tinggal di dalam kesombongan rohani dan keegoisan diri, karena

ini bukan tentang kita, tetapi ini tentang Kristus.


Kita tidak bisa sombong karena kita bisa memahami Injil itu karena kasih karunia yang diberikan kepada kita. Kita juga tidak bisa menjadi egois karena kita tahu bahwa Kristus yg punya segalanya. Dia rela meninggalkan takhta-Nya yang mulia untuk kita yang berdosa, Dia bahkan datang untuk melayani dan memberikan diri-Nya untuk menjadi ketebusan bagi banyak orang.

Kalau kita bisa menghidupi kebenaran ini, saudara itu semua karena kasih karunia  Tuhan,


Lalu bagaimana saya bisa menghidupi kebenaran ini??


Seorang penulis buku bernama C.J MAHANEY berkata “ AGAR JERINDUAN ANDA DALAM MENGENAL KRISTUS BERTUMBUH, PERLUASLAH PENGERTIAN ANDA TENTANG APA YANG TELAH DIA LAKUKAN. JANGAN CEPAT MERASA PUAS DENGAN PEMAHAMAN ANDA TENTANG INJIL. INJIL ADALAH KEBENARAN YANG SANGGUP MERESAP DALAM KEHIDUPAN SAMPAI MENGUBAHKAN DUNIA. INJIL LEBIH INDAH DARIPADA BERLIAN MANAPUN DI DALAM DUNIA INI. KEINDAHANNYA, KEDALAMANNYA TIDAK AKAN PERNAH HABIS UNTUK DIKAGUMI DAN DISELAMI.”


Untuk itu saudara, bagaimana cara kita bisa menghidupi INJIL? Di dalam keseharian kita? 

Kita PERLUAS PENGERTIAN kita TENTANG APA YANG TELAH DIA LAKUKAN.


Kita perlu Dispilin Rohani (Spiritual discipline). 

Berbicara tentang disiplin rohani ini sangat beragam, bersaksi, melayani, memberikan persembahan, doa dan puasa, membaca ALKITBAB, berdiam diri, ibadah secara rutin, berkomunitas, menuliskan kebaikan TUHAN.


Tapi sayang, ada orang-orang yang berpendapat bahwa gereja yang berpusat pada Injil, Gospel Center itu anti dan alergi dengan disiplin rohani? Karena kesannya itu adalah sebuah kesalehan manusia untuk mendapatkan perkenanan  ALLAH. Saya rasa orang-orang yang berpendapat akan hal ini TIDAK SEPENUHNYA MEMAHAMI INJIL.

Karena sesungguhnya, ketika kita melakukan disiplin rohani, itu bukan cara bagi kita untuk dapat perkenanan-Nya TUHAN.  Tetapi itu adalah sebuah respons ucapan syukur atas kasih karunia-Nya bagi kita.


Sebagai sarana bagi kita untuk mengalami pertobatan dan pertumbuhan dalam pengenalan kita akan Kristus setiap hari. Itulah sebabnya saudara “UNTUK BERTUMBUH DALAM KESERUPAAN DENGAN KRISTUS KITA TIDAK PERNAH BISA MENJAUH DARI INJIL, TETAPI JUSTRU MASUK SEMAKIN DALAM KEPADA INJIL.” (PS.NT).

 

Sekali lagi saya diingatkan oleh J.D.Greear Dalam bukunya Gospel, bahwa salah satu disiplin rohani yang dapat kita lakukan, untuk masuk semakin dalam kepada Injil, itu adalah 

Membaca Alkitab, dan pendekatan kita di dalam membaca ALkitab, bukan lagi untuk DAPAT PERKENANAN TUHAN, UNTUK BISA TAHU SEMUA TENTANG DIA, TETAPI PENDEKATAN KITA, PENDEKATAN ORANG-ORANG GOSPEL CENTER DI DALAM MEMBACA ALKITAB Dia katakan demikian; “PENDEKATAN GOSPEL CENTERED DI DALAM MEMBACA ALKITAB BERARTI KITA PELRU MENDISIPLIN DIRI UNTUK MEMBACA ALKITAB SEKALIPUN KITA TIDAK MENGINGINKANNYA. SAMBIL BERTOBAT KEPADA ALLAH KARENA KITA TERNYATA TIDAK MENGASIHINYA SEPENUH HATI DAN KEMBALI MENYELARASKAN PIKIRAN KITA BAHWA ALLAH TETAP MENERIMA KITA YANG SUDAH ADA DI DALAM KRISTUS.”  (JD.Greear).


Saudara kalau kita mengerti ini, kalau kita melakukan disiplin rohani, semangat kita diubahkan, hati kita, cara kita melakukan itu, juga diubahkan.

Jadi ketika kita melakukan disiplin rohani, itu bukan sebagai sebuah upaya ketaatan untuk dapat segala sesuatu dari ALLAH, tetapi sebuah ungkapan syukur karena Kristus telah memberikan segalanya dalam hidup kita sebagai sarana bagi kita untuk berumbuh dalam anugerah-Nya, dan kita bisa mengalami pertobatan, pengenalan kepada  Kristus setiap hari,


Lalu Implikasinya apa saudara???,


KARENA INJIL= KITA TIDAK MENJADI SOMBONG ATAS PENGETAHUAN YANG DIMILIKI, NAMUN TETAP RENDAH HATI KARENA SEMUA ITU ANUGERAH TUHAN.

KARENA INJIL=  KETIKA MELAKUKAN DISIPLIN ROHANI BUKAN UNTUK MENDAPATKAN SESUATU TETAPI SEBAGAI UCAPAN SYUKUR DAN SARANA UNTUK BERTUMBUH DALAM ANUGERAH

KARENA INJIL= KITA TIDAK MENJADI EGOIS, NAMUN DENGAN RELA HATI MELAYANI DAN MEMBERI DIRI BAGI ORANG LAIN.

KARENA INJIL= KETIKA KITA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BENAR MAKA KITA SEMAKIN RINDU DAN MENGAGUMI KRISTUS DAN KARYA-NYA


Apakah hidup saudara sudah diubahkan oleh Injil?

Apakah saudara mengerjakan disiplin rohani hari ini, hanya untuk mendapat berkat rohani?? Atau saudara menginginkan untuk mengenal DIA lebih lagi, dan lebih lagi.

Gospel people ketika mereka memahami ini, mereka tidak akan sombong, dan juga tidak akan egois, tetapi mereka akan semakin rendah hati, karena mereka tahu INI BUKAN TENTANG DIA, TETAPI INI TENTANG KRISTUS YANG SUDAH MATI UNTUK KITA, SUDAH MATI MENEBUS KITA DARI DOSA. DAN YANG AKAN MERESTORASI SELURUH CIPTAAN KETIKA DIA DATANG UNTUK YANG KEDUA KALINYA…


Refleksi akhir dan berdoa.


Apakah Injil yang saudara terima sudah meresap dalam kehidupan kita setiap hari? 

Dalam pekerjaan saudara? Di dalam relasi suami isteri? Di dalam relasi dengan anak-anak?? Di dalam studimu? Apakah orang lain bisa mengkonfirmasi bahwa Kristus itu sudah mengubahkan dan yang terutama di dalam hidupmu??


Silahkan saudara ambil waktu dan berdoa di hadapan TUHAN..

KALAU ITU BELUM TERJADI, SAUDARA DATANG KEPADA DIA. 

BERTOBATLAH!!,.. 

JANGAN-JANGAN SELAMA INI, KITA MEMAHAMI INJIL HANYA UNTUK PENGETAHUAN KITA.

JANGAN-JANGAN SELAMA INI KITA MEMAHAMI SECARA EGOIS, TETAPI BIARLAH INJIL ITU TERUS MENGKALIBRASI HATI KITA,, SUPAYA KETIKA KITA SADAR INI SEMUA, KITA TETAP RENDAH HATI, KITA BISA MELAYANI ORANG LAIN, KITA JUGA BISA MELAKUKAN DISIPLIN ROHANI DENGAN SEBUAH MOTIVASI HATI YANG BENAR, DAN BIARLAH HIDUP KITA SUNGGUH-SUNGGUH DIKENAL SEBAGAI SALURAN TERANG KRISTUS DI DALAM DUNIA INI..


Khotbah ditranskrip Oleh Septo pada ibadah Minggu 04 September 2022. Gibeon Church Surabaya. (Jatinangor, Lembah Manglayang).

Posting Komentar untuk "Khotbah Minggu 04 September 2022 Understanding The Gospel (Memahami Injil}"