Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Renungan Yakobus 1:26 KATA-KATA ADALAH PENAMPILAN PIKIRAN

 



‘WORDS ARE THE DRESS OF THE ‎MIND’,‎

‘KATA-KATA ADALAH PENAMPILAN ‎PIKIRAN KITA'


DARI CARA BERBICARA DAN ISI PEMBICARAAN,

KITA BISA MEMAHAMI KARAKTER DAN KEPRIBADIAN SESEORANG.


Kalau kita selalu berdebat atau membangkang,‎

dan punya sifat pemberontak atau selalu di musuhi orang,‎

Belajarlah untuk tetap memakai kata² yang lemah lembut,‎

Lihatlah bagaimana orang lain akan ‎berubah.


Kata² sangat berkuasa untuk:‎

» MEMPERBAIKI HUBUNGAN,‎

» MENYEMBUHKAN HATI,‎

» MEMOTIVASI,‎

» MENYENANGKAN DAN MEMBERKATI ORANG LAIN.


Muliakan TUHAN dengan kata² kita,

Kendalikan lidah,‎

Ciptakan satu kalimat yang dapat memberkati orang lain, dan‎ alami suasana Sukacita sepanjang hari.


“Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.”

(Yakobus 1:26)


KATA² LEMBUT ADALAH ARGUMENTASI YANG PENUH KUASA.


Mari belajar mengendalikan setiap patah kata yang keluar dari mulut kita,‎

Semoga setiap ucapan kita akan membawa berkat dan sukacita bagi keluarga, teman, relasi, dan siapapun juga.


“Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.”

(Amsal 15:4)



LEBIH BAIK MENGAMPUNI DARIPADA MENGUTUKI



Hukum memiliki peraturannya sendiri dalam menghadapi kesalahan orang lain,‎

Hukum juga akan memberikan ganjaran sesuai dengan kesalahan yang telah di perbuat,‎

Ada juga Hukuman mati yang memang akan di berikan kepada orang² yang melakukan pelanggaran berat.


Hidup sebagai orang Kristen tentu juga memiliki Hukumnya sendiri dalam menyikapi kesalahan orang lain,‎

Hukum yang TUHAN perkenalkan bukan Hukum yang akan melukai seseorang secara fisik ataupun psikologis.

Hukum yang kita miliki sebagai anak² TUHAN adalah Hukum yang berbeda,‎

KASIH merupakan Hukum yang selalu TUHAN ajarkan dalam kehidupan kita.


“Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni

dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.”

(Mazmur 86:5)


Seberapa besar kesalahan yang telah orang lain lakukan dalam kehidupan kita,

TUHAN selalu menuntut kita untuk bisa MENGASIHI dengan cara MENGAMPUNI secara total.


Pengampunan yang juga keluar dari dalam hati dan bukan dari mulut saja,

Lebih baik mengampuni daripada mengutuki.


Ada banyak orang yang lebih memilih untuk mengeluarkan kutuk dari bibirnya daripada mengeluarkan ucapan berkat,‎

Mereka merasa bahwa mengutuki lebih baik karena telah tersakiti.


Saat kita mengutuki orang lain, maka‎ kita sama halnya dengan menyalibkan TUHAN YESUS untuk kedua kalinya,‎

BELAJARLAH MENGAMPUNI.‎


“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”

(Kolose 3:13)


PERBUATAN BURUKMU AKAN TETAP BERSAMAMU, ‎PERBUATAN BAIKMU AKAN KEMBALI KEPADAMU‎


Ada seorang wanita yang membuat roti untuk makanan keluarganya setiap hari,‎

Wanita ini juga membuat roti ekstra untuk di berikan tiap hari pada pria bungkuk yang melewati rumahnya.


Bukannya berterima kasih, ‎pria itu malah menggerutu,

"PERBUATAN BURUKMU AKAN TETAP BERSAMAMU,

PERBUATAN BAIKMU AKAN KEMBALI KEPADAMU."


Wanita itu merasa sebal...


Suatu hari dia berniat membuat roti dengan racun di dalamnya untuk pria itu, ‎tapi ketika akan meletakkannya pada jendela, ‎dia gemetar dan tersadar,‎

Roti itu akhirnya di buang dan di gantinya dengan roti biasa.


Malam itu pintu rumahnya di ketuk dari luar,

Wanita itu pun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat sang anak yang sudah merantau ber-bulan² dan tidak pernah pulang itu telah berdiri di hadapannya.


Anak itu terlihat sangat kurus dan lemah, ‎rupanya dia kelaparan.


Sang anak menatap ibunya dan berkata,

"Ibu, ini keajaiban...‎

Ketika aku masih jauh dari sini, ‎aku kelelahan dan pingsan,‎

aku mungkin akan mati kelaparan, tetapi pada saat itu ada pria bungkuk datang melintas dan memberiku sebuah roti."


Pria bungkuk itu berkata,

"Ini yang aku makan setiap hari...‎

Hari ini aku harus memberikannya padamu karena kamu lebih membutuhkannya daripada aku."


Seketika itu juga wajah sang ibu memucat dan tersadar,‎

dia teringat akan roti beracun yang hampir saja dia berikan pada pria bungkuk itu pagi tadi,

Andai saja dia memberikannya, ‎tentu anaknya lah yang akan dia racuni.


Akhirnya dia menyadari arti kata yang selalu di ucapkan pria bungkuk itu,

"PERBUATAN BURUKMU AKAN TETAP BERSAMAMU,

PERBUATAN BAIKMU AKAN KEMBALI KEPADAMU."

Memberi tidak di tentukan oleh seberapa besar atau kecil, tetapi‎ berdasarkan kebutuhan,‎

Kebencian tidak di tentukan oleh seberapa dalam atau dangkalnya, tetapi ‎berdasarkan seberapa terlukanya orang tersebut.‎


Oleh karena itu, ‎kita harus ber-hati² terhadap apa yang kita ucapkan dan apa yang kita perbuat se-hari²nya,

JANGAN PERNAH MEREMEHKAN PERBUATAN BAIK YANG KECIL,‎

NAMUN JANGAN MELAKUKAN PERBUATAN BURUK SEKECIL APAPUN.‎


“Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatann­ya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatann­ya dilakukan dalam Allah."

(Yohanes 3:20-21)


HIDUPLAH DALAM KETAATAN

Di tengah jalan, ‎si anak melepas sabuk pengamannya karena merasa tidak nyaman,‎

Ayah nya sudah menyuruh untuk memasang kembali, namun ‎si anak tidak menurut,

Tabrakan pun tak terhindarkan.


Ayah selamat, namun‎ si anak terpental keluar,‎

Kepalanya membentur aspal dan menderita luka di kepala yang parah.


Setelah beberapa lama di Rumah Sakit,‎

akhirnya si anak siuman, namun‎ ia tak bisa melihat dan mendengar apapun.


Sang ayah ini dengan sedih hanya bisa memeluk erat dan menjaga anaknya, ‎membuat anaknya merasakan nyaman.


Suatu kali, ‎anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya,‎

si anak sangat marah, namun‎ sang ayah hanya bisa menghela nafas.


Komunikasinya terbatas, ‎ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin itu sudah berkarat,‎

ia hanya berharap anaknya sepenuhnya Percaya kalau ayah nya hanya Melakukan yang Terbaik untuknya.


Setiap hari jam 4 pagi, ‎ayah terus Berdoa dan Berharap kalau suatu saat TUHAN akan menyatakan Mujizat-NYA kepada anaknya.


Beberapa tahun berlalu, ‎di suatu pagi, sayup² bunyi kicauan burung membangunkan si anak,‎

Ternyata pendengarannya pulih, ‎kemudian di susul penglihatannya.


Melihat rambut ayahnya yang telah memutih dan tangan yang telah mengeras penuh luka,‎

si anak memeluk erat sang ayah dan menangis, sambil berkata,

"Ayah, terima kasih selama ini engkau telah Setia menjagaku."‎


KASIH seorang BAPA begitu besar, sehingga‎ telah mengorbankan se-gala²nya untuk sang anak,‎

TanganNYA terbuka untuk Pengampunan dan Penerimaan,‎

kita adalah anak tersebut, dan‎ sampai kapanpun akan berlaku seperti itu.


Dosa, Pelanggaran dan apapun keadaan kita hari ini, ‎tidak akan bisa Menghapus ikatan itu,‎

Kembalilah jika selama ini anda sudah meninggalkan-NYA.


Tangan-NYA terbuka untukmu,‎

Berbaliklah kepada-NYA dengan segenap hatimu.


T UHAN adalah

A LLAH,

A ku Harus

T unduk


“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”

(1Petrus 1:14)



= MEMASYURKAN NAMA TUHAN.=


1KORINTUS 1:31.

Karena itu seperti ada tertulis: "Barang siapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam TUHAN."


Seringkali kita membusungkan dada karena karunia pelayanan yang kita miliki, diri kita merasa penting, patut dihormati dan dihargai.

Kita lupa bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian TUHAN, bahkan keselamatan yang kita terima semata-mata karena anugerah-Nya. Bukan karena jasa-jasa kita.


Alkitab menyatakan:...

' Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian ALLAH, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri."(Ef. 2:8-9).

Intinya TUHAN memanggil dan memilih kita bukan karena kita baik, tapi semua karena anugerah-nya, kasih setia-Nya, kebaikkan-Nya dan rencana-Nya.

Jika sampai hari ini kita bisa melayani TUHAN bukan karena kita hebat, tapi karena TUHAN punya tujuan yaitu supaya kita  MEMASYURKAN NAMANYA.


Menyadari atas panggilan TUHAN kita tidak akan sembrono lagi menggunakan

waktu dan kesempatan. Kita terus berjuang dan mempertahankan keselamatan yang telah kita terima dari TUHAN....Sebab kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.



6 PENYAKIT LIDAH

Inilah 6 Penyakit Lidah yang harus kita hindari:‎

1. TERLALU BANYAK BERBICARA

Di dalam banyak bicara, ‎pasti akan terjadi kesalahan ataupun pelanggaran,

tapi siapa yang bisa MENAHAN MULUT nya untuk tidak berbicara sembarangan, ‎dia termasuk orang yang BERBUDI BAIK.

2. BER-KATA2 YANG SIA-SIA: OMONG KOSONG

Ada kata² yang mestinya tak perlu di ucapkan, ‎tapi karena daripada nggak ada bahan maka di keluarkan juga.‎

Untuk setiap kata sia² (omong kosong) yang di ucapkan, ‎kadang seseorang akan menerima ganjaran yang sangat tidak setimpal.

3. GOSIP

Banyak orang yang kerjanya kian kemari hanya untuk menyebarkan gosip,‎

Itu bisa berarti FITNAH bagi orang lain, ‎apalagi sampai membuka rahasia orang lain, ‎sebab itu janganlah kita bergaul dengan orang yang bermulut 'ember' seperti itu.

4. BERDUSTA

Orang yang suka berdusta atau menipu dengan kata²nya, ‎hal itu sama juga dia telah melakukan kekejian,‎

Penyakit ini jika tidak segera di sembuhkan, maka bisa berakibat fatal.

5. BERKATA MANIS DAN TIDAK TULUS

Banyak orang yang suka bermulut manis dan suka menjadi penjilat kepada sesamanya, ‎terutama kepada orang² yang lebih tinggi kedudukannya.‎

Orang yang begini perlu di waspadai dan kita tidak perlu bergaul dekat dengannya, ‎karena itu sama juga kita akan memasukkan jerat di kaki kita.

6. ASAL 'NJEPLAK'

Banyak orang yang ber-kata² dengan sangat cepat seolah tanpa di pikir terlebih dulu,‎

Kebanyakan orang begini adalah orang bodoh, ‎tapi ingin tampak pintar di depan orang lain. 

Kita harus selalu waspada untuk tidak teledor dengan kata² yang kita keluarkan, ‎karena bila kita terkena "6 penyakit" ini,

maka bukan tak mungkin bila suatu ketika kita akan membayar sangat mahal.


MEMANG LIDAH TIDAK BERTULANG, TAPI‎ LIDAH LEBIH TAJAM DARIPADA SEBILAH PEDANG.‎


“Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.”

(Amsal 12:19)



TAK ADA HAL YANG MUSTAHIL BAGI ORANG YANG MAU TERUS BERUSAHA‎



Pada tahun 1878, ‎Thomas Alfa Edison jatuh sakit karena kelelahan,‎

Untuk menyehatkan diri dan mendapatkan ilham, ‎Edison berlibur ke Rocky Mountains.


Saat berlibur itulah dia mendapatkan ide untuk mengembangkan eksperimen lampu pijar.


Dengan seluruh tim yang bekerja bersamanya,

mulailah Edison membuat satu benda ganjil plus mustahil bernama lampu pijar.

Segera saja cibiran dan ejekan datang dari segala penjuru,

tak terkecuali dari ahli² elektro yang waktu itu cukup kondang namanya.


Edison di cap cari sensasi, menentang hukum elektro, kurang kerjaan dan orang gagal,‎

Kenyataan berbicara apa yang orang² hujatkan pada Edison benar.


Edison tak hanya gagal sekali dua kali, ‎tapi ribuan kali,‎

Orang yang membantunya bereksperimenpun sudah patah arang,‎

Namun melihat keuletan Edison, ‎mereka tetap setia membantunya.


Pada akhirnya Edison berhasil menemukan kawat halus PB yang tahan suhu tinggi untuk di coba pada lampu pijarnya,‎

Akhirnya lampu pijar berhasil menyala dan tanggal 21 Oktober 1879 Edison berhasil mematahkan apa yang mustahil bagi ahli elektro pada jaman itu.‎


Edison mengajarkan kepada kita untuk jangan takut gagal dan mengucap syukur kepada kegagalan, ‎karena itu membuat kita tahan uji.


Dengan mengalami kegagalan,

kita akan semakin tahu di area mana harus berubah dan di area mana bisa mempertahankan karakter² baik kita.


Edison sampai hari ini terkenal di dunia dan mendapat julukan raja penemu bukan dengan cara yang instan, namun dengan‎ USAHA terus dan SEMANGAT yang tak pernah padam.


Dalam Alkitab pun mencatatkan 365 kata jangan takut,‎

Dalam setahun ada 365 hari, ‎itu berarti TUHAN inginkan setiap harinya tidak ada rasa takut dalam diri kita.

TAK ADA HAL YANG MUSTAHIL BAGI ORANG YANG MAU TERUS BERUSAHA.‎


“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.”

(Amsal 24:16)


 MENCEMARI BAIT ALLAH. =


MARKUS 11:15.

" Sesudah YESUS masuk ke Bait ALLAH, mulailah IA  mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait ALLAH. "


Suatu ketika TUHAN YESUS melihat bahwa bait ALLAH tampak kotor  karena digunakan oleh orang-orang untuk berjual beli. Tidak seharusnya bait ALLAH dipergunakan sebagai ajang untuk bisnis atau tempat untuk mencari uang....TUHAN YESUS berkata:...

'Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!'

(Mark.11:17b).


Bait ALLAH adalah rumah doa yang harus Kudus, ironisnya para imam dan akhli-akhli Taurat yang tahu kebenaran firman malah membiarkan dan mengijinkan orang berjualan di bait ALLAH.

Kemungkinan mereka juga mendapatkan fee dari praktek jual beli ini! Bukan hanya itu, mereka juga ....'berusaha untuk membinasakan DIA.'( Mark.11:18).


Tubuh kita adalah bait ALLAH, karena itu kita harus menjaga dan memeliharanya supaya tetap berkenan dihadapan TUHAN.

Jangan sampai kita pergunakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan cemar yang menyimpang dari Kebenaran! Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada-Nya...


HIDUP INI INDAH KALAU KITA SELALU BERPIKIR POSITIF


KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN...‎

Semua yang kita lakukan bermula di dalam PIKIRAN kita,‎

Ketika kita berpikir negatif pada seseorang, tanpa sadar kita telah menghakimi orang itu.


Lebih mudah mana?‎

Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan?‎

atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka oleh kerikil?


Lebih mungkin mana?‎

Berusaha mensteril semua tempat ‎agar tidak ada kuman?‎

atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri agar kuat melawan kuman?


Lebih mudah mana?

Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan?‎

atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?


Lebih penting mana?‎

Berusaha menguasai orang lain?‎

atau menguasai diri sendiri?

kita di berikan hidup untuk saling MEMPERLENGKAPI satu dengan yang lain.


Semua yang kita TERIMA saat ini, ‎walaupun tak sesuai dengan HARAPAN kita, ‎itu semua ada di dalam RENCANA TUHAN.


DIA tahu apa yang TERBAIK buat kita,

dan DIA pasti MENGINGAT apa yang sudah kita PERBUAT.


YANG PENTING BUKAN BAGAIMANA ORANG HARUS BAIK PADA KITA,

MELAINKAN BAGAIMANA KITA BERUSAHA BAIK PADA ORANG LAIN.


BUKAN ORANG LAIN YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA,

MELAINKAN SIKAP DIRI KITA SENDIRI LAH YANG MENENTUKAN KITA BAHAGIA ATAU TIDAK.


Jika BERPIKIR JELEK, maka‎ kita menganggap diri kita JELEK,

Tetapi BERPIKIR YANG BAIK akan membuat kita DI HARGAI siapapun.


Bila kita memiliki PIKIRAN YANG BENAR, maka ‎kita akan melakukan TINDAKAN YANG BENAR,

oleh sbab itu kita perlu MENJAGA PIKIRAN kita dengan hal² yang BENAR DAN BAIK.


Jadi mulai hari ini,

LATIHLAH PIKIRAN KITA UNTUK SELALU MEMIKIRKAN HAL² YANG BAIK DAN BENAR,‎

HIDUP INI INDAH KALAU KITA SELALU BERPIKIR POSITIF.‎

”Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

(Filipi 4:7)


CARA MENGENAL TUHAN -->‎ SELALU BERSAMA DAN BERSEKUTU DENGAN-NYA SETIAP SAAT

Seorang pemuda di Tiongkok datang kepada seorang ahli batu permata,‎

dia ingin belajar tentang batu permata.


Si pemilik toko mempersilahkan dia duduk di sudut ruangan sambil di suruh menggenggam sebuah batu ruby.


Setiap hari si pemuda hanya di suruh duduk di sudut ruangan sambil menggenggam batu ruby tersebut.‎


Setelah 2 minggu, ‎si pemuda merasa bosan dan bertanya pada si pemilik toko,

"Mengapa saya hanya di suruh duduk sambil memegang batu ruby tersebut selama 2 minggu?"


Si pemilik toko tidak menjawab,

ia berjalan ke dalam lalu keluar sambil membawa sebuah batu ruby, d‎i berikannya batu tersebut kepada pemuda itu.


Si pemuda langsung berkata,

"Ini bukan ruby."


Si pemilik toko tersenyum,

"Sekarang kamu sudah dapat membedakan mana ruby asli dan mana yang bukan."


Si pemuda terperangah dan dia baru menyadari ‎bahwa selama dua minggu dia bersama ruby yang asli,

dia dapat mengenali mana asli mana palsu.

Cara kita mengenal TUHAN adalah dengan terus menerus bersekutu denganNYA, ‎terus menerus membaca dan merenungkan FirmanNYA, bahkan‎ kita akan turut mengambil bagian dalam cawan penderitaan yang sama, agar‎ kita dapat menjadi serupa dengan DIA.


Jika kita tidak memiliki waktu dengan TUHAN,

Bagaimana kita dapat membedakan DIA yang memang TUHAN yang hidup, yang tidak pernah meninggalkan kita?

Bagaimana pula kita membedakan DIA yang memang TUHAN yang telah bangkit dan mengalahkan maut?


Kita selalu berkata ingin menjadi serupa dengan-NYA, namun‎ jika kita tidak mengalami persekutuan dalam penderitaan-NYA, ‎bagaimana hal itu dapat terwujud?


Jika kita hanya ingin menjadi murid yang biasa² saja,

Bagaimana kita dapat mengenali TUHAN dan menjadi serupa dengan-NYA?


MENGENAL TUHAN DAN MENGENAL KUASA KEBANGKITAN-NYA SERTA MENJADI SERUPA DENGAN-NYA HANYA DAPAT KITA PEROLEH JIKA KITA SELALU BERSAMA DAN BERSEKUTU DENGAN-NYA SETIAP SAAT.


“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”

(Filipi 3:10)

= JANGAN MEMUJI DIRI SENDIRI.=


2 KORINTUS 10:18.

" Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji TUHAN."


Salah satu ciri kesombongan adalah suka memuji diri sendiri, segala sesuatu berfokus pada 'aku.' Tak sepatutnya kita memuji diri sendiri, biarlah pujian itu datang dari TUHAN. Bila TUHAN yang memuji kita pastilah itu sesuai kebenaran dan kenyataan yang kita alami. Pujian dan sanjungan dari manusia seringkali menjadi senjata ampuh bagi iblis untuk menjerat seseorang.


Perlu ditegaskan bahwa memuji diri sendiri sama dengan sombong, dan kesombongan adalah kebencian TUHAN....Paulus menasihatkan:...

'Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.'(Gal.6:4).


Sesungguhnya kita harus sadar...tak satu bagianpun dari diri kita ini yang dapat kita bangga-banggakan, karena kita ini memang bukanlah siapa-siapa. Berdoalah mohon Roh KUDUS membimbing kita  merendahkan diri  dihadapan TUHAN dan sesama kita

Posting Komentar untuk "Renungan Yakobus 1:26 KATA-KATA ADALAH PENAMPILAN PIKIRAN"