Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Khotbah Minggu 25 September 2022

 



GPI PAUK PRAJA IPDN Jatinangor

Nas; 2 Timotius 4:1-5

Oleh: Pdt.Judistian Pratama Hutauruk, S.Si.Teol


Dalam pelayanan ada tantangan yang dihadapi, yang tidak pernah usai, tidak ada hasil yang signifikan, tidak ada perubahan.

Hal ini lama-kelaman menyebabkan rasa bosan dan jenuh bisa muncul.

Paulus menyadari kondisi berat ini, yang berpotensi membuat Timotius mengalami kebosanan, kejenuhan dalam pelayanannya.

Pelayanan seakan tidak ada hasil dan tidak ada perubahan.

Ayt 4 jemaat lebih menyukai ajaran lain.

-dongeng ajaran liar, yang bisa mengaburkan ajaran Yesus.

Ada guru-guru palsu yang sesat, mengajar ajaran sesat pula.

Timotius yang masih muda. Berbeda dengan Paulus yang jam terbangnya sudah tinggi.

Timotius menghadapi situasi yang berat.

Itulah alasannya, mengapa Paulus melayangkan surat pastoralnya kepada Timotius.

-Timotius juga sudah diingatkan pada surat yang pertama di pasal 4, tentang ajaran sesat.

Pada 2 Timotius 4 ini, kembali diingatkan.

-supaya siap sedia, waspada dan siaga.

Baik atau tidak baik waktunya, firman Tuhan harus diberitakan, firman harus disampaikan.

Meskipun kelihatannya tidak ada hasil, Timotius menghadapi banyak tantangan dan masalah dalam jemaat Efesus.

- Timotius diminta untuk menunaikan tugas pelayanan sampai tuntas. Meskipun banyak tantangan yang menghadang.

Dalam kehidupan nyata kita, sering kali saat orang menghadapi tentangan, masalah, dan pergumulan, membuat orang menyerah, mundur dan tidak betah dalam pelayanan. Sangking beratnya tentangan, dan persioalan yang di hadapai.

- Banyak orang percaya saat diminta jadi panitia dalam sebuah organisasi, mereka tidak siap. Kadang ada yang kecewa, marah bahkan keluar dari gereja. Karena tentangan berat dan sulit dihadapi.

Tuhan marah kepada kita saat kita berdosa, tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita.

Tetapi saat kita ada masalah, kita malah meninggalkan dan keluar dari gereja.

Sebenarnya kita tidak perlu meninggalkan gereja, dan pelayanan karena marah dan kecewa.


- Paulus meminta Timotius untuk:

- Menyatakan apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

- Kita harus sabar, menguasai dan mengontrol diri, tidak jatuh kepada perasaan bosan, dan kecewa.

Timotius juga diingatkan, untuk tegur tidak asal tegur, tetapi menegur dengan kesabaran dan pengajaran. 

Hal ini supaya Timotius setia dalam pelayanan.

Ayat 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

- Pesan yang sangat menguatkan dari Paulus, kepada Timotius

Sebagai orang percaya, kita semua punya tugas pelayanan masing-masing yaitu:

- Jadi pewarta Injil, dalam perbuatan kita, ini bukan hanya menjadi tugas hamba Tuhan, pendeta, gembala, penatua dan diaken. Tetapi mewartakan Injil adalah tugas kita semua.

- Kita semua punya kesempatan, kerjakan itu dengan sungguh-sungguh, tidak hanya semangat di awal, angin-anginan, hangat-hangat di awal saja.

- Mari kerjakan dengan sunguh-sungguh, lakukan dengan sebaik-baiknya, pelayanan yang dipercayakan kepada kita masing-masing, selagi ada kesempatan.

- Tuhan juga akan menolong kita. 

- Misalnya kita diminta menjadi RT atau RW. Itu kesempatan untuk kita melayani di tengah-tengah masyarakat, ambil kesempatan itu, jangan ditolak.

- Kita akan banyak berinteraksi dengan orang lain, ini media yang Tuhan pakai, untuk melayani Dia. Kita semua tidak harus menjadi pendeta, gembala, penatua dan diaken. Kita masing-masing punya pos pelayanan.

Di pekerjaan kita, tempat kerja kita, kampus kita, sekolah kita, masyarakat kita. Hal ini membuat kita banyak berinteraksi dengan orang-orang yang kita temui.

Makanya kalau diminta jadi kepanitiaan, ambil saja, terima saja, tidak perlu menolak.

- Di gereja misalnya menjadi penerima tamu, anda senyum kepada jemaat lain. Itu sudah melayani, tidak musti menjadi Worship leader, mc dll.

Namun ada pertanyaan yang sering kali  muncul, kenapa saya yang aktif melayani, malah tambah banyak masalah, banyak persoalan, keluarga saya tidak harmonis, pergumulan datang malah siling berganati. 

Mari Tetap kerjakan saja bagian kita.

TUHAN MAU KITA SETIA. 
SAMPAI AKHIRNYA KITA MENERIMA MAHKOTA KEHIDUPAN.

Penerapan Pendengar:
  • Jangan mudah bosan, kecewa dan marah jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Mari tetap setia menunaikan tugas pelayanan sesuai dengan pos masing-masing.
  • Ingat ada Mahkota kehidupan yang Tuhan sediakan bagi yang setia.  (Wahyu 2:10b).

(Ditranskrip oleh Septo. Lembah Manglayang Jatinangor).

Posting Komentar untuk "Khotbah Minggu 25 September 2022"